Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
kegilaan seorang Bayu


__ADS_3

semua terkejut, semua tak menduga, Bayu menyanggupi untuk mencuci mobil Ferrari merah milik Denis.


Nadine juga terkejut, apakah penilaian nya salah pada tiga pemuda kampung ini?"


Tirta dan Adnan paham dengan karakter Bayu. pasti ada rencana tersembunyi dari Bayu yang belum di bicarakan pada Tirta dan Adnan.


"Baik Bos Denis, satu juta per orang ya,,"kata Bayu menegaskan omongan dari Denis.


"Berarti kami tiga orang jadi tiga juta ya bos." kata Bayu sambil tersenyum simpul..


"Ayo ta Adnan ada bos royal nih, lumayan buat hidup sebulan!" kata Bayu lagi..


"Siap Bay!" seru Adnan .


Bayu segera mengambil selang yang ada di dekat situ yang biasa di pergunakan Nadia untuk menyiram tanaman hiasnya.


"Kamu yang pegang selang Ta, biar aku yang mencuci !


Ad kamu ambil sabun di belakang.."


Sesat kemudian proses mencuci di lakukan.


Di dalam Rian berkata pada Nadia.


"Tuh lihat para pemuda kampung itu, mereka sangat senang dapat uang satu juta per orang... "


Denis masih duduk di dekat Nadia mengawasi tiga pemuda itu yang sudah mulai mencuci mobilnya..


Tapi alangkah terkejutnya Denis dengan cara Bayu memcuci mobilnya..


Bayu yang tadinya mencuci dengan cara biasa saja. Dengan menyabun bodi mobil dan selanjutnya di bilas pelan pelan, tapi tiba-tiba..


Bayu sudah menaiki atap mobil yang tidak terlalu tinggi tersebut dan mencuci sambil berjongkok di atap mobil Ferrari merahnya Denis.


Denis sangat kaget di buatnya dan berteriak-teriak;


"Hei Bay jangan kamu naik kesitu! turun !" Denis mulai panik dia berlari kearah mobil yang sedang di cuci.


Tirta dan Adnan yang melihat Bayu bertingkah seperti ini akhirnya juga paham, inilah yang di rencanakan oleh Bayu.


"Hei anak gilaaa! turun dari mobilku!"


Denis mulai marah dan Bingung,


Dia meraih kaki Bayu yang masih asik memcuci di atas mobil Ferrari itu.


Tapi sia- sia, tubuh besar Bayu tidak bergeming sedikitpun.


"Katanya kamu mau kami mencuci mobil mu!? ya... beginilah kalo aku mencuci mobil di kampungku!" jawab Bayu cuek..


Tapi memang yang di katakan Bayu benar juga sih, di kampungnya yang di cuci truck dan mencucinya di pinggir sungai!

__ADS_1


Bahkan kemudian Bayu lebih gila lagi dengan melompat dari atap mobil ke kab mesin Ferarri itu. Seperti melompat gaya katak!


"Bruk suara kap mesin Ferrari terinjak keras oleh kedua kaki Bayu?"


Akibatnya sungguh membuat Denis semakin marah dan mencak-mencak, karena kab mesin penyok tertimpa kaki besarnya Bayu .


"Gilaaa,, anak gilaaa!!!" seru Denis histeris..


"Kalian harus mengganti kerusakan!! kalian akan menyesali perbuatan kalian!" teriak Denis.


Bayu yang sudah puas segera melompat turun.


"Sudah Bos Denis! sudah selesai nyucinya," kata Bayu sambil memasang wajah tanpa dosa!


Denis mengitari mobilnya sambil menarik-narik rambutnya seperti orang gila saja..


Apalagi ketika di sisi yang lain dari mobilnya, tepatnya pintu sebelah kanan terlihat baretan yang cukup banyak menghiasi pintu nya . ya tadi Bayu menggunakam sikat dari kawat! yang dia lihat ada di halaman itu.


Hal ini semakin membuat Denis kayak orang gila!


"Gilaaaa kamu gilaaa Bayu,,!" seru nya berulang-ulang!


Melihat kejadian yang menimpa sahabat nya, Rian segera keluar dari ruang tamu di ikuti Nadia, Lola dan Angel.


Mata Rian melotot tidak percaya dengan apa yang di lihatnya,,


Mobil sebagus ini, bisa bisanya di buat mainan sama pemuda-pemuda kampungan ini..


Mobil ini harganya puluhan Milyar tahu.. kalian kerja seumur hidup kalian juga tidak akan mampu membelinya..!" teriak Rian ikutan kalap!


Nadia sebagai tuan rumah jadi pusing juga, tidak disangkanya temen- temen kakaknya ini pemuda-pemuda gila yang seenaknya saja tanpa melihat siapa yang di hadapi nya.


Nadia segera menghubungi Leo kakaknya melaporkan kejadian ini .


Tapi jawaban kakaknya malah membuatnya pusing setengah mati.


"Nadia adikku, kamu sudah dewasa, selesaikanlah urusanmu sendiri, tentang kawan kawan kakakmu itu, mereka bukanlah pemuda pemuda biasa, mereka pasti sudah di provikasi jadi biar kanlah mereka menyelesaikannya sendiri masalah mereka!"


"Lagian ngapain teman-temanmu main kerumah? pasti kamu yang ngajak ya,,!" tebak Leo.


Demikian jawaban kakaknya Nadia, Leo!


Parah gak kayak gitu!


Tujuan Nadia lapor ke Leo ya supaya pemuda-pemuda kampungan ini di usir dari rumahnya bukannya malah membiarkanya menyelesaikan sendiri.


"Huh dasar Abang Leo! adiknya dalam kesulitan malah belain orang lain." sungutnya.


Nadia tahu, kawan-kawan Abangnya seperti apa! orang orang berandal liar!


Leo pun juga paham seperti apa sikap dan karekter tiga pemuda ini, pemuda yang baik yang sudah bisa menyentuh hatinya untuk merubah jalan hidup Leo!.

__ADS_1


"Awas ya! kalian harus membayar mahal kelakuan kalian ini ancam!" Deniss.


Denis segera mengajak Rian untuk cabut dari rumah Nadia, di ingin segera menyuruh orang- orangnya untuk memberi pelajaran pada tiga pemuda kampung yang telah mempermalukan nya di depan Nadine dan teman- teman ceweknya.


Setelah kepergian Rian dan Denis.


Nadia segera meledak kemarahannya pada Tirta, Bayu dan Adnan.


"Kalian ini benar -benar kampungan! sudah numpang hidup di sini malah membuat rusuh"


"Kalau bukan karena Abang yang menitipkan kalian di sini sudah aku usir kalian!" teriak Nadia.


"Sudah- sudah Nadia, jangan marah-marah begitu dong! lagian bukan seratus persen kesalahan mereka Kan! bujuk Nadine.


Kali ini dalam hati Nadine kagum dan makin respect pada Tirta, Bayu dan Adnan.


Ternyata pemuda-pemuda ini punya harga diri dan nyali yang besar.


Setelah di bujuk oleh Nadine dan Angel, akhirnya kemarahan Nadia sedikit berkurang.


Untuk menghindari kemarahan yang bisa sewaktu-waktu muncul Nadine segera mengajak Nadia masuk ke rumah kembali dan menghiburnya.


Nadine, Angel dan Lola meninggalkan rumah itu ketika hari sudah sore.


Nadine sempat meminta no WhatsApp pada Tirta Bayu dan Adnan, dan berpesan.


Kalau ada apa-apa dengan mereka akibat pembalasan dari Denis, atau kesulitan lainnya mereka bisa menghubungi Nadine.


Tirta Bayu dan Adnan mengangguk dan mengucapkan terima kasihnya pada gadis indo yang cantik dan sexy ini.


Sore berganti petang, ketika Leo mengabarkan kalau tempat persembunyian kelompok Hendra di Jakarta ini sudah ketemu.


Dan nanti malam Leo akan menjemput mereka di rumah itu pada pukul sembilan malam.


Sore sampai malam, Nadia kelihatannya masih marah dan tidak mau berbicara dengan Tirta, Bayu dan Adnan.


Baru ketika Leo berkunjung, Nadia keluar kamarnya dan memeluk kakanya dengan manja.


Nadia segera mengadu tentang kejadian tadi siang..


Seperti tadi Leo pun menanggapi dengan santai malahan dia membela Tirta Bayu dan Adnan.


"Mereka pemuda pemuda yang sangat baik adikku, mencari pemuda seperti mereka sangat sulit, ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami!" kata Leo.


Tirta adalah pemuda sederhana jujur dan pembela kebenaran sedang Bayu seorang yang apa adanya dan lurus demikian pun Adan. Coba perhatikan dan amati dengan adil jangan menjudge dulu, kamu pasti akan menemukan banyak kebaikan di diri mereka.


"Abang membawa mereka tinggal disini juga agar kamu tahu bahwa masih ada pemuda baik yang bisa menjadi teman - teman kamu adikku!"


"Dan Abang berharap kamu bisa berteman dengan mereka."


"Tadinya Abangmu juga menganggap harta adalah segalanya, jadi Abang seneng seneng saja melihat kamu bergaul dengan anak orang- orang kaya, makanya aku kuliahkan kamu di Universitas**** dengan harapan kelak kamu mendapatkan jodoh orang kaya dan membuat hudupmu bahagia." Kali ini Leo menasihati adiknya panjang lebar.

__ADS_1


"Tapi pandangan Abangmu ini sekarang berubah setelah Abangmu ini bertemu dengan Tirta, Bayu dan Adnan!" lanjut Leo dengan nasehatnya.


__ADS_2