Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
rencana


__ADS_3

Ketika matahari mulai menunjukkan batang hidungnya,,


Tomy, Bayu dan Adnan sudah berada di bangunan pendopo terbuka dan berbentuk joglo milik pak Michael.


Ternyata pagi itu beberapa orang dari rumah pak Michael yang di tempati orang-orang padepokan lereng gunung Ungaran juga sudah berada di rumah utama pak Michael ini, seperti Intan , kang Damar juga sepasang pedang iblis atau siang mo kiam.


Semua aktivitas dari orang orang ini juga tak lepas dari pengamatan para Telik Sandi dari kelompok Cakar Iblis..


Sementara pada waktu Irman dan Tomy keluar untuk mencari makan si Kumbang, mereka melewati sebuah mobil SUV yang tengah parkir di pinggir jalan di dekat rumah dalam jarak kurang lebih seratusan meter,, Mobil SUV tersebut berkaca hitam dan tidak terlihat dari luar sama sekali isi di dalamnya!


Firasat Irman yang sangat tajam mengatakan bahwa orang-orang yang ada di dalam mobil ini sedang mengawasi dirinya dan mempunyai maksud maksud yang sama sekali tidak baik.


Tidak cuma mobil SUV yang terparkir di pinggir jalan saja yang mencurigakan!


Ketika pada sebuah pertigaan jalan, Irman dan Tomy juga menemukan beberapa pria yang tampak sedang nongkrong di pinggir jalan sambil memainkan ponsel, ada juga yang sedang asyik mengobrol.. penampilan mereka tampak tidak seperti orang-orang pada umumnya .


Pandangan mereka sangat tajam dan sekali-kali tampak memperhatikan Irman dan Tomy.


Dan pada Waktu Irman dan Tomy berjalan pulang dari pasar pun, mereka berpapasan dengan beberapa pria yang mencurigakan pula..


Sesampai di rumah setelah membeli beberapa kilo daging sapi dan beberapa ekor ayam hidup, Irman segera menceritakan hal ini pada bang Leo, Tirta dan juga orang-orang yang sedang berkumpul di pendopo.


"Tampaknya lawan kita sudah mengetahui keberadaan Kita di sini!" kata bang Leo.


"Memang dengan jumlah kita yang lumayan banyak ini tidaklah mungkin bagi kita untuk menyembunyikan diri! Apalagi wilayah ini adalah wilayah kekuasaan kelompok Cakar Iblis!" lanjut bang Leo!


"Benar bang !" kata Adnan..


"Sebaik nya memang kita tidak usah menyembunyikan diri..


Kalau memang kelompok Cakar iblis ingin menyerang kita sikat saja!" Kata Bayu bersemangat!


"Bukan begitu mas Bay! Walaupun kekuatan yang kita bawa kali ini sangat kuat, tapi kita tetap harus hati hati dan Waspada!" kata bang Leo..


"Benar kata bang Leo, mas Bay," kali ini Kapten Waringin Jati mengemukakan pendapatnya.


"Kita tetap harus bisa menyembunyikan kekuatan sebenarnya! paling tidak ada kekuatan yang mereka tidak ketahui.. Itu akan menjadi sebuah kartu As jika terjadi bentrok.." lanjut sang Kapten..


Semua tampak mendengar pendapat sang Kapten ini.


"Kita harus mengenali kekuatan diri kita..


Kelebihan kita.. dan .. kekurangan kita..

__ADS_1


kita harus mengetahui kekuatan lawan kita, kelebihan dan kekurangan lawan kita..


Jika ini bisa kita terapkan! seribu kali kita berperang seribu kali pula kita menang!" lanjut sang Kapten Waringin Jati..


"Hebat,, hebat kau Kapten !" seru Bayu spontan!


"Sekarang kita punya ahli ahli perang!" lanjut Bayu..


"Bang Leo ahli pertarungan kelompok dan Kapten Waringin Jati sang Ahli siasat !" Seru Bayu..


"Bang! sebaiknya orang-orang yang ada di markas yang satunya jangan sering sering kemari, apalagi berkelompok!


Biarlah mereka tahu nya kekuatan kita hanya disini di rumah pak Michael ini saja!" kata Tirta.


"Benar, memang sebaiknya demikian " jawab Bang Leo.


Demikian lah kemudian di konfirmasi ke orang-orang yang berada di rumah pak Michael yang lain untuk berada di tempat dan tidak melakukan gerakan gerakan yang mencurigakan .


Sedangkan bang Leo dan anak-anak buahnya yang sudah terbiasa di lingkungan lebih leluasa untuk bergerak karena mereka bisa dengan mudah menghindari pengawasan para mata mata kelompok Cakar Iblis.


***


Hari itu tidak ada aktivitas yang berarti dari orang orang padepokan lereng gunung Ungaran maupun Orang orang dari kelompok Cakar Iblis.


Di sebuah tempat di Jakarta Selatan.


Orang-orang dari kelompok Cakar Iblis sedang mengumpulkan para pengusaha di sebuah hotel mewah bintang lima..


Pukul tujuh malam, para pimpinan perusahaan atau perwakilan nya mulai berdatangan!


Mereka tidak berani untuk mangkir dari undangan dari kelompok Cakar Iblis!


Kali ini untuk menghindari kegagalan seperti beberapa saat yang lalu , sang Big Bos menugaskan salah satu tetua! yaitu Sangga buana dan juga Julius untuk secara diam diam ikut mengawal dan menjaga acara kali ini.


Sedangkan Patrik Ujang dan Tony serta seorang Pemegang Cakar Emas lain yang bernama Badak juga turut serta!


Para pengusaha yang di undang kali ini adalah pengusaha kelas kakap semuanya .


Dilihat dari orang orang yang di terjunkan kali ini,, dapat di ketahui betapa pentingnya acara kali ini bagi kelompok Cakar Iblis!


***


Sementara itu di Pagi hari yang sama di rumah pak Michael.

__ADS_1


Kapten Waringin Jati Sedang melakukan pembicaraan yang cukup serius dengan Tirta ,kyai Wonokerti, eyang Pandu, bang Leo, pak Michael, Mahardhika serta Bayu dan Adnan.


"Kita tidak dapat mengetahui seberapa kekuatan kelompok cakar Iblis yang di turunkan kali ini." kata sang Kapten.


"Tapi ditilik bahwa mereka pernah menderita kekalahan sebelumnya, mereka pasti mempersiapkan sebuah kekuatan yang cukup besar untuk menjaga acara mereka kali ini, " lanjut sang Kapten.


"Aku rasa memang demikian ! " kata bang Leo menanggapi.


"Dan aku rasa, mas Tirta, mas Leo dan mas Bayu juga saya sendiri tidak bisa turut serta kapten!" kata bang Leo.


Karena kami pasti dengan mudah di kenali oleh mereka," lanjut bang Leo.


"Tidak apa apa bang Leo,


kalian sudah membawa kekuatan yang cukup besar, aku kira beberapa orang dari kalian di tambah aku sendiri dan juga anak buahku sudah cukup untuk menggagalkan usaha mereka, " kata Kapten Waringin Jati.


"Siapa saja sekiranya yang bisa aku bawa kali ini bang Leo?" tanya sang Kapten minta pendapat bang Leo.


Setelah di lakukan perundingan maka di putus kan regu yang di pimpin oleh Mahardhika lah yang akan menemani sang kapten bersama keempat anak buahnya dan di dampingi kekuatan dari Siang Mo Kiam atau sepasang pedang Iblis dari negeri Tiongkok.


Dengan keberadaan Siang Mo kiam ini diharapkan menambah kekuatan kelompok ini..dan di luar orang-orang ini, bang Leo dan Tirta Jaya Kusuma pun membayangi dari jarak jauh akan tetapi tiap-tiap saat bisa memberikan bantuan jika di butuhkan.


Setelah segala sesuatunya di putuskan, Sang Kapten kemudian meminta Mahardhika mengajak nya untuk menguji kekuatan anggota regu Mahardhika untuk mengetahui kekuatan sebenarnya dari orang orang ini..


Dengan hati hati, Dika disertai Tirta jaya Kusuma serta empat anak buah sang Kapten Waringin Jati pergi dari rumah pak Michael ini dengan melompat pagar belakang rumah untuk menghindari pengawasan para Telik sandi kelompok Cakar Iblis yang bertebaran di mana mana.


***


Hanya butuh beberapa menit saja mereka sudah sampai di markas kedua yang di tempati regu Mahardika, Regu Ludiro dan Regu Ki Sadewa dan juga pasukan khusus bentukan bang Leo.


Setelah saling berkenalan, sesaat kemudian sang kapten segera menyampaikan maksud tujuan nya ke markas ini.


Sebenarnya semua orang yang tergabung dalam usaha memberantas kelompok Cakar iblis ini sudah bisa mengukur kekuatan Kanuragan dari masing masing orang, karena mereka telah beberapa saat berlatih bersama di puncak Ungaran di bawah bimbingan para pentolan padepokan lereng gunung Ungaran!


Mereka kemudian menuju sebuah ruangan terbuka, di belakang rumah yang beberapa hari ini do pergunakan untuk melemaskan otot-otot mereka karena tidak ada kegiatan.


Halaman belakang rumah ini sangatlah luas.. kira- kira seperempat lapangan sepak bola dengan rumput tebal dan terawat, serta di sekeliling nya terdapat pohon kelapa gading yang tidak terlalu tinggi dengan buah kelapa bergelantungan cukup banyak.


Selain pohon kelapa juga ada pohon rambutan dan pohon mangga. jadi tempatnya cukup teduh di sekeliling halaman belakang, kecuali di tengah tengah halaman ..


"Ini adalah sebuah pendadaran dan ujian bagi kalian!" kata Kapten Waringin Jati..


"Walaupun aku percaya kalian sangat lah tangguh, akan tetapi aku ingin melihat kemampuan kalian secara langsung !" lanjut Kapten Waringin Jati.

__ADS_1


__ADS_2