
"Sebenarnya kalian mau ke manakah?" tanya mawar pada Tirta Jayakusuma.
"Kalau boleh aku ikut kalian ya?"
"Aku ingin mengembara bersama kalian!" lanjut Mawar.
"Apa mbak Mawar tidak punya keluarga? sanak saudara? Sehingga harus kesana kemari tak karuan?" tanya Tirta.
"Mbak hanya lah orang kabur kanginan mas Tirta,,! mbak bergabung dengan jadug karena tertarik dengan kelompok Jadug,, mbak pun belum lama bergabung dengan mereka.
Tadinya mbak sih seneng-seneng saja bergabung dengan mereka!
Tapi setelah bergabung dengan mereka ,, hati ini jadi merasa tidak tenteram. Mawar membagikan sedikit cerita tentang awal dirinya bergabung dengan kelompok Jadug.
"Sebenarnya pun mbak belum begitu paham dengan kelompok mereka!"
"Mbak bergabung ke kelompok Jadug juga karena di ajak oleh Roy!"
Begitulah Mawar mulai bercerita tentang dirinya kepada Tirta Jayakusuma, Bayu dan juga Adnan.
Setelah berbicara panjang lebar dengan Mawar, Tirta mulai memahami mawar sedikit demi sedikit..
Ternyata Mawar adalah seorang wanita yang ceria dan menyenangkan kalau tidak sedang menggoda pria! tapi kalo sudah menggoda pria yang jangan di tanya lagi..
Tirta, Bayu dan Adnan akhirnya luluh juga, ketika Mawar berkeinginan menumpang bersama Tirta Bayu dan Adnan pulang ke Surabaya tempat asal nya.
Sebenarnya Tirta sempat sangsi dengan keberadaan Mawar bersama mereka, akan tetapi tampak nya Bayu dan Adnan setuju-setuju saja jikalau Mawar ikutan bergabung bersama mereka.
Ya lebih seru dan menyenangkan jika ada wanita cantik dan bahenol diantara mereka, itulah alasan Bayu...
Maklum ... jiwa muda...
Siang itu Tirta memacu Alphard hitam mereka menyusuri jalanan naik turun menuju padukuhan Srengseng melalui kota Jember, Klakah dan langsung ke Tengger..
Malam hari mereka sampai di lokasi pintu masuk padukuhan rahasia Srengseng.
Mawar tampak sangat terkejut ketika mereka melewati hutan Pinus, sebagai pintu masuk ke padukuhan, karena seakan-akan mobil yang mereka kendarai melibas pohon- pohon Pinus..
Ketika mereka turun dari mobil segera terlihat agak jauh lampu minyak berkedip- kedip pertanda keberadaan sebuah padukuhan.
Mereka berjalan menyusuri hutan Pinus itu hingga sampailah mereka di pinggir padukuhan yang tampak tenang akan tetapi menyimpan sejuta misteri di dalamnya.
__ADS_1
Ketika mereka mulai melangkah kan kaki keluar dari hutan Pinus itu, mendadak di depan mereka sudah berdiri seorang gadis cantik bagai bidadari , yang muncul begitu saja mengejutkan jantung!
"Nastiti!" bisik Tirta.
"Nastiti !!! " seru Bayu dan Adnan berbarengan.
Suara mereka cukup keras sehingga jarak beberapa ratus meter terdengar, sehingga beberapa anak anak muda padukuhan Srengseng yang sedang berjaga -jaga di gardu jaga mendengar seruan Bayu dan Adnan ! mereka segera melompat dan menuju ke arah suara Bayu dan Adnan Ini.
"Selamat datang kembali di padukuhan Srengseng mas!" sambut Nastiti .
Tampak dari suaranya, Nastiti sangat gembira sekali melihat kedatangan mereka bertiga.
Tetapi nampaknya Nastiti juga agak bercuriga ketiga ada seorang wanita pula yang berada di antara anak anak muda ini..
Tirta segera tanggap .
"Kenalkan ini teman kami Nastiti."
"Mawar namanya! panggil saja mbak Mawar karena memang lebih dewasa," kata Tirta.
Mawar segera memperkenalkan dirinya pada gadis cantik nan lugu di depnnya ini..
Dua gadis yang sangat bertolak belakang.
Ketika mereka mulia melngkah itulah , beberapa pemuda dengan cepat sudah mendatangai!
Tadinya mereka. tidak mengenali siapa yang telah datang. Akan tetapi begitu mereka sudah dekat dan melihat dari dekat, mereka segera mngenali siapakah yang sudah datang!
Mas Tirta, mas Bayu , mas Adnan! seru seorang pemuda yang sedang tampak nya adalah pemimpin diantara anak anak muda yang berjaga-jaga pada malam ini.
Mereka segera mengantarkan Tirta dan kawan kawan menuju ke rumah Ki Ranu..
Setibanya mereka di pendopo rumah Ki Ranu, ternyata di sana sudah ada beberapa orang yang tampaknya sedang njagong di pendopo itu.
Ketika Tirta Jayakusuma, Bayu dan Adnan serta Mawar sampai..
Orang orang yang sedang njagong ini segera mengenali kalau yang datang adalah Tirta, Bayu dan Adnan!
Siapakah orang padukuhan Srengseng ini yang tidak mengenal mereka bertiga!
Pemuda- pemuda ramah dan baik yang sudah menyelamatkan padukuhan Srengseng ini dari malapetaka yang di sebabkan oleh Aryo Seto dari padukuhan Wuni.
__ADS_1
Mas Tirta, mas Bayu , mas Adnan ! seru mereka yang hadir seraya berdiri dan bersalaman.
"Mari mas, duduk dulu !" seru mereka menyambut Tirta dan kawan- kawan dengan hangat..
Setelah duduk beberapa saat sambil minum jahe hangat yang memang sudah ada di situ.. Ki Ranu tampak keluar dari rumah.
Tirta, Bayu dan Adnan segera berdiri menyambut .
"Syukurlah kalian telah datang !" kata Ki Ranu seraya menyalami mereka satu persatu.
"Iya eyang Ranu! kami datang untuk memenuhi janji kami," kata Tirta.
"Nastiti, siapkan kamar buat anak mas bertiga !" kata ki Ranu pada cucu satu-satunya ini.
"Oh ya eyang, kenalkan ini kakak kami, Mawar ! " Tirta memperkenalkan Mawar sebagai kakaknya supaya tidak menimbulkan kecurigaan yang tidak-tidak.
Mawar yang memang luwes dalam pembawaan segera menawarkan diri membantu Nastiti mempersiapkan kamar buat Tirta, Bayu dan Adnan.
Malam itu mereka berbincang melepas kangen dengan para tetua seperti ki sentanu, Ki Ranu, juga para pemuda nya seperti kebo Dengen, Jaladri, Sudiro dan lain lainnya!
Dalam suatu kesempatan , Tirta , Bayu dan Adnan di beritahu bahwa Jagabaya yang terpilih pada saat itu bukan lah Wulungan! Akan tetapi yang keluar sebagai pemenangnya waktu itu adalah Sadewa! seorang pemuda petani yang sederhana dan temen ( serius/bersungguh sungguh).
Tirta yang mendengarkan juga terkejut, karena pada waktu itu yang di unggulkan adalah Wulungan!
Ternyata berkat keuletan dan kekuatan tubuh Sadewa, dia berhasil mengalahkan Wulungan yang di anggap sebagai pemimpin diantara anak- anak muda!
Tubuh Sadewa yang setiap hari bekerja keras di ladang dan terkena terik sinar matahari menjadikan Sadewa seorang yang kuat, ulet dan kekar!
Dan Sadewa ini ternyata mendapatkan ilmu Kanuragan dari Orang tuanya secara turun temurun.
Almarhum orang tua Sadewa dulunya juga merupakan salah satu tetua di padukuhan Srengseng ini.
Dan berkat keuletan dan ketekunannya inilah, Sadewa menjadi pemuda yang tangguh tanggon!
Dia sebenarnya adalah type pemuda (walaupun usia nya sudah tidak muda lagi) yang pendiam dan tidak suka mengurusi hal- hal di luar urusannya!
Akan tetapi karena padukuhan dalam keadaan yang berbahaya, akhirnya Sadewa mengikuti pemilihan Jagabaya ini.
Dalam sebuah pertarungan yang sangat seru, akhirnya Sadewa berhasil mengalahkan Wulungan!
Sedangkan Wulungan yang sejak awal di unggul-unggulkan akhirnya harus menelan kekecewaan ! Harapan nya untuk menjadi Jayabaya gagal total alias Gatot.
__ADS_1
Wulungan yang kecewa akhirnya memutuskan untuk keluar dari pasukan pengawal padukuhan Srengseng ini.