
Tirta dengan di ikuti Nadine segera berlari menuju kamar adiknya Tomy dan Joey yang berada beberapa langkah di kanan kamar Nadine, dia segera menggedor pintu kamar kedua adiknya yang bersebelahan.
"Tomy, Joey ayo segera keluar, ini kak Nadine!" seru Nadine.
Beberapa saat kemudian keduanya sudah keluar dengan wajah ketakutan.
Mereka segera memeluk Nadine dengan erat.
mereka tadi ketakutan mendengar teriakan-teriakan juga beberapa kali letusan senjata api!
"Ayo jalan, kita harus segera menuju kamar Papa dan Mama kamu Nadine!" seru Tirta..
Mereka segera berlari mengikuti langkah cepat Tirta.
Agak jauh di depan sana terlihat para penyerbu tampaknya sudah berhasil menawan Papa dan mama Nadine.
Di bawah todongan pistol dan acungan pedang samurai Pak Michael di giring oleh beberapa orang turun ke lantai bawah.
Beberapa saat sebelumya.
Di lantai bawah Bayu yang memegang pedang samurai dan Adnan membawa tongkat panjangya bertarung seperti kerbau gila, kecepatan dan kekuatan keduanya di kerahkan sampai puncaknya .
Bayu yang memang mempunyai tenaga besar tapi kurang dalam pergerakan bertarung melawan lawan-lawan yang lincah dan cepat bersenjatakan pedang samurai panjang.
Dalam pertarungan berpasangan seperti ini Adnan bertugas memburu ketiga lawannya dan Bayu berdiri kokoh bagai tonggak di tempatnya.
Pertarungan dua lawan tiga ini berlangsung dengan sengitnya.
Bayu dan Adnan sudah terbiasa bertarung berpasangan, mereka bisa saling menutupi kekurangan-kekurangan dan kelebihan masing masing.
Di padepokan mereka sering mengasah cara bertarung berpasangan.
Benar- benar pasangan yang serasi dan cocok,
Tiga lawannya yang seakan akan seperti malaikat maut bertemu dengan pasangan aneh tapi tangguh!
Bayu dengan gerakan efektifnya dan tidak terlalu banyak bergerak merupakan sebuah benteng tangguh yang sangat sukar di tembus!
__ADS_1
Sedangkan Adnan bertarung dengan cepat menyerang kesana kemari bagaikan elang Jawa yang melayang layang di udara sambil mematuk-matuk mangsanya dari udara..
Beberapa saat kemudian ketiga lawan sudah jatuh dalam tekanan dari Adnan dan Bayu!
Dalam satu kesempatan Adnan melompat tinggi dan tongkat besi bajanya melayang dari udara menyerang salah seorang diantaranya! tongkat dengan kekuatan super dari Adnan segera membentur samurai tajam! Karena tekanan yang kuat, tangan yang memegang samurai tak mampu menahan tongkat baja Adnan!
Terlihat percikan api akibat benturan yang keras antara tongkat dan samurai !
Tongkat kemudian terus melaju menghantam kepala sang lawan dengan keras! Darah segar memancar keluar dari kepala yang robek.
Orang tersebut mengeluh pendek dan jatuh tersungkur!
Tinggal dua orang yang dihadapi Bayu dan Adnan!
Pada saat yang bersamaan Bayu yang juga sedang menahan serangan lawan dengan samurainya hingga samurai lawan terlontar lepas dari tangan sang penyerang dan dengan cepat ayunan tangan kirinya menerjang bagai batang kelapa yang roboh menimpa pohon pisang, tangan besar dan kuat seperti ini membentur lengan sang lawan! Maka akibatnya tidak bisa di bayangkan!
Dengan teriakan ngeri tangan lawan segera patah, dan tidak berhenti sampai di situ saja tangan bayu yang besar dan kuat menghantam kepala lawannya
"Pletak,,,!" suara kepalan tangan Bayu seperti palu karet besar menghantam kepala lawan.
Tanpa ampun lawan Bayu jatuh tersungkur mungkin sudah melayang nyawanya!
Akan tetapi ketika sampai di pintu yang sudah hancur, mendadak disana muncul Leo yang dengan tendangan kilat nya sudah menghajar lawan dengan kuatnya.
Tampak tubuh yang terlontar kembali masuk ke ruangan dan dia jatuh meringkuk karena menahan sakit di ulu hatinya, kemudian diam tak bergerak lagi! pingsan seketika itu juga.
Sebelumnya Leo bersama dengan Jim dan Gendon sedang bertarung dengan kawanan penyerbu ini yang berjaga- jaga di pintu gerbang.
Di bawah guyuran hujan lebat yang mengguyur kota Jakarta ini sejak tadi dan diiringi suara guntur dan petir yang bersahutan Leo dan kedua anak buahnya berbenturan dengan lima orang yang cukup tangguh.
Leo mengambil tiga lawan sekaligus sedangkan Jim dan Gendon masing-masing melawan seorang lawan.
Leo dan kedua anak buahnya yaitu Jim dan Gendon kalah jangkauan senjata.
Leo, Jim dan Gendon bersenjata kan sepasang belati lengkung dan tajam seperti pisau pemotong es!
Tiga lingkaran pertarungan segera terjadi.
__ADS_1
Tampak nya pertarungan berjalan berimbang. Walaupun para penyerbu bersenjatakan samurai panjang , tapi kali ini sepasang belati di tangan Leo dan anak buahnya adalah senjata yang sudah di kuasai sejak lama, sejak mereka mengenal seni bela diri dan tidak terhitung lagi nyawa yang melayang akibat sepasang belati ini..
Ya memang Leo pada dasarnya adalah desersi pasukan kusus yang kamampuan dirinya saja setara dengan Dua puluhan tentara terlatih!
Tiga lawan Leo sepertinya berhasil mengurung Leo, tapi dalam kenyataannya mereka sudah sulit untuk melihat pergerakan Leo! sepasang belati di tangan Leo benar- benar senjata efektif yang mematikan.
Dalam tempo yang singkat, senjata Leo sudah dapat menembus dada salah satu lawannya.
Dengan diiringi teriakan ngeri tubuh lawan jatuh ke tanah becek dengan dada yang tertembus belati dan darah membasahi tubuh nya.
Leo tidak berhenti sampai di situ saja, dengan kecepatan seperti halilintar kedua tangannya merangsek dua lawan yang tersisa.
Dalam hujan badai seperti ini, pengalaman bertempur Leo benar benar teruji, dia terbiasa bertempur dalam berbagai cuaca dan medan pertempuran.
Dalam suasana seperti ini membuat kedua lawan Leo tidak bisa bertarung dengan leluasa, berbeda dengan Leo. Beberapa saat kemudian terdengar suara menjerit ngeri dari salah seorang lawan Leo. ternyata lawan Leo sudah tertembus belati di lehernya, darah segera muncrat ketika pisau belati ditarik oleh Leo.
Benar-benar mengerikan sepak terjang Leo ini, karena Leo adalah mantan seorang pembunuh bayaran profesional.
Sepak terjangnya brutal dan tanpa ragu dalam menghabisi lawan lawannya!
Seorang lawan yang tersisa sangat ketakutan melihat sepak terjang Leo yang sangat mengerikan dan brutal .
"Aku menyerah!" serunya sambil melemparkan samurainya ketanah dan mengangkat kedua tangannya.
Leo walau pun seorang mantan pembunuh bayaran tapi dia masih menjunjung tinggi nilai- nilai kejujuran. Apalagi setelah kini dia bergaul dengan Tirta dan kawan kawannya! Sifatnya sudah berubah jauh,.
"Baik kalau kamu menyerah, aku tidak akan membunuhmu!" seru Leo! tapi mendadak kakinya menendang ke arah lutut orang tersebut sehingga dia jatuh tertelungkup di tanah .
Lawan-lawan Jim dan Gendon yang melihat terbunuhnya dua kawannya akhirnya pun menyatakan menyerah, mereka tidak mau mati secara kejam ditangan Leo.
Mereka segera melempar pedang samurai dari tangan mereka dan mengangkat tangan mereka di atas kepala
Jim, Gendon! cari tambang dan ikat mereka! seru Leo.
Siap bang, seru Jim dan Gendon yang segera mencari apapun di dalam pos penjagaan di dekat tempat tersebut.
Jim dan Gendon terlihat membawa kabel listrik dan segera mengikat tiga orang tawanan mereka.
__ADS_1
"Kalian jaga tiga orang itu aku akan melihat keadaan di dalam!" seru Leo yang segera berlari dengan cepat menembus hujan badai yang masih tercurah dari langit dengan derasnya.