
"Yaa,, siapa juga yang ngeluarin aji Gendam Kantil !" seru Mawar manja..
"Gak usah pake aji Gendam Kantil pun, sudah nyuri pandang terus, apalagi kalau aku pake Gendam, bisa bisa aku mati kaku karena di ikuti bang Leo terus terusan ! "Seru Mawar.
"Iya , mawar,, maaf... bisik bang Leo Kawatir kedengaran orang..
"Mawar, abang ingin bicara serius denganmu!
"Abang ini sudah terlampau matang untuk mu, tapi abang ingin selalu bersamamu Mawar sampai maut memisahkan kita...!" kata bang Leo berusaha setenang mungkin.
"Maukah kamu melahirkan anak-anak yang lucu untukku !?" bisik bang Leo lirih... hampir tak terdengar malah!
Bang Leo yang gagah berani tak akan mundur setapakpun dalam mengahadapi lawan lawan tangguh tampak bergetar Suaranya ketika mengatakan ini pada Mawar!
Dia sudah mempersiapkan kata-kata seperti ini dan menghafalnya berminggu Minggu dengan melihat di YouTube!
Tapi tetap saja hatinya bergolak tak karuan ..
"Tidak !" jawab Mawar spontan..
Bang Leo seperti mendengar petir di siang bolong mendengar kata kata mawar ini, hampir saja dia jatuh terjengkang dari kursi yang didudukinya tersebut!
Wajah bang Leo tampak muram dan sedih!
"Bukan maksud Mawar menyakiti hati bang Leo!
Tapi Mawar ingin melihat keseriusan dari bang Leo!
Mawar tidak ingin bang Leo menyukai karena fisik Mawar semata ! tapi Mawar ingin bang Leo melihat secara keseluruhan , tidak cuma wajah dan tubuh Mawar! tapi semua yang ada di diri Mawar.
Kali ini bang Leo mulai bisa menerima alasan Mawar yang panjang lebar dan memang benar adanya!
"Mawar sudah sering di kecewakan lelaki bang! mereka hanya menginginkan tubuh Mawar semata !" lanjut Mawar..
"Jika bang Leo benar- benar menginginkan Mawar, tunjukkan dengan tidakan bang! dengan perhatian dan kasih sayang, dan jika waktunya tiba Mawar pasti akan memberi jawaban yang baik bagi Abang!" kata mawar mengakhiri pembicaraan .
Ya, walaupun Mawar adalah tipe wanita penggoda pria, akan tetapi dia mempunyai pandangan yang jauh dan dewasa.
Bang Leo tampak mengerti dengan jawaban dari Mawar.
***
Malam itu di rumah pak Michael diadakan jamuan sebagai bentuk rasa syukur atas suksesnya mereka membasmi klompok cakar Iblis!
__ADS_1
Semua makanan telah di pesan dari berbagai resto terkenal yang ada di Jakarta...
Setelah beberapa saat berada di Jakarta kini Nastiti sudah menjelma menjadi seorang putri cantik layaknya bidadari ..
Dan malam ini ada empat orang bidadari yang ata dalam jamuan!
Mereka adalah Nadine , Nastiti , Mawar dan Intan..
Semua tampak memandang tak bekedip pada mereka berempat..
Tapi mereka hanya sebatas mengagumi karena ke empat gadis ini sudah di anggap memiliki pasangan masing-masing.
Dengan kemampuan financial dari pak Michael , jamuan malam itu menghadirkan seorang biduan dangdut ternama yang cukup terkenal di ibukota ini..
Suasana perjamuan menjadi sangat meriah karena kehadiran sang biduanita yang memang sangat berpengalaman m membuat suasana perjamuan dan acara perpisahan menjadi hidup.
Banyak makanan enak yang di hidangan!
Bayu tak henti hentinya berputar mencoba semua makanan yang ada yang semuanya memang serba enak.
Dan Tirta malam itu tampak tidak bisa berbuat banyak dan tidak bisa bebas bergerak karena dua bidadari cantik yang mempunyai kecantikan yang khas barat dan timur selalu saja membayanginya tiap saat !.
Nadine di kanannya dan tanpa segan dan ragu menggamitnya serta Nastiti yang walaupun malu malu selalu berada di sisi kirinya!
Nampaknya hubungan antara Nastiti dan Nadine semakin Akrab saja.
***
Dan yang tak kalah mengejutkan ternyata bang Leo akan ikut Rombongan Mawar yang akan pulang ke Banyuwangi .
"Apa tidak salah arah nih bang Leo!" goda Bayu..
"Jangan jangan bang Leo sudah kena Gendam nya mbak ayu Mawar!?" lanjut Bayu lagi..
Bang Leo hanya menunduk malu mendengar ocehan Bayu ini.
Demikianlah di pagi itu semua orang sudah pergi meninggalkan kediaman pak Michael.
Nastiti tampak sangat berat hati harus meninggalkan sang pemuda!
"Mas Tirta,. berkunjung lah ke dukuh Srengseng , aku selalu menunggumu sampai kapanpun sampai kamu kembali untukku!" bisik Nastiti sedih.
Tirta hanya bisa diam, dia tidak berani berkata kata dan berjanji... Sangat berat baginya untuk berjanji ataupun memberikan harapan kosong yang akhirnya akan membuat sakit orang lain.
__ADS_1
Nastiti hanya bisa menunduk sedih dan memegangi ujung bajunya!
bibirnya yang lembut tipis tampak digigit pelan, menunjukkan betapa gundah hatinya.
Dengan berat hati dia harus meninggalkan sang pemuda...
Entah sampai kapan lagi dia bisa berjumpa lagi...
Detik selanjutnya dengan memberanikan diri, mendadak Nastiti sudah menubruk tubuh pemuda di depannya ini!
Tangisnya pecah di dada sang pemuda!
Tirta tampak terdiam bingung harus bersikap bagaimana...
Hingga akhirnya dia membalas pelukan sang gadis desa ini dengan canggung!
Kedua tangannya kemudian mengelus rambut panjang yang terurai indah.
Semua kejadian ini disaksikan oleh orang orang dukuh Srengseng dan dukuh Wuni...
Mereka maklum dan tahu tentang hati Nastiti yang hanya untuk Tirta Jaya Kusuma seorang.
Pelukan itu akhirnya dengan perlahan di lepaskan oleh sang pemuda ketika Driver yang akan mengantar rombongan mereka sudah memberi kode untuk segera berangkat menuju bandara Sukarno Hatta.
Sementara itu Adnan, Bayu, kyai Wonokerti , eyang pandu dan lainnya kemudian melakukan perjalanan darat kembali ke padepokan di lereng gunung Ungaran , sementara Tirta Jaya Kusuma harus tertahan untuk beberapa hari kedepan guna ikut serta mengurus pendirian berbagai perusahaan seperti yang sudah di rencanakan kemarin.
***
Hari ini Tirta Jaya Kusuma berkeliling meninjau markas markas Cakar iblis di seluruh Jakarta dimulai dari markas pusat Cakar Iblis di daerah Kemang !
Bersama Nadine mereka meluncur ke arah Kemang!
Sesampainya mereka disana mereka di sambut oleh beberapa anak buah bang Leo yang memang di tugas kan menjaga markas utama dari organisasi Cakar Iblis yang sudah berhasil mereka kuasai sepenuhnya !
Markas besar itu berada di lokasi yang sebenarnya strategis! akan tetapi karena di kelilingi oleh tembok setinggi dua meter, menjadikan markas ini seakan akan seperti benteng tertutup saja!
"Markas yang sangat besar!" kata Tirta pada Nadine dan juga seorang anak buah bang Leo yang berjaga di tempat ini..
"Benar Ta " jawab Nadine.
"Sebenarnya markas ini berada di pusat keramaian dan kelihatannya cocok kalau kita jadikan mall!" lanjut Nadine .
Tirta tampak mengangguk anggukkan kepalanya! Dia tidak lah berpengalaman seperti halnya Nadine yang memang sudah terasah insting bisnis nya!
__ADS_1
Jiwa bisnis Tirta memang sama sekali belum terasah !
Mereka kemudian berkeliling keliling mengitari markas yang memang sangat mewah ini tapi lengang karena sudah tidak ada penghuninya.