
Pada pertandingan berikutnya Intan ternyata yang naik arena pertandingan!
Dan lawannya adalah seorang pemuda yang mewakili sebuah padepokan silat dari Malang.
Intan dengan sigap dan lincah segera melompat ke atas panggung di iKuti oleh seorang pemuda yang menjadi lawannya.
Intan menyerang dengan cepat,, Tangannya yang kecil dan terlihat lemah berubah menjadi ribuan panah yang mengarah pemuda lawannya.
Intan dengan gerakan gerakan nya yang lincah dan cepat berusaha mengakhiri pertarungan dengan cepat. Intan ingin seperti Mahardika yang dapat menjatuhkan lawannya hanya dalam beberapa gebrakan saja!
Dia ingin seperti Mawar! yang hanya mengandalkan daya tariknya sudah membuat lawannya bertekuk lutut.
Tapi Intan salah besar !
Mahardika adalah seorang pemuda yang pilih tanding, ora mempan tapak palune pande (tidak mempan senjata tajam) Dia adalah juga pewaris ilmu-ilmu para leluhur! Dia masih keturunan dari Eyang Wasis Jayakusuma!
Sedangkan Mawar? dia adaah seorang Wanita matang yang bisa memanfaatkan kelebihan-kelebihan sebagai seorang wanita yang sudah berpengalaman dalam menghadapi para pria. Apalagi didukung oleh ilmu Gendam kantil.
Intan sudah mengerahkan segenap kecepatan dan kekuatannya, akan tetapi tidak tampak pemuda lawannya ini terdesak.
Intan benar-benar bertekad untuk segera bisa mengalahkan pemuda lawannya ini secepatnya.
Sudah beberapa saat lamanya meraka bertarung dalam keadaan berimbang.
Si pemuda lawan Intan pun sudah mati matian bertahan dari serangan-serangan cepat dari gadis cantik lawannya ini!
Dia sudah mengerahkan segenap kemampuannya untuk bertahan dari serangan serangan kilat yang datang bagai ombak laut selatan yang sedang marah !
Hingga ketika tubuh-tubuh menjadi basah oleh keringat dan nafas- nafas mulai memburu, Sebuah pukulan kilat yang dilambari tenaga batin tidak dapat di hindari secara sempurna oleh pemuda yang menjadi lawan Intan !
"Blank! " pukulan menghantam bahu si pemuda dan membuatnya limbung!
Dalam keadaan Limbung inilah sebuah tendangan menghantam perutnya dengan keras!
"Duakk,. !!" kaki kecil dan ramping dengan telak menghantam perut si pemuda dan membuatnya terpental jatuh dari atas arena.
Dengan susah payah akhirnya Intan berhasil mengalahkan pemuda lawannya ini.
__ADS_1
Selanjutnya pertandingan di teruskan dengan Ludiro yang berhadapan dengan lawan yang berasal dari sebuah padepokan silat dari Probolinggo!
Lawan dari Ludiro adalah seorang pria pendek dan kekar yang tampak nya sangat kuat, dengan otot otot besarnya.
Keduanya segera terlibat dalam pertarungan.
Akan tetapi walaupun mempunyai tubuh yang kekar dan otot otot yang menonjol, tampak nya pria ini bukan lah lawan yang kuat bagi Ludiro.
Dia sangat lamban bagi Ludiro!
Dalam waktu kurang dari setengah jam saja Ludiro sudah berhasil menghentikan perlawanan pria pendekar (pendek dan kekar) ini.
Berikutnya berturut turut berlangsung pertandingan yang cukup berimbang dan telah keluar sebagai pemenang tiga orang pemuda dari tiga padepokan yang berasal dari Gresik, Kediri dan kota Surabaya.
Demikianlah malam itu telah terselesaikan tujuh pertandingan dan akan di lanjutkan besok malam lagi.
Tersisa lima pertandingan di babak kedua ini.
Jadug, Sondong juga Roy dan juga Tirta Jayakusuma belum turun ke arena.
Setelah pertandingan pada malam hari itu usai, Tirta, Bayu dan Adnan segera menuju kawah gunung Ijen.
Malam inipun Mahardika dan anak buahnya tidak ikut ke kawah gunung Ijen.
Tenyata dua hari ini Mahardika selain mengunjungi tenda para pesilat Watu gunung, ternyata dia juga menggembleng anak buahnya dan juga anak murid perguruan Watu Gunung .
Dia sudah mulai cocok dengan segenap anggota Watu Gunung, dan benar- benar sudah dianggap sebagai orang sendiri oleh Ki Maruto pemimpin perguruan silat Watu Gunung.
Ketika Tirta , Bayu dan Adnan sampai di sebuah batu gunung besar , ternyata Kyai Wonokerti sudah sampai di tempat itu dan tampak duduk dengan santai di atas batu gunung itu.
Tirta, Bayu dan Adnan segera mengucap salam dan kemudian duduk santai di sekitar Kyai Wonokerti.
"Bagaimana pertandingannya Ngger ?" tanya Kyai Wonokerti membuka pembicaraan malam itu.
Bayu lah yang kali ini menceritakan sekilas tentang pertandingan tadi.
Dan yang mendapatkan porsi cerita yang agak lebih adalah bagaimana cara Mawar mengalahkan lawannya tanpa mengeluarkan tenaga!
__ADS_1
Sebenarnya Kyai Wonokerti juga sempat menyaksikan pertandingan tadi dari tempat yang gelap.
"Hmm, tampaknya Angger harus mewaspadai kemampuan dari orang-orang yang menyusup dengan mewakili perguruan-pergurusn silat yang sudah di taklukkan oleh mereka," kata Ki Wonokerti.
"Juga hati-hatilah pada Wanita yang bernama Mawar itu Ngger Tirta," lanjut kyai Wonokerti,
"Mawar ini tampaknya mempunyai Ilmu yang sangat berbahaya bagi Angger Tirta dan juga para pria pada umumnya," kata Kyai Wonokerti menasehati Tirta.
"Kelihatannya ilmu ini semacam ilmu Gendam Ngger, Ilmu yang bisa membuat lawan mengikuti apa yang di kehendaki oleh pemilik ajian ini.
Apalagi, Ilmu ini di kuasai oleh wanita seperti Mawar ini, yang tanpa ilmu inipun akan mampu membuat para laki-laki rela melakukan apapun untuk bisa mendapatkan nya," lanjut Kyai Wonokerti.
Tirta, Bayu dan Adnan mengangguk-angguk kan kepala tanda setuju dengan pernyataan Kyai Wonokerti ini.
"Dan Eyang juga tahu kalau Angger Tirta mempunyai hati yang baik dan halus, Angger pasti tidak akan sanggup menghadapi wanita yang demikian ini.. " Kyai Wonokerti berhenti sejenak untuk mengambil nafas,. kemudian melanjutkan kata-katanya;
"Untuk itu Ngger Tirta, ketika nanti Angger Tirta bertemu dan berhadapan dengan Mawar ini, tutuplah aliran darah Angger Tirta yang mengarah ke nafsu kelelakian Angger! jangan biarkan rasa tertarik dan rasa kasihan menguasai pikiran Angger Tirta. Walaupun hal itu sangat berat untuk dilakukan," kata Kyai Wonokerti
"Atau Angger bisa menutup mata Angger," lanjut Kyai Wonokerti.
"Gunakan mata batin Angger Tirta untuk menghadapi wanita seperti ini," kata Kyai Wonikerti.
Tampaknya Kyai Wonokerti kali ini memberikan wejangan yang serius Pada Tirta supaya tidak terjerumus ketika menghadapi Mawar.
Terimakasih atas nasihat dan Sarannya Kyai. Memang sebenarnya lah hati saya ini sangat lemah dan tidak tegaan dalam menghadapi lawan- lawan Kyai," kata Tirta.
"Itu adalah sifat yang baik Angger Tirta. Jika Angger tidak punya sifat welas asih seperti itu, maka dengan kemampuan yang di kuasai Angger Tirta pasti akan menyebabkan banjir darah di mana mana," kata Kyai Wonokerti .
Setelah memberikan wejangan yang panjang lebar, mereka kemudian menuju kawah Gunung Ijen untuk menyempurnakan aji Suryo Dahono tingkat kedua dari Tirta Jayakusuma dan memberikan dasar bagi penguasaan penguasaan aji Suryo Dahono pada Bayu dan Adnan.
Dan pada dini hari itu, dengan arahan arahan dari Kyai Wonokerti, Tirta Jayakusuma berhasil menguasai aji Suryo Dahono tingkat kedua.
Cahaya biru bisa di fokuskan pada cincin bermata biru di jari tangan kanan Tirta Jayakusuma.
Tirta Jayakusuma sudah mampu mengerahkan aji Suryo Dahono melalui media cincin bermata biru pemberian Ki Ranu.
Sinar yang keluar dari cincinnya mampu menembus bebatuan dan menghancurkannya menjadi butiran debu! sungguh sebuah kekuatan dari Aji Suryo Dahono yang sangat menakutkan.. Bahkan Kyai Wonokerti pun sampai terkejut melihat kekuatan yang barusan di kuasai oleh Tirta Jayakusuma.
__ADS_1