
Sehari sesudah peristiwa di hotel mewah itu, keluarga pak Michael pindah ke rumah baru di kawasan perumahan Elite di Depok, sangat mudah bagi pak Michael untuk membeli rumah mewah baru, karena harta berlimpah yang tidak akan habis digunakan untuk tujuh turunannya, kecuali di gunakan berjudi!
Pak Michael tidak ingin menempati rumah lama lagi karena trauma dengan kejadian sebelumnya!
Hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui letak rumah ini..
Tidak terlalu besar seperti rumah lamanya, akan tetapi itupun sudah sangat besar jika di huni beberapa puluh orang saja..
Dengan penjagaan yang super ketat. Gendon dipercaya menjadi kepala keamanannya serta dua orang anak buah Leo yang lain yang benama Ujang dan Encang.
Hari ini adalah hari kedua mereka ada di rumah pak Michael, Tomy dan Joey tampak nya juga mulai akrab dengan Tirta Bayu dan Adnan,,
Tomy ternyata mulai tertarik dengan olah kanuragan.. sehingga kali ini Tomy meminta Bayu Tirta dan Adnan untuk diajari ilmu beladiri.
Pagi ini , Tomy sudah bergabung denga Tirta bayu dan Adnan di kamar yang disediakan untuk mereka.
"Ayo dong Mas Tirta ajarin aku dong ," kata Tomy!
"Gak bebas kayaknya kalau kita belajar bela diri di sini Tom, kalau pengen mendalami ilmu bela diri, belajarlah serius jangan setengah setengah," kata Tirta.
"Benar Tom kamu bisa ke padepokan kami untuk memperdalamnya, tapi untuk dasar- dasar nya sih latihan disini juga tidak apa- apa!" kata Tirta.
"Aku dukung seribu persen kalau kamu belajar beladiri sama Mas Tirta Tom!" terdengar suara merdu yang menyahuti dari arah pintu yang terbuka.
Ternyata Nadine sudah nongol di pintu yang terbuka..
"Iya gak papa ajarin aku dasar dasarnya dulu dong Mas,,!" kata Tomy membujuk...
"Iya iya,,,,Mas tak mandi dulu biar seger," kata Tirta menyanggupi permintaan Tomi.
"Eh ta , jangan dulu ,,! kamu mau aku ajak ke acara aku nih," kata Nadine.
"Biar Tomy diajarin sama Bayu dan Adnan Dulu gimana?" kata Nadine..
Hari ini Nadine memang berencana mengajak Tirta untuk menemani Nadine, karena ada acara pemotretan untuk sebuah iklan produk ke cantikan di sebuah rumah produksi.. di Jakarta selatan..
"Eh mau mengajak kemana Nadine," kata Tirta.
"Temani aku dong Ta, aku ada pemotretan nih!" kata Nadine manja.
Bayu dan Adnan kemudian mengajak Tomy kehalaman rumah yang sangat luas tersebut , dan ternyata disana ada Gendon yang sedang memberikan pengarahan pada anak buahnya.
Dengan bersama Gendon dan anak buahnya, jadilah pagi itu Bayu, Adnan dan Tomy bersama-sama berlatih melemaskan otot.
Setelah mandi dan tubuh yang segara Tirta keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang melingkari pinggangnya saja.
Alangkah terkejutnya ketika dia keluar dari kamar mandi ternyata masih didapatinya Nadine yang duduk di pinggir pembaringan sambil menatapnya.
"Nadine!" kamu masih disini ?!" seru Tirta kaget.
"Iyalah !" jawab Nadine cuek.
Dengan langkah pelan Nadine segera mendekati sang pemuda, reflek Tirta bergerak surut..
Hatinya mengatakan pasti Nadine akan melakukan gerakan yang aneh- aneh..
Tirta yang sudah menduganya pun tidak berani terlalu menghindar, karena pasti akan menyakiti hati dan perasaan Nadine.
Dan benar saja, dengan senyum menggoda Nadine berjalan mendekati sang pemuda yang terpaku di tempatnya.
Dengan gerakan lembut Nadine meraih pinggang Tirta dan sesaat kemudian bibir Nadine yang lembut dan merona sudah ******* habis bibir Tirta ..
"Huft mmh," Tirta gelagapan.
__ADS_1
Bau badan seorang pemuda yang barusan mandi membuat gairah Nadiene meluap-luap..
Tanpa disadari mereka sudah berpindah ke pembaringan dengan inisiatif Nadine.
Handuk yang melilit pinggang sang pemuda pun sudah terlepas dari tadi..
Ciuman pelan berubah menjadi ganas, tangan keduanya saling menyentuh dan meraba dan memilin.
Tanpa di sadari baju bagian atas Nadine sudah terlepas bersama bra yang mungkin berukuran lumayan gede.
Terlihat dua buah gundukan salju yang belum pernah terjamah manusia.. menyembul dari bra yang terbuka.
Terasa oleh Tirta, miliknya yang paling berharaga pun sudah mulai memberontak dengan keras!.
Tiba-tiba sepercik kesadaran Tirta melintas di otaknya, tangan yang sedang menjamah bukit salju nan lembut dan kenyal segera di lepasnya, dia segera berlari kekamar mandi dan mengguyur kepalanya yang terasa panas dengan air dingin.
Nadine terdiam di pembaringan, gelombang panas di dadanya masih belum mereda, nafasnya masih memburu dan berombak.
Setelah perasannya menjadi tenang kembali dia segera merapikan bajunya dan berkata pada Tirta;
"Aku tunggu di depan ya Ta, di garasi mobil!" seru Nadine.
"Iya nanti aku menyusul kesana?"
Seru Tirta dari dalam kamar mandi.
Kali ini dia memang agak berlama-lama berada si kamar mandi untuk meredakan gejolak gejolak kemudaannya yang hampir- hampir tidak dapat di di kuasainya.
Dengan berdua saja kemudian mereka menyusuri jalan- jalan di kota Jakarta yang sangat padat pada siang itu..
Berdua mereka lebih banyak diam, karena masih canggung dengan peristiwa barusan, terutama Tirta.
Sesampai di lokasi
"Nadine kamu beberapa hari ini tidak kelihatan, kamu sudah di cari-cari pihak agensi terus lho!" kata Angel seorang model teman Nadine yang berpakaian sexy dengan celana pendek yang membentuk pantat sexy dan lingerie tipis yang memperlihatkan bra warna merah muda yang di kenakannya.
"Iya Din pak Hengky nyariin kamu
terus ," kata Sely, seorang model lainnya yang berpakaian serba minim! rok minim, dan baju minim, mungkin baru bokek belum bayaran, sehingga gak kuat beli pakaian yang banyak kainnya.
Nadine hanya tersenyum saja menghadapai berbagai pertanyaan dari kawan-kawannya sesama model..
"Din, siapa cowok ganteng ini din tanya Sely yang berputaran di depan Tirta sambil memandangi sang pemuda dari atas rambut sampai ujung kaki.
"Cowok aku!" jawab Nadine singkat .
"Terus Denise kemana Nadine?" tanya Sely lagi.
Nadine memang sengaja tidak terlalu banyak omong pada dua kawannya ini , karena keduanya adalah model- model panas yang mempunyai pergaulan bebas yang selalu saja menyasar cowok cowok ganteng dan juga om- om berkantong tebal, yang kemungkinan juga menerime side job!..
"Denise kan bukan apa apaku! buat kamu aja deh," jawab nadine yang segera melangkah masuk menuju ruang pemotretan sambil menarik Tirta untuk mengikutinya.
"Ayo Ta, masuk ajak Nadine.
Hari ini memang Tirta sengaja di ajak ke salon dulu oleh Nadine . Tadinya Tirta tidak mau, akan tetapi begitu rayuan maut Nadine keluar, Tirta tak mampu menolaknya . Cara mudah menaklukkan Tirta versi Nadine adalah dengan godaan godaan yang membuat Tirta salah tingah dan malu, seperti memeluk manja dari belakang, menciumnya ketika Tirta tidak siap atau bahkan membisikkan kata kata romantis.. Habis lah kalau Tirta sudah di perlakukan demikian.
Siapa sih cowok perjaka tulen yang sanggup menghadapi godaan makhkuk secantik Nadine!
Kecuali perjaka gadungan!
Penampilan Tirta kali ini memang keren,, dengan wajah cool nya, rambut agak panjang dan berpakaian casual, dia benar
benar bermetamorfosis jadi cowok ganteng idaman para gadis!
__ADS_1
Makanya begitu dilihat sama Angel dan Sely, langsung deh dua model ini penasaran sama cowok yang di bawa Nadine kali Ini.
Nadine menjadi model bukanlah karena materi , tapi karena Nadine memang hobi berpose di depan kamera.
Begitu masuk Nadine yang memang sudah di tunggu sang fotografer segera menyuruh Nadine untuk mempersiapkan diri.
pakaian dan perlengkapan sudah dipersiapkan. Dari penata rias, penata rambut, mikeup dan lainnya, komplit plit.
Ketika sedang sibuk pemotretan mendadak beberapa pria kekar memasuki ruangan pemotretan,,!
Para crew kaget ketika lima orang berbadan kekar memasuki ruangan pemotretan,
"Heh ini ruangan kusus, tidak boleh ada orang lain masuk yanpa seijin kami,!" seru seorang crew..
Siapa yang menyuruh kami harus minta ijin dulu!" seru seorang pria berbadan kekar dengan kaus ketat dan menonjolkam otot otot lengan dan otot dadanya yang besar..!
Dengan otot dada yang tampak bisa bergerak- gerak sendiri..
Pria kekar tersebut segera mendekati crew tersebut dan mengangkat kerah baju sang crew dengan satu tangannya yang besar .
"Sekarang siapa yang berani melarang kami masuk heh?"
"I,, iiya bang," kata sang crew ketakutan.
Kemudian sang crew dilepaskan dan dilemparkan dengan keras.
"Kami mencari Nadine !" seru pria tersebut.
Nadine yang namanya di sebut sebut segera keluar dari tirai kain dan keluar .
"Ada apa mencari aku !" serunya..
"Kami di suruh memjemputmu!" kata pria tersebut.
Siapa yang menyuruh kamu menjemlutku?" lanjut Nadine.
"Tidak ada yang akan menjemputku! karena aku kesini tidak minta di jemput siapapun!" seru Nadine lagi
"Nanti kamu juga tau sendiri ,, jawab pria kekar tersebut.
"Tidak !" jawab Nadine tegas.
Pria kekar tersebut tampaknya mulai jengkel dan berniat menarik Nadine dengan paksa.
Tirta yang dari tadi hanya diam segera melangkah mendekati Nadine.
ketika pria kekar tersebut mulai melakukan pemaksan segera Tirta mehalangi tindakan pria kekar tersebut dengan berdiri di hadapan Nadine.
"Siapa yang menyuruh kalian?" kata Tirta lembut.
Tapi bukan jawaban yang di terima Tirta tapi sebuah gerakan menyibak dengan kasarnya
Tangan yang besar dan terlihat kuat dengan otot lengan sebesar tiang listrik menyibak dengan keras dan kuat.
"Minggir!" seru pria kekar tersebut..
Akan tetapi....
Tangan yang sebesar tiang listrik tersebut tidak mampu menggeser pemuda kerempeng di depannya..
Dia segera mengulanginya lagi, tapi hasil nya tetap sama, pemuda kerempeng di depannya ini tetap tak bergeming...
Wajah pria ini merah padam seperti sauce tomat, karena wajahnya yang memang putih, kelihatan sekali tidak pernah terkena sinar matahari. karena dia setiap hari berlatih di pusat kebugaran yamg mewah dan ber AC.
__ADS_1
Berbeda dengan Tirta, walaupun aslinya tubuhnya juga putih, tapi karena sering berlatih olah kanuragan dan sering berada si ruang terbuka membuat kulitnya terbakar sinar matahari menjadi agak coklat, tapi tetap terlihat sehat dan sangat kencang..