Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Akhir hidup Wulungan


__ADS_3

Setelah menyelesaikan perlawanan Aryo Seto, rencana nya Tirta Jayakusuma ingin membantu Mawar, Ki Sadewo, Cemani , Ludiro dan yang lainnya yang tadi tampak kesulitan menghadapi sepasang pedang Iblis!


Akan tetapi ketika dia sudah menyelesaikan si Aryo Seto, ternyata pertarungan itu sudah terhenti.


Tirta segera menerjang ke arah pertarungan antara Jadug dan Sondong melawan Mahardhika, Bayu dan Adnan.


"Akhirnya kamu selesai juga Ta! sambut Bayu Gembira!


Sejak tadi dialah yang bertugas menahan benturan dari Jadug!


Tangannya sudah biru-biru dan lebam lebam akibat seringnya berbenturan dengan lengan Jadug yang sekeras besi.


Walaupun tenaga Bayu mampu mengimbangi Jadug , akan tetapi kekerasan lengannya kalah di banding lengan Jadug yang tampak berotot dan kekar.


"Sudah , kalian bertiga bantulah kawan- kawan lain yang sedang dalam kesulitan !" seru Tirta Jayakusuma .


"Biarlah aku yang. menghadapi macan liar ini! " seru Tirta Jayakusuma keras!


Yang segera saja menyerang Jadug dan Sondong secara bersamaan.


Tangan kanan dengan Suryo Dahono langsung menyerang Jadug dari jarak jauh,, dan tangan kirinya dengan aji Tapak Geni menyerang Sondong!


Ketika Tirta bertemu untuk pertama kalinya dengan Jadug , Tirta Jayakusuma sudah mampu mengukur kekuatan dari Jadug dan juga Sondong!


Dia sudah memperkirakan dalam serangan pertama dia sudah harus bisa menjatuhkan Sondong terlebih dahulu,,


Dan ...


"Duarrr,.....!" serangan dahsyat bagaikan petir menyambar Sondong dari jarak lima meter.


Dan Sondong yang memang sangat jauh kemampuan nya di banding Tirta Jayakusuma langsung terpental jauh dan jatuh tersungkur tanpa bisa mengeluh ataupun bersuara lagi. langsung pingsan dan terluka berat..


Dadanya terliat seperti terluka bakar,,,! asap tampak mengepul dari dadanya dan tercium. seperti daging terbakar!


Ya , dada sondong menghitam seperti daging yang terbakar.


Sementara itu Jadug yang juga menerima serangan Tirta JayaKusuma tampak tejajar ke belakang dua langkah !


"Sondong!" seru Jadug khawatir dengan keadaan Sondong.


Akan tetapi Sondong Sudah tidak bisa menjawab panggilan Jadug!


Sebenarnya kekuatan Jadug ini lebih tinggi dan lebih kuat di bandingkan dengan Aryo Seto! Untuk mengalahkan Jadug pada Waktu itu, Tirta harus mengerahkan kekuatan nya yang relatif besar!


Dan sekarang ini tampak nya Jadug Lenih hati hati dalam menghadapi Tirta Jayakusuma.


Sementara itu Mahardhika, Bayu dan Adnan segera menyebar dan mempercepat penyelesaian dari pertarungan ini...


Sementara mawar segera memberitahukan pada Dika kalau gembong Narkoba yang bernama Mr budiman berlari ke arah luar dari padukuhan ini bersama kawan- kawannya.

__ADS_1


Dika segera mengajak Adnan dan Bayu, juga beberapa orang untuk mengejar Mr Budiman dan kawan kawannya yang barusan melarikan diri.


"Bay , Adnan! Ayo kita tangkap Mr Budiman!" seru Mahardhika.


Mereka segera berlari cepat mengejar ke arah larinya Mr Budiman.


Sementara itu orang-orang pengikutnya Aryo Seto satu Demi satu tertangkap ataupun menyerah .


Tinggal beberapa titik pertempuran saja yang masih berlangsung..


Pertarungan antara Roy melawan Brangah dan Kerto pun tampak nya akan segera berakhir! Sejak tadi Roy sudah keteter melawan Kerto Dan Brangah.


Hingga ketika Roy harus jatuh karena sebuah tendangan keras menghantam ulu hatinya sehingga dia harus membungkuk sambil memegangi perutnya dan di saat itu pula sebuah pukulan dari Brangah menghantam punggung nya , membuat Roy harus jatuh tertelungkup dan pingsan. saat itu juga.


Sementara Tirta mulai bergerak secepat sambaran petir dengan Bayu Bajra nya yang mendekati kesempurnaan. Walau semua pengawal Dukuh Srengseng menguasai aji Bayu Bajra ini, akan tetapi ketika di gunakan oleh Tirta Jaya Kusuma menjadi sangat berbeda, Tiap gerakan nya Menimbulkan angin badai yang bergemuruh disertai kilatan energi yang mengitari tubuh Tirta..


Walaupun Jadug mempunyai kecepatan dan kekuatan layaknya. macan kumbang, tetap saja Tirta mampu mengikuti pergerakannya .


Dan dalam sebuah kesempatan Tirta mampu menendang dengan kaki kanannya yang di sertai aji Bayu Bajra tepat di pinggang Jadug!


Tampak Jadug menggeram keras karena merasakan kesakitan akibat terkena tendangan samping dari Tirta jayakusuma..


Tubuh jadug terpelanting dan terguling guling di tanah. beberapa kali, dan kemudian Tubuh Jadug kembali melenting berdiri!


Belum sempat dia bersiap, tampak kali ini Tirta Jaya Kusuma tidak memberinya waktu untuk bernapas lebih lama ataupun mengatur pertahanan dirinya.


Serangan tinju Kanan Tirta Jayakusuma sudah datang lagi dengan dahsyatnya!


Jadug kali ini hanya bisa menyilangkan kedua lengannya melindungi wajah nya karena serangan Tirta Jayakusuma kali ini di lakukan sambil melompat, sehingga serangan ini datang dari Atas..


"Blaarrr,...,,!!!" suara dentuman bagai suara ledakan bom !


Aji Tapak Lodra berbenturan dengan aji Tapak Geni!...


Dan tubuh Jadug tampak bergetar keras, lututnya tertekuk dan dia jatuh terduduk di tanah.


Benturan kali ini tampaknya membuat Jadug terluka di dalam!


Jadug menyadari , dirinya tidak akan mampu menghadapi Tirta Jaya Kusuma lebih lama lagi.


Kali ini Jadug berencana melarikan dirinya.


Sejak kekalahan Aryo Seto di tangan Tirta JayaKusuma, Sebenarnya mental Jadug juga sudah Drop!


Dan ketika dalam satu kesempatan! Jadug tampak melompat Jauh kebelakang dan langsung berlari secepat macan kumbang yang sedang berburu kijang!


Tirta tampak terkejut, tapi Tirta tampaknya juga Tidak ingin mengejar Jadug yang sudah telanjur menjauh!


Setelah kehilangan lawan Tirta Jayakusuma tampak melihat lihat keadaan di seputar rumah judi ini.

__ADS_1


beberapa mayat tampak bergelimpangan, juga tampak orang-orang merintih menahan luka-luka di tubuhnya..


Orang-orang Srengseng di bantu warga dukuh wuni segera memberikan pertolongan dan merawat orang-orang yang cedera dan mengumpulkan nya di dalam rumah judi. Sedangkan yang mati di kumpulkan jadi satu di teras rumah perjudian.


Sementara Mawar tampak memangku kepala dari Wulungan..


Disana ada juga Ki Sadewa, ' Kerto, dan anggota pengawal padukan Srengseng yang lain.


Tampak nya luka di punggung Wulungan sangat parah!


"Marni,, aku mencintaimu,, bisik Wulungan lemah..


"Iya Wulung, aku tahu bisik Mawar pelan,,


Air matanya tampak mengembeng dari sudut matanya dan meleleh di pipi halus nya.


Jika bukan karena Wulungan, mungkin dirinya sudah mati oleh sepasang pedang iblis yang ganas itu.


Tampak Mawar ingin membahagiakan Wulungan di waktu waktu akhir hidupnya..


"Marni, jagalah dirimu, bisik Wulungan makin lemah.


"Kang Sadewa,, !"


"Iya Wulung,, bisik Ki Sadewa yang segera mendekatka telinganya di mulut Wulungan


"Maafkan aku kang Sadewa.. aku sudah bersalah pada mu, pada Nastiti dan pada semua warga Srengseng.." bisik Wulungan dengan nafas mulai berat dan tersengal-sengal.


"Sampaikan pada Nastiti juga Ki Ranu, Ki Amongraga dan warga dukuh Srengseng , aku bukan pengkhianat ,,, selamanya Wulungan bukan pengkhianat..!" . bisik Wulungan makin lemah.


"Iya Wulung , kamu bukan pengkhianat," bisik Ki Sadewa.


Maaa ,,,, af,,,, kan,,,,, aaa,,, ku kang Sadewa!" itulah kata kata terakhir dari Wulungan.


Begitu mengatakan ini,, tampak kepala Wulung terkulai di pangkuan Mawar...


"Kang Wulung,,, kang..!" Seru Mawar sedih... Seketika tangisnya pecah.


Walaupun dia baru saja mengenal Wulungan beberapa hari saja, akan tetapi Wulungan sangat lah baik padanya, Wulungan selalu memperhatikan nya dan dalam beberapa kesempatan berbicara banyak dengannya.


Ternyata selain Jokosuro dan Wulungan yang menjadi korban keganasan sepasang pedang iblis dari negeri Tiongkok, ternyata luka-luka yang di alami oleh Kebo Dengen juga sangat parah, sehingga setelah di rawat beberapa saat lamanya, Kebo Dengen juga harus berkorban nyawa demi menumpas kejahatan dari kelompok Aryo Seto.


Sungguh pengorbanan yang luar biasa besar dalam usaha menegakkan kebenaran kali ini.


Orang orang terbaik dukuh Srengseng harus menjadi bebanten.


Inilah adalah harga dari sebuah perjuangan untuk menegakkan kebenaran.


Kebenaran dan keadilan harus tetap ditegakkan, harus di perjuangkan!

__ADS_1


Dari jaman dahulu sampai sekarang Kebatilan pasti akan mendapat balasan yang setimpal! tapi kebatilan dan kejahatan akan selalu saja muncul di setiap jaman!


Dan pasti juga mendapat. tantangan dan halangan dari kebaikan! dan kebaikan pasti akan muncul sebagai pemenang tapi ada harga mahal yang harus di tebus!


__ADS_2