Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
puncak kekuatan Tirta Jayakusuma


__ADS_3

Sang Bos Cakar Iblis ini segera memanggil Jeni ke ruangan itu.


"Jenni, kang Lodaya ingin berbicara padamu!" Kata sang Bos , begitu jeni sudah berdiri di depan sang pemimoin Cakar Iblis ini.


Jeni segera memandang heran pada Bos nya ini.


Tidak biasanya sang Bos akan melemparkan urusan pada dirinya, biasanya hal hal yang berhubungan dengan dirinya pasti akan melalui sang big Bos terlebih dahulu.


"Tumben Bos ? biasanya kan lewat bos dulu baru di sampaikan padaku!" jawab Jeni manja...


"Baiklah ," kata Jeni yang kemudian berjalan mendekati ki Lodaya yang memandang Jeni sampai tidak berkedip..


Tampak nya Ki Lodaya benar benar sudah tergila gila pada Jeni ini..


"Ada apa ki Lodaya memanggil Jeni!?" tanya Jeni ketika Jeni sudah berada di depan Ki Lodaya.


Bukannya Jeni tidak tahu akan pandangan penuh nafsu dari Ki Lodaya ini, akan tetapi pandangan pandangan seperti ini sudah sering di terimanya baik secara terang terangan maupun secara sembunyi-sembunyi.


"Kemarilah Jeni," kata Ki lodaya sambil menarik tangan Jeni!


Jeni yang tak menyangka akan gerakan dari Ki Lodaya yang Cepat dan kuat tak dapat menguasai dirinya sehingga jatuh terduduk dalam pangkuan Ki Lodaya..


"Ih,,," seru Jeni kaget mendapat perlakuan yang terang terangan di depan sang Big bos...


Dia berharap sang Big Bos akan memberikannya pertolongan! Akan tetapi ternyata sang Bos Besar hanya berdiam diri saja!


Jeni bermaksud untuk berontak, tapi ternyata semua tenaganya seperti hilang saja!


Dan kemudian Ki Lodaya berbisik di telinga Jeni...


"Temani aku malam ini Jeni sayang...!" suara ki Lodaya mendadak berubah menjadi sangat lembut dan mendayu...


Tiba-tiba saja Jeni merasa bahwa suara ini sangat menarik hati dan meluluhkan hatinya...


Perasaan Jeni seakan-akan terbawa oleh suara Ki Lodaya...


Ya ternyata Ki Lodaya memang mempunyai aji yang mampu menaklukan para wanita, sehingga mau menuruti kemauannya!


Ternyata Ki Lodaya ini di desanya terkenal sebagai seorang dukun pelet yang mumpuni!


Setiap orang yang datang kerumahnya akan di kenakan tarif yang sangat tinggi jika ingin menggunakan jasanya!


Semua pekerjaan pelet memelet , gendam menggendam akan diterimanya asal bayarannya besar!


Bahkan kemapuan nya ini sudah terkenal sampai ke luar daerah Banyuwangi! Bahkan yang meminta bantuan memelet menyantet ataupun meneluh ini sampai datang dari kota Surabaya , Malang , Kediri dan kota-kota di daerah Jawa Timur.


Semua pekerjaan perdukunan di terimanya asal bayaran cocok! Maka dari itu, Ki Lodaya ini menjadi kaya Raya di desanya!


Ki Lodaya ini selain mampu memelet juga mampu menyantet, Tenung, teluh maupun guna-guna!


Dan sekarang ini, tampaknya Ki Lodaya telah membuat Jeni jatuh dalam pelukannya dengan menggunakan ilmu pelet nya.


Seketika Jeni jatuh dalam pelukan bandot tua Ki Lodaya.


Seperti kerbau dicucuk hidungnya, gadis cantik molek menurut saja ketika di giring oleh Ki Lodaya meninggalkan ruangan tersebut dan menuju tempatnya Ki Lodaya yang memang dipersiapkan selama tinggal di markas besar Cakar Iblis ini.


Sang Bos Besar yang menyaksikan ini hanya bisa diam membisu !


Walaupun hatinya sakit , tapi dia harus mengikhlaskan Jeni jatuh dalam pelukan bandot tua ini.


***


Waktu perjanjian duel telah tiba..

__ADS_1


Manggolo Yudho telah menentukan lokasi duel yaitu di sebuah lokasi di bukit Hambalang Bogor!


Tepatnya di halaman Wisma Atlet yang sudah terbengkalai karena tidak diteruskan pembangunannya!


Dengan di tumbuhi rumput perdu dan tidak terawat ! Wisma yang tadinya direncanakan demi kemajuan olahraga di Indonesia dan telah menelan dana negara triliunan rupiah sekarang ini benar benar menjadi bangunan mangkrak yang menakutkan ! Apalagi jika di kunjungi pada malam hari.


Sang Bos Cakar Iblis ini berangkat bersama Ki Lodaya, Ki Semut Ireng serta seorang Sopir pribadinya.


Ketika sampai di Lokasi yang sudah di sepakati ternyata Tirta Jaya Kusuma dan Kawan-Kawannya sudah menunggu di tempat itu.


"Ternyata kamu cukup ksatria anak muda !" seru Manggolo Yudho begitu mereka bertemu..


"Seperti tantangan ku padamu dan kawan kawammu itu, yang akan aku pertaruhkan jika aku memang maka kembalikan semua markas yang telah kamu rebut !"1


"Dan jika aku kalah, akan aku serahkan semua markasku padamu anak muda !" kata sang Bos Cakar Iblis ini.


"Sudah selesai omonganmu hai orang tua!". balas Tirta.


"Aku memenuhi tantangamu tapi aku tidak perduli akan taruhan mu!" kata Tirta Jaya Kusuma.


"Posisi kami tidak membutuhkan taruhanmu!


"Tidak mengharuskan kami untuk menerima tantangan mu!" lanjut Tirta Jaya Kusuma


"Tanpa memenuhi janji duel denganmu pun, atas ijin Gusti Allah , kami pasti bisa merebut sisa markas milik kalian yang tidak seberapa itu dan membuat organisasi kalian lenyap dari bumi Nusantara !" balas Tirta..


Mendapat jawaban seperti ini, sang Bos Cakar Iblis ini tampak melengak! pancingannya ternyata tidak termakan oleh Tirta jaya Kusuma!


"Kalau kau menghendaki duel satu lawan satu, ayo aku ladeni ! tapi tidak untuk bertaruh apapun! taruhannya hanyalah nyawa kita! " kata Tirta


"Huh, sombong kau anak muda!" seru Sang Bos Besar Cakar Iblis ini yang tampaknya mulai terpancing amarahnya..


"Yudho biar aku robek-robek mulut pemuda sombong ini!" seru ki Lodaya yang tampaknya mulai tidak sabar untuk turun tangan ..


Apalagi setelah semalam dia sudah bergumul habis habisan dengan Jeni!


Sekarang serasa semangatnya bertambah tambah!


Tubuh tuanya seperti kembali menjadi muda lagi!


Sang Bos segera mundur dan membiarkan kakak seperguruannya ini menghadapi Tirta Jaya Kusuma.


Tiba-tiba saja udara di sekitar tempat itu berubah menjadi berat dan suasana menjadi berbeda!


Tirta dengan kepekaan batin segera merasakan adanya perubahan ini..


Irman yang berada beberapa langkah dari kakaknya segera memberi peringatan pada kakaknya...


"Hati hati, mas orang tua itu menguasai ajian yang didasari rasa dan batin kata Irman pelan tapi cukup bisa di dengar oleh Tirta Jaya Kusuma..


Tirta kemudian mengerahkan aji Bayu Bajra untuk menekan ajian yang telah dilepaskan oleh Ki Lodaya!


Tirta menyadari bahwa kemampuan mereka mereka yang di bawa oleh bos Cakar Iblis ini pasti lah luar biasa hebat sehingga secara terang-terangan berani mengajak duel satu lawan satu!


Udara menjadi berubah mencekam !


Tirta tidak ingin setengah setengah dalam melepaskan aji Bayu Bajra !


Dalam tingkatan yang telah di kuasai oleh Tirta Jaya Kusuma ini aji Bayu Bayu bajra akan membuat Medan energi di sekitar tubuh Tirta Jayakuiama dan disertai kilatan kilatan petir di sekitar tubuh Tirta Jaya Kusuma!


Sontak Ki Lodaya kaget ! ajian yang telah di leoaskannya untuk membuat gentar lawan kini malah tertekan!


"Aji Bayu Bajra yang sangat kuat !" desis Ki Lodaya.

__ADS_1


Ya, ternyata Ki Lodaya segera mengenali ajian yang telah dikeluarkan oleh Tirta Jaakusuma!


Ki Lodaya tidak mau begitu saja kalah gertak!


Tampak dia telah merapal sesuatu, karena terlihat mulutnya yang tampak komat Kamit!


Setelah usai merapal sesuatu, Ki Lodaya tampak mengusapkan telapak tangannya ke kedua matanya!


Dan ketika usai usapannya tiba-tiba saja kedua matanya telah berubah menjadi hitam berkilat , seperti mata seekor macan Kumbang saja.


Mata itu tampak sangat tajam dan menakutkan !


Ketika mata Tirta Jaya Kusuma bentrok dengan mata Ki Lodaya...


Tirta tampak sangat kaget , karena mata itu seakan akan mempunyai wibawa dan kekuatan yang sangat besar yang seakan mempengaruhi batinnya untuk tunduk pada Ki Lodaya ini!


Tirta tiba tiba seperti lemas! pikirannya menjadi kacau!


Kyai Wonokerti yang sejak semula sudah merasa curiga akan kemampuan Ki Lodaya yang agaknya mengandalkan rasa dan batin kemudian berbisik pada Irman!


"Kerahkan batin dan rasamu Ngger, peringatkan kakakmu untuk menutup matanya! cepat Ngger! bisik kyai Wonokerti.


Irman segera berkonsntrasi dan kmudian dia berbisik pelan, akan tetapi mampu menjangkau sang kakak yang tampaknya masih berjuang melepaskan diri dari libatan mata ki Lodaya .


"Mas, pejamkan matamu !" bisik Irman dengan mengirimkan Suara pelan tapi membawa suatu energi batin yang sangat kuat!


"Pusatkan akal budimu ! tolak pengaruh dari orang tua itu!"


Dapat peringatan dari adiknya ini Tirta tampaknya mulai bisa menguasai dirinya kembali setelah dengan sekuat tenaga mengerahkan akal budinya!


"Jangan pandang mata orang tua itu mas Tirta!" bisik Irman lagi!


Begitu Tirta terlepas dari belenggu kekuatan mata dari Ki Lodaya, Tirta tampak segera mengerahkan kekuatannya yang luar biasa besar!


Dia tidak ingin terjebak lagi dalam pengaruh Ki Lodaya.


Tirta Jaya Kusuma semakin sadar , bahwa lawannya ini sangat lah berbahaya!.


Kekuatan Batu Bajra, Suryo Dahono dan Tapak Geni telah di ungkapkan sedemikian rupa!


Lingkaran energi berwarna Biru dan kemerahan di sertai petir di sekelilingnya tampak menyelimuti tubuh Tirta Jayakysuma!


Batu batu kecil di sekitar medan energi tampak mengambang di udara efek samping kuatnya tenaga yang telah di keluarkan oleh sang pemuda!


Demikian pula dengan bangunan Wisma Atlet Hambalang yang berdiri kokoh walaupun belum jadi karena telah berhenti pembangunannya, tergetar seperti di terjang badai!


Semua yang hadir belum pernah melihat kemampuan yang begini hebatnya !


Bahkan Kyai Wonokerti sampai tergetar melihat kemampuan yang nggegirisi ini.


"Syukurlah , kemampuan seperti ini berada dalam tubuh seorang pemuda yang baik seperti Angger Tirta Jayakusuma ini, jika saja kekuatan ini di kuasai oleh pemuda jahat maka akan rusaklah dunia ini!" batin Kyai Wonokerti.


Manggolo Yudho segera melompat menjauh, juga dengan Ki Semut Ireng!


Sedangkan Ki Lodaya dengan mati matian bertahan di tempatnya .


Dia mulai menyadari bahwa kekuatan pemuda di depannya ini bukan main main!


Dia mulai merasa bahwa adik seperguruannya Manggolo Yudho telah menjerumuskannya dengan menyuruhnya menghadapi pemuda ini.



wisma atlet Hambalang

__ADS_1


__ADS_2