Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
keakraban di padepokan


__ADS_3

Tirta segera memperkenalkan kawan-kawan nya yang baru datang kepada segenap penghuni padepokan.


Ketika Tirta giliran memperkenalkan kyai Wononkerti, eyang pandu berseru!


"Hah, ternyata engkau kyai gila!" seru eyang pandu seraya membuka kedua lengan nya lebar-lebar!


Ternyata eyang Pandu dan kyai Wonokerti sudah saling mengenal!


"Hmm, pandu! kamu belum berhasil mengalahkan permainan ku! kamu sudah lari duluan! seru kyai Wonokerti seraya tersenyum lebar ! keduanya berpelukan dengan eratnya!


Mereka tampak terharu! pertemuan yang tak terduga!


"Sudah puluhan tahun kita tidak bertemu pandu,, rambutmu masih hitam saja!"


Celoteh kyai wonokerti!


"Orang ganteng kayak aku, penampilan nomor satu kerti..!" jawab eyang Pandu.


Ya, eyang pandu memang masih terlihat cukup gagah di usianya yang sekitar tujuh puluh lima tahunan.


Rambutnya terlihat kelimis dan hitam, karena eyang pandu slalu menyemir rambutnya!


Dia tampak terlihat awet muda! orang yang tidak tahu usia sebenarnya pasti mengira kalau eyang pandu masih berumur lima puluh tahunan.


"Bagaimana kabar Dewi , gadis Gresik itu? apa jadi kamu jadikan istri mudamu pandu?! " tanya kyai Wonokerti bercanda...


"Ha ha, ha,,, Jangan membuka rahasia orang dong Wonokerti,,!" seru eyang pandu tertawa ringan...


"Malu sama cucu cucu",,lanjut eyang pandu.

__ADS_1


Ya keduanya tampaknya adalah kawan lama di masa lalu..Masa-masa di mana keduanya tumbuh menjadi pemuda-pemuda yang kuat dan tangguh dalam olah Kanuragan!


***


Sore itu mereka berbincang bincang dan bercerita ini dan itu.


Kyai Wonokerti yang menemukan sahabat lamanya sudah sibuk dengan eyang Pandu dan Mbah Hardjo!


"Kamu benar- benar beruntung punya murid seperti Tirta jaya Kusuma , pandu!" kata Kyai Wonokerti membuka pembicaraan.


"Tirta jaya Kusuma bukan muridku langsung Kerti! Dia adalah anak turun dari eyang Wasis jayakusuma, bisa di bilang Tirta jaya Kusuma adalah adik seperguruan ku !" kata eyang pandu!


"Oh, makanya dia sangat hebat ! lagipula dia tidak seperti mu yang mata keranjang! he, he, he...!" kata Kyai Wonokerti.


"Kalau dia murid mu akan sangat berbahaya bagi para gadis pandu!" lanjut kyai Wonokerti lagi.


"Maksudmu kerti!?" seru eyang Pandu


"Bisa -bisa kau ajari si Tirta jaya Kusuma beristri banyak!" seru kyai Wonokerti..


"Dimana mana punya istri!" lanjut kyai Wonokerti.


"Tau kah kau pandu! Gadis gadis cantik sudah pada jatuh hati pada Tirta.." kata Kyai Wonokerti sambil melirik pada Tirta .


"Tau lah,,!" jawab eyang pandu spontan.


"Memang aku lah yang ngajarin Tirta ngikutin jejak ku! Ha, ha, ha,, " kata eyang pandu sambil tertawa keras..


" Iya kan Tirta!" seru eyang pandu pada Tirta yang sedang duduk duduk tidak jauh dari kyai wonokerti, eyang pandu dan Mbah Hardjo.

__ADS_1


Tirta yang sedang berbincang dengan Ludiro, Ki Sadewa, Mardika, Adnan, Bayu juga Nastiti dan Intan tampak merah padam mukanya!


Dia juga mendengar percakapan dari para tetua ini.


"Ah,,, tidak lah eyang pandu!"


jawab Tirta malu!


" Ha, ha, ha,,, !" tawa eyang pandu..


"Kau tahu kerti,,! di sini sudah banyak gadis-gadis cuantik yang nguber uber Tirta Loh!." lanjut eyang pandu!


Nastiti sejak tadi juga hanya diam dan memandangi Tirta jaya Kusuma saja,, mendengar candaan orang orang tua ini juga menjadi malu dalam hatinya..


Dan dia juga berfikir tentang diri Tirta yang kata eyang pandu di dekati banyak gadis gadis cantik.


"Aku hanya gadis desa yang miskin dan tidak punya apa apa, apakah aku sanggup bersaing dengan gadis-gadis yang mendekati Mas Tirta jaya Kusuma!?" batin Nastiti sedih.


Sejak tadi ingin rasanya Nastiti berdekatan dan bercerita tentang banyak hal pada pemuda yang selalu menghiasi mimpi mimpinya selama ini!,, tapi dia hanya bisa memendam perasaan hati nya saja karena banyak orang di sekitarnya..


Demikian pula dengan Sadewa,,, dia ingin menyapa Mawar, ingin ber cerita ingin menyentuhnya,! tapi tampak nya Mawar masih bersama dengan seorang pria seusia dengan dirinya.


Mawar terlihat banyak senyum,,, wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang indah membuat banyak laki laki yang melirik kearahnya.


Orang-orang yang datang bersama Mahardika ini berjumlah lebih dari tiga puluh orang.


Malam itu mereka menempati gandok gandok yang sudah ada,,, walaupun bedesak-desakan tapi mereka merasa bergembira karena sambutan tuan rumah yang ramah tamah..


Sehabis isya, Tirta jaya Kusuma, Bayu, Adnan, serta para tetua sudah berkumpul di pendopo membicarakan tentang langkah-langkah yang akan dilakukan...

__ADS_1


Ketika malam menjelang, segenap penghuni mulai bersiap mendaki kepuncak gunung Ungaran! Sebagian besar kawan kawan dari padepokan padepokan silat di Jawa timur yang dipimpin oleh Mahardika dan juga para pemuda dari padukuhan Srengseng dan padukuhan Wuni mengikuti latihan di puncak gunung Ungaran, sedangkan sebagian kecil karena lelah atau karena berbagai hal belum mengikuti latihan di puncak Ungaran.


__ADS_2