
Malam itu mereka bergadang hingga dini hari.
Pendopo itu sudah di penuhi kabut asap! asap yang memang berasal dari kabut lereng Tengger dan juga asap yang berasal dari bakar-bakar udud klobot! udud khas orang-orang jadul dan kuno dan menyehatkan.
Ada juga beberapa anak muda yang berada di pendopo itu sampai pagi dan tidur di pendopo itu beralaskan tikar pandan berselimutkan sarung, karena udara yang sangat dingin di lereng Tengger ini.
***
Dan ketika pagi menjelang,
Tirta segera bangun,,
Ternyata Dia , Bayu dan Adnan tertidur bersama para pemuda padukuhan itu di lantai pendopo.
"Bay,, Bay,,, Ad,,, Adnan!" Seru Tirta membangunkan Bayu dan Adnan..
"Masih pagi Taa, !" jawab Bayu malas..
Tampak Bayu ingin kembali tidur,,akan tetapi Tirta tidak membiarkannya begitu saja..
Di tariknya pipi gembul dan chubby dari Bayu, kemudian tangan lainnya menyentil dada Bayu!
"Tirtaaa!" seru Bayu kaget..
"Nggratil sekali tanganmu ! " teriak Bayu keras, sehingga membangunkan para pemuda yang tidur berserakan di lantai pendopo rumah Ki Ranu.
Mereka semua akhirnya terbangun akibat kegaduhan yang di timbulkan oleh Bayu dan Tirta.
***
Suasana pagi itu terasa sejuk karena hujan gerimis.
Pagi Itu, Tirta, Bayu dan Adnan dengan di temani oleh Ki Ranu sudah duduk-duduk di pendopo dengan di temani rebusan singkong, ganyong dan beberapa umbi umbian yang memang banyak terdapat di padukuhan Srengseng!
"Terimakasih anak mas bertiga sudah memenuhi janji untuk kembali ke padukuhan ini," ki Ranu mulai membuka percakapan di pagi itu sambil menyiapkan sebatang rokok klobot.
Rokok atau udud itu dimasukkan nya kedalam sebatang tulang pipa kecil sepanjang kurang lebih 5 sampai 7 centi meter. Biasanya tulang yang digunakan adalah tulang dari kelelawar besar yang di sebut juga Kalong (sebutan orang Jawa).
Kalong ini mempunyai tulang yang keras dan kuat juga berbau harum dan wangi. Tulang yang di gunakan sebagai penyambung udud ini di namakan "Once".
Once selain dari bahan tulang kalong juga bisa berasal dari tulang ikan.. Akan tetapi bagi para penikmat udud, tulang Kalonglah yang paling disukai karena wangi nya.
__ADS_1
Tirta, Bayu dan Adan juga segera mengambil satu satu udud klobot ini.
"Kalian datang tepat waktu !" lanjut Ki Ranu.
Seminggu lagi waktunya perjanjian yang sudah di tetapkan.
"Kemarin para pengawal padukuhan ini melihat beberapa orang yang tampaknya dari padukuhan Wuni yang sedang mengawasi dari kejauhan padukuhan Srengseng ini," kata Ki Ranu !
"Mereka tampaknya mulai bergerak anak mas," lanjut Ki Ranu.
"Memang Ki Amongraga sudah memerintahkan pada Sadewa untuk meningkatkan penjagaan di sekitar padukuhan Srengseng ini." Ki Ranu berdiam sejenak sambil menyedot udud nya! Kemudiaan dengan bersemangat Ki Ranu melanjutkan.
"Sejak dia menjadi Jagabaya di padukuhan Srengseng ini dia sangat rajin dengan menggiatkan lagi perondaan tiap hari, baik siang maupun malam secara bergantian."
"Dia juga secara aktif melatih para pemuda disini untuk lebih meningkatkan kemampuan olah Kanuragan dari para anggota pengawal padukuhan. Ki Rabu bercerita panjang lebar tentang perkembangan di padukuhan Srengseng ini." kembali Ki Ranu menghisap rokok yang tampak nya di campur kemenyan!
Ki Ranu tampak puas dengan kemajuan kemajuan yang telah di buat Sadewa! Ternyata Sadewa mempunyai jiwa kepemimpinan yang cukup kuat.
Dan sekarang Ki Amongraga lah yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala sesuatu di padukuhan Srengseng ini.
"Aku telah menyerahkan padukuhan ini untuk sementara sampai genduk Nastiti kelak sudah mampu dan sanggup untuk memimpin padukuhan ini menggantikan Ki," terang Ki Ranu.
Tirta, Bayu dan Adnan mendengarkan dengan seksama semua cerita dari Ki Ranu ini..
Setelah beberapa saat kemudian Mawar dan juga Nastiti ikutan bergabung di pendopo.
Mawar dan Nastiti tampak semakin akrab saja mereka lebih mirip kakak perempuan dan adik perempuan.
Yang satu wanita cantik dengan segala daya tariknya sebagia wanita dewasa dan yang satu lagi adalah gadis cantik pedesaan yang lembut dan lugu yang belum tersentuh dunia luar .
Senyum sumringah tersungging dari wajah polos Nastiti begitu melihat ketiga pemuda di pendopo, terutama kepada Tirta Jayakusuma !! pemuda yang selalu diharapkan kedatangannya siang dan malam.
Dia setiap hari selalu menunggu di pinggiran padukuhan, tempat dimana pertama kalinya bertemu dengan si pemuda.
Walaupun dia sudah tahu memang belum tiba waktunya Tirta Jayakusuma untuk kembali ke padukuhan Srengseng ini.
Dan hari ini ini semua pengharapan nya tercapai sudah.
Pemuda yang selalu di harapkan siang dan malam sudah berada di depannya !
Mawar dan Nastiti kemudian duduk bergabung dengan ki Ranu,Tirta, Bayu serta Adnan.
__ADS_1
Sejak tadi senyum selalu mengembang di wajah manis Nastiti, membuat suasana cerah di pagi itu.
Ketika hari semakin siang, para pemuda satu persatu datang ke pendopo itu.
Sadewa, Sudiro, Jaladri dan lain -lain berdatangan ke pendopo. Mereka tampaknya sangat bersemangat dan gembira dengan kedatangan Tirta , Bayu dan Adnan yang sudah dianggap seperti saudara sendiri oleh segenap penduduk padukuhan Srengseng ini.
"Mas Tirta, kenalin dong sama mbak nya,,,!" seru seorang pemuda.
"Iya, mas Tirta ! kenalin dong ," seru pemuda yang lainnya lagi !
Sadewa yang sudah sejak dari tadi berada di sana tampak nya juga tertarik dengan keberadaan Mawar ini.
Sejak dari tadi Sadewa sudah mencuri curi pandang pada wanita cantik ini.
Sangatlah langka ada seorang wanita yang cantik montok di lingkungan mereka, sehingga keberadaan Mawar sangat menarik bagi para pemuda padukuhan Srengseng ini.
Tirta hanya tersenyum-senyum saja menyaksikan semua ini.
Dirinya saja yang sudah terbiasa berkumpul dan bertemu dengan gadis-gadis cantik dan sexy saja merasa ketakutan sewaktu pertama kali menghadapi Mawar sebagai lawan!
Bukan takutnya Tirta menghadapi lawan tangguh, akan tetapi takut kalau dirinya tidak akan mampu menahan diri! sehingga akan membuatnya terjerumus dan malu tujuh turunan!
"Kalau mau kenalan, silakan saja!" kata Tirta memberi ijin.
Serentak mereka berbareng berdiri dan berebut mengulurkan tangan masing-masing pada Mawar..
Mawar tampak kebingungan menghadapi ini, semua tangan mengulur padanya..!
"Jangan berebutan gitu dong,!" seru Mawar keki..
Ya, dia belum pernah menghadapi kejadian seperti ini.
Hatinya sebenarnya senang sekali, para pemuda di sini sangat tertarik padanya tanpa malu- malu.
Ada beberapa pemuda yang secara terang terangan ingin menjadikan Mawar sebagai istrinya adapula yang menawarkan harta bendanya buat Mawar asal Mawar mau berumah tangga dengannya dan perkataan yang aneh aneh ! dari para pemuda ini ! Para pemuda yang baik dan lugu ! sangat berbeda jauh dengan pemuda kota yang sudah teracuni oleh kehidupan modern !
"Sudah,, sudah ! malu-maluin padukuhan kita saja!" seru Ki Amongraga yang juga merasa jengah dengan tingkah para pemuda padukuhan nya ini.
Once dari tulang kelelawar/ kalong
__ADS_1
Once dari tulang kelelawar / Kalong.