
Setelah beberapa saat mereka mengamati ternyata tidak ada aktivitas lagi, Tirta segera mengajak Bayu dan Adnan menuju ke bangunan tersebut.
Setelah sampai di pintu gerbang yang cukup besar, Bayu segera mengetok-ngetok pintu gerbang yang terbuat dari plat besi tebal, dan di tengahnya ada lubang berbentuk kotak yang tampaknya untuk melihat siapa-siapa tamu yang datang.
Terlihat lobang kecil tersebut di buka dan tampak sepasang mata melihat ke arah luar.
"Ada keperluan apa ya?" tanya penjaga tersebut tampak curiga, karena merasa tidak mengenal pemuda diluar pintu gerbang.
"Kami mencari pak Hans" jawab Bayu sambil tersenyum ramah.
"Ada keperluan apa kamu mencari pak Hans hah!" tanya sang penjaga dengan bentakan.
"Kami di suruh Black untuk menemaui pak Hans" jawab Bayu lagi, "ada yang perlu kami sampaikan pada pak Hans secara langsung," lanjut Bayu.
Mendengar nama Black di sebutkan si penjaga menjadi melunak.
"Sebentar, akan saya sampaikan ke pak Hans dulu,"
Beberapa saat kemudian pintu gerbang di buka sedikit, hanya cukup untuk lewat saja.
"Kalian ditunggu pak Hans di dalam," penjaga itu segera mengantar menuju bangunan yang terlihat dari luar hanya atap nya saja itu.
Bangunan itu seperti bangunan pabrik yang lumayan besar. Mungkin untuk kamuflase saja supaya keberadaannya tidak terendus polisi.
Mereka bertiga di bawa ke ruangan tamu dimana disana sudah ada beberapa orang yang sudah menunggu.
Terlihat seseorang berdiri menunggu mereka, orang itu tinggi dan gagah seperti layaknya tentara, wajahnya terlihat ganas dan keras dengan alis mata tebal dan potongan rambut cepak seperti "Guile" tokoh dalam game play station 2 yang tenar pada tahun 2000 an.
Ketika Tirta Bayu dan Adnan sudah sampai di depannya Dia segera berkata dengan suara beratnya.
"Siapa kalian dan ada pesan apa dari Black."
"Kami hanya mau bicara dengan pak Hans, bukan yang lain," jawab Bayu.
"Sayalah Hans" jawab pria itu.
"Sekarang silakan ngomong ! apa pesan Black,!"
"Ya pak Hans, Black berpesan pada pak Hans, bahwa operasinya kali ini gagal total alias gatot pak," jawab Bayu dengan wajah tanpa dosa dan wajah tersenyum lucu.
Hans melengak kaget mendengar pesan Black melalui tiga anak muda ini.
Kemudian Bayu melanjutkan perkataannya,
"Pak Hans, diminta Black untuk menyerah saja karena dimana-mana kejahatan pasti akan hancur. he, he, he !" kata Bayu lucu.
__ADS_1
mendengar perkataan Bayu yang seperti mengejek , Hans seketika murka,
"Siapa kalian!" bentaknya.
"Kami adalah tiga pemuda konyol yang sukanya menghajar penjahat penjahat seperti kalian," kata Bayu sambil tersenyum , seakan-akan menghadapi Hans yang kelihatan sangat kuat dan hebat masih saja sempat menggoda.
Kemarahan Hans sudah naik keubun-ubun, Tangan kanannya yang kelihatan sangat kuat dengan urat-urat menonjol, segera melayang dengan pukulan melingkar dan mengarah pipi gembul Bayu,
Pukulan melingkar ini benar- benar pukulan yang sangat kuat karena di lakukan oleh Hans orang terkuat di kelompok Hendra.
"Hati-hati Bay!" seru Tirta memperingatkan Bayu, karena pukulan Hans terlihat sangat kuat.
Ketika melihat Hans memukul pemuda besar yang segede anak gajah di depannya, orang-orang yang tadinya hanya bersantai langsung berdiri semua dan mengurung Tirta, Adnan dan Bayu.
Mereka berdiri melingkari Bayu dan Hans yang mulai jual beli pukulan.
Pukulan pertama Hans segera menyadarkan Bayu, kalau lawannya kali ini benar-benar kuat, lebih kuat dari Aldi yang pernah di hadapinya.
Setelah pertarungannya melawan Aldi, Bayu meminta Damar untuk menggembleng dirinya lebih keras lagi, juga dirinya sering berlatih tanding dengan Tirta yang ilmunya sudah jauh melampauinya.
Pertarungan jarak pendek ini benar-benar luar biasa. Meja dan kursi yang ada diruangan itu hancur lebur terkena pukulan dan tendangan dari Hans dan Bayu.
Tidak semua pukulan dan tendangan jarak pendek selalu bisa di hindari ataupun di tangkis.
Ternyata kekuatan keduanya cukup berimbang.
Hans sangat terkejut melihat kekuatan anak Gajah di depannya ini. "Luar biasa" pikirnya, belum pernah sekalipun dia berhadapan dengan lawan yang sangat kuat selama dia terjun di dunia hitam.
Kali ini Hans harus mengeluarkan semua kekuatannya untuk segera menjatuhkan pemuda gemblung di depannya ini.
"Pantas Black hancur, ternyata pemuda ini bener-bener kuat," batin Hans.
"Bram bantu aku, habisi mereka! Serunya memerintahkan anak buahnya yang memang sudah siap terjun ke arena.
Ruang itu sebenarnya cukup besar, tapi kalau di gunakan duel secara bersaman maka akan terasa sangat sempit dan menyulitkan terutama bagi pihak yang berjumlah banyak karena gerakan mereka akan saling berbenturan dengan kawan-kawan sendiri. Begitulah yang terjadi dengan anak buah Hans.
Duel kacau ini segera memakan korban. Anak buah Hans yang menyerang Tirta dan Adnan satu persatu jatuh dan tidak mampu berdiri.
Bram pun juga tidak bisa berbuat banyak karena yang di hadapi Tirta, seorang pemuda yang benar-benar tangguh tanggon dalam olah kanuragan.
Tinggallah duel antara Bayu dan Hans yang belum selesai.
Setiap benturan tenaga dari keduanya membuat keduanya tergetar kebelakang.
Bayu dan Hans benar-benar mengerahkan semua tenaga dan kemampuan mereka.
__ADS_1
Hans mulai kawatir ketika semua anak buahnya jatuh. Bahkan Bram tangan kanannya yang cukup kuatpun ikut tak berdaya menghadapi lawannya.
Suatu saat ketika terjadi benturan lengan-lengan raksasa dari keduanya. Hans segera melontarkan dirinya agak jauh ke belakang, dia seperti meraih sesuatu di laci mejanya, dan ketika tangannya keluar dari laci meja itu, di tangannya tergenggam sepucuk pistol yang segera di arahkan ke arah lawan-lawannya.
"Ha ha ha, kalian akan mati di sini! seru Hans.
Hans menarik pelatuk pistol dan ...
Dor, terdengar letusan satu kali yang memekakkan telinga di iringi
suara Bayu mengaduh.
Bayu mendekap bahunya yang berlumuran darah.
Tirta terkejut dengan kejadian ini. Dirinya menjadi sangat marah melihat sahabatnya terkena tembakan.
Sebelum Hans menembakkan pistolnya lagi. Tirta segera melompat sambil memukul ke arah wajah Hans. Kali ini Tirta dalam keadaan benar-benar marah kecepatannya bagaikan kilat. Hans belum sempat menarik pelatuk pistol ketika dirasakannya sebuah pukulan keras mendarat di wajahnya. Teriakan ngeri keluar dari mulutnya Hans yang terlontar kebelakang. Wajahnya belumuran darah! Tampaknya hidungnya patah dan beberapa giginya rontok oleh pukulan Tirta.
"Bagaimana keadaan mu Bay,"
Tirta mendekati Bayu yang sudah di papah Adnan dan di dudukkan di kursi yang masih utuh.
"Tidak apa-apa Ta, Kelihatannya hanya terserempet saja," jawab Bayu.
Untunglah Ternyata peluru tidak tepat menembus bahu Bayu, tapi menyerempet di pinggir bahu, tapi itu cukup membuat luka menganga dan banyak mengeluarkan darah. Adnan segera merobek kausnya sendiri dan di gunakan untuk mengikat bahu kiri Bayu yang terserempet peluru dari senjata apinya Hans.
Dua penjaga gerbang segera menuju ruangan itu begitu mendengar suara keributan dan letusan senjata api.
Mereka terkejut ketika di lihatnya Hans dan Bram dua orang yang sangat di takuti, ternyata sudah tergeletak di dalam ruangan bersama anak buahnya.
Mereka segera menyadari bahwa ketiga pemuda tersebut adalah pemuda-pemuda hebat yang menghajar pak Hans dan anak buahnya.
Keduanya segera saja menyatakan takluk pada Tirta Bayu dan Adnan.
Dengan di temani dua penjaga gerbang Tirta, Bayu dan Adnan memeriksa seluruh isi dari bangunan tersebut.
Dan ternyata isinya sangat mencengangkan,
Ada limabelas wanita muda yang di tahan di salah satu ruangan dalam bangunan itu.
lima di antaranya di tempatkan di ruang lainnya dan mendapatkan perlakuan yang tidak senonoh karena mereka menolak di pekerjakan di club-club malam sebagai wanita penghibur..
Sebelumnya mereka di berikan iming-iming pendapatan besar. Mereka akan dipekerjakan di Kota-kota besar dan juga ke luar negri.
Ternyata mereka menjadi korban trafficking.
__ADS_1