
Pagi itu di sebuah kamar mewah sebuah hotel lantai tujuh. Tirta , Bayu dan Adnan sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju bandara Sukarno Hatta. Nadine tampak sedih di samping Tirta,
"Segera kembali kesini ya Ta, kata Nadine lirih ..."
"Iya kami akan segera kembali kesini" kata Tirta pelan.
"Bang Leo titip jaga keluarga ini ya," pesan Tirta pada Leo .
"Siap Bos!" seru Leo sigap! memang sejak kalah dalam pertarungan di pinggir pantai, Leo sudah takluk luar dalam pada pemuda ini.
Apalagi sikap Tirta yang rendah hati dan menganggapnya sebagai abangnya sendiri, membuat Leo semakin menghormati dan menyayangi Tirta seperti adiknya sendiri.
"Jika ada apa-apa, segera hubungi kami ya Bang, lanjut Tirta.
"Jangan khawatir Ta, Abang akan menjaga Nadine untukmu!" seru Leo..
"Bukan Nadine saja baaang, tapi juga keluarganya,,," sela Bayu.
"Iya,, iya ,,Bay," jawab Leo.
***
Pagi itu di ruang tunggu bandara Ahmad Yani Semarang.
Iza, Dinda Tia dan Nani terlihat duduk manis menunggu kedatangan Tirta Bayu dan Adnan.
Dari tadi Iza merasa agak tidak enak hati pada Dinda, perasaannya sebagai seorang wanita mengatakan ada yang tidak beres dengan sikap dan perasaan Dinda pada Tirta.
"Dinda seorang gadis cantik mempesona dengan mudah membuat cowok jatuh hati padanya, apalagi didukung mata sayu dan redup, membuat para cowok pasti tergoda untuk melindunginya," batin Iza..
Memikirkan hal ini membuat hatinya menjadi kawatir saja, perasaannya semakin tidak enak dan tidak karuan.
Walaupun tampak senyuman di wajahnya tapi hati Iza sangat sangat tidak nyaman.
Apalagi diruang tunggu ini, dia hanya sendirian, sedangkan Dinda bersama Tia dan Nani. Sepertinya dia tersisih dari pergaulan mereka..
Sejak awal mengenal Tirta, Iza tidak pernah menyembunyikan perasaannya pada Tirta.
Sebaliknya dengan Dinda yang agak pemalu, dia hanya menyimpannya dalam hati..
Barulah setelah kejadian di acara Diksar Wanahardi, dia mulai memberanikan diri sedikit demi sedikit mengungkapkan perasaan hatinya,, ya dia tidak mau kalah pada Iza..
perasan Iza jadi tidak enak , untuk membunuh rasa sepinya dia bermain ponsel dan membuka buka-buka WhatsApp dari teman-temannya.
Untunglah tidak lama kemudian Tirta Bayu dan Adnan sudah terlihat berjalan menghampiri mereka..
Begitu melihat kemunculan Tirta Iza segera bangkit dari duduknya dan berlari kecil menyongsong kedatangan Tirta , tanpa ragu dan malu dia sudah merangkul dan memeluk tubuh pemuda yang sudah di harapkan kedatangan nya siang dan malam itu.
__ADS_1
Tirta terkejut dibuatnya, tubuh molek Iza dan wangi rambut tersebar dihidungnya,, mau tak mau kedua tangannya pun balas memeluk Iza,,
Agak jauh disana..
Dinda memandang mereka dengan bengong, dia memang tau kalau Faiza menyukai Tirta, Tapi tak di sangkanya Faiza bisa se nekat ini menunjukkan di depan umum.. jelas Dinda sudah kalah satu langkah ...
Dinda hanya bisa menundukkan muka ,, hatinya sangat sedih menyaksikan ini semua. Air mata megambang di sudut mata yang sayu dan redup.
Tia yang ada di sebelah ya segera memeluknya dan menghiburnya..
"Sudah, jangan sedih ,,masih ada kesempatan... mereka juga belum tentu jadian kok,," bisik Tia memberikan semangat pada Dinda...
"Apakah aku harus mundur?" batin Dinda..
"Tapi,, aku telanjur sayang pada Tirta! sangat sulit untuk menghilangkan rasa ini!" ...
Tapi yang jelas hatinya sangat sakit, sakit sekali menyaksikan mereka berdua.
Ditempat lain,
Nani yang masih malu- malu mengungkapkan isi hatinya juga menunggu saja di tempatnya.
Menunggu Adnan menghampirinya! dia hanya mengucapkan rasa kangennya saja pada Adnan tanpa menujukkannya pada orang- orang di sekitar, mereka berdua masih tampak malu- malu akan hubungan mereka berdua.
Mereka kemudian berjalan ke area parkir mobil yang hanya berjarak beberapa langkah saja di depan ruang tunggu bandara Ahmad Yani.
Tirta di bawa Iza kedalam mobil miliknya, sedangkan Bayu dan Adnan ikut rombongan Nani Tia dan Dinda menggunakan mobil milik Dinda dan mengikuti di belakang mobil yang ditumpangi Tirta dan Faiza.
Mereka menuju ke arah rumah Tirta lebih dahulu.
Didalam mobil Iza..
"Ta, lama banget sih kamu perginya,, tuh Mama sama Papa nanyain kamu terus-terusan," Iza mulai membuka pembicaraan.
Tangannya sejak tadi tak mau lepas menggenggam telapak tangan Tirta, walaupun Tirta sedang mengendarai mobil.
Untungkah ini mobil matic sehingga tidak terlalu repot jika tangan keduanya selalu berpegangan..
Ada getar getar halus yang dirasakan Tirta lewat jari jemari lembut iza,,, seakan akan getaran itu merambat menyusuri relung relung hatinya yang paling dalam..
"Iya nanti kalau ada waktu luang aku akan menemui Mama dan Papa," sahut Tirta..
Pada kesempatan itu Iza juga menceritakan tentang hari-harinya yang kesepian, tanpa Tirta, juga WanaHardi yang berencana mengadakan pendakian ke gunung Wilis.
Juga bercerita tentang Aldi yang sekarang berubah menjadi lebih baik dalam kehidupan kampus sehari-harinya.
"Syukurlah kalau Aldi sudah berubah," kata Tirta.
__ADS_1
"Iya, beberapa kali dia menanyakan kamu padaku,, aku jawab saja kalau kamu sedang ada urusan ke Jakarta," kata Iza.
***
Berrapa saat kemudian mereka sudah sampai di rumah Tirta.
Segera Ibu menghambur memeluk putra sulung nya juga Irman dan Levi,,
"Ayo masuk mbak Iza , mbak Dinda , Mbak Nani ,mbak Tia," Ibu menyebut teman-teman wanita Tirta satu per satu.
"Ayo mas Bayu mas Adnan kalian kalao mau mandi mandi dulu, biar seger,, lanjut Ibu.
"Iya tante ," jawab Bayu dan Adnan serempak.
"Irman , Levi sana belikan bakso di depan dulu,"
"Beli berapa bu?" tanya Irman,,
"Lha itu dihitung sendiri," jawab Ibu sambil memberikan uang pada Irmansyah.
Beberapa saat kemudian, Irman dan Levi sudah pulang dengan membawa bungkusan berisi bakso sapi.
"Sini biar Iza yang menyiapkan," dengan lincah Iza menyiapkan mangkuk dan menuangkan bakso yang di beli Irman dan Levi..
mereka menikmati bakso bersama-sama sambil berceloteh ria.
Siang itu mereka berkumpul di rumah Tirta sampai sore hari. Bayu begitu bersemangat menceritakan pengalaman mereka, dan tentu saja menonjolkam perannya sendiri..
Dinda, Tia dan Nani juga Iza yang ikut mendengarkan juga serasa ikut terjun langsung,, karena Bayu ini sangat pintar bercerita dan mengolah kata katanya..
"Hmm dasar kau Bay,, harusnya tuh yang paling berjasa ngalahin lawan-lawan ya Tirta bukan kamu, dasar anak gajah suka ngibul!" semprot Adnan..
"Jadi semua cerita Bayu banyak bohongnya ya Adnan!?" tanya Tia..
"Ho,,oh,, yang bener cuma limapuluh persen saja!" seru Adnan.
"Dasar Bayuu,,! serempak Dinda Tia dan Nani juga Iza ikutan menyalahkan Bayu,,
Dengan gemasnya Nani dan Tia mengjujani tubuh Bayu yang segede anak gajah itu dengan cubitan-cubitan.
"Wadaww ,,,wadaww,,!" Bayu berteriak- teriak kesakitan,,
"Tolong ,,, tolooong Tirtaa aku dikeroyok Kuntiii, " seru Bayu kelabakan..
Demikianlah para sahabat ini berkumpul dengan gembira, riang canda melepas rasa kangen setelah sekian lama tidak bersama..
Sore harinya Iza lebih dulu berpamitan. disusul Nani dan Tia.
__ADS_1
Selepas Magrib Tirta Bayu dan Adnan menuju ke padepokan di lereng ungaran dengan naik taksi online..