Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
pertarungan yang melelahkan


__ADS_3

Sedangkan kyai Fakih tampaknya mempunyai pandangan lain.


"Kelihatannya yang justru sangat menakutkan bagi mas Tirta Jayakusuma dan mas Mahardhika justru adalah wanita yang bernama Mawar itu," kata kyai Fakih.


"Wanita itu dengan mudah menundukkan lawan-lawannya tanpa mengeluarkan tenaga sedikit pun," lanjut Kyai Fakih.


"Mungkin wanita itu mempunyai aji aji seperti ajian pelet yang membuat laki-laki terpikat oleh nya,," tambah Kyai Fakih,,


"Kelihatannya apa yang di katakan kyai Fakih benar adanya sambung," Kyai Syahroni..


"Berhati hatilah mas Tirta, nanti malam mas Tirta akan berhadapan secara langsung dengan wanita ini," kata kyai Syahroni.


"Terimakasih atas dukungan dan peringatannya kyai, semoga saya bisa bertahan menghadapi Mawar. Dan saya minta doa dari para sesepuh semuanya," kata Tirta.


"Dan kamu nduk Intan, berhati hatilah, lawan mu yang bernama Jadug itu bukanlah manusia biasa! tampak nya Ilmu Kanuragan dari Jadug benar-benar sangat kuat dan luar biasa." Kata Kyai Syahroni.


"Jika kamu merasa tidak mampu menghadapi nya lebih baik kamu segera turun arena, jangan memaksakan dirimu," kata kyai Syahroni yang merasa sangat khawatir akan keselamatan anak gadis satu-satunya ini.


Demikianlah sore itu banyak Doa dan dukungan mengalir pada Tirta, Mahardhika dan Intan.


***


Malam itu suasana cukup terang, karena bulan bulat penuh dan tanpa awan yang menghalangi cahaya nya.


Di lereng sebelah selatan gunung Ijen, di sebuah lembah yang cukup luas.


Tirta sudah berdiri di atas panggung dengan masker menutupi sebagian wajahnya.


Dia berdiri di atas arena pertarungan lebih dulu untuk menenangkan dirinya. Karena dia menyadari untuk menghadapi Mawar! dia harus tetap tenang dan sangat berhati-hati.


Kali ini dia harus serius, dia tidak boleh mengecewakan para tetua yang telah mempercayai dirinya.


Pengalaman kemarin malam justru membuatnya lebih berhati-hati


Ketika Mawar melompat dengan ringan ke atas arena pertandingan seperti burung merak yang indah untuk di lihat! Terdengar suitan-suitan dan suara riuh dari para penonton.


Jaket hitam dan celana hitam ketat mencetak tubuh indah Mawar!


Mantap,, sungguh mantap euy, seru para penonton riuh!


Tubuh dan dada Tirta tergetar menyaksikan ini ...


Dipejamkannya kedua matanya supaya tidak melihat semua ini!


Diaturnya pernafasannya supaya reda deburan di dadanya.


Dengan hampir tanpa mengeluarkan suara, mawar sudah menginjakkan kakinya tepat beberapa langkah saja di depan Tirta Jayakusuma yang berdiri diam membeku di tempatnya.


"Selamat bertemu kembali mas ganteng mas bagus," suara Mawar yang lembut dan merdu menyapa Tirta Jayakusuma.


Dari sapaan awal ini, tampaknya Mawar sudah memantik aji Gendam Kantil!


Tirta kali ini sudah mengetahui akan bahaya dari suara juga tindak tanduk Mawar yang bisa menjatuhkan semua laki laki tulen.


Ternyata Tirta sudah menyiapkan dirinya dengan menyumbat kedua telinganya dengan heat set.sehingg dia tidak mendengar rayuan maut Wanita ini.

__ADS_1


Entah apa saja yang di omongkan wanita berbahaya ini, Tirta hanya berdiam seperti patung.


Hingga terlihat aba-aba dari Ki Seno Aji, Tirta segera mempersiapkan dirinya.


Aji tapak Geni di siapkan untuk menyerang wanita ini dari jarak jauh.


Dan ketika Mawar melangkah dengan indah, Tirta tanpa ragu lagi langsung mengarahkan telapak tangan terbuka ke arah Mawar.


Mawar Sangat terkejut melihat serangan ini. Tadinya dia mengira Tirta Jayakusuma sudah jatuh dalam pengaruh aji Gendam Kantil nya, akan tetapi dia salah duga!


Mawar segera melompat cepat seperti burung walet, ringan dan cepat.


Suara bergemuruh keluar dari telapak tangan Tirta, di ikuti hawa panas menerjang ke arah Mawar.


"Ahh,!" teriak Mawar terkejut ketika dia tidak bisa menghindari secara sempurna serangan dari Tirta Jayakusuma .


Dia telah terserempet di bahu kirinya oleh aji Tapak Geni.


Mawar segera melihat bahunya seperti terluka bakar dan jaket yang di kenakan nya mengeluarkan asap.


Dan detik berikutnya Tirta kembali melontarkan pukulan tapak Geni nya!


Udara di sekitar arena pertarungan menjadi berubah menjadi panas .


Kali ini Tirta ingin segera menyelesaikan pertarungan nya untuk menghindari hal- hal yang tidak di harapkan nya.


Mawar benar-benar merasa tertekan oleh udara yang menjadi semakin panas! menyesakkan dadanya.


Dia berlompatan sangat cepat mengindari sergapan aji Tapak Geni dari Tirta Jayakusuma.


Dalam keadaan yang demikian Mawar tidak mampu mengerahkan aji Gendam Kantilnya.


Dalam pertarungan jarak jauh seperti ini dia benar-benar tak berdaya dan tak mampu berbuat apa- apa.


Kecepatan nya yang berlandaskan tenaga batin dan ilmu kidang Kencono pun tak mampu lagi menyelamatkan dirinya dari serangan gencar dari Tirta Jayakusuma.


Hingga suatu saat , kembali lengan kananya terkena aji Tapak Geni!


Luka bakar terlihat jelas di lengan kanannya itu . Belum sempat Mawar memperbaiki posisinya kembali, dada montognya harus terkena aji Tapak Geni..


Kali ini Mawar jatuh terduduk!


Wajahnya tampak pucat pasi, nafas memburu dan tersengal-sengal.


Dalam keadaan demikian dia berkata pada Tirta Jayakusuma;


"Apakah mas Tirta masih tega menyakiti mbak Ayumu ini !" kata Mawar memelas.


Ya. Mawar masih berusaha menghadapi Tirta Jayakusuma dengan rayuan mautnya.


Tapi mana mungkin Tirta mendengar kata-kata ini, kupingnya masih tertutup rapat oleh heat set!


Tiba-tiba Tirta kembali melakukan tendangan, tidak terlalu keras memang! tapi cukup untuk membuat tubuh indah Mawar terjungkal dari atas arena pertandingan..


"Syukurlah ," batin Tirta..

__ADS_1


Dia benar- benar bersyukur bisa melalui ujian yang maha berat ini.


Dari pertarungan-pertarungan yang sudah di lakoni nya, baru kali inilah yang membuat pikiran dan perasaannya seperti di aduk-aduk tidak karuan.


***


Pertarungan berikutnya adalah pertarungan antara Jadug dan Intan!


Jadug segera melompat ke atas arena di ikuti Intan.


"Anak manis , turun sajalah, aku gak tega nyakitin kamu," seru Jadug..


"Aku sudah berani naik kesini, berati aku tidak akan mundur," jawab intan Ketus ...


"Aku sudah memperingatkan mu cah Ayu!" kata Jadug lagi.


Intan tampak sudah tak sabar! Dia segera melakukan serangan yang cepat pada Jadug.


Jadug tampak hanya diam saja! Dia ingin mencoba sejauh mana kekuatan dari gadis kecil ini!


"Duaghh, !!" tendangan keras dari kaki mungil Intan menghantam telak dada Jadug yang memang sengaja memasang dadanya untuk di tendang !


Tubuh Intan terpental keras, untunglah Intan bisa mendarat diatas kedua kakinya..


Tampak Intan meringis- ringis kesakitan, tampaknya kakinya mengalami cedera .


Jadug telah melambari tubuhnya dengan ilmu kebal yang sangat hebat!


Tubuhnya berdiri dengan kokohnya tanpa goyah sedikitpun menerima tendangan dari Intan.


Kyai Syahroni yang menonton kejadian ini tampak sangat khawatir akan keselamatan Intan.


Dia sudah merasa kalau kemampuan Jadug benar-benar kuat dan Nggegirisi!


"Hmm ,gadis manis, turun sajalah sebelum kamu terluka !" seru Jadug.


Tapi mana mungkin Intan mau menyerah begitu saja! Gadis ini adalah gadis yang sombong, angkuh dan tinggi hati!


Setelah reda rasa sakitnya , kembali Intan melompat menyerang Jadug!


Kembali Jadug membiarkan pukulan tangan kanan Intan , mengenai kepala bagian kanan Jadug!


Belum berhenti sampai di situ saja, kembali tangan kiri Intan mengarah dada dari Jadug!


"Huh tak tau diri,!" seru Jadug.


Tangan kiri Intan segera di tangkap dengan tangan kiri Jadug dan di puntirnya kebelakang sehingga sekarang Jadug berdiri di belakang Intan.


Kali ini tanpa ampun Jadug menghantamkan lututnya ke pan***t Intan, tidak terlalu keras memang, tapi ini adalah sebuah pelecehan!


Tidak sampai di situ saja, tangan Jadug yang besar dan kasar juga meremas bo***ng Intan membuat Intan menjerit histeris dan malu!


Ini adalah penghinaan bagi Intan!


Gadis sombong, angkuh dan tinggi hati ini benar-benar mengalami penghinaan di malam ini!

__ADS_1


Setelah itu Jadug dengan kuatnya mendorong dengan kuat hingga Intan terjungkal jatuh dari arena pertandingan!


__ADS_2