
Ketika lutut aldi akan segera membentur perut Tirta !
Aldi sudah merasa yakin serangannya kali ini tidak mungkin di hindarkan oleh Tirta.
Alangkah terkejutnya ketika Aldi merasa lutut nya seakan tertahan gerakannya.
Ya, ternyata Tirta sudah menahan lutut Aldi dengan telapak tangan kirinya!
Setelah mematahkan serangan lutut Aldi, tirta segera melontarkan dirinya kebelakang untuk meredam getaran serangan lutut Aldi.
Sebenarnya lah tanpa melontarkan dirinya Tirta sanggup meredam benturan lutut Aldi, akan tetapi Tirta tidak ingin terlalu menonjolkan kekuatannya sekarang ini.
Ketika Tirta mundur beberapa langkah, serangan Aldi membadai memburunya, pukulan-pukulan cepat dan kuat, juga tendangan-tendangan sepenuh tenaga dari aldi benar-benar sangat hebat.
Kawan-kawan Aldi bersorak-sorai riuh mendukung Aldi, sedang kan Guntur dan kawan-kawannya menahan napas melihat serangan Aldi.
Pertarungan terlihat semakin seru saja, terlihat sepertinya Tirta terdesak dan berloncatan kian kemari menghindari serangan-serangan Aldi yang berbahaya. Dilihat dari penonton, Tirta bukanlah tandingan Aldi. gerakan Aldi sangat mantap dan kuat, seperti seekor singa yang sedang memburu dan mempermainkan mangsanya. Dia memburu kemanapun Tirta melompat. pertarungan yang sangat mendebarkan bagi penonton!
Akan tetapi setelah sekian lama bertarung, harapan kawan-kawan Aldi tidak pernah terjadi. Tirta masih tetap berloncatan menghindari serangan Aldi yang seperti orang kalap saja.
Aldi mulai menyadari bahwa tirta hanya berlompatan kesana kemari dan sekali kali menangkis serangan-serangannya tanpa melakukan balasan.
Ketika Aldi menyadari hal ini dia semakin marah dan kalap dalam menyerang, disela-sela serangannya yang membadai dia berteriak-teriak " Bang**t kau Tirta, kalo kau benar jago ayo balas seranganku, jangan bisanya hanya berloncatan dan menghindar!
"Huh dasar banci , balas seranganku!"
Tirta yang mendengarnya hanya tersenyum kecil saja, tapi dalam hati kecilnya dia ingin memberi pelajaran pada Aldi tanpa terlalu menyakitinya.
Pertarungan diantara keduanya sudah berlangsung lebih dari setengah jam, dan selama itupun tidak ada satupun pukulan ataupun tendangan yang bisa mengenai badan Tirta.
__ADS_1
Peluh sudah membasahi tubuh Aldi, tenaganya semakin susut, gerakannya semakin lambat.
Sebaliknya dengan Tirta , dia berloncatan menghindari pukulan dan tendangan yang mengarah padanya. Nafasnya biasa saja tanpa terasa berat, peluh yang keluar pun juga biasa, karena efek matahari pagi yang mulai terik.
Aldi juga mulai menyadari akan keadaan dirinya yang mulai kelelahan.
Aldi mulai menyadari jika pertarungan ini diteruskan dia pasti akan kalah karena dia pasti akan kehabisan nafas, dilihatnya Tirta masih segar bugar, tapi di depan seluruh anggota dojo dia tidak ingin dipermalukan oleh lawannya ini.
Dalam suatu kesempatan Tirta ingin Aldi menyadari bahwa dia tidak akan sanggup mengalahkan dirinya, maka ketika serangan Aldi datang membadai, kali ini tirta tidak melompat, tapi justru membenturkan dirinya, dia mengerahkan sedikit tenaga dalamnya disalurkan kearah lengan dan di benturkan kearah kaki Aldi yang mengarah ke atas kepalanya.
Terjadi benturan yang cukup keras "Duak" kaki berbenturan dengan lengan. Akibatnya luar biasa, Aldi terlempar, ber putar kebelakang dan jatuh tanpa terkendali.
Begitu terjatuh, Aldi segera bangkit melenting dan berdiri, dia sudah mendalami ilmunya cukup lama, dan menjalani berbagai pertandingan baik dalam latihan, pertandingan resmi maupun pertarungan jalanan. Tapi baru kali ini terjadi dirinya sampai terlempar karena berbenturan tenaga dengan lawan.
Wajahnya merah padam, nafasnya tersengal sengal memburu, Dia benar benar di buat terkejut. Pertarungan segera berhenti beberapa saat.
Di pihak Tirta, dia tetap diam di tempatnya tanpa bergerak setapakpun, tubuhnya mendadak berubah seperti tonggak kayu kokoh yang tidak tergoyahkan, aura nya kuat , sorot matanya tajam mengarah pada Aldi!
Kali ini serangan-serangan nya dilambari kekuatan penuh, kelelahan yang tadi menderanya seakan akan lenyap karena sekarang ini emosinya ditekan, dan pernafasannya di kendalikan.
Sebagai seorang petarung yang berpengalaman dia semakin bersemangat menghadapi lawan yang kuat.
Kali ini Aldi menyerang dengan penuh perhitungan, walau serangannya tidak secepat semula, tapi kali ini tiap serangannya membawa aura kekuatan yang mantap.
Segera saja keduanya terlibat lagi dalam duel yang seru.
Penonton yang melihat pun semakin dibuat tegang dengan pertarungan ini. Sekarang pertarungan lebih terlihat jelas karena Aldi merubah gaya bertarungnya.
Di tepi arena pertandingan yang lain. Iza, Guntur, dan kawan-kawanya yang sedari tadi menyaksikan pertarungan dengan cemasnya. Dari awal mereka mengkawatirkan Tirta, terutama Iza. Beberapa kali dia berteriak-teriak cemas ketika di rasa Tirta terdesak oleh serangan-serangan Aldi yang seperti kesetanan itu.
__ADS_1
"Tenanglah Faiza, Tirta tidak akan kalah, Lihat dengan seksama ! Tirta tidak pernah terkena pukulan dari Aldi. Dia terus menghindar"
Guntur sejak awalnya juga was-was dengan Tirta , tapi ketika di amatinya lebih seksama dan dengan pengalamannya yang juga sedikit mendalami ilmu beladiri membuatnya lebih memahami situasi saat ini. Tirta sengaja menghindari serangan Aldi tanpa membalas, kecepatan Tirta benar-benar luar biasa, juga daya tahan dan nafasnya benar-benar kuat, diluar yang di bayangkan Guntur sebelumnya! Benar-benar diuar ekspektasinya.
Tirta bertarung dengan tenang, sepertinya Tirta bukan lah pemuda yang di kenalnya selama ini. Aura Tirta benar-benar aura seorang petarung yang sangat kuat !
Dan benar apa yang di katakan Guntur, ketika dilihatnya Aldi terlempar keluar dari arena pertarungan.
"Lihat Lah Faiz, Aldi terlempar!" seru Guntur.
"Benar kak Guntur" seru Adnan.
Iza bersorak kegirangan, dia melompat lompat kegirangan melihat Aldi terlempar dari arena pertarungan.
Di arena!
Beberapa kali terjadi benturan-benturan di antara kedua nya, Tirta sengaja membenturkan tenaganya kali ini.beberapa kali dia sengaja menambah kekuatan di tangannya, sehingga tiap kali terjadi benturan kekuatan, Aldi segera merasa tangannya bergetar dan pedih. Hal ini berlangsung terus menerus.
Dan dilain kesempatan dia sengaja tidak menghindar atau menangkis pukulan Aldi ke arah dadanya! Alhasil tangan Aldi seperti membentur besi baja ! tangannya tergetar dan ada tenaga balik yang membuat dirinya mundur beberapa langkah.
Aldi merasa kalo pertarungan ini berlangsung lebih lama dia pasti akan kalah telak. Dia berpikir keras untuk menghindari kekalahannya dan membuat dirinya malu di depan kawan kawannya.
Semakin lama benturan-benturan mereka membuat lengan dan kaki Aldi menjadi sakit, tangan dan kakinya sudah bengkak dan biru biru.
Suatu saat setelah melakukan serangan membadai ke arah Tirta, Aldi melontarkan dirinya menjauh ke belakang. Dia berdiri dengan tegak dan segera berkata.
"Aku kira pertarungan ini tidak akan selesai hari ini, kegiatan ku masih banyak, kita tetapkan hari ini tanpa ada putusan! besok seminggu lagi aku tunggu kamu di Dojo" Aldi masih berusaha menutupi ketidakmampuannya mengalahkan Tirta kali ini.
Di depan kawan-kawannya dia harus terlihat sebagai Aldi yang hebat dan kuat, dia tidak ingin harga dirinya jatuh, sehingga dia mengambil cara ini untuk mengakhiri pertandingan.
__ADS_1
"Kau yang mengajakku berduel dan kau yang mengakhirinya, silahkan kalo hari ini kau yang mengakhirinya" jawab Tirta kalem. Dia tahu Aldi mengakhiri pertarungan kali ini untuk menghindari kekalahan di depan anggita karate. Sehingga di depan mereka Aldi tetaplah Aldi yang Jago dan tidak terkalahkan .
Tirta memanglah berhati baik dan rendah hatinya jadi dia tidak mempermasalahkan kehendak Aldi, akan tetapi para penonton mempunyai pemikiran lain. Apalagi bagi mereka yang baru mempelajari ilmu beladiri.