Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
rencana besar sang big Bos


__ADS_3

Dalam kesempatan itu sang Big Bos tampak sedang memikirkan cara untuk menghadapi Tirta dan kawan-kawannya.


Dengan anggota yang di punyainya sekarang, tampaknya akan sulit untuk mempertahankan organisasi Cakar Iblis apalagi untuk bisa mengejar cita- cita sang big Bos Semula,yakni menjadi politisi dan jadi orang yang berpengaruh di negeri ini.


Tapi pikiran licik si Manggolo Yudho ini segera berfikir untuk membuat rencana cadangan jika keadaan memaksa!!!!


Dia akan membuat sebuah tantangan kepada kelompok nya Tirta Jaya Kusuma!


Dirinya, Ki Lodaya dan Semut Ireng akan menantang melakukan perang tanding!.


Jika nanti dirasakan dia tidak mampu menang, dia akan melarikan diri dengan mempersiapkan cara-cara licik untuk melarikan diri.


Dan jika terjadi kegagalan dalam pernah tanding , maka markas utama Cakar iblis ini akan ia jadikan kantor utama Scratch Goblin yang merupakan perusahaan jasa keamanan resmi . Sehingga pihak Tirta Jaya Kusuma tidak akan berani mengganggu perusahaan ini, juga demikian pula dengan markas cabang Cakar Iblis di Bandung dan kota-kota besar lainnya yang masih berdiri.


Dan semua cabang yang tersisa itu akan menjadi cabang Scratch Goblin dan akan merekrut secara besar besaran para anggota baru.


Untuk tidak menghilangkan pendapatan yang luar biasa besar yang selama ini di nikmati oleh sang Big Bos, maka peredaran Narkoba yang selama ini di kendalikan oleh Cakar Iblis akan di alih dayakan kepada kelompok-kelompok kecil di luar Cakar Iblis yang ada jakarta ini, sedangkan rantai pasokan skala besar tetap di kendalikan sang Big Bos dan orang-orang yang menjadi kepercayaan nya saja.


Demikianlah rencana besar dari sang big Bos Cakar Iblis Manggolo Yudho.


Tentu saja rencana seperti ini hanya ada dalam otak si big Bos saja untuk sekarang ini.


"Aku berencana akan menantang duel dengan Tirta Jaya Kusuma dalam duel satu lawan satu!" kaya sang Big Bos.


"Kakang Lodaya dan Adi Semut Ireng akan aku ajak menantang mereka dalam duel satu lawan satu !" lanjut sang Big Bos Manggolo Yudho.


"Ramos ! kirimkan surat tantangan pada mereka!" perintah sang Big Bos pada Ramos, yang sehari-harinya mengawasi rumah Pak Michael.


***


Sementara itu di rumah pak Michael, telah berkumpul Tirta Jayakusuma, Adnan, Bayu, kapten Waringin Jati dan orang-orang penting dari pergerakan ini.


Mereka saling melaporkan penyerbuan tadi malam yang secara umum berhasil menaklukkan cabang-cabang cakar Iblis si seluruh jakarta dan sekitarnya walaupun ada juga korban di pihak mereka, akan tetapi itulah harga yang harus di tebus dalam menegakkan keadilan dan memberantas kejahatan.


Sementara bang Leo masih beristirahat untuk memulihkan kesehatannya setelah semalaman di bantu Tirta Jaya Kusuma mengatasi luka dalam yang di deritanya.


Demikian pula Mahardika yang mengalami.pergeseran sendi di pangkal bahunya!


"Syukurlah tuhan masih melindungi kita semua," kata pak Michael membuka pembicaraan .


"Sekarang ini tingkat kejahatan dan peredaran narkoba juga human trafficking sudah mengalami penurunan yang lumayan , walaupun tidak secara drastis!" lanjut pak Michael.


"Kejahatan di manapun dan kapanpun akan selalu ada , akan selalu muncul dari masa ke masa dan di situlah juga akan muncul pemuda-pemuda seperti kalian yang akan selalu muncul juga untuk menumpas kejahatan!" lanjut pak Michael lagi.


"Sekarang ini PR kita tinggal markas pusat Cakar Iblis!


Tinggal selangkah lagi usaha kita menumpas cakar iblis usai!


Dan aku yakin , atas ijin Nya kalian akan mampu menjebol halangan terakhir ini..!" lanjut pak Michael.


"Selain itu PR kita yang tak kalah penting adalah akan banyaknya tawanan-tawanan dari anggota Cakar Iblis ! Kita harus memikirkan nasib mereka! Apakah akan kita lepaskan begitu saja ataukah akan kita serahkan pada kapten Waringin jati ataukah kita serahkan pada pihak kepolisian ?" kata Pak Michael lagi.


"Kalau di serahkan pada pihak kepolisian kelihatannya tidaklah mungkin, karena hal ini akan membuat kasus organisasi ini mencuat ke publik dan akan menimbulkan keresahan di masyarakat yang akhirnya akan membuat pihak kepolisian melakukan penyelidikan yang akan melibatkan kita semua! dan jika di pasrahkan ke pada kami, maka juga akan menimbulkan polemik bagi kami! tugas kami adalah mendeteksi dan mengidentifikasi juga mencegah rongrongan yang membahayakan bangsa dan negara, bukan melakukan tindakan!" kata kapten Waringin jati!

__ADS_1


"Berhubung kalian sebagai warga yang telah membantu negara memberantas organisasi kejahatan maka menurut saya secara pribadi, jangan tanggung -tanggung dalam menyelesaikan masalah ini." lanjut kapten Waringin Jati.


"Lalu apa sebaiknya yang harus kami lakukan kapten?" tanya Tirta.


"Disini ada pak Michale yang merupakan seorang pengusaha besar !"


"Aku pikir beliau pasti punya solusi akan masalah ini!" jawab Kapten Waringin Jati yang tampaknya sudah mempunyai arah untuk menyelesaikan masalah ini.


Setelah berkata seperti ini, pandangan mata kapten Waringin Jati tampak di arahkan pada pak Michael !


Pak Michael tampak tersenyum melihat tatapan kapten Waringin jati yang seakan-akan menimpa kan semua tanggung jawab kepadanya!


Semua mata tampak tertuju kepada pak Michael.


"Wah..Wah... wah, kok jadi aku yaaa..!" kata pak Michael tersenyum sambil menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal.


Ketika sedang membicarakan masalah ini, tiba- tiba saja seorang penjaga pintu gerbang rumah pak Michael masuk ..


"Pak ada seseorang yang memberikan ini, katanya suruh memberikan pada mas Tirta Jaya Kusuma." kata penjaga pintu gerbang rumah pak Michael.


Penjaga itu kemudian menyerahkan sepucuk amplop


kepada Tirta..


Tirta segera menerima surat itu dan membacanya ..


Setelah membacanya kemudian Tirta berkata..


" Ini adalah surat dari pimpinan Cakar Iblis yang bernama Manggolo Yuddo, yang isinya menantang untuk duel satu lawan satu!" kata Tirta Jaya Kusuma seraya menyerahkan surat tersebut kepada Pak Michael!


Kemudian kapten Waringin jati membacakan surat tersebut kepada semua yang hadir di pendopo itu..


Isi dari itu adalah tantangan duel bagi Tirta jaya Kusuma. Duel antara pimpinan Cakar iblis melawan Tirta jaya Kusuma dan kawan-kawannya dengan taruhan yang kalah harus menyerahkan semua yang di kuasainya kepada pihak lawan!


Dan jika Tirta Jaya kusuma benar-benar ksatria maka pasti akan menerima tantangan duel ini, akan tetapi jika Tirta dan kawan kawannya tidak menerima tantangan ini maka Tirta jaya kusuma dianggap banci yang hanya mengandalkan orang- orang di belakang nya saja.


Setelah usai surat tantangan ini dibacakan oleh Kapten Waringin jati, semua yang hadir tampak geram dengan isi tantangan ini.


Kapten Waringin Jati pun kemudian mengemukakan pendapat nya...


"Sebenarnya tidak ada keharusan Kita untuk memenuhi tantangan si bos Cakar Iblis ini!" kata Kapten Waringin Jati!


"Posisi kita sudah di atas angin, tinggal selangkah lagi kita akan menghancurkan Cakar Iblis secara keseluruhan dan membuatnya menghilang dari bumi Nusantara ini." lanjut sang Kapten.


"Aku yakin ini adalah usaha liciknya untuk bisa mempertahankan Cakar Iblis!" pungkas Sang Kapten.


"Aku kira apa yang dikatakan oleh kapten Waringin Jati benar adanya!" kata pak Michael.


"Jika kita setuju dengan tantangan duel ini maka kita akan rugi besar! sia- sia perjuangan kita selama ini..


Bisa saja kita malayani duel ini, akan tetapi tidak ada yang perlu di pertaruhkan," kali ini Adnan menyampaikan pendapatnya !


"Dalam duel itu , tidak akan mempengaruhi apapun !" kata Adnan lagi!

__ADS_1


Setelah membicarakan tentang tantangan duel ini, kemudian disepakati oleh Tirta dan kawan-kawannya.


bahwa Tirta Jaya kusuma , Tan Siang Ki , Tan Siang Wi Sera Bayu dan Irman serta kyai Wonokerti akan menemani Tirta Jaya Kusuma memenuhi tantangan dari big Bos Cakar Iblis Manggolo Yudho.


Dan Adnan, Tomy, eyang Pandhu, Ki Wigati, Ki Sadewa, Mawar dan semua kekuatan akan di kerahkan dalam waktu yang bersamaan untuk menaklukkan markas utama mereka di Kemang, Jakarta Selatan!


***


Sementara itu di markas besar Cakar Iblis!


Ki Lodaya dan Ki Semut Ireng tampak sedang berbincang di ruang tengah markas besar itu.


Dalam sebuah percakapan Ki Lodaya berkata pada Big Bos Cakar Iblis Manggolo Yudho...


"Yudho, sebelum kita menghadapi musuh- musuhmu aku punya permintaan khusus padamu!" kata Ki Lodaya sambil tersenyum pada Manggolo Yudho sang adik seperguruannya ini.


"Permintaan apa itu kang Lodaya!? Uang ? emas ? berlian atau apa !?" tanya sang Big Bos..


"Bukan itu Yudho, uang yang kau berikan padaku sudah cukup buat modal aku kawin lagi !" kata Ki Lodaya sambil tersenyum ..


Kau kan tahu, sejak muda aku selalu suka wanita Cantik!" kata Ki Lodaya.


Sang big Bos Manggolo Yudho masih belum tahu akan arah pembicaraan dari kakak seperguruannya ini!


"Yudho, aku sangat tertarik pada asistenmu Jeni !" bisik Ki Lodaya sambil mengecilkan suaranya!.


"Deg... !" alangkah kagetnya sang Big Bos mendengar kata-kata dari Kakak seperguruannya ini.


"Aku belum pernah menjumpai wanita secantik Jeni, Yudho! Ijinkan asistenmu yang cantik itu menemaniku barang semalam!" Rajuk Ki Lodaya.


"Jika kamu ijinkan aku barang semalam saja tidur bersama asisten pribadi mu itu, aku janji semua perintahmu akan aku turuti Yudho !" rajuk Ki Lodaya!


Sebenarnya sang Big Bos sendiri tidak akan keberatan jika wanita lain yang di kehendaki olek Ki Lodaya ini..


Semua pengurus markas besar Cakar Iblis ini adalah para gadis muda yang cantik dan seksi!


Akan tetapi pandangan mata Ki Lodaya ini memang sungguh jeli ! Dia bisa membedakan berlian yang indah dengan matanya yang tajam itu.


Dalam hati Sang Big Bos memang keberatan jika Jeni yang cantik dan sexy itu di kehendaki Ki Lodaya, karena Si Jeni ini adalah asisten kesayangannya yang selama ini secara diam- diam selalu menemani dirinya sebagai pengganti istrinya yang sudah tiada!!


Ya , Jeni ini bukan sekedar asisten ! akan tetapi juga wanita simpanannya!


Permintaan dari Ki Lodaya tidak segera di jawab oleh sang Big Bos Manggolo Yudho..


"Kakang Lodaya, bagaimana kalau kamu pilih asisten ku yang lain saja? pilihlah berapapun yang kakang Lodaya kehendaki!?" tawar sang big Bos Cakar Iblis ini.


"Ugh, Yudhoo.... Yudhooo.... kamu tidak tahu aku saja.... Apa yang aku ingin kan ya itu.... tak mau lah di ganti yang lain...!" tolak Ki Lodaya...


"Baiklah , baiklah kang Lodaya...! tapi tidak ada pemaksaan ! Jika Jeni tidak mau maka kang Lodaya tidak boleh memaksanya!" kata sang Big Bos memberi syarat pada Ki Lodaya kakak seperguruannya ini.


Dia berharap Jeni akan menolak permintaan Ki Lodaya yang sudah tua bangkotan dan bau tanah ini..


"Hmm kang Lodaya ini benar benar rubah tua yang licik! " geram sang Big Bos dalam hati.

__ADS_1


"Tapi gimana lagi, aku benar benar sangat membutuhkan tenaga nya!" batin sang Big Bos Cakar Iblis ini.


__ADS_2