
Setelah menceritakan tentang kisah nya dengan Diky, tampak Bu Devania kembali bersedih hati..
Bagaimanapun hubungan nya dengan Diky sudah berlangsung beberapa tahun dan sudah merencanakan untuk menikah.
"Begitulah kisahku Tirta, Adnan , Dinda.."
"Akhirnya kalian yang menjadi saksi akhir hubunganku dengan Diky!" kata Bu Devania menutup kisah cintanya yang gagal total alias Gatot!
Beberapa saat mereka berdiam setelah mendengar akhir mengenaskan dari cerita Bu dosen cantik ini.
"Mm,, semoga mbak Deva segera mendapat pasangan yang lebih baik lagi! kata Dinda .
"Iya mbak,, pasti banyak kok laki baik ? apalagi mbak cantik banget !
Iya kan Ta?" kata Dinda..
"Ah, masih cantikan kamu kok Din,!" balas Bu Deva .
"Iya kok mbak Deva!" sahut Tirta sambil melahap nasi goreng nya..
Mendengar ini wajah Bu Deva tampak tersanjung dan malu.
Begitulah Tirta, Bayu dan Dinda menemani Bu Deva hingga malam.
Setelah dirasa cukup akhirnya Tirta Adnan dan Dinda mohon pamit pada sang dosen cantik dan pulang naik taksi online!
***
Sementara itu di salah satu sudut kota Semarang.
Tepat nya di suatu daerah di Semarang barat.
Di sebuah rumah yang cukup besar dengan pagar yang tinggi dan tertutup rapat.
Tampak seorang pria berusia antara tiga puluh sampai awal empat puluhan sedang berdiri di depan sekitar dua puluh orang pria yang rata- rata berwajah seram dan garang.!
Di ruangan itu hanya ada beberapa sofa saja, sehingga banyak diantaranya yang berdiri atau bersandar di sofa.
"Aku sudah pernah memperingatkan kalian!! Jika ketemu dengan tiga orang pemuda yang punya ciri-ciri , yang salah satunya tinggi besar dan gendut, dan punya ilmu kanuragan tinggi, kalian harus sebisa mungkin menghindari nya,! " Pria ini tampak mulai membuka pembicaraan!
Suaranya yang berat tampak menakutkan bagi siapapun yang mendengarnya.
kemudian pria ini melanjutkan kata-katanya.
"Karena pemuda- pemuda ini bukan lah lawan yang bisa kalian hadapi! Mereka bukan lawan empuk! salah-salah kalian lah yang justru ditangkapnya!" kata pria ini.
"Dan jika sudah demikian , maka kalian akan menerima akibatnya!"
Seru pria itu lagi.
"Dan tahukah kalian ? tadi sore Johan dan dua orang nya telah melanggar peringatanku!
Mereka sudah berhadapan dengan tiga pemuda ini!
Dan mereka mencoba coba berhadapan dengan tiga pemuda itu!
__ADS_1
Dan apa akibat nya?" dia berhenti sejenak. kemudian dia melanjutkan lagi,
"Johan sudah di tangkap oleh mereka !
Kita harus segera pindah dari markas kita ini!" seru pria ini.
"Aku akan segera memberitahukan kalian kalau aku sudah dapat markas baru!
Dan satu peringatanku! untuk sementara jangan membuat gerakan yang mencurigakan! Hindari bentrokan dengan tiga pemuda ini,,!"
Begitulah, beberapa saat kemudian sebagian dari orang orang itu segera pergi! sedangkan sebagian lagi mempersiapkan kepindahan markas mereka denan terburu buru.
***
Malam itu Leo dengan di temani oleh Mawar sedang menginterogasi tiga pria ini di sebuah lokasi padepokan,
Dengan mata ditutup kain hitam pekat mereka di giring ke sebuah Gandok .
Dengan keberadaan Mawar, ternyata sangat mudah untuk membuat tiga pria itu menceritakan semua yang mereka ketahui tentang organisasi ini.. Walaupun pengetahuan mereka hanya kulit luarnya saja tentang organisasi ini, akan tetapi ini jauh lebih baik dari pada tidak mendapatkan info sama sekali!
Ternyata berdasarkan keterangan si Johan yang tanpa sadar terkena jerat Gendam Kantil nya Mawar,
Organisasi mereka ini bernama "Cakar Iblis!" dengan ciri Senjata yang di gunakan adalah sebuah cakar besi.
Pusat organisasi mereka ini berada di Jakarta! Sedang kan Johan ini hanyalah pimpinan regu yang beranggotakan lima orang.
Sedangkan seluruh pimpinan regu yang. ada di Semarang ini ada sepuluh orang, dan diatas nya Johan masih ada seorang lagi yang mengendalikan jalannya organisasi.
Demikian yang di ketahui oleh Johan..
Terimakasih Mawar, tak ku sangka kamu mampu membuat mereka bertiga berbicara jujur tanpa menggunakan kekerasan,!" puji bang Leo dengan jujur!
Mawar tampak tersenyum manis menerima pujian dari bang Leo ini!
"Sungguh seorang pria gagah gentle dan tidak banyak bicara, tapi sangat hebat dalam Kanuragan!" batin Mawar..
Dan malam itu, sebelum segenap anggota padepokan berlatih ke puncak gunung Ungaran, atas permintaan bang Leo, mereka berkumpul dulu di pendopo untuk membahas akan organisasi ini yang tampaknya sangat berbahaya dan mempunyai pengikut pengikut yang tersebar ke seluruh penjuru negeri !
Leo segera menceritakan hasil interogasi nya bersama Mawar kepada semua penghuni padepokan .
Eyang pandu, Mbah Hardjo, kang Damar tampak mengerutkan dahinya, mendengar hasil dari interogasi bang Leo dan Mawar!
"Sebaiknya kita memang harus mulai bersiap-siap menghadapi kelompok penjahat ini", kata Eyang Pandu.
"Organisasi ini sebentar lagi tampaknya akan menyasar kita!
Dan dengan anggota yang demikian besar nya pasti akan membuat kota kota di Jawa terbakar dalam kejahatan!" lanjut eyang pandu!
"Malam ini , aku akan mengajak bang Leo, mawar, Bayu, Adnan dan Irman untuk menyambangi markas mereka, yang kemungkinan besar juga sudah di tinggalkan oleh mereka! tapi siapa tahu kita mendapatkan sedikit. petunjuk.tentang mereka!" kata Tirta.
"Iya ngger, sebaik nya memang demikian ", kata Mbah Hardjo setuju.
"Oh ya Ngger, sebaiknya juga Mahardhika di hubungi juga, supaya dia dan Kawan-kawan nya di sana lebih waspada pada pergerakan organisasi Cakar iblis ini." lanjut Mbah Hardjo.
Demikian lah , selnjutnya Tirta, bang Leo, Adnan , Bayu serta Mawar langsung bergerak mencari markas dari Cakar iblis yang telah berhasil di korek dari mulut Johan.
__ADS_1
Mereka bergerak ke arah Semarang barat, tepat nya di daerah Ngalian.
Setelah menemukan Markas dari organisasi penjahat Cakar Iblis, mereka segera turun dan dengan berhati- hati mereka memasuki rumah besar yang dijadikan markas Cakar Iblis!
Dan benar dugaan Tirta, bahwa markas ini telah kosong dan ditinggal kan oleh penghuninya.
Mereka segera memeriksa dengan teliti segenap ruangan dalam rumah ini!
Siapa tahu bisa menemukan sesuatu yang bisa memberikan sedikit petunjuk.
" Tampak nya, mereka tidak meninggalkan petunjuk apapun! " seru Bayu.
"Iya, tampaknya mereka sangat berhati-hati,, !" kata Adnan menimpali.
"Bagaimana Ir, adakah kamu bisa menemukan jejak mereka?" tanya Tirta Jaya Kusuma kepada adiknya ini..!
Ada banyak jejak dan pergerakan dari banyak orang di sini mas, dan tadi sudah aku ikutin jejak mereka kearah jalan di depan, akan tetapi tampaknya nya mereka menuju ke arah yang berbeda beda! jadi aku bingung harus mengikuti jejak yang mana?" lanjut Irman.
Setelah beberapa saat lamanya mereka memeriksa tanpa menemukan petunjuk apapun, kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti beberapa jejak yang bisa dirasakan keberadaannya oleh Irman.
Mereka kemudian mengikuti petunjuk dari Irman tentang arah yang harus di ambil.
Irman ternyata mengarahkan mereka menuju ke arah tengah kota Semarang!
Dan ketika mereka sampai di seputar daerah bundaran Kalibanteng, Irman tampak berkonsentrasi penuh!
Peluh sudah membasahi wajah dan badannya.
Dia kemudian nunjuk ke arah jalan Abdurrahman Saleh.
Ketika baru berjalan kurang lebih Lima ratusan meter, Irman segera menyuruh bang Leo membelokkan mobil ke kanan dan memasuki sebuah perkampungan. yang terlihat cukup ramai!
Dan ternyata ada gapura besar bertuliskan jl Argorejo !
Ternyata di kanan kiri tempat ini banyak sekali gadis-gadis muda dan berpakaian minim sedang duduk duduk di depan rumah rumah yang ada di sepanjang jl Argorejo ini.
Semua tampak bingung dengan kondisi daerah ini.
"Ada, yang gak beres dengan wilayah ini," seru bang Leo!
"Benar,, bang,,! tampak nya ini bukan daerah biasa!" bisik Mawar juga ikut bingung.
Sebagai pemuda asli kota ini Tirta Jaya Kusuma segera berkata,
"Sebenarnya ini adalah komplek prostitusi di kota Semarang! terkenal juga dengan nama "Sunan Kuning"! atau juga komplek Argo Rejo." terang Tirta Jayakusuma.
"Hah! kompleks prostitusi ! " seru Bayu, Adnan dan Mawar kompak!
"Waduh, ternyata kamu suka main kesini ya taaa..?" seru Bayu..
"Aku pikir kamu pemuda kalem,!" seru Bayu! tak tahunya???"
"Bukan, bukan begitu Bay, !" seru Tirta kaget bingung dan gelagapan dapat bulian Bayu ini!
"Sudah sudah Bay!
__ADS_1
biar Tirta nerangin dulu,, !" kata bang Leo..
"Tirta tampak lega mendengar kata kata bang Leo ini.. Sungguh susah mengelak dari bulian Bayu..