Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
motor sebagai penebus dosa


__ADS_3

Kali ini Bayu kaget setengah mati, orang sebanyak ini cedera Semuanya!


"Heh Ta,,!, memang bener mereka tidak kecelakaan mobil atau motor! tapi mereka kamu celakai semua kan!" teriaknya keras.


"Bener- bener deh kamu Ta! Bayu berbicara seperti kelihatan mau marah. Tapi mendadak dia mengangkat dua tangannya dan dua jempol di acungkannya ke arah Tirta.


"Da da ........!" seru nya!


"Kali ini aku kasih dua jempol buat kamu, Ta harusnya ya memang gini, ngadepin kunyuk jelek itu," seru Bayu sambil menunjuk Aldi.


"Al sekarang kalo kamu mau pulang, silahkan pulang, ajak teman-temanmu sekalian." kata Tirta.


Aldi segera bangkit berdiri, tangannya kelihatan masih belum bisa bebas bergerak akibat luka bakar. Akan tetapi luka dalam sudah agak membaik.


"Jack ayo kita pulang!" perintahnya.


"Bagaimana kami bisa pulang Bos? Semua pada cidera?" Jack berkata dan berusaha berdiri, sambil memegangi perutnya yang masih terasa sakit.


"Ayo siapa yang masih mampu menyetir serunya.!"


Anak buahnya tidak ada yang menjawab. Anak buahnya semua masih cedera, kemudian mereka berusaha untuk bangkit berdiri dan ada pula yang duduk saja tidak bisa berdiri. Yang mampu berdiri pun terpincang-pincang karena kaki yang patah ataupun dis lokasi di pergelangan kaki atau di lututnya.


Dilihat dari keadaanya, hanya jack saja yang agak ringan cederanya. Hanya perut nya yang tersasa sakit, sedangkan anak buahnya rata-rata cedera agak berat sehingga untuk mengendarai mobil sudah tidak mampu.


"Gimana ini bos, kita semua cedera, hanya aku yang masih sanggup menyetir nih". Jack memberikan laporannya pada Aldi.


Mereka mengendarai tiga mobil, satu di kendarai Aldi dan dua Mini Van di kendarai rombongan "Suro Gento!"


"Apa biar Aku dan Bayu yang mengantar kalian, Tirta menawarkan bantuannya.


"Ogaaah!" seru Bayu terang-terangan. Kebencian Bayu pada Aldi memang sudah sangat dalam.


"Sudahlah Ta, aku tidak ingin merepotkan kamu!" kata Aldi.


Aldi berusaha mengambil ponsel dari sakunya, dengan susah payah. akhirnya dia bisa mengeluarkan ponsel dan segera menelepon seseorang.


Aku sudah menyuruh sesorang kesini , akan tetapi hanya satu orang saja masih kurang seorang lagi .


Ya sudah itu sudah cukup, biar Jack yang megang satu mobil dan satu orangmu nanti pegang mobil ke dua. Biar aku pegang mobilmu,akan kuantar kamu kata Tirta. Baiklah kalo begitu jawab Aldi.


"Ayo Bay,Adnan tolong angkat motorku ke atas pick up!"


Mereka bertiga segera mengangkat motor dari sungai kecil di pinggiran kalan tersebut. Motor Tirta terlihat ringsek, dengan velg tertekuk, stang patah dan lampu serta spedometer remuk hancur, bagian belakang juga hancur. Motor segera di naikkan keatas mobil bak terbuka milik Kang Damar.


"Ta, sebaiknya aku menemanimu mengantar cecunguk itu, aku masih tidak percaya padanya," bisik Bayu.


Tirta mengangguk dan mengiyakan ide Bayu.

__ADS_1


"Ta aku pulang ke padepokan dulu ya ," kata Adnan.


"Iya Ad, sampaikan kejadian ini pada Eyang dan Mbah, mungkin hari ini kami akan terlambat pulang ke padepokan!" jawab Tirta.


Adnan segera meninggalkan mereka dengan membawa motor ringsek nya Tirta.


Satu jam kemudian orang yang dipanggil oleh Aldi datang dengan berboncengan dua orang. Yang seorang kemudian pergi membawa motornya, tampaknya adalah tukang ojeg yang disewa.


Orangnya Aldi segera diperintahkan oleh Aldi untuk ikut membantu orang orang yang cedera tersebut naik ke Mini Van mereka.


Setelah mereka semua bisa terangkut Jack dan orang yang datang belakangan segera meminta diri membawa orang-orang yang cedera tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis. Akan tetapi banyak dari mereka menolak dengan alasan cedera mereka hanya keseleo, terkilir dan lain-lain yang bisa di pijat oleh tukang pijat, sehingga akhirnya mereka menuju markas Suro Gento saja.


"Ayo Al, aku antar kamu! kata Tirta setelah kedua mobil Mini Van pergi dengan membawa para preman yang cedera.


Aldi segera menyerahkan kunci mobil Pajero Sport yang terlihat masih sangat baru kepada Tirta.


Mereka bertiga segera naik mobilnya Aldi. Tirta sebagai driver, di dampingi Bayu, dan Aldi duduk di kursi penumpang.


Dalam perjalanan mereka lebih banyak diam, Tirta mengajak Aldi untuk mampir ke IGD di rumah sakit terdekat. Di sana kedua tangan Aldi segera mendapatkan perawatan intensif.


Beberapa saat kemudian Aldi sudah keluar ruangan IGD dengan kedua tangan sebatas siku di perban kain kasa.


Mereka kemudian melanjutkan perjalan menuju rumah Aldi di tengah Kota Semarang, tepatnya di daerah Jalan Rinjani yang merupakan komplek para pejabat Kota Semarang.


Begitu sampai di depan sebuah rumah besar, seorang securiti bergegas membuka pintu gerbang. Tampaknya dia sudah hafal dengan mobil Pajero Sport milik anak nya Big Bos. H 4l_ DY itulah nomor polisi yang tertempel di mobil Aldy. Dan biasa di baca Aldy.


Mereka segera turun dari mobil.


"Sudah terlalu malam ini Al. jawab Tirta.


"Kamu perlu istirahat yang cukup biar luka mu cepat sembuh," lanjut Tirta.


"Sekarang sudah hampir subuh, sebaiknya kami segera pamit."


"Baiklah kalau begitu , kalian bawalah motorku sebagai pengganti motormu yang dirusak oleh orangku tadi," kata Aldi.


"Tidak usah Al, biarlah kami memanggil Taksi atau Ojeg saja," tolak Tirta


" Tidak apa- apa, anggaplah sebagai permintaan maaf dariku," lanjut Aldi.


"Sudah kamu ambil saja Ta !" seru Bayu.


"Lagian sudah seharusnya Aldi mengganti motor kamu!" lanjut Bayu.


Aldi segera melangkahkan kakinya menuju garasi motor disamping rumahnya.


"Ayo kesini," pintanya.

__ADS_1


Tirta dan Bayu segera mengikuti langkah Aldi kesamping rumah.


Begitu pintu garasi di buka, berjejer motor motor gede berjumlah puluhan.


Harley Davidson dari berbagai model, Ducati Desmosedici, Suzuki Hayabusa, dan moge-moge lain, seperti show room saja.


Bayu dan Tirta kaget melihat deretan moge-moge di garasinya Aldi.


"Silahkan pilih Ta,,"


"Ini,,.. ini...Motor mahal semua, tidak sebanding dengan Motorku Al !" bantah Tirta , melihat Tirta hendak menolak Bayu segera menyikut pinggang Tirta.


"Tidak apa-apa Ta ,ini bentuk permintaan maaf ku padamu," kata Aldi.


Tirta memandangi deretan moge-moge yang terpampang di depan mata hidungnya, Tinggal pilih!


Tirta bingung haruskah dia menerima ganti motor yang jelas-jelas harganya selangit ini!


Ketika pandangannya hampir di alihkan, mendadak matanya melihat di sudut agak jauh ada motor modifikasi model Jaap style. Motor itu terselip di antara moge-moge, sehingga hampir tidak kelihatan.


"Baiklah aku bawa motor yang itu saja Al," kata Tirta sambil menunjuk motor yang kelihatan paling jelek itu.


'Aku hanya pinjam saja, nanti kalo motorku sudah jadi akan aku kembalikan motormu!" kata Tirta.


"Ngapain kamu milih motor butut itu ! yang lain yang lebih bagus kan banyak," sanggah Aldi berusaha merayu Tirta untuk mengambil Motor lain yang jauh lebih bagus.


"Tidak!" Jawab Tirta tegas.


Bayu juga mengompori Tirta,


"Ambil Harley aja Ta!"


"Sekali tidak tetap tidak Bay, aku tidak mau berhutang budi pada Aldi," jawab Tirta tegas.


Bayu yang melihat ketegasan Tirta kali ini akhirnya bungkam. Dia tahu karakter Tirta jika sudah mengatakan Tidak pasti tidak dan tidak akan mudah berubah.


Akhirnya Tirta membawa motor modifikasi Jaap Style tersebut.


Beberapa saat kemudian mereka berdua dengan berboncengan sudah memacu motor pemberian Aldi dengan kencang menuju padepokan di Gunung pati.



Jaap Style Modifikasi dari Honda Tiger



Suzuki Hayabusa

__ADS_1



Ducati Desmosedici


__ADS_2