Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
pulang


__ADS_3

Dibimbingnya Rani turun melewati tangga menuju lantai bawah..


Tampak Randi masih Fly, dan tidak sadar akan keadaan dirinya, sedangkan lima orang penjaga tadi sudah tidak tampak diruangan itu.. tampak nya mereka sudah melarikan diri.


Rani yang melihat saudara kembarnya seperti itu, lenyap sudah semua kemarahannya pada Randi dan berganti rasa iba dan kasihan..Tadinya dia sangat sangat marah, tega- teganya dia menjual saudaranya sendiri!


Rani segera mendekati Randi dan membujuknya untuk pulang bersamanya,.


Tirta segera membantu Rani dengan menyeret Randi , yang masih dalam keadaan linglung


mereka berjalan kearah jalan raya Dimana Nadine sudah menunggu di dalam mobil.


Ketika Rani melihat Nadine di dalam mobil., segera saja rani memeluk erat Nadine dan menangis di pelukan Nadine..


Dengan terbata-bata Rani menceritakan kejadian yang menimpa dirinya, yang hampir saja menjadi korban pria gendut dan botak yang merupakan bandar narkoba.


Tirta segera mengarahkan mobil, kembali ke rumah Rani.


Sesampainya di rumah, tampak mama Rani masih duduk di ruang tamu,, Tampak matanya sembab bekas menangis.


Begitu Rani muncul di depan pintu, maka keduanya segera berpelukan dan saling bertangisan..


Nadine kemudian juga membantu dengan mencarikan tempat rehabilitasi ketergantungan Narkoba untuk Randi..


***


Setelah beberapa hari tinggal di rumah Nadine, Tirta menyatakan keinginannya untuk pulang ke Semarang bersama Bayu dan Adnan. Kali ini Tirta juga berpamitan pada Leo .


Mengetahui Tirta hendak pulang , Leo segera menyatakan keinginannya untuk ikut Tirta mengunjungi padepokan yang ada di lereng gunung Ungaran..


Tirta sangat senang Leo mau ikut dirinya pulang ke Semarang.


"Abang ingin mengunjungi kang Damar dan eyang Pandu kata Leo pada Tirta"


Abangmu ini ingin lebih mengenal kalian dan para penghuni padepokan,, Abang ingin menjadi orang yang baik lagi lahir dan batin," lanjut Leo.


"Iya bang, kami pasti akan senang sekali mendapat kunjungan bang Leo, kata Tirta.


Dan pada kesempatan lainnya Tirta berpamitan pada keluarga Nadine..


"Pak Michael, kelihatannya kondisi sudah agak tenang sekarang ini, Tirta membuka pembicaraan kali ini.


"Kami sudah cukup lama meninggalkan Kuliah kami pak, jadi kami mohon diri untuk kembali ke semarang dulu," kata Tirta mewakili Bayu dan Adnan..

__ADS_1


Mendengar hal ini pak Michael , Nadine dan keluarga lain tampak terkejut dan seperti tidak rela jika tiga pemuda ini pergi meninggalkan keluarga ini. Mereka bertiga sudah seperti saudara sendiri bagi keluarga pak Michael,,


"Apa kalian bertiga harus secepat ini pulang ke Semarang?" tanya pak Michael..


"Iya pak, kami sudah cukup lama meninggal kan bangku kuliah! hampir satu bulan kami pergi," kata Tirta menyahuti..


"Kalau kalian mau tinggal di sini saya akan menjamin kehidupan kalian di sini , atau mungkin kalian mau kuliah disini saja?":pak Michael tampak masih ingin menahan mereka bertiga untuk tetap berada di Jakarta.


"Maaf pak Michael ,, kami tidak bisa," kata Tirta kekeh..


Tomy yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan ini mendadak ikut bicara;


"Pa , beberapa hari ini Tomi mulai . mempelajari dasar- dasar ilmu beladiri dari mas Tirta, mas Bayu dan Mas Adnan,. Mas Tirta pernah menyatakan kalau ingin mendalami olah kanuragan harusnya ke padepokannya mas Tirta! Nah Sekarang Tomy ingin sekalian minta ijin sama papa!


Tomy ingin menimba ilmu di padepokannya mas Tirta.."


Pak Michael terkejut mendengar permintaan anak laki- lakinya ini..


Pak michael tampak berpikir sejenak, kemudian berkata;


"Aku setuju saja Tomy ,akan tetapi kamu harus menyelesaikan SMA mu dulu ," kata pak Michael ..


Mendengar jawaban papanya, Tomy tampak kecewa..


Nadine yang sedari tadi sangat sedih mendengar Tirta akan kembali ke Semarang.


"Biarkan saja Tomy ikut ke padepokannya Tirta Pa!, kan Tomy bisa pindah sekolah ke Semarang ?" Nadine ikut membujuk papanya.


Papa Nadine sebenarnya tidak keberatan akan keinginan Tomy ini, dia juga paham Nadine sudah jatuh hati pada pemuda ini..dan pak Michael sangat mendukungnya.


Beberapa saat pak michael tampak seperti berpikir, kemudian dia berkata kembali;


"Boleh- boleh , tapi Tomy harus ada pengawasan, " kata pak Michael.


'Horee!! " teriak Tomy dan Nadine kegirangan, mereka kakak dan adik kompak.. melampiaskan kegembiraan nya..


"Kamu kok ikutan gembira Nadine,?' tanya papanya pura pura bloon.


Nadine pun bingung harus menjawab apa..


"Rencana papa tuh ,, papa akan membeli rumah di Semarang , jadi tiap akhir pekan Papa dan Mama bisa berliburan di semarang sambil mengawasi


Tomy ," kata papa..

__ADS_1


*Dan kamu Nadine, kamu yang jaga rumah ini sama Joey", lanjut Pak Michael..


Aduh,, kok jadi gini sih pa,, seru Nadine protes, harusnya tuh Nadine yang ke semarang ngawasin Tomy ,, Papa dan mama disini saja!" seru Nadine.


Pak Michael tampak pura-pura tidak setuju,, dia masih ingin menggoda anak gadisnya ini..


"Tidak, pokoknya papa yang tiap akhir pekan gang menjaga Tomy,, Tapi kamu juga tiap akhir pekan harus njagain Tirtaa.."


seru pak Michael.


Malam itu setelah Tirta Bayu dan Adnan hendak kembali ke kamar mereka, Nadine tampak mendekati Tirta dan mengajak Tirta duduk-duduk di taman di samping rumah, di sebelah kolam ikan.


Nadine duduk dengan menyandarkan kepalanya di pundak sang pemuda,, tanganya mememgang jari jemari tangan Tirta dan merasakan getaran getaran hangat yang menjalar ke hati mereka.


Malam ini hati Nadine sungguh melow, dia ingin bermanja manja bersama Tirta.


Mereka hanya berdiam menikmati malam yang cerah dengan bulan memancar dengan terang.


***


Keesokan harinya.


Tirta, Bayu dan Adnan di tambah Leo terlihat berada di bandara Sukarno Hatta menunggu penerbangan menuju semarang.


Tampaknya Tomy tidak ikut hari ini, dia harus mempersiapkan juga kepindahan sekolahnya ke Semarang.


Nadine sejak tadi menggandeng Tirta tanpa mau melepaskan, seakan akan tidak rela jika mereka Harus berpisah hari ini. Hingga akhirnya tangan tangan Nadine harus dilepaskan karena pesawat sudah siap di landasan.


***


Sesampai di bandara Ahmad Yani hari masih pagi, kira kira pukul sebelas siang.


Tirta, Bayu dan Adnan serta Leo berjalan berbarengan menuju ruang tunggu . Ternyata Iza sudah menunggu disana bersama Nani.. tampaknya Tia dan Dinda tidak ikut dalam menjemput kali ini.


Pelukan hangat dan ciuman mesra dari Iza langsung merapat di tubuh dan wajah Tirta.


Bibir merah merekah dengan dihiasi senyum bahagia Iza menyambut kedatangan Tirta dan kawan- kawannya.


Bayu yang berada di sebelah Tirta sejak tadi pandangganya terus saja berputar-putar , tampaknya dia sedang mencari-cari sesuatu.


Ketika matanya tiba- tiba mengarah pada seorang wanita yang menggandeng putri kecilnya.


"Mbak Latifah!" seru Bayu seraya berjalan menghampiri Juragan Latifah dan memeluknya tanpa ragu!

__ADS_1


Tirta segera menengok karena seruan Bayu, alangkah terkejutnya!! dia.


"Juragan Latifah !" seru Tirta


__ADS_2