Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Rencana orang orang Srengseng


__ADS_3

Malam itu di pendopo rumah Ki Ranu sudah tampak ramai oleh para pemuda pengawal padukuhan Srengseng.


Ki Sadewa, Jaladri, Sudiro, Jalu dan lainnya,, Juga di tempat-tempat gardu perondan banyak para pemuda yang berjaga-jaga!


Tirta Jayakusuma, Bayu dan Juga Adnan barusan bergabung! diikuti Mawar sehingga suasana mendadak menjadi riuh!


Malam ini rencananya Ki Amongrogo ingin membicarakan langkah-langkah mereka menghadapi Aryo Seto dengan Dukuh Wuni nya!


Akan tetapi berhubung yang hadir terlalu banyak, akhirnya Ki Sadewa mengusir pemuda-pemuda itu supaya ikut membantu penjagaan di sekitar padukuhan saja


Yang boleh mengikuti pertemuan hanyalah para ketua kelompok saja yang berjumlah lima orang ditambah para tetua yaitu Ki Ranu, ki Amongraga, dan Ki Sentanu.


Sedangkan Mawar dan Nastiti tampak berjalan keluar entah mau kemana.


Setelah tinggal beberapa orang saja di pendopo, mereka kemudian mereka mulai berembuk!


"Apakah sudah ada tanda-tanda pergerakan dari orang-orangnya Aryo Seto, Sadewa?" tanya Ki Rani membuka percakapan.


"Hanya ada beberapa kali saja -orang Wuni melintas di kejauhan Ki Ranu," jawab Ki Sadewa..


"Bisa saja mereka belum bergerak karena merasa ragu!? ragu dengan kekuatan mereka sendiri??" lanjut Ki Sadewa.


"Atau mungkin mereka masih mempersiapkan diri mereka!" kali ini Ki Sentanu yang mengemukakan pendapatnya.


"Mungkin saja Ki Sentanu! semua kemungkinan bisa saja terjadi!" kata Ki Amongrogo.


"Apakah tidak sebaiknya kita mencari tahu sendiri dan mengukur kekuatan mereka Ki? usul Adnan.


"Kalau kita menunggu saja, kita akan terus di bayangi rasa was-was terus menerus! kita tidak bisa nunggu terus!, bisa saja begitu kita lengah mereka menyerang!


Akan tetapi kalau kita punya telik sandi yang bisa melaporkan keadaan mereka tiap saat, maka kita akan tahu tiap pergerakan dari Aryo Seto dan padukuhan Wuni. lanjut Adnan.


Semua terdiam mendengar kata-kata Adnan ini. Memang Adnan ini selalu bisa menganalisa tiap keadaan yang mereka hadapi dengan cermat! Prediksi dan sarannya selalu tepat dan bermanfaat.


"Benar apa yang di katakan mas Adnan kata Ki Amongrogo. Memang sebaiknya lah kalau kita mengirimkan seorang telik sandi yang bisa memberikan laporan tentang pergerakan Aryo Seto!" lanjut Ki Amongrogo!


"Tapi siapakah yang akan menjadi telik sandi kita ? kata Ki Amongrogo!


"Adakah saran untuk ini?" tanya Ki Amongrogo pada segenap yang hadir.


Mereka yang hadir tampak berpikir keras!

__ADS_1


"Apa tidak sebaiknya kita-kita para pengawal padukuhan Srengseng saja yang menyusup ke Padukuhan Wuni? Jalu memberikan usulan.


"Kalian masih terlalu hijau dan kurang pengalaman dalam tugas ini Jalu! " kata Ki Amongrogo!


"Tugas seperti ini taruhannya adalah nyawa!"


Tugas seperti ini harus lah di lakukan oleh orang orang yang berpengalaman dan punya kecepatan bergerak juga pintar membaca keadaan!" lanjut Ki Amongrogo.


Ketika semua masih berembug untuk menentukan siapa yang sebaiknya menjadi petugas sandi,


Tiba-tiba di luar pendopo terlihat seorang tua dengan caping petani yang lebar sehingga menutupi wajahnya, berjalan mendekat kearah orang- orang di pendopo itu.


"Biarlah aku saja yang menjadi Telik sandi bagi kalian !" tiba-tiba orang tua itu berbicara .


Tirta, Bayu, dan Adnan tampak sangat familiar dengan suara tua ini ! begitupun Ki Ranu!


"Kelihatanya aku mengenal suara ini!" bisik Tirta pada Bayu dan Adnan!


"Benar Ta, ! kelihatannya aku juga tak asing dengan suara ini!" bisik Bayu.


Sementara orang-orang yang hadir ini merasa kaget juga! mereka merasa tidak kenal dengan sosok pria tua ini!


Sadewa pun juga sangat kaget!


Setelah orang tua itu berada persis di tangga pendopo, orang tua itu segera melepas caping petaninya..


Terlihat wajah tua yang sumringah tersenyum lebar!


"Kyai Wonokerti!" seru Tirta, Bayu dan Adnan serentak!


"Wonokerti!?" Seru Ki Ranu kaget!


Ya orang tua yang muncul di pendopo rumah Ki Ranu ini adalah kyai Wonokerti.


Tirta, Bayu dan Adnan segera berdiri menyambut kedatangan Kyai Wonokerti! Sedangkan Ki Ranu segera mendekati dan memeluk kyai Wonokerti dengan hangat!


Tampaknya Ki Ranu dan Kyai Wonokerti adalah sahabat lama!


"Ayo Duduk sini Wonokerti , Ki Ranu segera mmpersilkaan Kyai Wonokerti duduk di sebelahnya, seraya menyodorkan poci berisi wedang jahe yang tampak masih hangat dan juga satu piring singkong rebus!


Kemudian Ki Ranu segera memperkenalkan kyai Wonokerti kepada semua yang hadir di pendopo rumahnya.

__ADS_1


"Ini adalah sahabatku sejak muda, namanya Kayak Wonokerti," kata Ki Ranu. Memang beberapa kali Kyai Wonokerti ini sudah berkunjung kemari!" lanjut Ki Ranu.


"Kyai ini sangat hebat, Kyai ini sukanya kesana kemari tidak karuan ! akan tetapi dengan kesanggupanya menjadi telik sandi bagi kita, maka permasalahan ini sudah selesai." kata Ki Ranu.


Tampak wajah ki Sadewa sangat lega mendengar ini.


Dalam kesempatan itu kyai Wonokerti juga bercerita tentang pengalaman nya berkunjung ke padukuhan Wuni beberapa saat yang lalu.


"Sebenarnya beberapa saat yang lalu aku pernah berkunjung ke padukuhan Wuni," kata kyai Wonokerti.


"Perubahan dukuh Wuni dulu dan sekarang sangat lah luar biasa!" lanjut Kyai Wonokerti.


"Ketika dulu aku pernah berkunjung, padukuhan Wuni adalah sebuah padukuhan yang tenteram, damai! Gemah Ripah Loh Jinawi Kerto Raharjo nir ing sambi kolo..tidak kekurangan suatu apapun seperti hal nya padukuhan Srengseng ini." sejenak Kyai Wonokerti meneguk wedang jahenya yang sudah agak dingin, kemudian dia melanjutkan.


"Tapi sekarang ini, sejak pemimpin padukuhan itu di pimpin oleh seorang pemuda yang bernama Aryo Seto, keadaannya benar-benar memprihatinkan!" lanjut Kyai Wonokerti!


"Kemaksiatan merajalela! dukuh yang tadinya tertutup sekarang menjadi sarang penjahat dan pusat dari kejahatan!"


"Kalian pasti akan sangat terkejut kalau kalian tahu perubahan dukuh Wuni sekarang ini," terang Kyai Wonokerti.


"Besok aku akan menyelidiki lagi sesuai keinginan kalian..! Akan tetapi sebaiknya aku mengajak seorang pemuda dari padukuhan ini untuk pergi ke dukuh Wuni bersamaku dan pemuda itu adalah pemuda yang tidak di kenal oleh orang- orang Wuni,!


Sadewa sebagai Jagabaya segera menyanggupi keinginan Kyai Wonokerti untuk menyiapkan seorang pemuda anggota nya untuk menemani kyai Wonokerti masuk ke padukuhan Wuni besok!


Demikianlah pertemuan malam itu memutuskan untuk menerima bantuan dari Kyai Wonokerti untuk menyelidiki keadaan dukuh Wuni!


Setelah pertemuan usai, berapa orang kembali ke rumah masing masing dan sebagian tetap berada di pendopo itu..


Karena sudah terbiasa berkumpul dan melakukan apapun di pendopo ini, dan menganggap pendopo ini seperti markas besar pemuda-pemuda dukuh Srengseng.


Dan beberapa saat kemudian beberapa pemuda yang berjaga di malam itu juga ikut bergabung di pendopo ini lagi.


Sementara itu Ki Ranu segera mengajak Kyai Wonokerti , Tirta , Bayu dan Adnan untuk berbincang di sudut lain dari pendopo itu karena keberadaan anak anak muda yang baru datang membuat riuh suasana pendopo tersebut.


Ki Ranu segera menanyakan keadaan kyai Wonokerti dan juga asal muasal bisa kenal dengan anak-anak muda ini!


"Biasa Ranu, aku kesana kemari tak karuan , mengikuti kata hatiku saja," kata Kyai Wonokerti..


"Dan beberapa hari lalu aku tertarik pada anak- anak muda yang baik ini yang sedang berusaha menguasai aji Suryo Dahono di gunung Ijen. Dan setahuku ilmu ini adalah ilmu andalanmu!" lanjut kyai Wonokerti.


"Aku sungguh iri padamu Ranu! kamu mempunyai murid- murid hebat, rendah hati, jujur dan sederhana tidak sombong..

__ADS_1


Sungguh sangat sulit mendapatkan murid yang demikian Ranu!"


__ADS_2