Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
ketegangan


__ADS_3

Ternyata pak Michael yang langsung berseru pada Herman sang pemimpin penjagaan di rumah itu!


"Dia putriku Herman!", kata pak Michael.


Herman ini merupakan pimpinan dari sekelompok bodyguard perlente ini, dipinggangnya terselip sepucuk pistol revolver warna hitam !


Mereka mereka baru kali ini bertugas di rumah pak Michael, jadi mereka belum mengenal keluarganya pak Michael.


Nadine sendiri mempunyai dua orang adik laki- laki yang masih duduk di bangku SMA, Tomy dan Joey.


Tomy duduk di kelas tiga SMA dan Joey duduk di bangku kelas dua SMA juga.


Kedua- duanya, seperti halnya Nadine. Bertubuh tinggi besar dan wajah tampan seperti orang eropa umumnya, akan tetapi Tomy lebih mirip orang indonesia pada umumnya walaupun bertubuh bongsor.


Nadine dengan mengajak Tirta Bayu dan Adnan memasuki ruangan dalam. Di sana sudah menunggu pak Michael, Mamanya Nadine dan kedua adik Nadine, Tomy dan Joey.


Ketika Nadine sudah berada tepat di depannya papanya,


Nadine segera memperkenalnan Tirta Bayu dan Adnan.


"Pa, ini teman-teman Nadine, Tirta, Bayu dan Adnan."


Pak Michael ini seorang tengah baya yang tinggi besar dengan rambut yang sudah banyak putihnya daripada hitam dengan bagian tengah kepala sudah tanpa rambut alias botak!


Perutnya sudah mulai menggelembung cukup besar, seperti Bayu.


"Kita sedang dalam ancaman kamu malah membawa temanmu Nadine!" tegur pak Michael kurang senang.


Walaupn berkata seperti itu tetap saja dia mempersilakan teman teman anak gadisnya untuk duduk.


Dipandanginya ketiga teman teman Nadine dengan seksama .


"Pemuda pemuda biasa!" batinnya.


"Darimana Nadine punya temen-temen lusuh begini! padahal kuliahnya kan di universitas paling elit di Jakarta yang notabene mahasiswanya dari kalangan anak anak orang kaya!" pikir pak Michael.


Nadine tampaknya memahami pikiran dari papanya kemudian berkata.


"Mereka adalah teman-teman baru Nadine Pa, mereka dari luar kota!"


"Mereka telah menyelamatkan Nadine dari rencana busuknya Denis!"


Nadine mulai bercerita di depan papa mama dan kedua adiknya.


"Denis! kenapa dengan Denis?" kali ini sang mama yang menyela cerita Nadine! karena mamanya Nadine lumayan kenal dengan Denis.

__ADS_1


Beberapa kali Denis ini berkunjung ke rumah ini, sukapnya ramah dan sopan terhadap mamanya nadine, apalagi dia juga berasal dari keluarga kaya raya di Jakarta ini.


"Denis telah berusaha menculikku dan memberiku obat perangsang padaku Ma!" lanjut Nadine!


"Apa!!! seru Mama Nadine sangat kaget mendengat keterangan putrinya ini.


"Kurang ajar!" seru pak Michael kaget serta merta memukulkan tangannya di pinggiran sofa tempatnya duduk.


"Dia sudah hampir berhasil dengan rencana busuknya , ketika Tirta datang menolong!" lanjut Nadine.


"Syukurlah!" seru pak Michael dan mama Nadine bersamaan.


"Tirta berhasil menghajar Denis dan Rian temannya, .!"


Nadine mengakhiri ceritanya di depan keluarganya..


Mamanya Nadine bersyukur putrinya ini bisa selamat dari perbuatan busuk Denis, tak disangkanya pemuda yang sering menyambangi Nadine ke rumah dan dianggap anak yang sopan dan baik oleh mamanya ternyata hanyalah pemuda begajulan saja!


Sekarang setelah mendengar cerita putri satu- satunya, pak Michael mulai berubah dalam menilai Tirta Bayu dan Adnan.


Dalam pandangannya semula mereka bertiga adalah pemuda pemuda kampung yang ingin mencari pekerjaan saja atau untuk kepentingan ekonomis lainnya.


Tapi sekarang, tampaknya pemuda pemuda ini adalaha anak anak muda yang tulus iklas membantu!


"Mereka kesini karena Nadine yang memintanya pa!"


"Mereka adalah pemuda pemuda baik yang tidak menginginkan apapun kecuali sekedar membantu keluarga kita saja!" Nadine mengakhiri keterangannya.


"Papa sudah menyewa Orang orang profesional untuk menjaga keluarga kita Nadine!" kata pak Michael.


"Yang terlihat di depan cuma sepuluh orang! tapi sebenarnya papa telah menyewa limapuluh orang untuk berjaga-jaga di rumah ini! yang lainnya memang berada di tempat yang tersembunyi."


"Semua anggota keluarga kita nantinya akan di kawal lima orang bodyguard."


"Jadi papa pikir kita akan aman dan tidak perlu merepotkan teman temanmu Nadine!". kata papa melanjutkan.


"Tapi pa, mereka hanya ingin mebantu saja, tidak mengharap yang lebih! jawab Nadine.


"Papa tidak ingin melibatkan orang lain dalam masalah ini Nadine, biarkan papa dan orang orang papa yang akan mengatasinya!"


Nadine akhirnya mengalah,


Baiklah pa, tapi biarkan Nadine dikawal oleh teman teman nadine ya pa..". pinta nadine pada papanya.


Akhirnya pak Michael menyetujui permintaan Nadine.

__ADS_1


Demikianlah diputuskan bahwa Nadine akan di kawal Tirta, Bayu dan Adan. Sedangkan Leo yang tadinya diminta untuk ikut membantu diminta Tirta untuk sementara hanya ikut mengawasi rumah pak Michael dari kejauhan saja.


Siang itu Pak Michael dengan pengawalan ketat pergi ke kantormya . Ada Dua mobil yang mengiringinya!


Pak Michael menaiki mobil di tengah, sebuah mobil Mercedez Benz seri s 680 terbaru yang anti peluru! di ikuti oleh land cruiser berisi para pengawalnya di depan dan belakang mercedez benz tersebut.


Demikianlah tiga hari berlalu tanpa ada kejadian yang berarti. Kelihatannya ancaman pembunuhan keluarga pak Michael hanya ancaman kosong belaka!.


Para pengawal menjadi lebih relaks dan lebih enjoy tidak seperti waktu pertama kali mereka bertugas.


Begitupun dengan pak Michael.


Tirta Bayu dan Adnan selama tiga hari ini lebih banyak berdiam diri saja di rumah sangat besar tersebut, mereka di tempatkan di sebuah kamar di luar rumah utama . ada beberapa rumah rumah kecil di kanan kiri rumah induk tempat para karyawan dan asisten rumah tangga.


Hubungan Tirta dan Nadine juga menjadi sangat erat. Hampir tiap saat Nadine mengunjungi mereka bertiga di kamarnya. Seringkali Bayu dan Adnan sengaja beralasan untuk meninggalkan mereka berdua, karena mereka merasa malu melihat kemesraan yang di tunjukkan Nadine pada Tirta!


Sebenarnya Tirta pun agak tidak enak hati pada Bayu dan Adnan, tapi dia tidak dapat mencegahnya.


Nadine sungguh gadis yang terbuka, apa yang disukainya di ungkapkan dengan terus terang. dan seakan akan hampir tidak ada pembatas antara dia dan Tirta.


Beberapa kali Nadine dengan sengaja menggoda Tirta dengan pakaian pakaian minimnya, sehingga Tirta harus malu malu mengalihkan pandangannya ketempat lain walaupun sudut matanya masih suka mencuri curi pandang.


Kalau sudah begini, Nadine akan semakin bersemangat menggoda Tirta, sang pemuda culun ini.


Malam ini adalah hari ketiga mereka berada di rumah Nadine.


Meraka bertiga sedang duduk-duduk santai di depan kamar mereka.


"Ta, aku jenuh hanya muter-muter di lingkungan rumah ini terus," Bayu membuka pembicaraan.


"Iya Ta, apa tidak sebaiknya kita mencari suasana baru saja.." Tambah Adnan.


"Sejak kemarin Nani sudah berharap kita bisa balik ke Semarang dulu!" lanjut Adnan.


Tirta berdiam sejenak dan kemudian berkata;


"Sebenarnya akupun sudah jenuh," jawab Tirta.


"Baiklah kita putuskan saja besok pagi kita pamit pada keluarga ini," kata Tirta.


Sejak kemarin pun Iza sudah beberpa kali minta dia untuk pulang dulu, tiket akan pesawat akan disiapakan Iza, tapi Tirta menyatakan akan pulang beberapa hari kedepan .


"Baiklah kita akan kembali ke Semarang besok pagi menggunakan pesawat saja biar cepat," kata Tirta lagi.


Malam itu hujan mengguyur kota Jakarta cukup deras, kilat dan petir menyambar- nyambar di kegelapan malam..

__ADS_1


Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam ketika telihat Lima mobil berhenti di depan pintu gerbang rumah mewah pak Michael.


Dalam keadaan hujan badai dan petir saling bersahutan terdengar suara keributan di pintu gerbang , beberap kali terdengar letusan senjata api yang membelah kegelapan malam.


__ADS_2