Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
penyelamatan calon istri


__ADS_3

Tirta, Mbah Hardjo dengan berhati-hati mendekati rumah besar tersebut dari depan,,


Tampak pintu depan rumah tersebut setengah terbuka.


Tirta, Mbah Hardjo serta Tomy langsung memasuki ruangan depan..


Tampak orang-orang yang ada di ruang tersebut sangat terkejut melihat kedatangan Tirta, Mbah Hardjo dan Tomy.


"Siapa kalian heh,, berani mati masuk tanpa ijin,!" seru salah seorang di antara mereka..


"Kalian lah yang mencari mati, kalian telah berani menggangu kami, bahkan berani menculik pula !" seru Tirta dengan nada tinggi, pertanda kemarahannya sudah naik ke ubun-ubun..


Tirta sekali lompat seperti terbang sudah berhasil menjangkau orang yang bicara tadi !


Dan ,


"Paang !" ,, sebuah gaplokan keras dengan landasan aji Bayu Bajra mampir di mulut orang yang barusan berbicara...


Gerakan Tirta sangat lah cepat laksana Tatit (kilat) saja.


Tampak orang itu sampai terpuntir kepalanya dan jatuh ke lantai ruangan dengan mulut berlumuran darah dan beberapa gigi depannya tanggal saat itu juga..


Dia pingsan dengan sukses tanpa mengaduh ataupun merintih lebih dulu..


Kawan-kawannya yang menyaksikan ini sangat terkejut, mereka tidak bisa memberikan pertolongan pada kawannya itu karena kejadiannya begitu cepat..


Para penculik ini segera meraih senjata andalan mereka, yaitu cakar besi..


Pertarungan segera pecah.. Keseluruhan para penjahat yang bersenjatakan cakar besi ini ada sepuluh orang.


Di ruang depan sendiri ada delapan orang, satu orang sudah tersungkur terkena gaplokan dari Tirta Jayakusuma !


Sekarang tinggal tujuh orang..


para penculik ini segera menyerang dengan beringas nya, senjata mereka yang menakutkan berkelebatan menyerang Tirta, Mbah Hardjo, dan Tomy.


Pertarungan segera berlangsung, tiba-tiba kang Damar sudah memasuki arena pertarungan.


Sementara Adnan dan bang Leo yang ternyata berhasil lewat pintu belakang dan langsung masuk sebuah kamar, dimana mbak Latifah sedang di kurung.


Saat Adnan dan bang Leo hampir melepaskan ikatan pada mbak Latifah Ternyata Hendra, Ramon dan dua pria lain yang sedang berada di ruangan sebelah mendengar gerakan Adnan dan juga bang Leo.


Adnan langsung diserang oleh seorang pria bercakar besi dan juga Hendra, sedangkan Leo bertarung dengan pria bercakar besi lainnya dan Ramon, asistennya Hendra,,


Dalam tempo singkat, Ramon sudah jatuh bersimbah darah oleh sabetan belati lengkung milik bang Leo yang memang selalu bertarung dengan sepenuh hatinya.


tanpa ragu dan tidak banyak pertimbangan.

__ADS_1


Hendra yang melihat Ramon sudah jatuh menjadi ciut nyalinya..


Sementara Adnan bertarung dengan sengitnya lawan pria bersenjatakan cakar besi.


Adnan mengeluarkan segenap kemampuan nya karena orang bersenjata cakar besi ini cukup tangguh, apalagi dari Tirta dia mengetahui kalau senjata ini mengandung racun.


Beberapa saat kemudian Tampaknya Hendra ingin menyerah..


"Aku menyerah," serunya sambil meletakkan sebilah golok ke lantai,,


Akan tetapi begitu dia meletakkan golok nya mendadak sebuah tangan besar dan kuat seperti batang kelapa langsung mencengkeram lehernya dengan satu tangan dan mengangkatnya tinggi-tinggi..


"Enak saja menyerah setelah sekian lama kamu berbuat onar dan kejahatan,!" seru Bayu yang diam-diam ikut turun gelanggang walaupun masih sakit..


Dia sangat mengkhawatirkan mbak Latifah, janda pujaan hatinya.


Bayu segera melemparkan dengan kuatnya Hendra yang berada di tangan kanannya..


"Bruagh!! Aughh !!" Seru Hendra, ketika tubuhnya yang agak gemuk dan pendek terlontar dan membentur dinding tembok dengan kerasnya.


Dia jatuh dengan meringkuk karena tampaknya tulang punggungnya cidera..


Belum puas sampai di situ, Bayu kemudian mengangkatnya lagi dan menghajar wajah Hendra dengan tamparan pulang pergi.. hingga gigi gigi nya pada bercopotan .


Wajah Hendra tampak berlumuran darah.


setelah puas melampiaskan kemarahannya, Bayu melemparkan Hendra kelantai dalam keadaan pingsan.


Mbak Latifah segera merangkul erat Bayu, tangisnya pecah di dada Bayu.


"Syukurlah kamu datang Mas Bay,!" bisik Mbak Latifah di sela-sela tangisnya.


"Aku datang hanya untukmu mbak,!" bisik Bayu .


Sementara itu bang Leo yang masih bertarung melawan pria bersenjatakan cakar besi juga sudah hampir menyelesaikan lawannya kali ini !


Suatu saat bang Leo berhasil menahan cakar besi, dengan menempatkan belati lengkungnya di sela-sela cakar besi sehingga tidak dapat digerakkan.


Dalam keadaan demikian lah secepat kilat tangan kanan bang Leo membabat kearah leher lawan..


tampak sang lawan sangat kaget dengan gerakan brutal dan ganas dari bang Leo.


Dia berusaha menangkis menggunakan tangan kirinya. akan tetapi kecepatannya benar-benar tak mampu diikuti oleh sang lawan.


Belati lengkung milik bang Leo benar benar membawa maut bagi lawan-lawannya..


Belati yang merupakan senjata asli dari ranah Minang yang dikenal dengan nama karambit ini adalah senjata yang paling berbahaya di dunia jika digunakan dalam pertarungan jarak pendek!

__ADS_1


Dan....


"Srett, belati yang sangat-sangat tajam tersebut sudah menyayat daging memberikan luka gores tipis di leher lawannya,,, jika saja Leo masih seperti dulu, niscaya lawannya kali ini akan melayang pergi meninggalkan raganya detik itu juga.


Pria lawan bang Leo hanya bisa pasrah ...


Detik berikutnya , bang Leo melepaskan sebuah tendangan lutut yang menghantam dengan telak ulu hati pria tersebut.


"Duag,,, !" lutut menghantam ulu hati dan langsung membuat lawannya yang memegang cakar besi seketika jatuh tersungkur dan pingsan.


Semetara pertarungan antara Adnan dengan seorang penjahat yang lain berjalan tidak kalah seru dan menegangkan!


Adnan kali ini memungut golok milik Hendra untuk menghadapi lawan tangguh nya ini.


Adnan memang terbiasa tidak membawa senjata, apalagi rencananya kali ini mereka hanyalah mengantarkan Bayu lamaran.


Sementara di ruangan depan.


Tirta dengan cepat sudah berhasil membuat dua lawan lagi jatuh tersungkur dengan pukulan aji Tapak Geninya.


Tanpa memperdulikan cakar besi yang mengenai tubuhnya, karena dia menggunakan Tameng Waja untuk melindungi tubuhnya.


Sementara kang Damar bertarung sambil mengawasi Tomy yang kemampuannya belumlah memadai untuk menghadapi lawan setangguh para penjabat ini.


Jika Tomy berada dalam bahaya maka kang Damar segera menolongnya..


Sementara Mbah Hardjo yang di keroyok oleh dua orang pun hanya berusaha mengimbangi saja.


Lawan Tirta kali ini hanya tinggal seorang, tapi mentalnya sudah down, akibat dua kawannya sudah terjungkal di tangan Tirta Jayakusuma dengan sangat mudahnya !


Dan benar saja sesat kemudian dia sudah mendapat kan jatah bogem mentah dari sang pemuda tepat di dadanya, padahal dia sudah berhasil menyarangkan cakar besinya di bahu kanan sang pemuda, tapi tampaknya cakaran itu tidak berakibat apapun bagi sang pemuda gagah ini.


Tanpa ampun dia jatuh tersungkur di lantai dingin dengan rintihan menyayat hati..


Tirta Jayakusuma yang sudah kehilangan lawan segera menolong Tomy yang memang sejak tadi hanya bisa bertahan.


Dengan satu lompatan panjang, Tirta bagaikan Elang besar yang menyasar mematuk lawan dari Tomy!


Lawan Tomy pun tak hanya tinggal diam, di sabetkannya cakar besi kearah Tirta yang dalam keadaan melayang di udara.


Dengan perhitungan bahwa pemuda ini akan menghindar, sehingga dia akan terhindar dari serangan Tirta Jayakusuma .


Tapi alangkah terkejutnya penjahat ini, karena tampaknya sang pemuda memilih untuk meneruskan serangannya..


Cakar besi berhasil mencakar dada Tirta, ! Akan tetapi pukulan Tirta Jayakusuma pun dengan telak menghantam tubuh lawannya.


Penjahat bersenjatakan cakar besi itupun kontan terbang melayang dan jatuh terbanting di lantai tanpa bisa bergerak lagi..

__ADS_1


Tomy yang menyaksikan kejadian ini benar-benar sangat kagum dengan kemampuan Tirta Jayakusuma.


Tak salah kiranya jika kakaknya Nadine menjatuhkan hatinya pada pemuda satu ini!


__ADS_2