
Semetara itu Mahardhika berangkat bersama dengan regunya menuju markas Cakar iblis di Jakarta Timur!
Tadinya sepasang pedang iblis siang Mo Kiam akan membantu regu nya Tirta Jaya Kusuma, akan tetapi dengan keberadaan Tirta sendiri dan bang Leo, maka kekuatan mereka sudah sangat kuat! Akhirnya Salah satu siang mo kiam, yaitu Tan Siang Wi memperkuat kelompok Mahardhika dan satunya lagi yaitu Tan Siang Ki, memperkuat kelompoknya Adnan!
Sementara pada akhir ini seluruh anggota Cakar Iblis sedang bersiaga tinggi!
Jatuhnya markas cabang di Jakarta Utara, Depok, Bekasi dan Tangerang sudah membuktikan bahwa lawan sangatlah kuat.
Dan malam itu sudah ada info dari para mata-mata Cakar Iblis bahwa ada pergerakan dari orang orang nya Tirta jaya Kusuma, sehingga di harapkan cabang cabang Cakar Iblis bisa mempersiapkan diri!
Pemimpin markas Cabang Cakar Iblis ini adalah Bruno Gracie! Seorang pria bertubuh tinggi besar dengan rambut ikal dan hitam.
Tubuhnya tinggi besar dan tampak penuh otot!
Tingginya kurang lebih seratus sembilan puluh centi meter!
Tinggi normal bagi seorang Latin! akan tetapi menjadi seorang raksasa di tengah masyarakat Indonesia yang hanya punya tinggi rata rata 165 Cm sampai 170 cm saja.
Pakaiannya yang ketat menonjolkan lekuk lengkung tubuhnya yang aduhai! jika yang memandang adalah kaum hawa.
Akan tetapi membuat kaum Adam merasa iri jika melihat bentuk tubuh dari Bruno Gracie ini!
Bruno Gracie adalah seorang master beladiri dari aliran Brazilian Jiu Jitsu dan juga Capoeira! dimana beladiri ini lebih menitikberatkan pada kuncian-kuncian dan juga cara menjatuhkan lawan sehingga bisa dengan mudah menundukkan lawan lawannya dalam pertarungan tangan kosong dan pertarungan satu lawan satu!
Brazilian Jiu Jitsu sendiri adalah pengembangan dari beladiri Jiu Jitsu yang berasal dari Jepang!
Bruno Gracie sendiri adalah orang keturunan Brazil dengan warna kulit cokelat atau sawo mateng seperti orang Indonesia akan tetapi punya tubuh tinggi besar seperti pada umumnya orang-orang Amerika Latin.
Bruno Gracie sudah bersiap terhadap serangan dari kelompok Tirta Jaya Kusuma yang mungkin bisa saja terjadi pada malam itu!
Beberapa anak buahnya yang menegang senjata api sudah berjaga- jaga di halaman markas ! di balik tanaman-tanaman yang memang banyak terdapat di halaman markas Cakar Iblis.
Sang Big Bos, Manggolo Yudho ! semenjak markasnya banyak yang jatuh dan orang-orangnya kalah duel telah memerintahkan tiap ketua cabang Cakar Iblis untuk menyiapkan pasukan khusus yang di persenjatai dengan senjata api!
Sesampai di depan markas Cakar Iblis...
Mahardhika tampak memandangi suasana markas dari luar,!
Pagar tembok cukup tinggi dan pintu gerbang besar bercat warna emas menjadi ciri khas dari markas Cabang Cakar Iblis!
Mahardhika segera meminta pertimbangan pada Sawung dan juga rekan-rekan yang lainnya.
Akhinya atas saran dari Fatih mereka akan berusaha masuk dari pintu gerbang utama, sedangkan Mahardhika dan Tan Siang Wi akan membuka jalan lebih dulu melewati tembok tinggi markas cabang Cakar Iblis ini.
Begitu Mahardhika sudah sampai diatas tembok pagar!
Suara letusan senjata api segera bergema di halaman Cakar Iblis ini.
Mahardhika dengan sigap bergerak dan melayang turun dari atas pagar tembok dan langsung turun menyerang ke arah orang orang cakar Iblis yang melakukan tembakan kearahnya !
Tan Siang Wi juga dengan sigap segera mengarahkan pedangnya ke arah sumber suara senjata api!
__ADS_1
Seketika terdengar suara suara ngeri, ketika pedang iblis telah menemukan sasarannya !
Pedang Iblis menyambar cepat menimbulkan desingan tajam ketika senjata pusaka tersebut membelah udara malam!
Seketika tiga orang pemegang senjata api terjungkal mandi darah ketika tubuh-tubuh mereka terbabat pedang Tan Siang Wi!
Seperti pohon pisang yang dengan mudahnya terbabat oleh golok!
Demikian juga dengan Mahardhika yang dengan kedua. tangannya mengajar dua orang anggota Cakar Iblis.
Mengetahui lawan sudah berhasil menerobos masuk!
Dan sebagian pasukan bersenjatakan pistolnya sudah mati ! Bruno Gracie segera terjun ke arena pertarungan dan menahan para penyerang yang sudah merangsek maju..
Gerakannya mengandalkan tendangan yang aneh! Seperti sedang melakukan salto akan tetapi sambil melakukan tendangan , sehingga arahnya benar benar tidak dapat diduga-duga.
"Desss....!"
"Desss...!"
"Argh...!"
"Argh...!"
Dalam serangan pertamanya , Jabrik dan Hanif sudah menjadi korban dari tendangan khas Capoeira dari Bruno Gracie.
Seketika Jabrik terpental dan jatuh terduduk dan beberapa saat tak mampu berdiri ! Demikian pula dengan Hanif! keduanya adalah sahabat-sahabat Mahardhika dalam awal petualangan nya!
Tampaknya keduanya mengalaminya patah tulang rusuk rusuk di bagian atas!
Melihat Ini Mahardhika langsung menghadang pergerakan dari Bruno Gracie !
"Pria ini sangat berbahaya tampaknya!" batin Dika.
Keduanya saling berhadap hadapan !
Serangan pertama sudah di lakukan oleh Bruno Gracie!
sebuah tendangan salto yang tidak bisa diprediksi arahnya!
Akan tetapi kali ini yang di hadapi adalah pemuda pewaris ilmu ilmu leluhur tanah Jawa!
Aji Lembu Sekilan sudah diterapkan oleh Dika!
Dan alhasil tendangan Salto khas Capoeira tidak menemui sasarannya..
Beberapa kali Bruno Gracie telah melayangkan tendangan saltonya , akan tetapi tetap saja tidak berhasil menyentuh tubuh Mahardhika ! bahkan hanya menyerempet pun tidak bisa!
"Gila, bocah ini licin sekali bagaikan belut!" batin Bruno Gracie!
"Heh, bocah gila! jangan menghindar terus! " seru Bruno Gracie kesal karena tidak ada satupun serangannya yang mengenai sasarannya!
__ADS_1
Untuk diketahui, Bruno Gracie ini tidak menggunakan Cakar Emas sesuai kedudukan nya karena senjata cakar emas tidak cocok untuk ilmu beladiri yang di milikinya!
Sehingga Mahardika tidak mengetahui kedudukan dari Bruno Gracie ini.
Kembali keduanya terlibat pertarungan yang makin sengit,,!
Menyadari Serangan serangan nya selalu luput, tampaknya Bruno Gracie mempunyai cara yang lain .
Suatu ketika setelah melakukan tendangan salto yang tidak membuahkan hasil, Bruno Gracie tampak melompat cepat ke arah Mahardika!
Kali ini bukan tujuannya untuk memukul Dika!
Tangannya ternyata menyambar dan menangkap pergelangan tangan Dika!
Seketika Dika sangat kaget ketika pergelangan tangannya terpegang oleh tangan besar dan kuat dari Bruno Gracie.
Belum sempat Dika menentukan langkah, tiba tiba saja di rasakanya tubuhnya terbanting di tanah dengan keras,!
"Brugh!"...
Augh
Tanpa terasa Dika melenguh akibat bantingan itu...
Ternyata kaki Bruno Gracie telah menyapu kaki Dika, sehingga Dika jatuh terbanting dengan tangan kanannya masih dipegang dengan kuat oleh Bruno Gracie!
Secepatnya Bruno Gracie berniat melakukan kuncian Arm Bar! Sebuah teknik kuncian dengan menekuk lengan lawan ke arah depan maupun belakang!
Inilah jurus atau teknik kuncian yang banyak digunakan dalam ground fighting yang awalnya di gunakan oleh keluarga Gracielo yang terkenal dengan Brazilian Jiu Jitsu nya dan teknik kuncian seperti ini sekarang banyak digunakan dalam pertarungan seni bela diri campuran atau mix martial art.
Mahardika sangat terkejut dengan teknik ini!
Spontan tenaga batinnya di kerahkan untuk menahan teknik kuncian dari Bruno Gracie ini!
Aji Tapak Geni di kerahkan nya sampai puncak di tangan kanannya!
Bruno Gracie juga tampak terkejut dengan kekuatan tangan kecil yang telah di pegang nya ini!
Sekuatnya dia mengerahkan tenaga untuk melakukan Arm Bar!
Dan ..
"Krek...!"
Terdengar suara pelan,...
Sekuat tenaga Mahardhika menahan rasa sakit yang menderanya...
Dan Bruno Gracie pun tak kalah kejutnya ketika terasa tangan yang di pegang tangannya menjadi terasa amat panas!
Telapak tangannya serasa terbakar hebat sehingga dia terpaksa melepaskan usahanya menggunakan kuncian Arm Bar!
__ADS_1