
"Sebenarnya lokalisasi sunan kuning ini sudah ditutup oleh pemerintah kota Semarang, akan tetapi untuk tempat hiburan karaoke tetap bisa buka di sini!" kata Tirta lagi.
"Irman! kita ambil jalan Lurus atau belok kiri?!" tanya bang Leo tiba-tiba, ketika di jumpainya ada pertigaan di depannya..
Sejenak Irman berkonsentrasi dengan memejamkan kedua mata.
"Belok ke kanan saja bang Leo!" kata Irman.
Mobil segera di belokkan ke arah kanan..
"Pelan -pelan bang Leo?" kata Irman sambil terus memejamkan mata.
Ya, kemampuan Irman dalam olah rasa dan olah batin makin hari makin hebat sejak dia di bimbing secara langsung oleh eyang Wasis Joyokusumo dan kemudian di teruskan oleh Mbah Hardjo!
"Stop, berhenti di sini bang Leo!"
seru Irman.
Mobil segera di pinggirkan oleh bang Leo,
"Ayo semua turun," kata Tirta. Ternyata tempat mereka berhenti adalah tepat berada di depan sebuah tempat Bar dan karaoke yang cukup besar dan ramai!
Setelah bang Leo memarkir mobil, dia segera bergabung dengan Tirta dan kawan- kawan.
Irman segera melangkah menuju tempat karaoke itu..
Tertulis di sana Bar dan Karaoke "Arum Dalu"!
Di depan tempat ini
tampak beberapa penjaga bertampang seram dan rambut gondrong! sepertinya mereka adalah preman dan penjaga di tempat ini.
" Mereka ada di dalam sini Mas Tirta,!" kata Irman pasti.
"Ayo kita masuk, seru Bayu bersemangat seraya melangkah kakinya hendak masuk kedalam,
"Sebentar , mas, kalian ini mau berkaraoke atau apa ya?" tanya salah satu dari penjaga tempat ini!
"kami sedang mau nyari orang!" jawab Bayu sudah nggak sabar.
"Siapa yang kalian cari? tanya si penjaga tempat karaoke ini.
"Siapa namanya biar kami yang Carikan!" kata si penjaga lainnya.
Ditanya seperti ini Bayu akhirnya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal!
Dia bingung harus menjawab apa.
"Benar juga apa yang di katakan si penjaga karaoke ini" pikir Bayu.
"Gimana nih bang Leo,!?" Bayu mencoba mencari solusi pada bang Leo.
Bang Leo segera mendekati ke arah Bayu dan di penjaga tempat karaoke ini .
Kemudian dengan sok akrab bang Leo tampak merangkul si penjaga seraya berkata,
"Kami dari Dir reserse Polda Jateng mas, !" bisik bang Leo pada sang penjaga karaoke ini!
Si penjaga tampak terkejut dengan perkataan dari bang Leo ini ! apalagi tubuh bang Leo yang tegap dan berisi serta berpotongan rambut cepak , karena memang dia mantan anggota pasukan khusus.
"Kami hanya ingin memeriksa orang saja, kami hanya memastikan bahwa buruan kami memang sedang berada di tempat ini." kata bang Leo lagi.
"Baik, baik pak! silakan kalau memeriksa ke dalam,, silahkan pak! " kata si penjaga mulai ketakutan dengan kata kata bang Leo.
Kemudian bang Leo mengajak Bayu dan Irman serta Adnan untuk memeriksa satu persatu ruangan karaoke yang ada di situ!
Sedang kan Tirta jayakusuma dan Mawar berjaga jaga di luar! siapa tahu ada hal-hal yang tidak di inginkan atau orang- orang yang mereka buru hendak melarikan diri.
__ADS_1
***
Sudah semua room karaoke di periksa akan tetapi mereka tidak menemukan orang-orang yang mencurigakan!
Mereka hanya menemukan orang orang yang tengah asyik Masyuk di room karaoke.
Irman segera berkonsentrasi lagi, mengerahkan segenap Indra dan roso nya.
Irman berusaha meningkatkan kepekaan perasaan nya..!
kemudian dia tersenyum dan berkata;.
"Di sana bang Leo! seru Irman sambil menunjuk ke arah tembok !
"Hah,! itu tembok Irman! "seru Bayu..
Leo segera mendekati tembok yang di tunjuk oleh Irman.
Bang Leo tampak meneliti dengan seksama tembok itu .
Di ketog ketognya dinding itu.
terasa ada rongga di dalam dan ketika di periksa lebih lanjut maka bang Leo menemukan bahwa itu adalah sebuah pintu! pintu rahasia yang terbuat dari papan gypsum! sehingga mirip sekali penampakannya seperti tembok beton.
"Hmm,,, ini sih bukan tembok!" seru bang Leo!
"Ini pintu terbuat dari papan gypsum sehingga mirip tembok !" kata bang Leo setelah memeriksa dinding tersebut!
Tampak si penjaga sangat terkejut.
"Eh maaf pak, ini ruangan rahasia boss kami! siapapun di larang memasukinya!" serunya khawatir.
"Kau pikir kami siapa heh,!" bentak bang Leo keras.
"Iya, iya pak,,,!" si penjaga tampak keder juga mendapat gertakan dari Bang Leo!
Dan ternyata di balik pintu gypsum ini terdapat sebuah tangga turun kebawah!
Dan di ujung tangga yang mengarah kebawah ini terdapat lagi pintu yang tertutup rapat!
Mereka segera turun menyusuri tangga itu hingga sampai di ujungnya dan terdapat sebuah pintu .
Bang Leo segera mengetok pintu itu ,
"Siapa diluar!?" bentak suara dari dalam.
"Kami bos ! ini mau nganterin minuman!" kata bang Leo..
Ya,,bang Leo tampak nya memang benar- benar seorang yang berpengalaman dalam penyamaran.
Mendengar suara ini , Irman segera berbisik pada bang Leo.
" Ini orang nya bang, " kata Irman pasti!
"Siap siap Bay,. Adnan!" kata bang Leo!
Begitu pintu di buka tampak enam orang berada di ruangan tersebut.
Begitu pintu terbuka,.Bayu yang sudah bersiap segera merangsek.masuk kedalam di ikuti bang Leo Serta Adnan!
Mereka tampak kaget dan gelagapan menerima serangan mendadak.ini.
Pergumulan segera terjadi! petarungan model mix martial art atau pertarungan gaya bebas segera berlangsung tiga lawan enam dalam ruangan yang sempit!
Dalam pertarungan model ground fighting ini, Bayu benar- benar merajalela?
Tubuh nya yang besar dan gendut dengan tenaga gajah membuat lawan-lawan nya segera dapat di tindih dan di timpa dengan tubuhnya yang segede gaban ini.
__ADS_1
Dua orang yang di tindih nya sudah tak mampu bergerak , dan dengan sedikit gamparan saja keduanya sudah jatuh tak sadarkan diri!
Bayu kemudian meraih dua lawan lagi yang sedang bergulat melawan bang Leo dan Adnan.
Dua orang ini sangat tekejut ketika tiba saja sebuah kekuatan laksana gajah menarik ke belakang dan kemudian menghantamkannya ke arah tembok kamar.
Kekuatan yang benar- benar tidak terlawan!
Beberapa saat kemudian Adnan dan bang Leo berasil meringkus lawan lawannya!
kali ini mereka mendapatkan tawanan besar! enam orang sekaligus!
Mereka kemudian membawa tawanannya ke bawah ! dan selanjutnya mereka diangkut ke padepokan di lereng Gunung Ungaran!..
***
Pagi itu Tirta Bayu sudah nongkrong di bawah pohon rindang di depan ruangan dosen!
Rencana nya mereka kembali akan menemui Bu dosen cantik Devania.
Beberapa saat menunggu, segera terlihat seorang wanita anggun berjalan ke arah Tirta , Bayu dan Adnan.
Dengan senyum mengembang Bu Devania tampak menghampiri mereka bertiga!
Senyum manis tersungging di sudut bibirnya yang ranum , merah merekah seperti jambu merah yang sudah masak pohon dan siap di petik.
"Ayo masuk ruangan dulu!" ajak Bu dosen ataupun mbak dosen Devania .
Mereka membuntuti Bu Deva dari belakang, mereka berjalan berurutan, Tirta Adnan dan Bayu.
Setelah sampai di meja nya, Bu Deva kemudian duduk di kursinya dan mempersilakan tiga pemuda ini duduk di depannya .
Ada,. apa Tirta,. Bayu,,. Adnan, kata Bu Devania ramah dan lembut halus, Jauh sekali dengan sikapnya kemarin yang judes habis!.
"Ini, Bu Deva, Tirta ingin bertemu Bu Deva!" kata Bayu yang kumat usilnya..
"Loh, hanya Tirta saja!?" tanya bu Deva tampak bingung.
"Iya, Bu Deva! Hanya Tirta saja!"
"Sebab kami juga sekedar ngikutin Tirta saja Bu Deva..?"
"Loh kok...!" Tirta mau protes pada kawan-kawannya ini yang memang sering ngerjain.
"begini Bu, bagaimana dengan nasib nilai kami!?" tanya Tirta.
"Oh, Masalah itu to?!"
"Sebenarnya nilai kalian cukup bagus! " kata Bu Deva.
"Tapi berhubung absensi kalian parah , terpaksa ibu tak bisa mengeluarkan nilai kalian", kata Bu Devania sambil tersenyum manis bahkan sangat manis sekali. Sampaipun Adnan sampai melongo menikmati senyuman terindah di hari ini.
"Dan untuk itu, ibu akan memberikan tugas pada kalian!" kata Bu Deva.
"Iya Bu ! apa tugas Kami!? " tampak Adnan bersemangat!
"Baiklah tugas kalian cukup mudah. kok," kata Bu Deva.
"Karena ibu masih merasa takut kalau kalau Diky datang lagi !"
"Maka nanti malam temani ibu di rumah!"
Tampak Tirta, Bayu dan Adnan sangat terkejut dengan permintaan aneh dari Bu Deva ini.
"Baiklah Bu Deva, nanti kita akan menemani Bu Deva lagi." Tirta menyanggupi tugas dari Bu Deva.
Demikianlah , suasana yang sangat kaku kemarin, berubah menjadi hangat dan cair.
__ADS_1