
selanjutnya Peter memanggil pemuda bermasker hitam yang bernama Welang untuk memasuki arena dan di susul oleh Mahardika.
Setelah saling hormat,. Welang tampak menyerang terlebih dahulu.
Tampak Welang melakukan penjajakan kekuatan lawan terlebih dahulu, karena pada pertarungan sebelumnya , pemuda tampan yang bernama Mahardika ini tampaknya sangat hebat dengan sekali gerakan mampu menjatuhkan lawannya.
Demikianpun dengan Mahardika, dia tampak berhati-hati menyambut serangan dari Welang.
"Dess,,,,!" pukulan Welang tampak membentur pertahanan dari Mahardika, kedua nya segera merasakan tolakan yang kuat.
Selanjutnya kedua-duanya melanjutkan duel dengan lebih cepat dan kuat lagi.
Ketika kekuatan sudah mulai di tingkatkan, maka pertarungan menjadi semakin seru saja.
pukulan-pukulan dan tendangan silih berganti di lakukan. dan sejauh ini tidak ada yang bisa menyentuh tubuh lawan.
Kedua duanya tampak semakin bersemangat ketika menemukan lawan bertarung yang seimbang.
Mahardika segera meningkatkan tenaga batin nya ! serangan serangannya tampak semakin hebat, karena tampaknya mulai di lambari oleh ajian-ajian leluhur..
"Hmm, hebat juga pemuda ini!" batin Welang yang segera pula mengeluarkan aji yang bisa menimbulkan angin dan petir.
Pertarungan berikutnya menjadi semakin mengerikan.
Para penonton yang merupakan para peserta pertandingan yang sudah kalah, benar-benar takjub dengan pertarungan yang terjadi antar Welang dan Mahardika ini.
Pandangan mereka akan ilmu beladiri menjadi berubah..
Benar-benar pertarungan yang sulit untuk dicerna dan di pahami oleh akal manusia.
Beberapa kali benturan di antara dua pemuda ini terjadi dan menimbulkan badai pasir yang cukup besar. Pembatas arena pertandingan sudah tercabut dari tempatnya.
Dan ketika kedua anak muda ini mulai mencapai puncak ilmu masing masing, maka tampak cahaya biru tipis menyelimuti tubuh Welang, sedangkan cahaya merah tipis menyelimuti tubuh Mahardika.
Welang tampak terkejut melihat ajian yang di gunakan Mahardika.
"Hmm, siapa pemuda ini,,,!" batin Welang.
"Dia mampu mengeluarkan aji tapak Geni yang di kuasai Tirta Jayakusuma," batinnya.
Kedua ajian yang sama-sama merupakan warisan leluhur segera berbenturan.
"Bamm,,,,, !" ledakan dahsyat terjadi begitu dua ajian sakti ini berbenturan..
Keduanya sama-sama terlontar jauh kebelakang !
Kawah pasir segera tercipta di tengah-tengah arena.
Di dalam castil, Mr Budiman tampak tersenyum tipis,
"Hmmm, tidak sia-sia aku mengundangmu kemari Welang," batin Mr Budiman.
__ADS_1
Ya,, Welang ini di panggil khusus oleh Mr Budiman.
Di arena.
"Hai, Mahardika, siapa kamu sebenarnya hah,," seru Welang.
"Aku pernah menghadapi ajian yang kamu gunakan sebelumnya !"
seru Welang.
"Hmm, tidak penting siapa aku,?" seru Mahardika.
Sebenarnya pun Mahardika juga penasaran dengan pemuda bermasker hitam di hadapannya ini, yang tampaknya punya ajian warisan leluhur yang mampu mengahadapi ajian Tapak Geni miliknya.
"Hmm, sombong, " seru Welang.
Welang segera mengetrapkan ajiannya yang tampaknya adalah Suryo Dahono lebih tinggi lagi. Cahaya Biru semakin pekat melingkupi tubuh Welang.
Dengan satu lompatan panjang dia menerjang kearah pemuda yang menjadi lawannya ini.
Demikianpun Mahardika yang segera menyambut serangan dari Welang dengan aji Tapak Geni nya sampai puncak yang mampu di kuasainya.
"Duarr,,,,! Benturan kedua ajian yang sama sama merupakan ajian langka yang merupakan warisan leluhur tanah Jawa terjadi lagi.
Benturan kedua ajian kali ini jauh lebih kuat dan menggelegar !
Pasir putih membumbung tinggi ke angkasa, seperti letusan gunung Merapi.
Ketika debu pasir putih mulai mereda, tampak Welang berdiri kokoh di tempatnya , dia hanya mundur beberapa langkah dari tempatnya semula.
Sementara itu Mahardika tampak terduduk di atas pasir dan bergeser agak jauh dari tempat nya semula. Wajahnya tampak pucat pasi dan ada sedikit darah di ujung bibirnya. tampak nya dia terluka di dalam.
Mahardika tampak mengatur pernafasannya yang terlihat memburu.
"Hmm ternyata hanya begitu saja kemampuanmu," seru Welang..
"Aku kira kemampuannya hampir sama atau paling tidak mendekati seorang pemuda yang pernah bertarung melawanku."
Ya tampaknya memang kemampuan dari Mahardika masih sedikit di bawah Welang, pemuda yang memakai masker hitam di wajahnya.
Beberapa saat kemudian Peter pun berseru;
"Pemenangnya adalah Welang !"
Begitulah pertarungan yang benar-benar seru dan mendebarkan itu dimenangkan oleh Pemuda bermasker hitam yang bernama Welang.
"Peter, sebaiknya pertandingan terakhir di langsungkan sekarang saja," seru Welang pada Peter.
"Agar cepat selesai, lanjut welang lagi.
"Benar !" seru para penonton.
__ADS_1
"Sekarang saja!" seru mereka.
Tampak Peter berbicara dengan anak buahnya yang lain untuk memutuskannya, kemudian dia segera berkata;
"Baik Welang, kita selesaikan malam ini juga !
"Gali! masuk arena!" seru Peter memanggil Gali.
Tampak Gali agak keder, ketika melangkah kan kakinya ke arena yang sudah tidak berbentuk arena lagi, malahan berbentuk kubah lava saja.
Sebagai petarung dia segera menguatkan tekadnya.
Dengan segera dia menyerang dengan segenap kekuatannya.
Welang kali ini pun tampaknya ingin segera menyelesaikan pertarungan dengan cepat.
Dia segera mempersiapkan aji Suryo Dahono !
Cahaya biru keluar dari telapak tangan Welang dan memapaki serangan dari Gali.
"Duarr,,!!!!!! ....benturan keras terjadi dan tanpa ampun lagi tubuh Gali yang tinggi dan besar pun terlempar dan jatuh telentang dengan wajah pucat dan darah keluar dari mulutnya.
Untunglah bahwa Welang tidak bermaksud membunuhnya dan memang Gali sendiri menguasai ilmu kebal, sehingga pukulan dari welang tidak membahayakan nyawanya.
Malam itu rangkaian pertandingan sudah selesai semuanya.
Peter segera memberitahukan kalau selanjutnya mereka akan di berikan tugas.
"Kalian akan dijadikan empat kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan sepuluh orang termasuk pemimpin kelompok, ! seru Peter.
Akan tetapi ternyata empat orang mengalami cedera yang lumayan berat, maka anggotanya di tambah!
Diambil dari pasukan pengawal Mr Budiman yang juga bertugas sebagai pengawas dan penghubung, sehingga jumlah kelompok tetap sepuluh orang termasuk pimpinan kelompok.
"Kelompok satu di pimpin Welang, seru Peter! yang segera menyebut sembilan anggota dari kelompok satu.
"Kelompok dua dipimpin oleh Mahardika!" seru Peter lagi, dan Peter segera menyebut nama nama Anggota kelompok dua.
"Kelompok ketiga di pimpin oleh Gali !" seru Peter yang juga menyebut anggota anggota kelompok ketiga.
"Dan terakhir kelompok empat, dipimpin oleh Daeng,!"seru Peter yang juga menyebut nama- nama anggota kelompok empat.
"Dan untuk hadiah uang tunai, malam ini juga akan ditransfer ke rekening kalian masing-masing sesuai perjanjian awal." seru Peter.
***
Esoknya mereka dengan speed speed boat berangkat ke bandar udara Letung yang letaknya di pulau Letung kabupaten kepulauan Anambas dan di sana sudah disiapkan pesawat yang akan membawa mereka kembali ke Jakarta.
Di Jakarta mereka mendapat briefing dari Peter untuk melaksanakan tugas pertama mereka.
Tampaknya dengan kekuatan baru ini Peter dan Mr Budiman sangat yakin bisa membabat habis rintangan yang mengganggu bisnis-bisnis haramnya.
__ADS_1