
Ketika sampai ke sebuah rumah yang di tunjukkan oleh penduduk desa, Manggolo Yudho dan Windu Widagdo segera melangkah masuk ke halaman rumah besar dan mewah tersebut.
ketika mereka sudah sampai di depan rumah , tampak seorang pemuda mendekati ke arah mereka berdua !
"Apakah ini kediaman Ki Lodaya !?" tanya Manggolo Yudho.
"Benar pak," jawab si pemuda.
"Ada keperluan apa Bapak mencari ki Lodaya!?" tanya pemuda itu.
Tanpa memberi jawaban pada si pemuda, bo Cakar Iblis ini langsung bertanya.
"Apakah Ki Lodaya ada di rumah !?" tanya Manggolo Yudho!
"Ki Lodaya sedang beristirahat , beliau berpesan bahwa siapapun tak di perbolehkan mengganggunya! walaupun presiden sekalipun! "
Jawab pemuda itu acuh tak acuh..
"Sampaikan saja pada Ki Lodaya bahwa ada sahabat jauh datang mengunjunginya!" kata Manggolo Yudho.
"Maaf pak , saya tidak berani menyampaikan nya," jawab si pemuda!
"Huh, kakang Lodaya semakin sombong saja sekarang ini!" desis Manggolo Yudho...
"Lodaya Tuaaaaa!!!" seru Manggolo Yudho yang tiba-tiba saja berteriak dengan keras!
Dengan di lambari tenaga batin , suaranya terdengar sangat jelas dan keras .. menggema masuk ke dalam rumah besar dan mewah kediaman Ki Lodaya..
"Demit Lodaya..!"
Seru Manggolo Yudho sekali lagi...
Si pemuda yang tampaknya adalah cantrik di rumah itu tampak kaget dan ketakutan !
Tampak sekali wajahnya pucat!
Dia takut Ki Lodaya akan menyalahkan padanya.
Sementara di dalam rumah, seorang tua kira- kira Berusia antara lima puluh lima atau enampuluhan tahun menjadi sangat kaget mendengar teriakan yang seakan- akan menusuk telinganya ini...
"Huh , siapa siang-siang begini menganggu tidur siang ku! " seru orang tua tersebut yang ternyata memang Ki Lodaya!
"Sudah Ki, biar saja!" kata seorang wanita muda yang juga tiduran di samping Ki Lodaya dengan manja!
Ki Lodaya siang ini memang sedang istirahat setelah beberapa saat yang lalu telah bertarung dengan istri mudanya yang baru saja di kawininya!
Sementara Manggolo Yudho masih berteriak teriak di luar rumah tanpa bisa di hentikan oleh cantriknya Ki Lodaya.
Ki Lodaya benar-benar marah,, aktifitas siangnya terganggu.
__ADS_1
"Huh,, orang gila.... bener- bener orang edan!" rutuk Ki Lodaya yang segera bangkit dari peraduannya.
Ki Lodaya segera keluar rumah untuk melihat siapa yang berteriak-teriak di luar rumahnya!
Setelah sampai di luar rumah, Terlihat dua orang pria yang seorang masih muda dan yang seorang sudah setengah baya dengan kumis agak jarang !
Ki Lodaya tampak memperhatikan pria setengah baya di hadapannya ,,, seperti pernah kenal ! tapi lupa.
"Heh kakang Lodaya!" seru Manggolo Yudho ..
"Ini aku!! Manggolo Yudho ! seru sang ketua organisasi cakar Iblis ini ..
Tampak Ki Lodaya seperti mengingat ingat sesuatu....
Adi Manggolo !?" seru Ki Lodaya begitu dia teringat akan adik seperguruannya ini ..
Spontan mereka berpelukan !
" Ayo Adi, masuk lah ! " ajak Ki Lodaya seraya melangkah masuk kedalam rumah nya.
Si cantrik yang sudah berkawatir akhirnya bisa bernafas lega ketika ternyata Ki Lodaya dan tamunya ini terlihat sangat akrab!
"Lama tidak kelihatan! baru sekarang Adi ingat pada kakangmu ini! " kata Ki Lodaya ..
"Pasti ada sesuatu yang membawamu kembali kemari kan Adi Manggolo!?" tebak Ki Lodaya.
"Ki Lodaya," tamunya mau minum apa Ki, tanya seorang gadis sekira usia dua puluhan tahun yang tiba-tiba saja sudah berada di samping Ki Lodaya seraya matanya melirik ke arah Windu Widagdo!
"Perkenalkan, ini istri mudaku! Yudho!" istri yang keempat! kata Ki Lodaya bangga dengan istri mudanya ini yang memang cantik untuk ukuran Ki Lodaya.
Pandangan mata dari istri muda Ki Lodaya ini terlihat seperti wanita penggoda! Sejak tadi dia terus saja mencuri-curi pandang pada Windu Widagdo yang memang cukup tampan !
"Terserah mbak ayu saja!" kata manggolo Yudho.
Setelah istri muda Ki Lodaya pergi menyiapkan minum, Ki Lodaya segera membuka percakapan ...
"Sudah dua puluh tahun lebih kamu tidak berkunjung kemari Yudho!"
"Sekarang ini Guru sudah semakin tua..!"
"Aku sendiri sekarang ini mengunjungi guru tiap tiga bulan sekali," terang Ki Lodaya.
"Sebenarnya ada kepentingan apa sehingga mengingatkan mu kemari?" tanya Ki Lodaya...
"Sebenarnya lah kang Lodaya, aku sedang menghadapi seorang lawan tangguh !" Usahaku telah di ganggu oleh lawanku ini sehingga aku mengalami kerugian yang sangat besar!" lanjut Manggolo Yudho.
"Aku bermaksud mengajak kakang Lodaya untuk membantuku menghadapi lawan tangguh ini!"
kata Sang Big Bos Cakar Iblis!
__ADS_1
"Permintaan bantuanku ini juga bukan sekedar membantu tanpa imbalan apapun ..
Aku akan menyiapkan semua kebutuhan kakang Lodaya selama di Kota Jakarta!" Kata sang Big Bos.
"Jika kakang Lodaya setuju aku akan langsung mentransfer untuk kakang! kata big Bos Cakar Iblis ini seraya menyebutkan uang sejumlah milyaran rupiah sebagai permulaan nya!" kata sang Big Bos Cakar Iblis.
"Jika lawan-lawanku sudah beres semua akan aku tambah lagi!" lanjut Manggolo Yudho, seraya menyebut angka yang Fantastis..
Tampak wajah tersenyum lebar dari Ki Lodaya.
"Ha,. ha,, ha,, haa,... dari dulu kamu memang adik seperguruan ku yang paling Royal Yudho!" seru Ki Lodaya..
Tanpa menunggu lama, sang Big Bos besar ini segera mengeluarkan kertas BG (Giro Bilyet) dari sebuah Bank swasta nasional dan menuliskan sujumlah nominal dengan jumlah nol mencapai sembilan biji. Sebuah angka yang Fantastis!
Dalam hal ini, Manggolo Yudho ini sudah hafal dengan karakter sang kakak seperguruan !
Lagipula sang Big Bos sudah berpikir jauh! Lebih baik keluar sedikit harta nya, daripada dia kehilangan harta yang jauh lebih banyak akibat hancurnya Cakar Iblis oleh Tirta Jaya Kusuma dan kawan-kawannya.
Melihat nominal yang ditulis oleh adik seperguruannya ini, Ki Lodaya sampai melotot matanya..
Pikirannya langsung jauh melangkah !
Merencanakan akan mengambil satu lagi Harem..
Sekarang ini dia sedang mengincar seorang janda kembang dari desa sebelah yang terkenal kecantikannya!
Walaupun sudah tua, akan tetapi kegemarannya pada gadis- gadis muda tidak pernah luntur!
Dan satu lagi kakang! antar aku ke tempat guru dan usahakan putraku ini bisa menyerap ilmu dari guru kita ! lanjut Manggolo Yudho.
"Oh, itu mudah saja Yudho!"
Lagian disana sedang ada seorang pemuda juga yang sedang menjadi Cantrik disana!
Dan terakhir guru sedang bersiap untuk Moksa sehingga dia bermaksud menurunkan semua ilmunya pada Cantriknya itu, sebelum dia hilang dari dunia ini untuk hidup di alam keabadian !" kata Ki Lodaya..
"Jika putramu ini bisa mengambil hati guru, pasti dia akan mendapatkan semua kemampuan guru!" lanjut Ki Lodaya!
Mendengar cerita dari kakak seperguruan nya ini, Manggolo Yudho tampak bersemangat dan kemudian berkata pada putranya..
"Ini kesempatan besar bagimu Windu! berusahalah bisa mengambil hati Kyai Bigorame!" kata sang Ayah.
"Iya ayah, aku akan berusaha keras!" jawab Windu Widagdo ..
"Kapan kita akan berangkat menemui Guru, kakang !?" tanya Manggolo Yudho.
"Nanti malam saja Yudho, semakin cepat semakin baik! jawab Ki Lodaya.
Setelah pokok pembicaraan selesai, mereka kemudian mengobrol mengenang kebersamaan mereka sewaktu masih berguru di hutan Alas Purwo.
__ADS_1