
Ketika sedang bersiap-siap untuk berangkat inilah, Tiba tiba sebuah mobil mercy s class memasuki halaman..
Mercy warna hitam dan berkaca film tidak tembus pandang berhenti tepat di depan Tirta, Bayu dan Adnan serta beberapa orang Leo's Securitas..
Beberapa saat kemudian seorang wanita tinggi ramping dengan rambut di sanggul ke atas tampak keluar dari sisi penumpang.
Dengan rok pendek, menunjukkan kaki jenjang dan kulitnya yang mulus tidak seperti bule asli yang kebanyakan berbulu halus di sekujur tubuhnya!
Tubuh ini benar benar halus mulus layaknya wanita indoneia tulen.
Pemandangan ini membuat pria manapun pasti tak mungkin bisa memalingkan matanya dari pemandangan indah ini.
Ya dialah Nadine yang mengawal semua perusahaan ini dan untuk semetara menjalankan roda perusahaan.
Walaupun orang-orang Leo's Securitas sudah sering melihat Bu Nadine ini, tetap saja jakun mereka naik turun melihat betapa sexy nya Bu Nadine ini.
Penampilan Nadine ini benar-benar berbeda dengan penampilannya sehari- hari ketika bersama Tirta, yang cenderung bebas walaupun tetap cantik dan sexy..
Kali ini penampilan Nadine layaknya wanita karir profesional dengan stelan baju kantor warna grey dipadu dengan dalaman warna putih berenda dan rok pendek warna grey atau abu abu tua..
Ketika semua mata memandang ke arahnya...
Tirta Jaya Kusuma justru menundukkan kepalanya..
Dia tak khawatir tak mampu mengendalikan gejolak rasa mudanya...
Sesampai di depannya Tirta, Nadine tanpa sungkan sudah menyodorkan pipi kanannya ..
akan tetapi tampaknya Tirta tidak ngeh, sehingga dia tetap diam..
Nadine dengan cepat mengerakkan wajahnya mencium pipi kanan dan kiri sang pemuda.
"Cup, cup.."
ciuman mesra mendarat di pipi kanan dan kiri Tirta jaya Kusuma.
Semua yang hadir tampak melengak..
"Sungguh beruntung Tirta Jaya Kusuma ini!" Batin mereka...
"Sungguh pemuda yang sangat beruntung?" batin yang lain.
Tirta sangat terkejut mendapat perlakuan ini didepan orang banyak...
"Wah gawat nih," batin Tirta jaya Kusuma.
Usai cipika cipiki, tampak Bayu juga menyodorkan kepalanya ke arah Bu Nadine sambil menunjuk jarinya sendiri ke arah pipi kanannya sebagai pertanda jika dia juga ingin di cipika cipiki seperti Tirta Jaya Kusuma.
Akan tetapi Bayu hanya mendapatkan dorongan lembut di dadanya dari Bu Nadine ini ..
Orang orang yang menonton kejadian ini tampak tersenyum senyum. dan ada yang meledek juga..
"Sini aku saja yang gantiin Bu Nadine buat nyiumin kamu mas Bayu!" seru seseorang .
Bayu tampak manyun mendapati dirinya gagal mendapatkan ciuman Nadine.
__ADS_1
"Dah Bay, nanti sepulang ke Wiradesa, kamu minta ciuman sepuas puasnya pada juragan Latifah!" kata Adnan.
"Iya mas Bay, ntar kamu dapat jatah lebih dari mbak Latifah !" sahut Nadine sambil tersenyum manis.
"Bagaimana kabar istrimu Ta, " tanya Nadine...
"Apakah sudah berisi," lanjutnya ..
"Baik Nadine, semua baik baik saja ," jawab Tirta pendek .
"Sudahlah hari sudah siang ayo kita berangkat saja."ajak Tirta... " menutupi hatinya yang bergejolak keras.
"Hmm, aku kesini mau barengan sama kalian ke nikahnya bang Leo kok boleh yaa.."
kata Nadine..
Tanpa mendapat persetujuan dari Tirta dia sudah menyuruh driver nya untuk meninggalkan dirinya di sini..
Apa boleh buat, akhirnya Tirta membawa Nadine bersama mereka ke acara pernikahan bang Leo.
Sementara anak buah Leo's Securitas juga segera bergerak mengikuti mobil Tirta yang sudah mulai bergerak.
Sebenarnya Nadine sudah dapat informasi akan kedatangan Tirta Jaya Kusuma yang hanya bersama dua sahabatnya saja yaitu Adnan dan Bayu tanpa mengajak Iza istrinya,
Sehingga Nadine langsung menuju kemari....
Kerinduannya pada sang pemuda lah yang membuatnya nekat menemui Tirta sang pemuda pujaannya .
Sesaat kemudian mereka sudah barada di jalanan menuju Jakarta Utara tempat berlangsungnya acara pernikahan bang Leo dan Mawar.
sedangkan Bayu duduk di sebelah Adnan..
Tadinya Tirta yang akan duduk di kursi depan di sebelah Driver, tapi Nadine yang melihat gelagat kalau Tirta akan menghindarinya segera menarik paksa lengan sang pemuda untuk di ajak pindah ke bagian belakang dan memaksa Bayu pindah ke kursi di sebelah driver.
Apa boleh buat, Tirta jaya Kusuma sudah tak mampu menghindar Nadine.
Tapi hati Tirta cukup tenang, karena di sini ada Bayu dan Adnan yang akan membuat Nadine juga terbatas dan segan jika harus berbuat yang aneh aneh.
Nadine duduk di sebelah Tirta Jaya Kusuma sambil menggamit lengan sang pemuda dan telapak tangan menggenggam erat hati jemari Tirta jaya Kusuma, dan meletakkannya di atas paha mulus yang terbuka ..
Perasan Tirta seperti di aduk tak karuan ...
Tangannya yang berada di atas paha mulus Nadine mengalirkan perasaan yang luar biasa...
Keringat sudah membasahi kening Tirta, walaupun udara di dalam mobil ini cukup dingin.
Hal ini tak terlepas dari pandangan Nadine yang tajam.
"Nadine jangan begini,, aku sudah menikah! bisik Tirta jaya Kusuma seraya berusaha menepis dan melepaskan tangan Nadine.
Sebenarnya dia mampu melakukannya , tapi tak mungkin lah dia menggunakan kekerasan untuk melepaskan dirinya!
"Apa salahnya jika kamu sudah menikah Ta? lagian aku juga tidak menyuruhmu bercerai dengan istrimu itu ataupun menyuruhmu menikahi aku! jawab Nadine lembut..
"Aku sudah cukup puas bisa bersamamu dan memandang mu saja! bisik Nadine!"..
__ADS_1
"Tapi Nadine , perlakuan mu ini bisa membuat salah paham orang orang di luaran..
Mereka pasti berpikir kamu bukan wanita baik-baik karena sudah menggoda suami orang, bisik Tirta lagi..
"Jika orang berpikir seperti itu, aku tidak peduli..
Bahkan kalau kamu menghendaki aku menjadi istri simpanan mu pun aku bersedia ta? " bisik Nadine hampir tak terdengar.
Walaupun demikian ! Tirta tetap mampu mendengar nya..
"Dan jika saja kamu tetap tidak mau menjadikan Ku istri simpanan mu akupun bersedia menjadi wanita simpanan mu tanpa harus kamu nikahi Ta..." lanjut Nadine.lirih..
"Ahhh, itu tidak mungkin Nadine....!"
"Itu akan sangat merendahkan kamu! jawab Tirta pelan , sangat pelan untuk menghindari suaranya di dengar Bayu dan Adnan.
"Kamu sangat Cantik dan anak seorang kaya raya, sangat mudah bagimu untuk mendapatkan pemuda- pemuda tampan dan baik dan juga anak orang kaya Nadine! kata Tirta..
"Tapi aku hanya menginginkan kamu Ta... hik, hik, hik, hik.." tangis Nadine mulai pecah.
Ketegaran Nadine yang ditunjukkan nya sejak tadi mulai runtuh mendengar setiap jawaban dari sang pemuda..
Tirta tak menyangka Nadine yang tadinya terlihat tegar, kembali menangis terisak...
Dia juga khawatir jika Nadine kembali pingsan seperti waktu pernikahannya kemarin.
Tirta Jaya Kusuma segera menyalurkan tenaga batin untuk menguatkan Nadine supaya tidak kembali pingsan.
Hawa hangat terasa mengalir dari telapak tangan si pemuda menelusuri segenap bagian tubuh Nadine, dan membuat hangat tubuh dan hatinya.
Dan beberapa saat kemudian Mobil sudah memasuki halaman yang sangat luas..
Ya rata- rata bekas markas cakar iblis ini punya halaman yang cukup luas dan juga bangunan yang mewah.
Bekas markas cakar iblis di Jakarta Utara ini kini sudah di alih fungsikan sebagai komplek perkantoran yang terdiri dari beberapa kantor dari perusahaan perusahaan yang menyewa di tempat ini.. sedangkan dibelakang nya telah disulap menjadi sebuah gedung pertemuan atau aula yang lumayan besar..
Dan acara bang Leo diadakan di sini..
Tamu yang di undang pun sebenarnya terbatas akan tetapi dalam kenyataannya ternyata yang hadir lumayan banyak.
Tirta, Nadine, Bayu serta Adnan segera keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat di diadakannya acara Akad Nikah dan selanjutnya acara resepsi..
Sesampainya di sana ternyata acara Ijab Kabul atau akad nikah sedang berlangsung dengan wali nikah di pihak Mawar adalah ayahnya Ki Lodaya! dan yang bertindak sebagai wali dari bang Leo adalah pak Michael sedang Saksi saksinya adalah kyai Wonokerti dan mbah Hardjo.
Ternyata orang orang tua ini telah diundang jauh jauh hari oleh bang Leo untuk menjadi wali nikah nya.
Akad berjalan dengan khidmat ....
Akan tetapi ketika sampai pembacaan akad yang di lakukan bang Leo, tampak bang Leo gemetar dan grogi...
Peluh bercucuran di lehernya...
Pria kuat dan tangguh ini ternyata tidak setangguh dalam Medan pertempuran ketika harus berhadapan dengan pak penghulu!
Beberapa kali pengucapan nya selalu salah..
__ADS_1
"Tenang bang , tenang bang Leo," kata Bayu yang sudah berada di samping bang Leo...