
Hari Minggu di rumah Dinda.
pagi ini dia sibuk mempersiapkan berbagai hidangan buat sahabat-sahabatnya yang akan berkunjung terutama Tirta.
Sebenarnya Hari ini adalah ulang tahunnya, jadi dia ingin merayakannya bersama sahabat-sahabatnya. Akan tetapi tanpa sepengetahuannya Mamanya juga mengundang kedua kakak perempuannya Maya dan Ratih.
Maya adalah kakak sulung dari Dinda. Sudah berkeluarga dan dikaruniai seorang anak perempuan mungil yang berusia tiga tahunan.
Maya bersuamikan seorang karyawan papanya, Frans namanya.
Seorang pria gagah dan tampan yang dulunya merupakan anak buah Pak Danu. Frans ini adalah seorang yang ambisius dan memang berusaha untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkanya dengan mendapatkan Maya.
Frans berasal dari keluarga kaya juga, akan tetapi jika dibandingkan dengan Pak Danu, kekayaannya ibarat langit dan bumi, sangat jauh! Dan sekarang Frans diberi kepercayaan bersama Maya memimpin perusahaan kontraktor milik pak Danu.
Pak Danu seorang pengusaha yang terbuka dan demokratis terhadap anak-anaknya. Ketika Frans berusaha mendekati Maya dan Kelihatannya Maya juga menerima, maka Pak Danu memberikan restunya. Apalagi Frans ini seorang karyawan yang Loyal dan ambisius yang di nilai Pak Danu sebagai hal yang baik bagi perusahaan.
Kakak kedua Maya adalah Ratih, terpaut Tiga tahun dengan sang kakak sulung Maya. Baru saja menikah dan membina rumah tangga dengan seorang Dokter muda dan sekarang bertempat tinggal di Kota Solo.
Suaminya bernama Dimas, Dokter muda lulusan universitas negeri di Kota Semarang ini.
Keluarga Dimas adalah keluarga dokter, Ayah dan Ibunya seorang Dokter. Ayahnya seorang Dokter Spesialis penyakit dalam di Kota Semarang dan cukup dikenal di Kota semarang sedangkan Ibunya seorang Dokter kandungan juga di Kota Semarang.
Dimas merupakan sulung dari dua bersaudara adiknya sepantaran dengan Dinda dan sedang menempuh pendidikan Kedokteran di tempat Dimas menempuh pendidikannya dulu.
Diantara ketiga anak perempuan pak Danu, Dinda adalah anak yang paling di sayang Papa dan Mamanya, juga yang paling cantik dan lembut dibandingkan Maya dan Ratih.
Siang itu baru saja Dinda selesai mempersiapkan decorasi dan hidangan di pinggir kolam renang rumahmya yang terletak di samping rumah , bersama para Asisten rumah tangganya, tiba-tiba seorang wanita muncul sambil menggendong anak perempuan mungil. Ya dia adalah Maya sang kakak sulung.
"Aduh Dinda, Kok kamu persiapkan sendiri acara ulang tahunnmu sih, kan bisa nyewa Event Organizer !" begitu muncul maya sudah mengkritik adiknya ini.
Usia Dinda dengan Maya terpaut hampir enam tahun. Sehingga kadang maya suka ceplas-ceplos dan main perintah pada Dinda, ini yang menyebabkan Dinda tidak begitu suka pada kakaknya ini.
"Ah tidak apa-apa kok kak, Dinda seneng aja nyiapin sendiri."
Si kecil segera diturunkan Mamanya dan belari mendekati Dinda yang segera memyambutnya dan di gendong nya.
Dicubitnya pipi chubby si kecil dan diciuminya kedua pipinya. Kelihatan sekali si kecil sangat senang dengan perlakuan tante nya ini.
__ADS_1
"Ih gely ahh, Tante teriak si kecil.
"Tante kangen kamu sih, sering-sering dong main ke rumah Eyang." kata Dinda pada ponakan kecilnya ini.
"Mami gak pelnah di lumah Tan," jawab si kecil polos dengan suara cadelnya.
"Ya kalo Mama Maya gak mau ke sini biar Om Andrew saja yang nganter gimana?" tiba-tiba terdengar suara seorang pemuda yang menyahuti pembicaraan Tante dan keponakannya tersebut.
Dinda segera menengok ke arah suara tersebut, terlihat seorang pemuda tampan, tinggi dengan pandangan agak nakal berjalan kearah Dinda dan si kecil Adel.
Ya, keponakan Dinda satu-satunya ini bernama Adelia.
Andrew adalah adik ipar maya. Dia adik kandung dari Frans suami Maya.
Karakter Adrew dan Frans hampir mirip, sama-sama ambisius, tinggi hati dan sombong. Juga menggunakan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.
"Selamat ulang tahun Dinda" ucap Andrew dibuat selembut dan semanis mungkin dengan sesungging senyum nya.
Dinda segera memalingkan muka, muak rasanya melihat wajah yang penuh kepura-puraan itu.
Dinda memang sudah mengenal Andrew sejak kakaknya, Maya menikah sekitar empat tahun lalu.
Tidak tau mengapa dia tidak suka pada muka Andrew, eneg rasanya melihat tingkah manis Andrew yang seakan-akan di buat-buat itu.
Dinda pura-pura tidak mendengarkan Andrew dan masih sibuk dengan Adel.
"Dinda jangan begitu dong sama Andrew, dia kesini memang kakak ajak kok." Maya membela Andrew.
"Soalnya Mas Frans lagi sibuk ngurusin proyek." Maya menerangkan alasan dirinya mengajak Andrew.
Memang selama ini Dinda tidak pernah menanggapi Andrew. Dia selalu juteg saja jika ketemu muka Andrew dan selalu mencari cara buat menghindar.
Seperti halnya kali ini, dia juga cuek aja ketemu Andrew, tidak dianggapnya sama sekali!
"Din, Andrew sudah mempersiapkan hadiah khusus buat kamu lho! iya kan Drew!" Maya masih berusaha membela adik iparnya ini, karena suaminya Frans ingin menjodohkan Andrew dengan Dinda.
"Iya kak ini aku bawa liontin berlian 24 karat buat Dinda," Andrew segera mengeluarkan sebuah kotak kayu yang kecil dan indah dari saku celananya.
__ADS_1
Kemudian dia mendekati Dinda sambil membuka kotak berlian tersebut.
Terpampang sebuah leontin berlian bergemerlap cahanya tertimpa sinar matahari pagi.
Dinda hanya melirik saja tanpa menanggapi uluran hadiah dari Andrew.
"Dinda,... di terima dong hadiah dari Andrew. Dia sudah susah payah lho membelikan hadiah buat kamu, lagian hadiah dari Andrew juga bukan murahan kok harganya sangat mahal lho." Maya berusaha ikut merayu Dinda.
"Ya sudah hadiah nya buat kak Maya saja!" jawab Dinda ketus.
"Jangan gitu dong Din, Andrew sudah berniat baik lho," kata Maya lagi.
"Ayolah Dinda terima hadiah ku ini ya!" bujuk Andrew lagi.
"Tidak!" jawab Dinda sekali lagi.
Akhirnya Andrew yang tidak bisa memaksa Dinda menerima hadiahnya segera memasukkan kotak berlian kecil ke kantong celananya kembali.
Wajahnya masam karena hadiah mahal yang dipersiapkan untuk Dinda di tolak mentah-mentah oleh gadis itu.
Beberapa saat kemudian datang pula kakak kedua Dinda, Ratih dan suaminya Dimas dan seorang pemuda lain yang berwajah mirip-mirip Dimas. Pemuda tersebut agak berisi berkulit putih dan berkacamata.
Walau berkacamata tetap tidak mengurangi daya tariknya sebagai pemuda yang berpendidikan.
"Halo adikku sayang , kakak datang nih!" seru Ratih begitu berjumpa dengan adik bungsunya ini.
Begitu tahu kakak keduanya datang, langsung saja Dinda menyambut sang kakak dengan pelukan hangat dan ciuman pipi kanan dan kiri.
"Wah adikku tambah cakep saja nih, sudah berapa cowok yang jatuh cinta padamu.." Ratna nyerocos saja begitu bertemu adik kesayangannya ini.
Ya antara Dinda dan Maya tidaklah terpaut banyak usianya, sehingga mereka begitu dekat di banding Dinda dengan kakak sulungnya Maya.
"Oh iya Din, nih kenalin adik Mas Dimas , Anggara!
Anggara segera mengulurkan tangannya,
"Anggara," Anggara menyebut namanya dan Dinda juga menyambutnya dengan hangat.
__ADS_1
Mereka kemudian sudah hangat berbincang-bincang.
Di sudut lain, tampak pancaran mata yang berkilat-kilat dari Andrew dia tampak cemburu marah dan benci melihat semua itu!