
Siang itu tampak bang Leo sedang berbincang dengan eyang Pandu, Mawar, Mbah Harjo dan juga kedua siang mo kiam, Tan siang Ki dan Tan siang Wi. Mereka duduk di lincak yang sekarang ini ada tiga buah di teras pendopo padepokan ini.
Ada pisang rebus dan pisang goreng, ubi jalar juga ada buah pisang Bandungan di sana, juga ada beberapa batang rokok hand Made by Mbah Hardjo dan eyang Pandu.
atau yang lebih tenar dengan sebutan udud tingwe (linting Dewe).
Selain nikmat juga sehat dan satu lagi,,,,, lebih ekonomis pastinya! apalagi harga rokok yang semakin tinggi saja harganya.
Berbicara tentang udud ini , pastinya sangat sehat, karena di buat dengan alami tanpa adanya bahan tambahan seperti micin dan flavor lain yang berasal dari bahan kimia!
Tampaknya bang Leo dan Mawar sudah usai mengorek keterangan dari enam orang anggota kelompok Cakar Iblis, yang berhasil mereka tangkap tadi malam.
Seperti biasa Mawar mampu menaklukkan para pria ini dengan aji Gendam Kantilnya yang sudah terbukti sangat ampuh!
Mereka dijadikan satu dengan Johan dan kawan- kawanya di pondok sebelah kanan bangunan utama padepokan.
Sementara itu kang Damar , Mawar juga Tomy dan Irman tampak nya belum hadir di antara mereka.
Tirta, Bayu dan Adnan begitu datang dari kampus segera saja bergabung dalam pembicaraan itu.
Dari hasil interogasi terhadap enam orang ini,.di ketahui sesaat setelah Johan tertangkap, markas mereka langsung di bubarkan dan di kosongkan! dan sekarang ini mereka sedang mencari markas baru untuk base camp mereka!
Dan bang Leo, Mawar juga lainnya sedang menunggu informasi tentang markas baru dari kelompok cakar iblis yang tampaknya akan diinfokan melalui ponsel dari Regas sang ketua kelompok yang sekarang ini menjadi tawanan di padepokan ini.
***
"Kita tinggal tunggu keberadaan Markas baru mereka, jika mereka sudah dapet markas, mereka pasti akan menghubungi pemimpin ini, selama mereka tidak tahu kalau kelompok yang barusan kita tangkap ada di tangan kita, mereka pasti akan mengabari kelompok ini.
Mereka mendengar penjelasan dari bang Leo dengan seksama.
Begitu sore menjelang, penantian mereka segera terjawab.
Ada notifikasi masuk di ponsel Regas sang pemimpin,.di antara enam orang yang ditangkap ini..
Setelah di buka oleh Mawar, ternyata itu berisi perintah untuk merapat nanti jam enam sore di markas baru mereka, dan disitu disertai pula share lokasinya.
"Ayo sebaik nya kita bersiap-siap!
kata bang Leo.
Dari orang- orang yang tertangkap ini dapat di ketahui pemimpin yang melaksanakan tugas harian ini sangat sangat tangguh!
__ADS_1
Dan memang dalam kenyataan nya, tingkat kemampuan dari anggota terendah saja sudah sedemikian tangguh nya! dan jumlah merekapun paling tidak masih ada empat puluhan orang lebih.
Kali ini rencananya penyergapan akan di pimpin kang Damar.
Seluruh kekuatan padepokan di kerahkan !
Kang Damar segera membagi mereka menjadi tiga kelompok kecil .
Kelompok Tirta terdiri dari Tirta, Tomy, dan Bayu.
Kelompok Adnan terdiri dari Adnan , Leo, Mawar dan juga Irman.
Kelompok kang Damar sendiri terdiri dari kang Damar sendiri bersama bersaudara Tan Siang wi dan Tan siang Ki.
Sedangkan eyang pandu dan mbah Hardjo tetap berada di pondok dam dan tidak ikut serta dalam penyergapan ini.
Jangan dilihat jumlah mereka yang hanya sepuluh orang saja!
Dengan kekuatan dari segenap anggotanya, ini adalah sebuah gabungan kekuatan yang sangat hebat..
Tirta jaya Kusuma, dengan kemampuan nya yang sudah meningkat pesat ! sangat jarang di cari tandingannya! Ilmu- ilmu Nusantara dari eyang Wasis joyokusumo atau adipati Pragola sudah mulai matang dan mengendap di dalam raganya, juga ilmu-ilmu lain yang di dapat dari pengembaraannya. Aji lembu Sekilan, aji Tameng Waja, aji Tapak Geni, aji Bayu Bajra , aji kidang Kencono dan aji Suryo Dahono, semua semakin menyatu di dalam diri Tirta jaya Kusuma.
kekuatannya sekarang sudah luar biasa tinggi, karena sejak berada di padepokan, dia di gembleng langsung oleh mbah Hardjo dengan ilmu batin! Kekuatan dari bang Leo sudah jauh meningkat sejak saat itu. Apalagi dengan dasar-dasar cara bertarung yang sangat efektif dan brutal yang memang menjadi ciri khas nya sejak dia terjun di dunia gelap!
Tan siang Ki dan Tan siang Wi (Siang Mo Kiam),
Si sepasang pedang Iblis dari negeri Tiongkok ini benar benar merupakan sepasang kakak adik yang menguasai ilmu pedang sampai pada puncaknya, sehingga mampu mengeluarkan kiam Ki (hawa pedang) yang membunuh lawan hanya dengan hawa pedang saja tanpa menggores kan tajamnya pedang kepada tubuh lawan-lawannya!
Bayu dan Adnan,
dua sahabat karib Tirta jaya Kusuma ini, telah mewarisi aji Bayu Bajra dan aji Suryo Dahono! juga ilmu ilmu lain yang bersumber dari Mbah Hardjo! Walaupun belum sehebat Tirta jayakusuma, tapi kemampuan mereka juga sudah sangat luar biasa.
Kang Damar,
bisa juga disebut sebagai salah satu guru dari Tirta Jaya Kusuma! kemampuan nya berasal dari Mbah Hardjo ayahnya, jadi ilmu Kanuragan nya sangat lah hebat.
Irman,
Walaupun sebenarnya dia menguasai banyak ajian di dalam dirinya tanpa dia sadari, karena secara diam-diam eyang Wasis joyokusumo atau Adipati Pragola juga sudah menurunkan ilmunya, dan juga karena kesukaannya mesu diri dalam olah roso dan olah kebatinan menjadikan perasannya sangat peka dan mampu mendeteksi keberadaan para penjahat!
Tomy,
__ADS_1
pemuda blasteran Indo Jerman ini sudah mulai menapak lebih jauh dalam olah Kanuragan!
Ilmunya berasal dari kang Damar, eyang pandu, Mbah Hardjo dan juga terpengaruh dari beberapa penghuni padepokan yang lain.
Mawar,
Gadis cantik dan super-super sexy ini tadinya adalah seorang wanita penggoda yang dapat meluluhkan pria manapun, walaupun punya keimanan yang sangat kuat! dan sekarang dia telah menjadi bagian dari padepokan ini. Walaupun kemampuan dalam olah Kanuragan tidak lah seberapa, akan tetapi dengan ilmu nya " Gendam Kantil" dia telah menundukkan pria-pria gagah yang menjadi lawannya.
Demikian sedikit profil dari para penghuni padepokan di lereng gunung Ungaran ini.
***
Share lokasi ternyata membawa mereka ke arah kota Ungaran,.
Tepatnya di daerah pinggiran kota Ungaran yaitu di daerah jl Pramuka!
Kali ini rombongan menggunakan dua buah mobil , mobil Alphard hitam dan mobil milik pak Michael yang di tinggal di rumahnya di dekat padepokan.
Setelah kurang lebih berkendara Kurang lebih satu jam,.mereka sudah merasa dekat dengan titik yang di tunjukkan di share lokasi, mereka segera menepi dan memarkir mobil di pinggir jalan.
Kali ini kang Damar yang bertindak sebagai pimpinan dari operasi penyerangan ini bergerak lebih dulu bersama Si siang mo kiam , siang Wi dan siang Ki.
diikuti oleh grup kecil Tirta Jayakusuma dan grup nya Adnan.
Rumah yang dituju tampak cukup besar dengan halaman luas,, dan dihalaman itu terparkir delapan sembilan buah mobil, tampak kalau ada banyak orang yang sedang berada di dalam.
jarak nya antar rumah sendiri cukup berjauhan ! ada kalau lima puluhan meter dan di antara jarak rumah yang berjauhan terdapat kebun kebun warga yang banyak di tumbuhi berbagai pohon, seperti pohon sengon maupun pohon jati.
Ketika kang Damar beserta dua bersaudara Tan siang Ki dan Tan siang Wi, sudah dekat rumah itu, Tampak beberapa orang berjaga jaga di halaman yang cukup luas itu.
Para penjaga tampak sedang asik bermain kartu di teras rumah, adapula yang tampak hanya duduk duduk saja di bawah pohon kelengkeng yang rimbun.
Kang Damar tampak memberi kode untuk dua bersaudara Siang Mo Kiam untuk berhenti bergerak?
Kita berhenti dulu disini, bisik kang Damar sambil merunduk di balik pagar tembok yang hanya setinggi kurang lebih lima puluh centi saja!Beberapa saat kang Damar tampak mengamati situasi di halaman rumah ini. Dia menghitung jumlah penjaga yang ada di luar .
Ternyata ada enam orang penjaga yang sedang ada di luar.
Kemudian kang Damar menghubungi Adnan, dan memintanya untuk memeriksa si bagian belakang rumah ini dan juga samping sampingnya apakah ada pintu pintu lain yang bisa di gunakan untuk masuk atau keluar rumah ini.
Adnan segera bergerak bersama bang Leo! Sedangkan Irman dan Mawar tetap berada pada posisi semula untuk berjaga jaga jika ada lawan mendekat.
__ADS_1