
Begitu Ludiro mengajak mereka memasuki tenda besar itu, tampak wajah-wajah yang memandang penasaran! mereka ingin tahu siapakah pemuda- pemuda ini !
Akan tetapi ada pandangan yang kaget dan tidak suka ! dia adalah Intan dan kawan-kawannya yang kemarin sempat adu mulut dengan Mahardika.
"Silakan mas Tirta, mas Bayu, mas Adnan dan mas...!?"
"Mahardhika Ki, " sahut Tirta menyambung.
Setelah mengucapkan salam Tirta segera duduk bersila di antara orang orang yang hadir terlebih dahulu.
Ki Suromenggolo segera memperkenalkan pada semua yang hadir.
"Dia adalah tamu undangan ku, Mas Tirta Jayakusuma ! seorang pemuda yang amat sangat tangguh dan tanggon dari padepokan di lereng Gunung Ungaran !" Ki Suromenggolo mulai memperkenalkan tamu barunya kepada segenap yang hadir di tenda itu.
"Dan ini adalah Mas Bayu ," kata ki Suro,
"dan ini Mas Adnan, juga mas Mahardika !" seru Ki Suro.
"Semua adalah orang sendiri!" lanjut Ki Suromenggolo.
Terlihat dari cara memperkenalkan Ki Suromenggolo sangatlah segan dan menghormati pada Tirta Jayakusuma dan kawan-kawannya.
Sehingga hal ini menimbulkan rasa tidak puas dan rasa tidak suka dari beberapa orang yang hadir, terutama di kalangan anak-anak mudanya.
Mereka menganggap kalau mereka lah yang sepatutnya di perlakukan dengan sangat hormat dan segan oleh Ki Suromenggolo..
Ya memang banyak pemuda pemudi yang masih belum berpengalaman di dunia olah Kanuragan! Layaknya burung, mereka baru belajar mengepakkan sayap sayapnya untuk belajar terbang.
Kali ini mereka telah diajak oleh para pemimpin perguruan perguruan silat ataupun pemimpin padepokan untuk menambah pengalaman dan wawasan.
Banyak dari mereka yang mempunyai anggapan bahwa merekalah yang paling pinunjul (menonjol) dan paling hebat! yang tidak terkalahkan!
"Maaf Ki Suromenggolo juga para sesepuh sekalian! kami hanyalah pemuda biasa yang tidak berkemampuan apa-apa," sela Tirta merendah menanggapi ucapan Ki Suromenggolo.
"Kebetulan saja kami mengenal Ki Suromenggolo dan juga mas Ludiro dan mas Jokosuro." lanjut Tirta Jayakusuma pelan.
"Hm, hanya pemuda penakut saja yang berkata demikian," bisik pemuda berwajah garang pada gadis cantik di sebelahnya.
"Benar," balas seorang pemuda tampan di sebelah Intan yang merupakan keponakan dari Kyai Sahroni.
"Tampak nya Ki Suromenggolo terlalu menganggap tinggi bocah culun itu " bisik pemuda yang lain.
__ADS_1
"Ingin aku menguji pemuda itu, bisik si pemuda berwajah garang itu."
Hatinya masih terasa panas mengingat kejadian kemarin yang membuatnya malu luar biasa!
"Carilah kesempatan untuk mempermalukan anak ayam itu kang Topan," bisik si gadis yang membuat pemuda yang berwajah garang yang ternyata bernama Topan ini semakin terbakar hatinya.
Sedangkan para tetua lebih banyak memandang dengan seksama pada Tirta Jayakusuma.
Mereka merasa kagum dengan pembawaan Tirta yang cenderung rendah hati dan tidak jumawa, walaupun telah di puji secara terang terangan oleh Ki Suromenggolo.
Seorang pemuda yang terlihat lemah dan tidak menunjukkan sebagai seorang yang menguasai ilmu Kanuragan tingkat tinggi!
Para tetua yang hadir sudah paham akan karakter dari Ki Suromengolo yang berangasan, sombong dan tinggi hati tapi memang punya ilmu Kanuragan yang sangat tinggi akan tetapi selalu berbicara jujur, terbuka dan apa adanya.
"Baiklah kita bahas lagi rencana kita menghadapi kelompok penyusup ini," lanjut ki Seno Aji.
"Menurut ku kuncinya ada di tangan ki Seno Aji!" kata seorang tetua lain.
"Ki Seno Aji bisa mengatur siapa siapa saja yang yang turun gelanggang," kata tetua tersebut.
"Sebenarnya hal itu bisa saja aku lakukan kang Guno! tapi aku kira hal-hal yang demikian akan menciderai rasa kejujuran dan keadilan kita !" jawab Ki Seno Aji.
"Demi kebaikan bersama Seno !" seru Ki Suro..
Dengan di desak oleh para tetua yang lainya akhirnya Ki Seno Aji menyanggupi usulan dari Ki Suro.
Kemudian ki Suro juga mengusulkan supaya Tirta Jayakusuma bisa mewakili padepokannya .
"Aku kira kita bisa memasukkan nama Mas Tirta Jayakusuma, sebagai perwakilan dari perguruanku," kata Ki Suromenggolo.
"Dengan adanya Mas Tirta, hatiku akan merasa tenang," lanjut Ki Suro.
"Apakah Ki Suromnggolo sudah sangat yakin dengan kemampuan anak muda itu?" seru Intan, yang tampak sangat tidak sreg hatinya mendengar usulan dari Ki Suromengolo.
"Hm, nduk Intan cah ayu ! ada hal-hal yang kamu harus tau bahwa di atas langit masih ada langit.. !" kata ki Suromenggolo menasehati Intan.
"Tanyakan lah bagaimana kemampuanku jika di bandingkan dengan ayahmu, Kyai Sahroni dan juga Ki Seno aji," kata ki Suromenggolo.
"Kalaulah kemampuan Kita bertiga di gabungkan menjadi satu dan ditambah beberapa orang lagi dengan kemampuan setara dengan kita belum tentu kita mampu menghadapi seorang Tirta Jayakusuma! " tegas suara ki Suromenggolo.
Mendengar kata-kata dari Ki Suromenggolo ini semua kaget, terutama bagi para tetua. Bahkan Kyai Sahroni dan Ki Seno Aji sampai melengak kaget di buatnya!
__ADS_1
"Benar demikian Suro?!" seru Ki Seno.
Ki Suro mengangguk dengan tegas.
"Tak ada gunanya juga aku membual disini kan Seno!?" jawab Ki Suromenggolo.
"Tiba-tiba pemuda berwajah garang yang berada samping Intan berseru ;
"Tidak mungkin, anak muda itu kemarin sempat ketakutan ketika kami ada sedikit masalah dengan mereka!
"Tenanglah anak muda," kata Wayan Sudhiarte, seorang pemimpin sebuah padepokan silat di Gianyar Bali.
"Aku pikir Ki Suromenggolo bukanlah tipe orang yang suka membual" kata Wayan Sudhiarte.
Sebagian orang yang hadir tampak mengangguk-anggukan kepala tanda setuju dengan pernyataan dari pak Wayan ini.
"Maaf para tetua, janganlah memperdebatkan hal seperti ini !" sela Tirta.
"Sebenarnya lah kami hanya bisa sedikit ilmu Kanuragan, kemampuan kami masih sangat jauh di bandingkan dengan kalian semua! kami akan tetap membantu semampu kami ," kata Tirta yang merasakan tidak enak mendengar tanggapan dari beberapa anak anak muda ini.
Mendengar ini, banyak para tetua yang semakin kagum dengan perilaku dan kesopanan dari pemuda ini.
"Baiklah begini saja, ketika nanti sudah ada keputusan siapakah yang menenangkan pertarungan maka dia akan diuji oleh para tetua atau oleh orang yang di tunjuk oleh para tetua! bagaimana menurut kalian?" tanya Ki Seno Aji memberikan masukannya.
"Dan kita akan bertindak sesuai kejadian yang ada di lapangan ," lanjut nya pula.
Demikianlah , pertemuan itu pun selesai ketika hari mulai kelam. Para peserta segera bergegas mendaki ke lembah tempat di adakannya pemilihan pemimpin perguruan silat se Jawa Timur, Bali dan juga Madura.
Sementara Tirta, Bayu, Adnan dan Juga Mahardika masih berdiam di tenda ki Suromenggolo.
"Mas Tirta Jayakusuma !sebenarnya keberadaan para penyusup ini sangat lah berbahaya! Mereka mempunyai ilmu Kanuragan yang sangat hebat! perwakilan mereka pernah mendatangiku menyampaikan supaya aku beserta murid-murid ku mau bergabung di bawah naungan Panji Panji mereka," terang Ki Suromenggolo.
"Dalam kesempatan itu Ludiro dan Jokosuro sempat mengadu ilmu Kanuragan dengan mereka! dan hasilnya mereka tidak dapat menaklukkan keduanya, tapi Ludiro dan Jokosuro pun tak mampu menaklukkan mereka," lanjut Ki Suro.
"Untunglah pada waktu itu mereka segera mengundurkan diri karena masih menganggap aku! padahal waktu itu aku masih dalam keadaan cedera." lanjut Ki Suromenggolo.
"Yang diutus itu adalah pion pion kecil mereka." kata Ki Suromenggolo.
"Coba bayangkan, pion nya saja sudah sedemikan kuatnya apalagi para pemimpin diatasnya!" lanjut Ki Suro.
"Dan aku juga sudah menyuruh Ludiro dan Jokosuro untuk menyelidiki masalah ini."
__ADS_1
"Ternyata banyak perguruan silat yang takluk oleh mereka dan sekarang berada di bawah Panji Panji kelompok ini." Ki Suro menerangkan apa yang sudah di ketahui nya kepada anak-anak muda ini.
"Kini dalam perebutan pimpinan perguruan silat ini, mereka masuk mewakili beberapa perguruan silat yang ada, yang sudah mereka taklukkan !"