Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
rencana penyerangan lagi


__ADS_3

Setelah usai berguru pada ayahnya yaitu ki Ronggo Pati , Manggolo Yudho kemudian merantau ke Jawa Timur dan dalam suatu kesempatan Manggolo Yudho ini bisa berguru pada seorang pertapa tua yang telah mengasingkan diri puluhan tahun di dalam hutan Alas Purwo.


Pertapa ini bernama Kyai Bogorame!


Suatu ketika, setelah dirasa cukup menyerap semua ilmu dari ayahnya, Manggolo Yudho pergi untuk merantau mencari pengalaman dengan tujuan Jawa Timur! atas petunjuk sang ayah yaitu ki Ronggo Pati, Jika suatu saat sampai Banyuwangi pergilah ke hutan Alas Purwo dan carilah Kyai Bogorame di tengah tengah hutan Alas Purwo.


Lokasinya pertapaan sang pertapa tidak dapat terlihat dengan mata telanjang .


Untuk dapat mengetahuinya harus menggunakan mata batin, karena lokasinya memang tertutup dan di lingkupi oleh energi spiritual yang tebal yang tidak semua orang mampu menembus nya.


Dan ciri ciri dari pertapaan ini adalah , ada tanaman pohon Lontar (Bogor) penghasil Legen atau Siwalan yang cukup banyak (rame) dan membentuk lingkaran !


Dan ditengah tengah pohon inilah pertapaan dari Kyai Bogorame berada!


Pertapa ini tidak begitu perduli dengan karakter murid-murid yang menuntut ilmu pada dirinya!


Semua ilmu hanya sekedar ilmu... tergantung pemiliknya..


Jika pemiliknya menggunakan untuk tujuan baik maka jadilah ilmu yang bermanfaat dan jika ilmu itu untuk tujuan Kejahatan maka ilmu itu menjadi sumber malapetaka.


***


Hari itu Tirta Jaya Kusuma dan kawan- kawan sedang berkumpul untuk merundingkan tindakan yang akan di lakukan selanjutnya karena markas Cakar Iblis di Kota Jakarta dan sekitarnya masih ada sekitar enam markas, terdiri dari lima markas Cabang dan satu markas Utama!


Mahardhika , Ludiro , Adnan , kapten Waringin Jati, Bayu, bang Leo dan lain-lainnya sudah berkumpul di rumah utama pak Michael.


Sudah sejak sore sehabis waktu ashar mereka berkumpul di pendopo rumah pak Michael.


Barulah setelah waktu Maghrib mereka mulai membicarakan rencana-rencana untuk menaklukkan sisa markas cabang Cakar Iblis.


Kali ini bang Leo lah yang mulai membuka pembicaraan...


"Sebaiknya kita segera menyerang markas markas mereka...


Sekarang ini kita telah bisa memprediksi kekuatan mereka," kata bang Leo.


"Yang belum ketahuan kekuatannya hanyalah sang big bos saja!" kata bang Leo.


"Dari kekuatan Cakar emas , tiga tetua , yaitu tetua Sangga Buana yang sudah terluka, tetua Sangga Bumi dan tetua Sangga Langit kita sudah bisa mengukur kekuatannya ," lanjut bang Leo.


"Demikian pula dengan pemuda yang telah bertarung dengan mas Tirta tadi malam yang katanya adalah pewaris Cakar Iblis!" lanjut bang Leo!

__ADS_1


"Aku kira apa yang di katakan bang Leo benar adanya ! kekuatan mereka sudah bisa kita ukur dan satu hal , kekuatan mereka sudah berkurang banyak sekali!" kali ini kapten Waringin Jati yang berbicara..


"Kalau semua setuju bagaimana kalau kita rencanakan teknis pelaksanaan penyerbuan selanjutnya !?" kata Mahardhika.


"Oh ya, kemarin Mawar sudah berhasil mengorek keterangan dari Ganesh! Cakar Emas yang berhasil kita tangkap!


Tampaknya markas mereka berada di daerah Kemang!" kata bang Leo lagi.


Semua yang hadir tampak telah menyetujui rencana penyerangan ini.


Dan pada malam itu di sepakati untuk menyerang markas cabang Cakar Iblis sehingga gerakan-gerakan dari organisasi Cakar Iblis ini semakin terbatas!


Sisa markas yang tersisa adalah yang ada di kota Bogor, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan , Jakarta Pusat dan markas utama mereka di Kemang!


Kali ini penyerangan akan ditujukan ke semua markas Cabang yang tersisa dan membiarkan lebih dulu markas utama Cakar Iblis!


Meraka akan membagi menjadi lima kelompok seperti sewaktu menyerang cabang cabang cakar iblis kemarin!


Akan tetapi merekapun juga harus meninggalkan beberapa orang untuk menjaga markas-markas cabang Cakar Iblis yang sudah meraka duduki!


Mereka semua bersepakat untuk bergerak secara bersamaan pada besok malam! semakin cepat semakin baik.


Mahardhika akan memimpin orang-orang menyerbu markas Cabang Cakar Iblis di Jakarta Timur!


Dengan kemampuan Mahardhika yang memang sejak awal sudah tangguh ! kekuatannya sudah di atas Cakar emas!


Sekarang ini pun kekuatan Adnan sudah berada di atas Cakar Emas ! dia akan memimpin orang- orang menyerbu Markas Cakar Iblis di Jakarta Barat dan untuk memperkuat kelompoknya ini , Tirta meminta Mawar untuk bergabung dengan kelompok Adnan!


Bayu di percaya untuk memimpin menyerbu markas Cabang Cakar Iblis di Jakarta Pusat dengan di bantu oleh Tomy dan Irman dan juga kyai Wonokerti.


Sedangkan Ludiro ditugaskan menaklukkan Markas cabang Cakar Iblis di Bogor dengan bantuan kapten Waringin Jati serta Ki Sadewa dan Ki Wigati!


Kekuatan Ludiro sendiri sebenarnya belumlah sekuat Cakar Emas sebagai pemimpin cabang Cakar Iblis, sehingga bang Leo dan Tirta Jaya Kusuma yang mengatur siapa- siapa saja yang menjadi pemimpin regu dan anggota kelompok meminta Ki Sadewa dan Ki Wigati bergabung dengan kelompok yang di pimpin Ludiro.


***


Untuk di ketahui, urut-urutan kemampuan para penghuni dan juga orang orang yang tergabung dalam kelompok dari padepokan lereng Gunung Ungaran, di luar para sesepuh di padepokan adalah..


*Pertama ..


Tirta Jaya Kusuma.. Sebagai pewaris utama dari Eyang Wasis Jayakusuma ! Selain mewarisi ilmu-ilmu dari eyang Wasis Jaya Kusuma seperti Aji Lembu Sekilan, aji Tameng Waja dan juga Aji Tapak Geni Tirta Jaya Kusuma juga mewarisi ilmu Suryo Dahono, aji Bayu Bajra dan juga Kidang Kencana.

__ADS_1


Jarak kekuatan ilmu Kanuragan dari Tirta Jaya Kusuma dengan bang Leo maupun Siang Mo Kiam cukup jauh, di karenakan ilmu-ilmu warisan dari leluhur tanah Jawa.


Juga karena limpahan tenaga dari Eyang Wasis Jaya Kusuma dan juga Ki Ranu! penguasa dukuh Srengseng yang telah rela menurunkan aji Suryo Dahono serta tenaga batinnya pada Tirta Jaya Kusuma .


Selain itu pada dasarnya Tirta Jaya Kusuma adalah pemuda yang tekun berlatih olah kanuragan !


Dan yang tak kalah penting adalah darah dari leluhur yang mengalir dalam diri Tirta Jaya Kusuma!


*Kedua...


Bang Leo.


Kekuatan dari bang Leo makin meningkat dengan pesat ketika dirinya mulai bergabung dengan padepokan lereng Gunung Ungaran..


Dengan tenaga batin yang mulai mapan dalam dirinya membuat kemampuannya dalam bertarung semakin menakutkan, apalagi akhir- akhir ini bang Leo telah mampu mengeluarkan hawa belati yang mampu menyerang lawan dari jarak jauh setelah mendapatkan petunjuk dari Siang Mo Kiam.


*Ketiga...


Siang Mo Kiam.


Sepasang pedang Iblis ini adalah ahli pedang yang sudah sangat hebat dan jarang ada duanya .


Mereka adalah kakak beradik yang bernama Tan Siang Wi dan Tan Siang Ki.


Dari pedangnya, mereka mampu mengeluarkan hawa pedang atau biasa di sebut Kiam khi oleh orang Tiongkok.


Sebenarnya kekuatan salah satu dari Siang Mo Kian ini hampir setara dengan bang Leo!


Akan tetapi bang Leo adalah mesin pembunuh yang sangat berpengalaman , sehingga dari beberapa kali berlatih tanding, bang Leo terlihat sedikit lebih Unggul dari Siang Wi maupun Siang Ki


Akan tetapi jika keduanya maju secara berpasangan maka bang Leo tak mampu menghadapi Siang Mo Kiam ini.


*Keempat...


Mahardhika.


Seperti halnya Tirta Jaya Kusuma, Mahardika ini adalah keturunan dari eyang Wasis Jaya Kusuma.


Ilmunya tidak di turunkan dari eyang Wasis Jayakusuma secara langsung! Ilmu Mahardika di pelajari dari kakeknya, yaitu Eyang Pandu!


Ilmu warisan seperti aji Tapak Geni , aji Tameng Waja dan aji Lembu Sekilan telah di kuasainya walaupun tidak sesempurna Tirta Jaya Kusuma, tapi sudah cukup membuat dirinya pemuda yang tangguh ! Ora tedas tapak paluning pande! ( Tidak mempan terhadap berbagai senjata yang di buat oleh tukang besi)

__ADS_1


__ADS_2