Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
ki Suromenggolo


__ADS_3

Belati Bayu adalah belati dari anak buahnya Leo, belati ini belati impor dengan bahan yang bagus dan sangat tajam.


Bayu bergerak efektif, seperti biasanya! dia bergerak lebih mengandalkan kecepatan tangan daripada kaki.


Belati Bayu lebih panjang, sehingga jangkauannya jelas lebih jauh daripada lawannya yang memegang sejenis senjata belati seperti karambit.


Adnan juga menghadapi lawan seperti halnya yang di hadapi Bayu! Belati seperti karambit!


Adnan bersenjatakan tongkat bajanya yang seperti antena tipi, bisa ditarik memanjang.


Jelas Adnan dengan leluasa melakukan serangannya! Segera saja sang lawan jatuh dalam keadaaan tertekan!


Akan tetapi untuk menaklukkannya pun bukan perkara yang mudah, karena lawan dengan senjatanya sudah sangat menyatu. Beberapa kali tongkat bajanya membentur senjata dari lawannya, sehingga menimbulkan percikan- percikan api!


Tongkat baja menyambar-nyambar mengurung sang lawan!


Di tempat lain Tirta mulai menghadapi orang yang tampaknya adalah pemimpin mereka bertiga. Serangan-serangannya yang dilambari tenaga batin bernar- benar luar biasa, pukulan seakan-akan menimbulkan tenaga tambahan yang membuat lawan tertekan oleh udara yang mendadak menjadi berat, seperti berat jenis udaranya menjadi semakin bertambah.


Tirta sejak awal merasakan bahwa lawan yang di hadapi kali ini mempunyai kemampuan mengerahkan tenaga wadag dan batin..


Akan tetapi bagi Tirta hal ini tidak mengganggu nya..


Dengan Lembu Sekilan efek tenaga batin lawan tidak berarti apa-apa.


Tapi yang sangat mengejutkan Tirta kali ini adalah ketika suatu saat dirinya berhasil memukul lawannya , lawannya sama sekali tidak merasakan efek pukulannya!


Pukulan Tirta yang menghantam dada orang tersebut tidak berdampak apapun!


Dia hanya surut beberapa langkah kebelakang, dan senyumnya terkembang di sudut bibirnya. yang hitam kayak pantat kuali!


***


Sehari sebelum Tirta ke persembunyian Hendra!


Ramon mendapatkan laporan dari mata-mata nya, kalau Leo sudah menyeberang ke kelompok Tirta.


Dan kemungkinan besar pasti dapat menemukan persembunyian Hendra dan Ramon.


"Leo sudah gila Bos, entah apa yang dipikirkannya? sekarang malahan dia bergabung bersama tiga pemuda gila itu!" Ramon melaporkan pada Hendra..


"Hmm Leo benar- benar pengkhianat! Kalo aku sudah menyelesaikan urusan dengan tiga anak muda gendeng ini, akan aku habisi Leo!" seru Hendra.


Sambil menggenggam tangannya kuat-kuat.

__ADS_1


Hendra sangat, sangat marah! tapi apa daya, dia sendiri sedang bersembunyi menghindari tiga pemuda gila yang memburunya!


Padahal hanya gara- gara dia ingin mendapatkan sang janda kembang, Latifah! urusan jadi berkembang seperti ini!


"Ramon! carilah orang- orang yang bener- bener hebat ! jangan yang tanggung-tanggung!"


Hendra sudah pusing dengan permainan kucing-kucingannya kali ini.


Kalo jadi kucing sih enak saja, tapi ini dia jadi tikusnya!


Ramon terdiam, tampaknya sedang memikirkan sesuatu.


"Oh ya bos, coba Bos menghubungi Mr Budiman, pemasok Narkoba kita! bilang saja kita menghadapi kesulitan dalam pemasaran, karena usaha kita di kacau kan oleh tiga orang pemuda yang punya kemampuan hebat!"


Hendra berdiam sesaat, tampaknya dia sedang memikirkan ide dari Ramon ini.


"Benar! benar katamu Mon," seru Hendra senang.


Sesaat kemudian Hendra langsung menghubungi Mr Budiman, seorang bandar narkoba kelas kakap yang berdomisili entah dimana, yang jelas jejaknya sangat sulit di tebak.


"Ada apa Hendra,?" terdengar suara yang berat di ponsel Hendra.


"Apa barang yang aku kirim sudah habis,?" kata Mr Budiman.


"Masih Bos!" jawab Hendra .


"Aku sedang ada masalah besar nih Bos!" Hendra langsung berbicara to the point pada Mr Budiman.


"Akhir-akhir ini usahaku kacau Bos! Aku tidak bisa memasarkan Narkoba dan usahaku yang lain macet total Bos!" kata Hendra.


"Usahaku di kacau kan oleh tiga orang pemuda, dan sampai sekarang aku masih di buru oleh tiga pemuda itu Bos!"


"Hanya tiga pemuda kamu sudah kebingungan kayak gitu!" jawab Mr Budiman.


"Tiga orang ini bukan pemuda biasa bos! anak buah ku sebagian besar telah tertangkap polisi akibat ulah tiga pemuda itu Bos!"


"Bahkan sudah aku kirim pembunuh bayaran juga tidak mampu menyelesaikan Tiga pemuda itu Bos!" lanjut Hendra.


Mr Budiman berdiam beberapa saat kemudian dia berkata:


"Baik Hendra akan aku akan kirim dua orang pengawal ku dan seorang guru besar sebuah perguruan bela diri untuk membantumu."


"Terimakasih Bos! jawab Hendra senang.

__ADS_1


"Guru besar ini sangat tangguh Ndra! dia sudah beberapa kali menyelesaikan beberapa persoalan ku! tapi biayanya tetap kamu yang nanggung Ndra! Tampaknya bantuan dari Mr Budiman pun tidak gratis!.


"Namanya Suromenggolo Ndra!


Besok orang-orang ini akan aku suruh menemuimu!"


"Baik Bos!" jawab Hendra bersemangat.


Demikianlah Hendra sangat gembira mendapatkan bantuan dari Mr Budiman, walaupun untuk itu dia harus mengeluarakan biaya beberapa milyar.


Dan ternyata Mr Budiman menepati janjinya.


Pagi- pagi orang-orang yang telah di sebutkan Mr Budiman sudah datang.


Dua orang pengawal pribadi Mr Budiman, bernama Melky dan Jonatan, serta seorang yang di katakan guru besar sebuah perguruan bela diri yang bernama ki Suromenggolo yang ternyata mengajak dua murid kepercayaannya! Jokosuro dan Ludiro.


Setelah berbasa-basi sejenak Hendra segera mengeluarkan Sebuah koper yang berisi uang tunai beberapa milyar dan di tunjukkan pada semua yang hadir disitu.


Suromenggolo dan dua muridnya serta Melky dan Jonatan.


Ternyata dua pengawal yang dikirim Mr Budiman adalah penembak-penebak jitu yang terbiasa membunuh lawan-lawan dari Mr Budiman tanpa berkedip.


Mereka sangat sadis dalam mengeksekusi lawan-lawannya, tanpa ampun!


Ludiro dan Jokosuro sangat terkejut melihat uang sebanyak itu mereka adalah pemuda-pemuda desa yang terbiasa bertani, tapi beberapa tahun yang lalu mereka dipertemukan dengan Ki Suromenggolo yang kemudian tertarik pada bakat mereka dalam ilmu beladiri dan mengajak mereka untuk bergabung dengan padepokan ki Suromenggolo.


Sebenarnya mereka tidak tahu kalau mereka akan di ajak oleh ki Suromenggolo untuk menghadapi Tirta Bayu dan Adnan.


Tahunya mereka di ajak menemui kawannya yang sedang membutuhkam bantuan!


Setelah melihat ini semua, Ludiro dan Jokosuro mempunyai pandangan yang agak berbeda dalam perjalanannya kali ini bersama ki Suromenggolo.


***


"Bagaimana anak muda, kaget dengan ilmuku??" seru ki Suromenggolo.


"ketahuilah anak muda, aku adalah ki Suromenggolo! pemimpin sebuah padepokan di lereng gunung Wilis. Ilmuku ini adalah ilmu kebal warisan leluhurku!" kata ki Suromenggolo, membanggakan ilmu kebalnya yang katanya warisan leluhurnya.


"Jadi anak muda, sebaiknya urungkan niatmu mencari Hendra dan menyerah saja!" lanjut ki Suromenggolo.


"Maaf tujuanku kesini hanya ingin menangkap Hendra ki!" Jadi sebelum bisa menangkapnya aku tidak akan berhenti!" balas Tirta.


Setelah percakapan tidak membawa hasil, ki Suromenggolo segara meraung keras dan menyerang lagi dengan mengandalkan tenaga wadag di lambari tenaga batinnya.

__ADS_1


Pertarungan antara dua orang dengan tenaga wadag dan batin berjalan lagi dengan kecepatan yang semakin bertambah, Bayu dan Adnan yang bertarung melawan Ludiro dan Jokosuro pun merasakan seperti ada aliran udara yang membuat sesak napas nya!


Getaran- getaran ilmu ki Suromenggolo benar-benar melingkari arena pertarungn antara Tirta dan ki Suromenggolo, dan efeknya masih bisa dirasa oleh Bayu, Adnan dan dua lawannya, yang sedang bertarung beberapa meter saja di dekat pertarungan antara Tirta dan ki Suromenggolo!


__ADS_2