
Sesampai di halaman rumah bang Leo yang di tempati oleh Nadia.
Berbagai tanaman bunga beraneka ragam dan juga tumbuhan hias tumbuh dengan suburnya dan terawat dengan baik.
Begitu mobil memasuki halaman rumah, Nadia segera berdiri memandang kedatangan sebuah mobil Rubicon..
Pagi itu Nadia memang sedang merawat tanamannya di halaman yang cukup luas ini.
Dan ketika dilihatnya siapa yang turun dari mobil tersebut, serta merta Nadia menyambut dengan ramah ..
"Nadine!!" seru Nadia seraya memeluk sahabatnya ini...
kemudian dia menyalami juga Sang Pemuda Tirta Jaya Kusuma..
"Tirta....! lama tak jumpa..!" sapa Nadia..
Tirta tersenyum, menyambut sapaan Nadia.
Nadia kemudian mengajak kedua sahabatnya ini masuk kedalam rumah...
Tirta tampak canggung memasuki rumah yang dulu pernah menjadi persinggahan nya bersama Bayu dan Adnan, juga bagaimana sikap Nadia pada dirinya sewaktu pertama kali mengunjungi rumah ini masih terekam jelas di otaknya.
"Ahh, tapi semua sudah berubah .. Nadia Sekarang menjadi gadis yang ramah ." batin sang Pemuda.
"Tumben kalian mampir!" kata Nadia.
"Ada apa gerangan ?" tanya Nadia.
"Aku pikir kalian sudah lupa.. sudah bahagia yaa.. Jadi lupa pada teman lama...!" kata Nadia.
"Ah, Nad,,. bukannya begitu ," bantah Nadine...
"Tak ada kebahagiaan...!" cetus Nadine....
"Yang ada adalah kesedihan Nadia.. aku telah di campakkan nih ,,," seru Nadine seraya melirikkan matanya kearah Tirta jaya Kusuma yang lebih banyak diam..
Tirta bingung harus bersikap bagaimana terhadap kedua gadis ini.
Dua gadis yang sama- sama cantik dan menaruh perhatian lebih padanya.
"Benar begitu Ta!? kamu dah mencampakkan Nadine?" tanya Nadia menyelidik .
"Mmh, bukan begitu Nadia..." sanggah Tirta..
"Ada masalah- masalah yang tidak perlu kita bahas disini kan! " Jawab Tirta.
"Ya , sudah aku tak akan ikut campur urusan kalian deh !" kata Nadia.
Beberapa saat kemudian mereka sudah tidak membahas hal itu lagi..
Pembicaraan kemudian mendapatkan topik yang lainnya.
Hingga akhirnya ketika hari bertambah siang...
"Nadia, ikut kami yuk?" ajak Nadine..
"Survey ke beberapa tempat Nad," kata Nadine.
"Kedepannya kamu harus ikut terjun ya ..
Kamu bisa nyumbang tenaga kamu kok,,bang Leo nantinya juga ikut dalam kegiatan ini lho ..." sambung Nadine.
Akhir nya dengan sedikit bujukan , Nadia berhasil di ajak menemani mensurvey bekas markas Cakar Iblis..
***
Beberapa hari berlalu dengan cepat...
Bang Leo dan Mawar sudah kembali ke kota Jakarta, karena di minta oleh Tirta Jaya Kusuma untuk ikut mengurusi pendirian perusahaan dan yayasan.
Mereka kemudian ikut membantu semua proses pendirian beberapa perusahaan yang akan segera berdiri..
Ternyata di dari arahan tim R & D disepakati mereka mendirikan sebuah Perseroan yang akan bergerak di beberapa bidang Usaha, seperti pendirian pusat perbelanjaan , resto, perusahaan jasa keamanan, juga usaha kontraktor dan property.
Juga dilakukan pendirian sebuah yayasan (organisasi Nir laba/non profit) yang bergerak di bidang penyaluran beasiswa dan pendidikan dan juga kesehatan bagi orang tidak mampu.
Setelah kedatangan bang Leo dan Mawar, Tirta yang sudah kangen berat dengan Iza dan para sahabatnya segera meminta ijin pada keluarga pak Michael dan juga bang Leo.
untuk sementara bang Leo dengan di bantu Nadine, Nadia dan juga anak anak buah bang Leo fokus dalam mengembangkan usaha yang baru berdiri.
Nadine kali ini sudah tidak bisa menahan kepergian Tirta Jaya Kusuma untuk kembali ke kota asalnya.
__ADS_1
Pagi itu Tirta sedang berdiri di koridor depan bandara Ahmad Yani Semarang.
Iza sudah berjanji pada Tirta untuk menjemput di bandara ini..
Ketika sedang mencari sosok Iza dengan mengarahkan pandangannya di antara orang orang yang sedang duduk duduk.
Tiba-tiba...
"Da,,, daaaa.....!" Iza begitu saja muncul di depannya dan langsung memberikan pelukan hangat dan kecupan di pipi sang Pemuda.
"Hai,,, anak mami... ! Ini tempat umum , jangan mesra-mesraan disini...nanti membuat semua orang kepingin!""
Tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita menegur..
"Eh.. Mama... !" Sambut Tirta jaya Kusuma begitu mengetahui suara wanita tersebut adalah mama Iza ..
"Huh,,, membuat mama pengin aja...!" gerutu sang mama.
"Mana sih papamu,. mama juga ingin meluk papa....!" seru sang mami seraya mencari-cari bayangan pak Fajrul suaminya..
" Ah,, mama,, sudah tua kita.. jangan seperti mereka... malu!
Apalagi sebentar lagi kan punya cucu...!" jawab pak Fajrul yang tiba-tiba saja sudah bergabung dengan mereka.
"Sudah ayo jalan !" seru mama Iza sambil menarik tangan calon menantunya ini..
Beberapa saat mereka telah berada dalam mobil,,,
"Kita ke resto kampung laut dulu ya mas Tirta," Kata pak Fajrul..
"Soalnya tadi Iza sudah nggriseni mas.. Iza sudah gak sabar ingin segera berangkat ke bandara saja..!" kata pak Fahrul
"Terserah Bapak saja , " jawab Tirta.
Restorant Kampung laut ini hanya berjarak sekitar kurang lebih satu kilometer dari arah Bandara Ahmad Yani.
Sebelum sampai bandara maupun ketika pulang dari bandara pasti melewati resto Kampung Laut ini yang memang sangat terkenal di kota Semarang.
Beberapa saat mereka menunggu pesanan yang datang, pak Fajrul menanyakan tentang perjalanan Tirta Jaya Kusuma ke Jakarta kali ini..
Sedangkan Iza masih sibuk melihat daftar menu , padahal tadi sudah memesan beberapa masakan.
Jika Tirta menceritakan pertarungan , maka pak Fajrul, Mama dan Iza tampak menahan nafas dan jika Tirta selesai menceritakan tentang kemenangan ? Maka tak segan Iza dan Mamanya bersorak kegirangan...
Sungguh keberadaan Tirta jaya Kusuma di keluarga ini adalah berkah yang sangat luar biasa bagi keluarga pak Fajrul..
Semakin tambah rasa sayang keluarga ini pada calon menantunya .
Belum usai Tirta Jaya Kusuma bercerita , pesanan mulai berdatangan ke meja mereka satu demi satu..
Kepiting sauce asam manis, gurame goreng telur asin, juga berbagi macam masakan seafood.
Hari itu Tirta sangat bahagia kembali berkumpul dengan orang- orang yang di cintainya.
"Ayo makan dulu,, hidangan sudah datang
mas Tirta jangan Di ajak ngomong terus,, hidangannya keburu dingin!" Kata mama Iza.
***
Beberapa bulan berlalu dengan cepatnya ..
Hari itu di kampus, Tirta datang bersama Bayu dan Adnan ..
Ternyata mereka sudah di tunggu kedatangannya oleh Tia dan Nani..
Hari ini mereka usai mengikuti perkuliahan pagi dan mereka sedang nongkrong di kantin sebelah.
Dalam kesempatan itu Bayu mengabarkan pada lawannya akan berita bahagia ...
Juragan Latifah telah hamil dan sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah ..
"Selamat ya, Bay ., spontan Tia langsung mengucapkan selamat. diikuti oleh Nani dan Dinda.
Tirta dan Adnan ternyata sudah di beri tahu oleh Bayu tadi malam di padepokan.
"Semoga kelak anakmu seperti mamanya ya Bay!" seloroh Tia .
"Hah memang kenapa kalau mirip aku?" protes Bayu.
"Coba bayangkan jika anakmu perempuan dan mirip kamu , apa gak kasihan tuh!.
__ADS_1
mana ada cewek sebesar kamu dengan kaki sebesar batang kelapa dan perut sebesar gentong!" jawab Nani..
Bayu tampak garuk-garuk kepalanya yang tak gatal..
"Bener juga kata kalian,,, apa jadinya kalau anakku nantinya perempuan dan mirip aku?!
Bayu tampaknya kuatir juga...
"Sudah gak papa Bay, paling juga Nanti juga mirip Tia.." kali ini Adnan yang menggoda..
"Eh, eh kok jadi mirip aku?" protes Tia..
"He, he, he gak papa deh mirip Tia,,, walaupun subur tapi cantik kok !" kali ini Bayu tampak lega.
Hari itu mereka tampak ceria dan gembira , ada ada saja yang mereka perbincangkan di hari itu..
Dan tanpa terasa hari semakin siang dan mereka bersiap untuk mengikuti mata kuliah berikutnya yang ternyata akan di ampu oleh Bu Devania..
"Bu devania makin cantik saja akhir-akhir ini ya Ta, apa mungkin Bu Devania sudah mendapatkan pacar baru ya.. ! " bisik Adnan..
"Mungkin juga Ad..!" jawab Tirta..
"Ya, semoga Bu Deva mendapatkan pria yang baik ," lanjut Tirta...
Pembicaraan keduanya terhenti ketika Bu Devania mulai membuka perkuliahan disiang itu.
Dan ketika usai kuliah, segenap mahasiswa di kelas itu tetap berada di kelas untuk membahas acara KKL atau kuliah kerja lapangan..
Bu Devania tenyata adalah Dosen wali di kelas tersebut.
Dan Adnan adalah ketua kelas di kelas tersebut.
Adnan segera membuka rapat di kelas tersebut..
"Ayo usulan KKL kemana nih Kawan kawan!" seru Adnan..
"Ke Jepang aja gimana!?" seru seorang mahasiswa entah bercanda entah serius!
"Huuu !" terdegar sorakan dari segenap mahasiswa..
"Ke Raja Ampat !?" seru yang lain..
"Ke Bali...!" seru seorang mahasiswi yang duduk di depan .
" ke Lombok ,, kelombok saja!" Usul mahasiswa yang lain lagi..
Adnan segera menulis beberapa usulan tersebut di papan tulis.
Setelah diadakan voting , tenyata sebagian besar mahasiswa menghendaki KKL akan di adakan sekitar dua bulan lagi dengan tujuan Bali-Lombok.
Dan Tirta terpilih menjadi ketua panitia dalam acara KKL tersebut dan tentu saja di bantu oleh dua sahabat karibnya .
***
Suatu hari ketika Tirta sedang berjalan sendirian dan menuju ke tempat parkir motor ternyata di motor jaapstyle nya telah duduk diatas jog motornya. seorang gadis dengan rambut panjang tergerai .
Tirta tidak dapat melihat gadis itu, karena sang gadis menghadap kearah jalan raya , dan membelakangi Tirta..
Dari bentuk tubuh gadis tersebut Tirta sudah yakin bahwa gadis itu adalah Dinda.
"Duh tampaknya akan ada masalah nih!" batin Tirta..
Setelah dekat , Tirta kemudian menyapa Dinda...
"Maaf Din , ada apa ya? kok sampai nungguin di sini,, Kenapa gak bilang tadi di kelas saja?" tanya Tirta setelah berada di sebelah Dinda.
"Aku hanya pingin pulang bareng kamu aja kok Ta! jawab Dinda lembut .
"Dah lama kita enggak bersama , sepertinya kamu menjauh dariku," kata Dinda.
"Maaf Dinda , tapi aku sudah bukan seperti yang dulu lagi!"
"Memang aku sudah berubah Din! maafkan aku!" kata Tirta pelan..
"Aku sudah tunangan dengan Iza Din! " terang Tirta.
"Kamu sudah tau statusku kan! !" kata Tirta lagi.
resto kampung laut di kota Semarang.
__ADS_1