Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
Ikhwal persahabatan dengan si kumbang


__ADS_3

Macan kumbang ! ya tampaknya kucing besar ini adalah macan kumbang atau Macan tutul Jawa dan nama latinnya adalah Panthera pardus melas!


Macan tutul Jawa ini populasinya sudah mulai kritis! dia termasuk hewan yang dilindungi , masuk apendix 1.


Macan kumbang masih banyak terdapat di hutan hutan pulau yang mempunyai vegetasi rapat dan lebat seperti di hutan gunung Ungaran, hutan lereng Muria, di hutan Nusakambangan, taman nasional ujung kulon, taman nasional meru Betiri, taman nasional Tengger Bromo Semeru atau di hutan hutan yang masih alami di Jawa tengah, Jawa timur maupun Jawa barat.


Kucing besar ini tampak mengaum keras dan memandang kearah Irman jaya Kusuma, yang tetap duduk bersila..


Rasa takut menyelimuti diri Irman jaya Kusuma!


Ditenangkannya jantung nya yang berdebar-debar karena terkejut dan takut.


Dikerahkannya mata batinnya ! dan dengan getaran lembut di tatapnya mata macan kumbang tersebut sambil berusaha mengirim getar batin yang bisa menenangkan si macan kumbang itu..


Irman tidak bergerak secara mendadak supaya kucing besar ini merasa aman.


Setelah beberapa saat kemudian harimau kumbang yang berwarna hitam legam tersebut mendekati bibir sendang dan dia minum air sendang yang jernih tersebut.


Irman hanya memandang saja macan kumbang hitam ini..


Tapi ada yang mengherankan dari macan kumbang in!


Gerakan kakinya agak berat. !


Mata irman yang sudah terbiasa dalam kegelapan menangkap ada kejanggalan di kaki kiri belakang dari macan kumbang ini!


Setelah minum, macan kumbang ini ternyata tidak segera pergi,, dia berdiam saja sambil mengeluarkan suara auman pelan...


Irman dengan mata batinnya segera merasa bahwa macan kumbang ini sedang menderita... Di kerahkan nya mata batin dan rasa untuk bisa sedikit memahami perasaan dari macan kumbang ini.


Alangkah terkejutnya Irman,, ternyata dia bisa sedikit merasakan kondisi dari si macan kumbang hitam ini.

__ADS_1


Ternyata memang macan kumbang ini dalam keadaan Sakit atau terluka.


Setelah mengetahui keadaan dari macan kumbang ini, Irman menjadi bimbang !


Haruskah dia menolongnya. atau membiarkan nya saja!


Dia belum pernah berjumpa secara langsung macan kumbang di alam liar seperti ini.. Dia pernah melihat tapi di kebun binatang !


Kini dia berhadapan secara langsung dengan kucing besar yang sangat menakutkan ini.


Dengan tubuh sebesar kambing, sorot mata tajam dan taring tajam! sungguh sangat menakutkan bagi Irman!


Beberapa saat Irman jaya Kusuma masih berdiam, demikan pun dengan macan kumbang itu.


Macan kumbang ini hanya berdiam dan meletakan kepalanya diantara dua kaki depannya. Sorot matanya tampak redup, tidak seperti binatang liar yang sedang marah karena keberadaan manusia!.


Keadaan ini berlangsung hingga malam mendekati fajar..


Irman sedari tadi juga sudah merasakan tidak ada aura permusuhan dari si penguasa hutan rimba ini..


Di kerahanya segala daya pikiran dan juga aji tameng Waja yang sudah mulai mengendap di dirinya .


Langkahnya pelan supaya tidak mengejutkan si raja hutan ini.


Ketika langkahnya sudah tinggal satu meter saja, mendadak si macan kumbang membuka matanya yang tadinya tertutup...


Irman segera menghentikan langkah kakinya .


Dia segera berbisik pelan..


" Aku hanya ingin menolongmu!" bisik Irman seraya mengirimkan sinyal batin tanda persahabatan..

__ADS_1


Dan ternyata si macan kumbang ini juga merasakan pesan batin dari Irman!


Dengan gerakan yang lebih halus dan lembut, Kali ini Irman sudah berdiri tepat di samping macan kumbang ini.


Irman teringat akan kucing nya di rumah yang sangat senang di belai di agan leher bawah nya dan di elus kepalanya!


Irman segera mengelus leher dan kepala ia macan kumbang dengan lembut seraya berkata;


"Aku ingin menolongmu Kumbang! manakah yang sakit!?" bisik Irman ..


Seperti mengerti kata-kata Irman jayakusuma, si macan kumbang ini segera menjulurkan kaki kiri belakangnya yang tampak nya memang tengah terluka..


Irman meeriksa kaki kiri belakang dari macan kumbang ini..


Dan ternyata di kaki belakang macan kumbang ini terlihat sebuah perangkap yang sering di gunakan para pemburu binatang!


Besi penjepit tampak masih menempel di kaki belakang macan kumbang ini.


Ternyata macan kumbang ini sampai ke mata air ini sambil menyeret kakinya yang terkena perangkap pemburu..


Dengan hati hati Irman melepas penjepit besi dari kaki belakang Macan kumbang ini.


"Hmm, lukanya sudah bernanah dan cukup dalam!" batin Irman.


Setelah berhasil melepas jerat besi ini, Irman kemudian berbisik dengan dilandasi rasa dan batin..


"Aku akan mencari obat obatan untukmu! tunggulah di sini, jangan pergi kemana mana! lukamu sudah sangat parah dan berbahaya! bisik Irman Jaya Kusuma!."


Sepertinya macan kumbang ini mengerti dengan apa yang di katakan oleh Irman Jayakusuma!.


Irman segera pergi dengan cepat laksana gulungan angin keluar dari hutan lebat. tersebut, kembali ke padepokan!

__ADS_1



macan kumbang


__ADS_2