
Karena begitu banyak orang yang datang ke parkiran basement untuk melihat apa yang terjadi dan pastinya akan menimbulkan pertanyaan- pertanyaan yang menyulitkan, Tirta jaya kusuma dan Nadine serta Windu dan adiknya segera pergi meninggalkan tempat itu dengan meninggalkan mobil-mobil mereka yang rusak di tempat itu.
Sebelum pergi meninggalkan tempat parkir di Mall, Windu melemparkan tantangan pada Tirta Jaya Kusuma untuk bertarung di tempat netral.. Tempatnya yaitu di bumi perkemahan Cibubur nanti malam.
"Kalo kamu memang gentle aku tunggu kamu di sana pukul sepuluh malam, boleh membawa kawan sebagai saksi!" seru Windu.
Berbicara seperti ini sebenarnya windu mempunyai rencana licik sendiri untuk bisa mencapai kemenangan ...
"Baik, aku terima tantanganmu!" kata Tirta Jaya Kusuma.
***
Sesampai di rumah pak Michael ternyata di sana sudah ada Adnan, Bayu, Irman, bang Leo juga kapten Waringin Jati serta yang lainnya sedang mengobrol di pendopo.
Tirta dan Nadine segera bergabung dengan mereka yang ternyata sedang bercerita tentang lawan- lawan yang di hadapi tadi malam.
Kemudian Tirta menyampaikan perihal kejadian barusan, dimana dia telah bentrok dengan dua orang muda-mudi yang ternyata adalah anak dari big Bos Cakar Iblis.
"Mereka bernama Windu Widagdo dan Katrina!" kata Tirta jaya Kusuma.
"Kemampuan Windu ini sangat hebat! Tampak nya kemampuan nya ini melebihi para tetua yang telah bentrok denganku tadi malam!" lanjut Tirta Jaya Kusuma.
"Sampai segitu hebatnya kah Ta,,, penasaran aku !" kata Bayu..
"Aku juga penasaran mas Tirta , " kata kapten Waringin Jati..
"pemegang cakar perak saja sudah demikian hebatnya , apalagi ini sudah di atas Cakar Emas dan di atas tetua dari ke kelompok Cakar Iblis !" lanjut kapten Waringin Jati.
"Pasti sudah benar- benar luar biasa kekuatannya !" seru sang Kapten.
Ya, Walaupun kapten Waringin Jati sudah bergelut dalam menghadapi berbagai penjahat yang berkemampuan tinggi akan tetapi kali ini sang Kapten baru menyadari bahwa masih ada langit di atas langit !
Ternyata kemampuannya yang sudah dirasa sangat hebat jika di bandingkan dengan para pentolan penjahat kelompok Cakar Iblis dan juga para pemuda ini sungguh seperti bumi dan langit ! sangat jauh perbedaannya.
Tirta Jayakusuma kemudian menceritakan secara detail kejadian tadi kepada mereka semua, kecuali kejadian dirinya yang sedang bermantap ria dengan Nadine!
Setelah menceritakan kejadian bentrok tadi , Tirta Jaya kusuma kemudian meminta pertimbangan dari kawan-kawannya.
"Bagaiman menurut pendapatmu Bay, Adan, Kapten!?" kata Tirta jaya Kusuma meminta pendapat dan masukan.
"Aku akan ikut Ta ," jawab Bayu spontan..
"Aku juga!" jawab Adnan..
"ya Sebaiknya kita mengawal Tirta!" kata kapten Waringin Jati..
__ADS_1
"Aku tidak yakin kalau si Windu itu akan berlaku ksatria !" lanjut kapten Waringin Jati..
"Kita berangkat ke tempat perjanjian kalian dengan pertimbangan matang!" tambah sang Kapten.
"Kita akan mengajak beberapa orang sebagai saksi dan beberapa orang yang akan bergerak secara sembunyi-sembunyi.
Bukan kita mau berbuat curang dalam duel satu lawan satu, akan tetapi lebih ke hati hatian saja!" kata kapten Waringin jati.
Tirta, Bayu, Adnan dan lain lainnya tampak setuju dengan pemaparan kapten Waringin Jati ini.
Dan selanjutnya Tirta memutuskan mengajak Bayu dan Adnan serta sepasang pedang iblis siang mo kiam, sedang kan yang berjaga- jaga di kegelapan adalah bang Leo dan kapten Waringin Jati serta beberapa orang lainnya.
***
Malam itu bang Leo dan Kapten Waringin jati serta beberapa anak buah bang Leo sudah berangkat ke bumi perkemahan Cibubur untuk melihat keadaan terlebih dahulu.
Sementara itu Tirta Jaya Kusuma , Bayu, Adnan serta sepasang pedang Iblis berangkat ke bumi perkemahan setelah beberapa saat dari keberangkatan bang Leo dan kawan-kawan.
***
Pada malam itu di bumi perkemahan Cibubur tidak ada aktifitas kepramukaan atau aktifitas lainnya, sehingga suasana benar-benar sepi dan lengang!
Sangat cocok untuk melakukan duel tanpa ada gangguan.
Sesampai di bumi perkemahan Cibubur, ternyata Windu sudah berada di sana bersama adik perempuannya Katrina dan dua orang tua yang ternyata adalah Tetua Sangga Bumi dan tetua Sangga langit serta Julius!
"Ternyata kamu cukup ksatria juga Tirta Jaya Kusuma!" kata Windu Widagdo.
"Aku kira kamu akan lari dan bersembunyi dibawah ketiak wanitamu itu!" ejek Windu berusaha memanaskan suasana .
Tirta jaya Kusuma tampak hanya tersenyum masam mendengar ejekan dari Windu.
"Dalam duel seperti ini tidak seru kalau tanpa taruhan !" kata Windu Widagdo.
"Bagaimana kalau kita bertaruh saja!?" lanjut Windu Widagdo.
"Jika aku menang dan kamu tidak terbunuh, maka kamu akan mengikuti semua perintahku dan serahkan markas iblis yang telah kalian rebut pada kami dan juga serahkan wanitamu padaku?!" kata Windu Widagdo yang tampaknya sangat tertarik pada Nadine.
"Lalu bagaimana kalau kamu yang kalah ?!" tanya Tirta Jaya Kusuma.
"Jika aku kalah dan tidak mati maka terserah apa yang akan kau lakukan padaku! dan akan aku serahkan sisa markas cabang Cakar Iblis padamu serta aku serahkan adikku yang cantik itu padamu!" kata Windu Widagdo.
"Aku tahu, kamu juga pemuda begajul yang suka pipi halus dan toge kan?!" kata Windu Widagdo sekenanya!
Mendengar perkataan Windu ini, Tirta Jayakusuma tampak kesal!
__ADS_1
"Taruhan macam apa ini?!" batinnya!
Taruhan aneh ..!!!
"Kak, kenapa aku kau masukkan dalam taruhan !?" Seru Katrina protes pada kakaknya ini..
Akan tetapi tampaknya sang kakak tidak memperdulikan protes Katrina.
Walaupun dalam hati Katrina cukup senang, akan tetapi di luar dia tampak marah dan tidak setuju dengan taruhan kakaknya ini, yang mempertaruhkan dirinya tanpa persetujuan dirinya.
"Untuk taruhan, aku tidak pernah bertaruh!
Jika aku kalah silakan terserah apa yang akan kau perbuat terhadap diriku.." kata Tirta Jaya Kusuma.
"Tentang markas cabang Cakar Iblis itu tidak ada hakku untuk menyerahkan nya padamu!
Yang merebut markas Cabang Cakar Iblis bukanlah aku!
Yang merebut adalah para sahabatku dan aku tidak berhak mengakui bahwa akulah yang merebut markas itu dari kalian ! kata Tirta Jayakusuma!
"Sedang mengenai Gadis yang kau kehendaki itu juga bukan hak ku untuk mempertaruhkan dia dalam duel ini!
Dia masih punya orang tua jadi bukan hak ku untuk mempertaruhkan dia!" lanjut Tirta Jaya Kusuma tegas..
"Yang bisa aku pertaruhkan hanya diriku sendiri! Nyawaku dan tubuhku!" jawab Tirta tegas.
"Huh, tidak seru sama sekali!" seru Windu Widagdo.
"Aku tidak perduli kamu setuju atau tidak ! perjanjian ini tetap berlaku!" seru Windu.
"Terserah padamu ! itu urusanmu..
"Ayo kita selesaikan urusan kita.. !" seru Tirta Jaya Kusuma..
Segera keduanya melompat menyerang dalam waktu yang hampir bersamaan!
Duel dua pemuda hebat yang sukar di cari tandingannya segera berlangsung .
Dalam sekejap dua bayangan bagaikan hantu malam sudah saling serang!
Dua kekuatan raksasa saling bertemu...
"Duarr...! " ledakan dahsyat terjadi ketika dua ajian saling bentrok di udara malam yang dingin..
Aji tapak Geni dan aji Tapak Iblis!
__ADS_1
Dua ajian yang sama sama hebat dan hampir mirip akan tetapi sangat berbeda dari efek yang di timbulkan .