Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
pengakuan Jody


__ADS_3

Begitu si Jon berada dalam mobil blind Van tersebut,


pintu mobil segera di tutup kembali .


Jon segera melihat orang-orang yang di suruh membunuh dalam keadaan yang tak wajar.


Beberapa di antaranya ada yang merintih-rintih kesakitan dan ada pula yang Meringkuk di pojok sambil menengadahkan wajah..


"Maaf Jon! kami semua gagal dan .. tertangkap, jadi kami membawa kamu turut bertanggung jawab! " kata orang yang menghubungi Jon!


"Kurang ajar sial! " seru si Jon.


"Huh, kau ini ..!" seru Bayu..


Dan...


"Plak!" tangan Bayu langsung menggampar mulut si Jon.


"Aduh!" teriak Jon,,,


mulutnya langsung Jontor kena tamparan Bayu.


"kalau kamu tau diri gak usah kamu banyak omong!


Bawa kami kepada orang yang menyuruhmu membunuh orang!" bentak Bayu..


"Ayo Jon, jangan persulit kami dan dirimu sendiri.." bujuk orang yang menjadi suruhannya ini.


Setelah melihat keadaan orang-orang di sekitarnya ini, si Jon segera sadar , percuma dia menutupinya ..


"Baik baiklah.."


"Aku akan membawa kalian ketemu orang itu...!" kata si Jon .


***


Sementara di rumah keluarga pak Fajrul.


Mama Iza sedang menginterogasi sang putri..


"Apa yang telah terjadi nak.."


tanya sang Mama..


"Tirta mam, Tirta ..." bisik Iza sedih...


"Iya mas Tirta kenapa?" tanya mama..


"Tirta selingkuh sama Dinda sahabatnya mam." bisik Dinda di sela tangis lirihnya.


"Coba cerita yang jelas pada Mama!" kata mama bijak..


Iza segera membuka ponsel yang berisi foto-foto kemesraan antara Tirta jaya Kusuma yang di kirim oleh seseorang yang tidak di kenal olehnya.


Setelah melihat foto+foto itu , sang mama tampak mengerutkan keningnya !


"Siapa yang mengirim kan foto- foto ini Iza?" tanya sang Mama..


"Tidak tau mam.." jawab Iza..


"Kamu harus bertanya tentang kebenarannya terlebih dulu pada Tirta . Nak! kamu harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, jadi tidak hanya yang tampak saja !" kata mama.


"Memang kita wanita pasti akan marah melihat ini, tapi cobalah kamu mendengar keterangan mas Tirta dulu sebelum menilai dan memutuskan segala sesuatunya." kata mama bijak.


Iza menganggukkan kepala. ..


Nasihat sang mama tampak merasuk dalam hati iza.. tapi sisa- sisa cemburunya masih memenuhi rongga-rongga hatinya.


"Coba lah temui mas , Tirta dan tanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan baik baik sehingga terjadi kesalahpahaman yang akan membuat penyesalan untuk selama lamanya..


"iyaa mam," jawab iza lirih.


###

__ADS_1


Sementara itu rombongan Tirta segera menuju ke hotel Holiday in kawasan simpang lima kota Semarang!


Hotel ini bukan berada tepat di bundaran Simpang lima , akan tetapi berada di jalan Ahmad Yani.


Kira- kira seratusan meter kearah pedurungan .


Segera Tirta dan Bayu Serta Si Jon naik ke lantai tiga hotel ini.


Sedangkan Adnan bertugas menjaga orang-orang ini supaya tidak kabur.


"Ayo Jon kamu yang di depan! " seru Bayu!


"Jangan bertindak bodoh! aku akan tak segan akan membunuhmu," gertak Bayu..


Bayu sebelumnya telah sengaja menunjukkan kekuatannya dengan meremas ujung pintu mobil blind van yang di tumpangi.


Dan ujung pintu itu terlihat ringsek oleh kekuatan tangan Bayu sehingga menggetarkan dan membuat takut si Jon.


Sesampai di sebuah kamar nomor 330, Jon segera mengetuk pintu ..


terliat pintu terbuka sedikit,


"Siap? "


"Aku bos!.. Jon..."


"Oh Jon..?"


Tanpa curiga sedikitpun orang di dalam kamar tersebut segera membuka kamar.


Begitu kamar terbuka..


Bayu sudah menerobos pintu kamar tersebut di ikuti Tirta sambil mendorong si Jon!


Sembari menutup pintunya kembali.


Alangkah kaget pria setengah baya tersebut ketika tiba- tiba dia terdorong dan terjerembab di lantai kamar.


Ternyata pria setengah baya ini adalah om Hendro atau om Suhendro! Saudara sepupu jauh dari Mama nya Iza.


"Hai, apa-apaan ini Jon! " seru om Hendro..


"Maaf Bos,! seru si Jon ..


"Kami, ingin tau kenapa kalian menyuruh orang untuk membunuh rekanku ini" bentak Bayu.


Jody tampak terkejut dengan kata-kata Bayu ini ..


"Membunuh,,, membunuh siapa?" tanya pemuda tampan ini yang ternyata adalah Jody .


"Coba perhatikan dengan seksama ," seru Bayu seraya menunjuk ke arah Tirta yang sedang menikung pemuda tampan ini!


Begitu dia nengok ke belakang dia segera menyadari bahwa pemuda ini adalah Tirta Jaya Kusuma, karena dari penyelidikan yang di lakukan dia sudah melihat foto- foto yang di kirimkan anak buahnya kepada nya .


Alangkah terkejutnya Jody mendapati sang pemuda yang menjadi sasaran untuk di bunuhnya sekarang ini malah menawannya!


Tubuh Jody seketika gemetar...


"Katakan sejujurnya apa yang menjadi tujuan kalian sebenarnya dan siapa Kalian ini , ada permusuhan apa antara kamu dengan Tirta Jaya Kusuma!" bentak Bayu.


"Jika kalian berkata jujur mungkin aku akan mengampuni nyawa kalian !


tapi jika kalian berkata bohong akan aku bunuh kalian di kamar ini!" ancam Bayu!


Untuk menggertak, kembali Bayu meremas ujung meja yang ada di ruangan itu.


"Pletak! " Ujung meja kayu itu seketika pecah dan gumpil di pojoknya..


Kemudian Bayu dengan ujung jarinya sengaja menusuk tembok kamar mandi dengan ujung jarinya !


"Tubuh Kalian tidak sekeras tembok ini kan!" gertak Bayu..


"Sekarang katakan dengan jujur siapa kalian?" bentak Bayu.

__ADS_1


"I,,,ii,,,iya, .mas.."


"Kami adalah ayah dan Anak dari Jakarta..." kata om Hendro


"Cepat katakan atau aku gampar mulut kalian? " seru bayu mulai tak sabar.


"Kami adalah saudara pak Fajrul !" seru om Hendro keras!


Tirta tampak sangat kaget mendengar pengakuan dari pria setengah baya ini..


"He, he , he,,, kalian pasti takut kan? " kata Om Hendro mulai berani..


Benar, kami adalah saudara pak Fajrul! seru Jody menambahkan..


Tirta tampak terdiam mendengar kata kata dari dua orang ini.


kemudian Bayu berbisik pada Tirta jaya Kusuma...


"Coba Ta, direkam saja pengakuan mereka ," kata Bayu.


Tirta segera mengeluarkan ponsel dari kantong celananya dan menyerahkan pada Jon.


"Jon, videokan pengakuan mereka ini.." bisik Tirta.


"Jika kalian saudara pak Fajrul , apa hubungannya denganku ?" tanya Tirta.


"Pak Fajrul ingin memisahkan hubungan kalian dan tidak ingin kalian bersama !" seru om Hendro.


"Dan Faiza akan dijodohkan denganku," seru Jody.


"Jadi kami yang disuruh memisahkan kalian dan kalau perlu membunuh kalian!" lanjut Jody.


"Baiklah , baiklah kalau begitu akan kami kirim pernyataan kalian pada Faiza," kata Tirta..


Tampaknya dengan melakukan pengakuan seperti ini merupakan gambling bagi om Hendro dan anaknya Jody, daripada mereka berdua berada di tangan pemuda ini yang tampak nya bisa melakukan apa saja pada mereka.


Dengan mengaku seperti ini, jika tenyata pak Fahrul cocok dengan Jody, maka perjodohan bisa berlanjut dan jika ternyata pak Fajrul dan Putrinya masih melanjutkan pertunangan nya dengan pemuda ini, maka mereka berdua paling juga di benci oleh pak Fajrul tanpa di lukai oleh pemuda ini..


"Sudah Jon, sini ponselnya ." kata Tirta seraya mengambil ponselnya kembali.


Tirta kemudian mengirim rekaman video tersebut pada Iza..


dengan tamban kata....


"Apakah benar, pengakuan mereka berdua ini?"


Sesaat kemudian Bayu berkata pada Jon!


"Gampar kedua mulut ayah dan anak ini, supaya tau bahwa kami tidak bisa di buat main- main!" seru Bayu.


Sesaat kemudian terdengar suara tamparan berkali-kali dan suara kesakitan di dalam kamar tersebut.


Untunglah kamar tersebut kedap suara, sehingga tidak terdengar sampai keluar.


***


Sementara itu di rumah pak Fajrul.


Iza masih tidak bisa memejamkan matanya , terbayang kemarahan nya tadi pada Tirta..


Dia menyadari kekasihnya ini adlh seorang pemuda yang banyak di sukai para gadis gadis cantik! walaupun tidak terlalu ganteng , tapi punya aura yang sangat kuat yang menarik hati para gadis!


Setelah hatinya agak tenang , Iza mulai bisa berfikir dengan lebih jernih.


"Apa yang di katakan mama benar!" pikir Iza..


"Aku sebenarnya juga tau bahwa Dinda juga mengejar ngejar Tirta sejak awal kuliah!" batin Dinda.


Ketika lamunannya kemana mana inilah, tiba-tiba ponselnya berdering.


Tertera nama Tirta disana..


Dengan cepat Iza mengambil ponsel dan mengangkat ponsel Tirta..

__ADS_1


"Maaf Iza, ada hal penting yang aku perlu sampaikan padamu!" kata Tirta..


Iza masih diam,, walaupun hatinya sangat gembira Tirta mau menghubungi dirinya.


__ADS_2