
Sang kapten kemudian memanggil salah seorang anak buahnya.
"Bimo! maju!" seru sang Kapten.
"Siap Ndan!" seru seorang pria tinggi besar dan cukup kekar!
Walaupun tidak sebesar Bayu, tapi bisa dikatakan Bimo ini termasuk seorang pria yang besar dan kekar.
"Silahkan mas Dika memanggil salah satu anggota," kata Kapten Waringin Jati.
"Sawung! majulah !" seru Dika..
Sawung segera melompat ke tengah arena dengan rumput hijau tebal ini.
Sawung juga seorang pemuda yang termasuk tinggi besar dan gagah! Hampir berimbang dengan si Bimo, anak buah kapten Waringin Jati.
"Ini hanya penjajagan saja, ! hindari emosi dan jangan melukai.." kata Kapten Waringin Jati.
"Silakan mas Bimo mulai," kata Sawung begitu mereka sudah saling berhadap hadapan.
Tanpa sungkan, Bimo segera bergerak menyerang!
Dasar bela diri Bimo adalah apa yang di ajarkan di kesatuan khusus sebelum dia di tarik menjadi anggota Bin.
Sawung juga segera bergerak memutar ..
Benturan pertama segera terjadi!
Dan selanjut nya..
Pertarungan antara dua kekuatan raksasa segera terjadi..
Pukulan bertemu pukulan , tendangan di balas dengan tendangan..
Dasar bela diri mereka agaknya ada beberapa yang agak mirip..
Dari bang Leo, Sawung selama beberapa waktu telah berlatih intensif bersama-sama dengan kawan- kawannya, sehingga sedikit banyak dia telah menyerap beberapa bagian dari kemampuan bang Leo yang didapat bang Leo selama dia masih aktif di pasukan Khusus.
Setelah beberapa saat lamanya , keduanya tampak sudah cukup berkeringat tapi tampaknya Sawung masih kalah pengalaman bertarung!
Akan tetapi Sawung telihat unggul dalam stamina akan tetapi kalah dalam teknik bertarung!
Ya, tampak nya Bimo unggul dalam jam terbang!
"Cukup!" seru Kapten Waringin Jati!.
" Tedy! maju,!" seru sang Kapten.
"Siap Ndan !' seru
Seorang pemuda anak buah Kapten Waringin Jati yang Segera saja menuju tengah arena.
Dika juga segera memanggil Cemani untuk turun gelanggang..
Keduanya segera terlibat pertarungan yang cukup Seru..
__ADS_1
Walaupun tidak saling melukai dan hanya saling menjajagi saja, akan tetapi nereka, pun tidak ingin mengalah ataupun kalah!
Pada dasarnya, para pemuda ini masih menyimpan keinginan yang meledak- ledak untuk menang dan tidak mau kalah! begitupun dengan pemuda-pemuda ini yang masih haus akan pengakuan akan kehebatan mereka..
Cemani yan masih muda dan punya stamina yang luar biasa serta kecepatan yang melebihi rekan rekannya bertarung dengan sangat cepat!
Dia melenting kesana kemari menyerang Tedy yang tampak kebingungan mengimbangi kecepatan si Cemani yang bertubuh kecil mungil ini ...
Beberapa saat kemudian, Tedy mulai tersentuh oleh serangan serangan si kecil Cemani!
Semakin lama semakin sering, hingga akhirnya sang Kapten menghentikan pertarungan di antara keduanya.
Setelah dirasa cukup, kapten Waringin Jati kemudian menyudahi acara penjajagan itu.
"Cukup, aku rasa penjajagan ini sudah cukup .
Ternyata kalian semua benar benar tangguh!" kata sang Kapten .
"Kalian benar-benar para pemuda yang pilih tanding!
Pantas lah kalau Cakar Iblis benar- benar harus berhati hati pada kalian," lanjut Kapten Waringin Jati.
Mas, Mahardika maaf nih, aku juga ingin melemaskan otot ototku, sudah beberapa saat aku kurang gerak! tolong temani aku berlatih tanding ! kata sang Kapten!
Kapten Waringin jati menggunakan istilah berlatih tanding padahal sebenarnya dia penasaran dengan Kemampuan dari Mahardhika sebagai salah satu pemimpin regu dari para pemuda ini..
Maahrdhika segera mengangguk dan berkata..
" Baik Kapten!.." jawab Dika pelan..
"Aku harap Kapten jangan terlalu keras padaku! " kata Mahardhika merendah..
"Silakan mas Dika!" sang kapten mempersilakan Dika untuk menyerang terlebih dahulu!
Pertarungan latih tading segera di mulai...
"Syuut,,!" sekali lompatan tinggi Dika mengarahkan sebuah sabetan telapak tangan ke arah kepala kapten Waringin Jati.
Dari gerakan pembukaan ini, Dika ingin mengukur kekuatan dan kecepatan dari sang Kapten..
Dengan Sigap sang Kapten segera menggunakan tangan kirinya untuk memapak serangan pembuka dari Dika.
"Dess,,!" dua tenaga berbenturan dan menimbulkan sedikit getaran..
Kapten Waringin jati sedikit tergetar dan terdorong kesamping ! pun demikian pula dengan Dika,,
Selanjutnya Dika menyusuli dengan sebuah kibasan dengan punggung telapak tangan nya dengan sedikit lambaran aji tapak Geni..
Kali ini, Sang kapten segera mengerahkan kekuatan melebihi benturan yang pertama.
"Blaamm!! " benturan yang lebih keras kembali terdengar ...
Sang kapten kembali terjajar kebelakang beberapa langkah!
Ada rasa panas menyengat di lengan yang tadi di gunakan untuk menahan kibasan Mahardika..
__ADS_1
"Ugh, pemuda ini tampaknya menguasai tenaga batin! " pikir Kapten Waringin Jati..
Begitu sang Kapten bisa menetralkan efek serangan dari Dika, Kapten Waringin jati tidak ingin dirinya berada pada posisi bertahan..
Dengan kecepatan laksana petir dia melompat dan melakukan tendangan samping dengan kaki kanannya!
Suara tendangan yang membelah udara berdesir menyasar tubuh bagian atas Dika..
Sejak tadi pun Dika sudah mempersiapkan aji Lembu Sekilan..
Seperti halnya Tirta Jaya Kusuma, sebagai keturunan dari eyang Wasis Jaya Kusuma, Mahardhika pun menguasai ajian ini dengan cukup baik, walaupun tidak sesempurna yang di kuasai Tirta jaya Kusuma! Tapi itu sudah cukup menjadikan dirinya seorang pemuda yang pilih tanding!.
Dan...
Tendangan yang begitu cepat dan kuat yang juga di lambari oleh kekuatan tenaga batin oleh kapten Waringin Jati pun tidak bisa menggapai tubuh Dika.
Setelah beberapa kali terjadi benturan , Dika maupun Kapten Waringin Jati sudah bisa mengukur kekuatan dan kecepatan dari lawan-lawannya..
Kapten Waringin Jati setahap demi setahap mulai meningkatkan kekuatan dan kecepatan nya! Dia mulai lupa diri karena menikmati pertarungan nya dengan Mahardhika!
Rasa penasarannya semakin menjadi-jadi karena tiap serangan yang di lancarkan seberapa cepat dan kuat nya, selalu saja tidak bisa menjangkau tubuh sang pemuda yang menjadi lawan nya kali ini..
"Oh, mungkinkah Mahardhika ini menguasai ilmu legendaris, warisan leluhur Nusantara yang di sebut aji Lembu Sekilan?" batin kapten Waringin Jati.
Hingga akhirnya Kapten Waringin Jati mulai menyadari bahwa pemuda yang menjadi lawan latih tandingnya ini benar benar seorang yang sangat kuat!
Dengan nafas memburu, kapten Waringin Jati melompat menjauhi Mahardhika..
"Cukup!" seru sang Kapten.
"Luar biasa! sungguh luar biasa kamu Mahardhika!" seru sang Kapten Kagum.
Dengan tulus kapten Waringin Jati mengakui kehebatan Mahardhika..
Dika segera menangkupkan kedua telapak tangan nya di dada seraya berkata...
"Kapten terlalu memuji..
Kapten lah yang telah banyak mengalah padaku ," kata Mahardhika merendah
Demikianlah penjajagan oleh kapten Waringin Jati di pagi itu telah usai.
Kini di sadari oleh sang Kapten..para pemuda ini benar- benar sekumpulan pemuda yang sangat kuat dan hebat, yang mendarmakan kemampuan nya untuk memberantas kejahatan tanpa pamrih.
Uji kemampuan pagi itu telah usai, dan selanjutnya mereka mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi kelompok Cakar Iblis nanti malam.
***
Di sebuah hotel di Jakarta Selatan .
Dalam sebuah ruangan yang telah di persiapkan oleh kelompok Cakar Iblis!
Ratusan orang telah hadir memenuhi undangan dari organisasi Cakar Iblis!
Para Direktur, Manager atau perwakilan dari perusahaan perusahaan besar yang di undang sudah mulai berdatangan di ruangan rapat yang sudah di persiapkan!
__ADS_1
Patrik, Ujang, Badak serta Tony sudah berada di tengah tengah para tamu undangan!
Sementara itu Julius dan timnya juga berada di luar tempat acara untuk mengawasi orang orang yang berlalu lalang di tempat itu.