
Dan tetap saja, tendanganya tetap tidak sampai!
Leo sampai kebingungan menganalisa kejadian ini, pikirannya kemana-mana. Kini dia mengerahkan semua kekuatan dan kecepatannya sampai mentok.
Pukulan sambil melompat, Jump Kick semua hanya berhenti beberapa inchi saja dari tubuh lawannya ini.
Leo seperti orang kalap saja, teriakannya meraung raung keras menandakan puncak kemarahannya.
Setiap pukulannya membelah udara kosong menimbulkan suara mencicit. Benar-benar pukulan yang sangat cepat bagai kilat! dan bertenaga!
Apabila pukulan ini mengenai pohon, seketika pohon sebesar paha orang dewasa pun pasti akan tumbang, apalagi tubuh manusia! pasti hancur seketika!
Tapi, setiap kali pukulan dirasa akan mengenai sasaran tetap saja kurang beberapa inchi saja.
"Huft, sebenarnya ilmu apa yang di gunakan pemuda ini," batinnya.
"Gerakannya seperti setan saja!"
Leo masih belum menyadari ilmu yang dipergunakan lawannya
adalah ilmu warisan leluhur yang di kuasai nenek moyang kita pada masa- masa kerajaan Nusantara menguasai dunia.
Ilmu yang sudah punah ratusan tahun yang lampau kini muncul lagi! Di kuasai seorang anak muda bernama Tirta Jayakusuma!!
Pada masanya ilmu ini sangat di takuti lawan dan di segani Kawan!.
Sebut saja nama tokoh-tokoh besar di nusantara Ini seperti Mahapatih Gadjah Mada, seorang patih hebat yang membawa Nusantara pada masa ke emasannya. Sultan Padjang, Hadiwijaya yang sewaktu muda bernama Jaka Tingkir atau Karebet, yang mampu memukul kepala kerbau yang mengamuk di Demak Bintoro hingga pecah kemudian Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati yang sewaktu muda mampu mengalahkan Arya penangsang dari Jipang ( Cepu, sekarang) yng juga murid terkasih dari Sunan Kudus. Juga tokoh- tokoh seperti Adipati Pragola , Lembu Sora, Ranggalawe dan banyak tokoh hebat pada masanya.
Sehebat apapun Leo tidaklah mungkin bisa menyentuh tubuh Tirta, walaupun Tirta hanya menggunakan Aji Lembu Sekilan sekedarnya untuk mengimbangi Sepak Terjang Leo yang ganas itu.
Tirta hanya mengikuti arus pertarungan saja. Jika Leo Sangat cepat, maka Tirta akan semakin cepat, jika Leo melambat Tirta ikutan Lambat, dan jika Leo menambah tenaganya, Tirta ikutan menambah tenaga nya.
Pertarungan masih berlangsung dengan sengitnya! Makin lama sepak terjang Tirta makin mendominasi, tak terlihat kelelahan sedikitpun di wajahya!
Sedangkan Leo, tenaga dan kecepatannya semakin susut.
Setelah bertarung sekian lamanya, lambat laun Leo pun mulai sedikit demi sedikit menyadari kalau dirinya tidak akan mampu menundukkan pemuda ini.
Pemuda ini benar-benar pemuda pilih tanding yang mempunyai ilmu kanuragan di luar pemikiran manusia jaman sekarang.
Malam kian larut, tanpa terasa mereka bertarung sudah hampir tiga jam, sungguh pertarungan yang panjang dan menguras energi!
__ADS_1
Tenaga Leo sudah makin susut saja, gerakannya makin lambat dan lambat.
Tangan saja sudah berat di gerakkan dan akhirnya dia terduduk lemas di pasir pantai yang lembut.
Tirta pun akhirnya ikutan duduk di samping Leo,seraya berkata;
"Bagaimana Leo, masihkah ingin bertarung?"
"Aku mengaku kalah anak muda, silakan berbuat sesukamu, aku sudah tidak mampu lagi!" sahut nya.
"Bagaimana kalau aku melepaskan Bang Leo tapi dengan syarat kata Tirta.
Jka aky mampu, akan aku laksanekan tapi kalau tidak lebih baik aku kau bunuh saja jawab Leo tegas.
Baik, aku pegang kata-kata bang Leo, Sekali Pria berbicara tidak akan dijilat kembali.
"Syarat pertama, Bang Leo harus melepas pekerjaan sebagai pembunuh bayaran, karena ini adalah perbuatan yang tidak baik, lagian pasti juga bang Leo masih punya harta yang berlimpah yang tidak akan habis tujuh turunan dari hasil sebelumnya." Tirta berhenti sejenak kemudia melanjutkan.
"Syarat kedua, Bang Leo harus harus mencari pekerjaan yang halal jika menginginkan untuk bekerja kembali."
"Dan syarat terakhir Bang!"
Leo terdiam memdengar syarat-syarat dari Tirta, matanya terpejam dan dahinya berkerut.
Syarat pertama dan kedua sangat, sangat mudah di laksanakan! Tetapi syarat yang ketiga akan membuatnya bermusuhan dengan bandit dan penjahat yang sudah banyak di kenalnya dan berteman dengannya.
Tapi sejak beberapa bulan ini Leo memang sudah mulai ingin mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pembunuh bayaran nomor wahid.
Hati nuraninya sudah mulai bertanya, dan kelihatannya waktunya telah tiba, mungkin pemuda di depannya ini di kirimkan tuhan sebagai perantara untuk Leo melepaskan tajamnya belati!
Dengan lemah akhirnya Leo meganggukkann kepala.
"Baiklah Ta, aku menyetujui persyaratannmu, akan tetapi aku tidak bisa memaksakan anak buahku akan jalanku yang telah aku pilih!"
"Jika Jim dan Gendon memilih jalannya sendiri, tolong lepaskan mereka!"
"Baik, terimakasih Bang Leo. jawab Tirta,
Kemudian Leo mulai menceritakan secara garis besar kehidupannya sebagai pembunuh bayaran yang telah malang melintang di Indonesia dan negara-negara terdekat.
Sudah disebutkan di awal Leo adalah seorang dererter pasukan khusus!
__ADS_1
Dia beralasan bisa keluar karena dia terbujuk rayu oleh rekannya yang sudah terlebih dahulu desersi dari kesatuannya dan menjalani kehidupan gelap. Dunia yang dengan mudah mendapatkan hasil yang luar biasa banyak, yang membawa pada kehidupan mewah.
Leo pada masa dia masih bertugas adalah pemuda yang sangat berbakat dan hebat, tugas apapun yang di bebankan padanya pasti berhasil dengan baik. sehingga dia di panggil Leo, sang singa.
Tirta mendengar dengan seksama.
"Dan sekarang abangmu ini berdiam di Jakarta , di sebuah hunian elite. Leo mengakhiri ceritanya.
Setelah tenaga Leo dirasa sudah kembali, dia segera memanggil dua orang anak buahnya, Dia menceritakan tentang keputusan nya untuk mundur dari dunia pembunuh bayaran,
"Kalian tidak harus mengikuti jejakku, kalian bisa memilih jalan sendiri, tapi aku harap kalian berdua tidak kembali lagi ke jalan lamaku, karena pasti lambat atau cepat akan berhadapan kembali denganku sebagai lawan,"
Akhirnya Gendon dan Jim setuju untuk tetap mengikuti Leo. karena merekapun sudah mempunyai bekal yang cukup berlimpah dari hasil sebagai pembunuh bayaran.
Apalagi bagi mereka Leo bukan saja seorang mentor tapi juga sudah seperti orang tua bagi mereka berdua.
Malam itu mereka kembali ke hotel dengan di antar Leo.
Tirta, Bayu dan Adnan memasuki kamar ketika subuh menjelang.
mereka tidak bisa tidur sebelum melaksanakan Sholat Subuh.
Baru setelah itu mereka bertiga terlelap pulas ...
Pagi itu di lobi hotel seorang dua wanita cantik dengan seorang anak kecil sedang bertanya ke resepsionis menanyakan keberadaan Tirta Bayu dan Adnan.
Rara segera memberikan nomor kamar kepada dua orang wanita tersebut.
Dengan diantar oleh petugas hotel, mereka di antarkan menuju kamar hotel yang di maksud.
Beberpa kali pintu kamar di ketok tapi tidak jua di buka oleh penghuninya. Petugas hotel segera menambah ketokan nya lebih keras, tetap saja pintu tidak ada yang membuka.
Baru setelah hampir setengah jam, pintu di buka oleh seoran pemuda jangkung yang hanya mengenakan celana kolor saja.
"Juragan Cantik" seru Tirta terkejut!
Tirta segera membuka pintu kamar sambil berteriak pada Bayu dan Adnan yang masih tidur dalam keadaan tumpang tindih.
"Bay, hoi Bay ada tamu !!!!"
"Hmm hoah!" jawab Bayu cuex saja ..sambil menguap lebar-lebar kayak kuda Nil.
__ADS_1