
Pria kekar ini dalam malunya segera mengayunkan tangannya yang sebesar tiang listrik itu.
Tirta segera menahan lengan yang besar dan memuntirnya ke belakang,.
Alangkah kejutnya si pria kekar ini.. pemuda kerempeng di depannya dengan mudah memegang tangannya dan memuntir lengannya, ternyata tangan yang kelihatan kecil dari pemuda kerempeng ini menyimpan kekuatan yang sangat besar..
"Aduh lepaskan! aduh sialan ! anak setan!" seru pria kekar ini mengumpat-umpat karena kesakitan dan marah!
Kawan-kawannya yang melihat ini sangat terkejut, mereka beramai-ramai berusaha menolong kawan mereka yang masih dalam pegangan Tirta, karena tangannya yang di puntir kebelakang punggungnya oleh pemuda itu masih belum dilepaskan.
Mereka segera bergerak maju dan mengurung Tirta dalam setengah lingkaran..
Tirta segera mendorong pria kekar yang di puntir tangannya tersebut sambil menendang lutut bagian belakang.
"Gubrak!" pria kekar tersebut jatuh terjerembab dengan kerasnya.
Wajahnya membentur lantai keramik dengan keras,, darah mengalir dari hidungnya..
Dia segera berdiri dengan muka merah padam karena malu dan marah, darah masih mengalir dari lobang hidungnya, entah mimisan atau patah tulang hidung nya.
"Hmm pemuda yang tak tau diri!" Seru salah seorang pria kekar itu.
Belum sempat mereka bergerak, mendadak dari arah luar masuk seorang pemuda dengan tangan diikat perban! tampak nya sedang cedera.
"Ohh kamu Denis!" seru Nadine terkejut,,
"Tidak ada kapok-kapoknya ya kamu!" kata Nadine..
"Huh, Nadine,, Nadine , kali ini aku pasti bakal membawamu pulang dan akan aku taklukkan semua kesombongan mu !" seru Denis kesal..
Dia memang memdapatkan informasi kalau hari ini Nadine datang ke tempat ini bersama seorang pemuda..dan bersama para pengawalnya kali ini, dia bisa membalaskan dendamnya.
"Hmm bocah tengik, hari ini akan aku buat kamu merasakan pembalasanku! geram Denis.
"Hajar bocah tengik itu,!" seru Denis memberi perintah pada pria pria kekar itu.
Salah seorang pria kekar yang mengepung setengah lingkaran pun dengan gerakan kuat segera melayangkan tinjunya kearah Tirta.
Tapi mereka ini hanya mengandalkan otot besar saja, gerakan ini sangatlah lambat menurut penglihatan Tirta.
Memang orang yang melatih otot otot agar membesar dan terlihat bagus akan membuat gerakannya kaku dan lambat, sangat berbeda dengan bentuk otot bagi orang orang yang mendalami bela diri. ototnya cenderung liat dan lentur .
Dengan satu tepisan dan di ikuti tarikan ke belakang, pria kekar dengan otot-otot menonjol tersebut segera terbawa kekuatannya sendiri ! jatuh tertelungkup di samping Tirta.
Kawan- kawanya yang lain sangat terkejut, dengan mudahnya Tirta menghindari dan bahkan menjatuhkan kawan mereka.
__ADS_1
"Ayo maju semua ,, hajar sampai mati saja bocah tengik itu," teriak Denis dari belakang mereka.
Kali ini tanpa ragu-ragu kelima pria kekar tersebut bergerak serempak menyerang Tirta.. Ruangan studio dalam waktu singkat menjadi porak-poranda karena aksi pengeroyokan dari lima pria kekar ini.
Tapi dalam tempo yang singkat segera terdengar teriakan- teriakan mengaduh dari pria- pria kekar ini.
mereka pada tumbang dengan kaki atau tangan patah juga wajah bengkak dan gigi rontok terkena sodokan, sikutan dan pukulann Tirta!
Denis yang menyaksikan orang-orangnya pada tidak berdaya memghadapi pemuda di hadapannya menjadi gemetar dan ciut nyalinya!
Tak di sangkanya pemuda di depannya ini benar-benar hebat dan kuat.
Dia segera hendak berlari keluar studio, tapi memdadak Tirta sudah berdiri memghadangnya!
"Hmm tak semudah itu kamu pergi lari Denis, setelah apa yang kamu perbuat di sini !" geram Tirta.
Tidak seperti biasanya Tirta kali ini agak tegas dalam menghadapi Denis dan anak buahnya.
Itu karena efek dari pertarungan pertarungan yang makin sengit beberapa hari ini yang membuat Tirta agak keras menghadapi lawan- lawannya.
"Maafkan maafkan aku Tirta!" Seru Denis ketakutan setengah mati.
Dia segera menjatuhkan diri berlutut minta maaf pada sang pemuda .
"Baik aku maafkan tapi jangan ganggu lagi Nadine juga yang lainnya,, kalau kepergok kamu mengganggu lagi, ya terpaksa aku patahkan kedua kakimu itu!"
Seru Tirta memberikan sedikit
ancaman supaya Denis tidak mengulanginya dan menginjak kesombongannya selama ini.
"Dan satu lagi, kamu harus mengganti kerugian pemilik studio ini! karena akibat ulahmu, studio ini rusak!" kata Tirta..
"Pak Hengky coba di hitung jumlah kerugian studio anda ini," kata Tirta pada pak Hengky selaku penanggung jawab studio..
"Iya mas, kata pak Hengky yang segera melihat- lihat kerusakan yang di akibatkan oleh ulah anak buah Denis.
"Kerugiannya sekitar limapuluh juta Mas," kata pak Hengky setelah beberapa saat memeriksa dan menghitung kerusakan peralatan Fotografi maupun perlengkapan studio yang lain.
"Kamu dengar sendiri Denis??" kata Tirta..
"Iya ,,,,akan aku transfer segera!" jawab Denis lemah.
Denis segera mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mentransfer sejumlah limapuluh juta ke rekening pak Hengky..
Memang Denis ini seorang pemuda anak orang kaya di Jakarta ini,, uang yang ada di rekeningnya ada beberapa milyar. Jadi enteng saja mengganti limapuluh juta baginya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Mas, atas bantuanmu," pak Hengky mengucapkan trimakasinhnya pada Tirta.
Demikianlah, setelah mentransfer limapulauh juta rupiah, Denis segera mengajak kelima anak buahnya keluar dari studio tersebut. Kali ini dia benar-benar tidak berani menoleh kebelakang lagi.
Kini semua orang di buat tercengang oleh pemuda yang di ajak Nadine ini..
Angel dan Sely yang sejak tadi tertarik pada pemuda yang di ajak Nadine, menjadi lebih tertarik dan penasaran dengan pemuda ini..
Begitupun pak Hengky dan juga para crew dan model-model yang rata- rata cantik dan sexy.
"Din, kamu dapet cowok hebat ini dari mana?" bisik Angel di telinga Nadine.
"Aku dapat dari pasar Tanah Abang" , jawab Nadine yang segera berlalu, untuk menghampiri Tirta , karena dilihatnya Sely sedang berbincang-bincang dengan Tirta.
Tirta tampak malu ketika Sely memegang tangannya.. mau menolakpun tidak enak hati.
"Mas, kamu apanya Nadine sih!" tanya Sely yang sudah mulai membuat perangkap pada pemuda ini..
"Mmh,,, , " Tirta tampak bingung dan gugup. Tadi dia diperkenalkan oleh Nadine kalau dia cowoknya.
Untunglah tidak lama kemudian Nadine dengan galaknya menepis jari-jemari Sely yang memegangi tangan Tirta,
"Ayo ta , kita pulang ," ajak Nadine dengan juteg karena menyaksikan Tirta di keroyok gadis- gadis ganjen ini.. .
Ya sekarang ini Nadine merasa Tirta ini miliknya,, setelah apa yang terjadi ...
"Pak Hengky aku pulang dulu,, pemotretan di lanjut lain kali saja ya,, !" seru Nadine sambil berlalu dengan menyeret Tirta..
"Iya Nadine," Jawab Pak Hengky.
Di dalam mobil, Nadine tampak masih cemberut, tampaknya dia masih jengkel dengan Sely.
"Lain kali jangan tanggapi cewek-cewek gatel kayak gitu Ta, syebel aku ngelihatnya," Nadine mengungkapkan kejemgkelannya.
"Angel dan Sely itu gadis-gadis gak bener," lanjut Nadine..
"Angel dan Sely itu model yang bisa di ajak oleh om om berkantong tebal," kata Nadine lagi,, Demikianlah Nadine mengungkapkan semua kejelekan Angel dan Sely pada Tirta..
Biasa gadis kalau sedang cemburu dan jengkel ,, mulutnya tidak bisa berhenti kalau belum lega hatinya..
Tirta yang di belakang stir hanya bisa diam,
Akhirnya dengan tangan kirinya Tirta meraih tangan Nadine dan mengenggam jemari Nadine untuk menenagkan hatinya!
Dan benar saja,mulut Nadine yang manyun dan nyerocos terus tanpa henti seperti murai batu, segera terdiam dan hatinya tenang kembali.
__ADS_1