
Siang itu Sadewa mengajak Tirta, Bayu dan Adnan untuk berkeliling padukuhan Srengseng ini, dan tentu saja Nastiti dan Mawar membuntuti nya juga.
Sadewa mengajak mereka menuju gardu penjagaan di ujung padukuhan . Gardu penjagaan ini terletak di pintu masuk padukuhan dari arah timur, menghubungkan beberapa padukuhan lain di lereng Tengger ini.
Dari kejauhan tampak gardu itu di bangun di bawah pohon Randu alas yang cukup besar! dan di sebelah nya terdapat Regol masuk padukuhan Srengseng.
Randu alas, bagi sebagian orang Jawa di kenal sebagai pohon yang wingit (angker) karena di percaya bahwa makhluk Goib senang mendiami pohon Randu alas ini.
Dan pohon Randu alas ini adalah penanda perbatasan padukuhan Srengseng selain Regol yang ada di dekat situ.
Setelah sampai di gardu, ternyata ada tiga pemuda yang sedang berjaga..
"Ki Sadewa, ! mbak ayu Nastiti ?" seru mereka seraya berdiri dan menyambut Sadewa.
"Bagaimana keadaan nya? apakah orang orang padukuhan Wuni masih mengawasi padukuhan ini" tanya Sadewa pada anak anak muda ini!
"Masih Ki, beberapa kali mereka melintas jauh di sana !" salah satu pemuda itu menunjuk satu titik di kejauhan .
Sadewa, Tirta, Bayu dan semuanya tampak mengalihkan pandangannya kearah yang di tunjuk oleh pemuda itu.
Terlihat jauh di sana beberapa orang yang juga mengawasi ke arah gardu jaga itu.
"Tampaknya mereka memang sudah bersiap-siap untuk menyerang kemari.".kata Tirta.
"Benar mas Tirta, nampak sekali Aryo Seto itu sudah tidak sabar untuk menyerbu kemari," kata Ki Sadewa..
"Sebaiknya penjagaan di perketat Ki Sadewa, ".anjur Tirta Jayakusuma,
"Benar Ki, sebaiknya para pengawal mulai di terjunkan untuk berjaga-jaga," Adnan juga memberikan sarannya.
Sebenarnya lah akhir- akhir ini para pemuda yang telah bergabung dalam para pengawal padukuhan sudah saya bagi secara bergantian. Akan. tetapi memang baru baru ini saja tampaknya orang orang padukuhan Wuni itu mulai mengawasi padukuhan ini.
"Apakah kemampuan Kanuragan mereka juga sudah di tingkatkan ki Sadewa?" tanya Tirta Jayakusuma.
"Tiap sore hari sejak kepergian mas Tirta waktu itu, kami selalu mengadakan latihan di halaman rumah Ki Ranu mas!"
"Jadi kemampuan para pemuda yang tergabung dalam pengawal padukuhan sangat meningkat dengan pesat," lanjut Ki Sadewa.
"Nanti sore Mas Tirta bisa melihat latihan mereka dan kalau perlu bisa mengujinya.?" terang Ki Sadewa.
Demikian lah setelah di rasa cukup memeriksa kondisi gardu jaga di pintu masuk padukuhan Srengseng ini, Ki Sadewa kemudian mengajak mereka kembali ke padukuhan Induk.
__ADS_1
***
Sore itu di halaman para pemuda dukuh Srengseng sudah mulai berdatangan.
Sore ini mereka sangat bersemangat karena kedatangan Tirta jayaKusuma , Bayu dan Kakaknya, juga karena keberadaan Kakak Tirta, Mawar.. yang dari cerita dari mulut ke mulut sangatlah cantik menarik dan menurut cerita yang beredar sedang mencari suami..
Ternyata berita hoax alias bohong juga sudah menyebar di dukuh Srengseng ini.
Mereka berkumpul dengan di pimpin oleh Ki Sadewa!
Ki Sadewa pun tampak bersemangat dalam berlatih! mungkin karena disaksian oleh Mawar , sehingga semuanya bersemangat.
Kerto, Brangah, Jalu dan lain lain tampak hadir di halaman pendopo itu. .
Ketika tiba saatnya mereka harus bertarung satu lawan satu, para pemuda pengawal padukuhan membentuk lingkaran besar sebagai arena pertarungan.
Sadewa lah yang pertama melompat ke tengah arena untuk latih tanding. Dia segera memanggil Kerto dan Sudiro untuk menemaninya berlatih tanding!
Beberapa saat kemudian Sadewa sudah di keroyok oleh Kerto dan Sudiro.
Pertarungan latih tanding ini sangat seru! rata-rata pemuda pemuda di sini menguasai aji Bayu Bajra! sebuah ajian yang wajib di kuasai oleh para pengawal padukuhan Srengseng ini.
Beberapa saat kemudian Sadewa sudah berhasil mendesak Kerto dan Sudiro ke pinggir arena! pertarungan segera berhenti.
Sementara itu Tirta yang menonton dari pendopo tampak gembira dengan kemajuan dari para pemuda pengawal padukuhan Srengseng ini.
Mereka tampak penuh semangat dan berlatih serius.
Dari seratus pemuda pengawal padukuhan Srengseng ini, yang hadir sore ini mencapai tujuh puluhan orang.
Ketika latih tanding berjalan beberapa saat, tampak nya Mawar sudah gatal tangannya untuk ikut turun gelanggang!
Dan ketika dua orang selesai berlatih tanding, Mawar tampak melompat dengan ringan ke tengah tengah lingkaran..
Gerakannya lemah lembut... !
Seketika suara sorak Sorai gegap gempita dan suitan suitan nyaring dari para pemuda membuat riuh suasana latih tanding itu.
"Aku hanya ingin ikut latih tanding ini !" seru Mawar..!
"Ayo siapa yang mau menemani aku berlatih tanding ! " seru Mawar dengan suara merdu nya.
__ADS_1
Hampir semua pemuda yang hadir pada berdiri semua!
"Jangan semua yaa,,!" seru Mawar kaget melihat para pemuda yang sangat bersemangat ini.
"Aku pilih saja ya ! jangan berebutan,, pasti nanti kalian satu persatu bisa berlatih tanding melawan ku!" lanjut Mawar .
Mawar kemudian memilih seseorang yang berdiri agak dekat dengannya! Seorang pemuda yang terlihat kuat dan garang dengan wajah penuh jambang!
"Ayo mas maju sini!" panggil Mawar pada pemuda itu..
Setelah saling berhadapan, tampak sekali pandangan pemuda itu tidak bisa berpaling dari tubuh bahenol Mawar !
Pandangannya terfokus pada dada Mawar yang berukuran 36 B.. tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil! Pas pokoknya ! karena baju yang dikenakan Mawar memang agak lebar belahan dadanya juga agak rendah , ya akibatnya menyembulah itu semangka kecilnya !
Mawar tahu akan hal ini, tapi bagi Mawar ini adah hal yang biasa saja! Sudah sering dia menjumpai pria pria yang tak bisa berpaling dari nya.
"Ayo kang, bersiplah !" seru Mawar yang segera saja melompat menyerang dengan amat cepatnya..
Pemuda itu yang ternyata adalah Brangah! salah satu pimpinan kelompok dari pasukan pengawal padukuhan Srengseng ini.
Brangah yang kesemsem tampak kelimpungan mendapatkan serangan ini sehinga dia tidak sempat lagi untuk menghindar atau menangkis serangan Mawar..
"Duakk,, !" pinggang Brangah terhantam tendangan cepat dari Mawar!
Tubuhnya terjengkang terkena tendangan Mawar.
Untunglah Mawar tidak menggunakan sepenuh tenaganya sehingga Brangah tidak mengalami luka yang fatal.
Setelah mendapatkan pelajaran pertama ini , Brangah akhirnya sadar, bahwa wanita cantik bahenol di depannya ini bukanlah wanita cantik biasa yang bisa di permainkan.
Wanita yang bernama Mawar ini adalah sebenar-benarnya Mawar yang berduri tajam.
Latih tanding segera di mulai lagi dewan Brangah lebih berhati hati..
Akan tetapi, ternyata dalam beberapa gebrakan saja Brangah sudah jatuh bangun, hingga akhirnya Ki Sadewa menghentikan pertarungan itu.
Selanjutnya , Tidak ada dari para pemuda yang hadir yang maju menghadapi Mawar.
Mereka yang ilmunya masih cetek dan di bawah Brangah, harus rela mengubur impian memiliki wanita cantik ini untuk jadi istri mereka!
"Ayo siapa lagi!?" seru Mawar..
__ADS_1
"Kalo ada yang bisa ngalahin Mawar, nanti akan Mawar kasih hadiah spesial loh! " seru Mawar lagi!
Dan beberapa saat masih belum juga ada pemuda yang maju ke tengah-tengah lingkaran itu.