
Hari jumat pagi di basecamp WanaHardi.
Tirta Bayu dan Adnan sudah bersiap-siap dengan ransel dan bawaaan mereka masing-masing. Hari ini adalah hari keberangkatan kelompok pecinta alam WanaHardi ke Tengger dan Bromo.
Bayu terlihat ada di antara mereka! Ternyata dia jadi ikut.
Mbak Latifah tampaknya memberikan ijinnya ,, karena memang Bayu masih ingin bergaul dengan bebas bersama kawan- kawannya.
Ketika Bayu menyampaikan keinginannya untuk pergi bersama Tirta dan Adnan pada mbak Latifanya, mbak Latifah segera menyetujuinya..
"Pergilah mas Bay, carilah pengalaman sebanyak- banyaknya untuk bekal mu nanti, sebab kalau kita nanti jadi berumah tangga, kamu sudah tidak bisa sebebas seperti sekarang, kamu nanti akan disibukkan dengan keluarga kecil kita," kata mbak Latifah.
Bayu hanya bisa mengangguk angguk mendengarkan ucapan mbak Latifah, karena apa yang diucapkannya memang benar adanya.
Pernikahan bukan hanya tentang rasa, bukan hanya tentang cinta, bukan hanya tentang *** di ranjang, akan tetapi adalah sebuah komitmen antara seorang pria dan Wanita untuk bersama, bukan hanya sementara tapi sampai maut memisahkan.. Harus siap membatasi diri dalam pergaulan, karena selalu ada gesekan- gesekan dengan pasangan.
Harus memahami perasaan pasangan . Apalagi kalau sudah muncul anggota- anggota baru dalam keluarga. Tanggung jawab mendidik dan menafkahi menjadi tuntutan utama..
Dalam hal ini, tampak sikap yang lebih dewasa dari mbak Latifah..
Beberapa saat kemudian Iza datang, disusul yang lainnya..
Kali ini Tia, Nani dan Dinda tidak ikut serta..
Tampak nya Dinda mengalami konflik batin. Jika dia ikut dalam pendakian kali ini pasti hatinya akan terluka, karena setiap saat akan menyaksikan kemesraan Faiza pada Tirta dan itu akan membuat hatinya semakin sakit.
Akhirnya Dinda memutuskan saja untuk tidak ikut serta.
Tia dan Nani yang mengetahui kalau Dinda tidak ikut juga akhirnya mengikuti langkah Dinda.
Sebagai sahabat sesama perempuan, hati mereka pun peka terhadap dilema yang sedang di hadapi oleh Dinda.
Anggota WanaHardi yang ikut ke Tengger dan Bromo seluruhnya mencapai duapuluh lima orang.
Terdiri dari limabelas cowok dan sepuluh cewek.
mereka berangkat dengan menggunakan mobil milik pribadi dari beberapa anggotanya.
Total ada empat mobil.
Mobil pertama dipimpin Guntur sendiri, juga mobil milik keluarganya Guntur. Sebuah mobil Mpv (Multi purpose vehicle) berwarna silver dan cukup untuk tujuh orang termasuk Guntur sebagai drivernya.
Mobil kedua dipimpin oleh Alex. Mobil ini juga mobil keluarganya Alex. Sebuah mobil Suv (Sport utility vehicle) yang ditumpangi oleh enam orang termasuk Alex.
Mobil ketiga sebenarnya di pimpin oleh Faiza, akan tetapi kemudian di serahkan kepemimpinannya kepada Tirta. Ini juga mobil milik papanya, mobil Pajero sport warna hitam. beranggotakan enam orang.
Dan mobil terakhir atau mobil keempat dipimpin oleh Windu. juga milik keluarga Windu, sebuah mobil toyota rush yang terlihat masih mulus berwarna hitam dan beranggotakan enam orang.
__ADS_1
Sebelum berangkat mereka memeriksa bawaan mereka kembali, dan mengkoordinasikan rute rute yang akan di lalui .
Dengan berbagai masukan dan melalui pertimbangan dari kawan-kawan akhirnya diputuskan mereka akan melalui jalur Malang - Tumpang - Gubugklakah - Ngadas - Jemplang dan terakhir Bromo.
Mereka berangkat dari kampus pukul delapan pagi.
Perjalanan kali ini melalui tol via solo-kertosono.
Dalam mobil rombongan Tirta terdiri dari enam orang yakni Tirta, Faiza, Bayu, Adnan di tambah Selvi dan seorang gadis lincah Naili namanya..
Seperti biasa, Bayulah yang menghidupkan suasana di dalam mobil, Ada ada saja topik pembicaraannya..
Mereka sampai di malang ketika hari menjelang petang dan mereka beristirahat sejenak di rest area di daerah kota malang.
Mereka berhenti untuk istirahat dan sholat Maghrib bagi yang menjalankan dan juga mengisi ulang perut mereka yang tampaknya sudah mulai kelaparan.
Ketika waktu menunjukkan pukul 8.30 malam, Guntur segera mengajak untuk melanjutkan perjalanan kembali,,
Ayo kita beramgkat, agar tidak terlalu malam kita sampai di Ngadas seru Guntur yang segera memimpin rombongan itu..
Empat mobil segera beriringan keluar dari rest area menuju Bromo melalui tumpang dan Gubugklakah, perjalann ini di perkirakan memakan waktu kurang lebih 2 jam..
"Hati-hati jalan terjal berbatu juga menanjak tajam", pesan Guntur melalui WhatsApp.. ditujukan kepada seluruh anggota rombongan.
Direncanakan oleh Guntur mereka sampai di desa Ngadas pukul sembilan lebih sedikit..
Hingga suatu saat melewati jalan berbatu yang licin, mobil yang ditumpangi Guntur tampak mengalami selip roda belakang.
Mobil tidak bisa maju ,, bahkan karena dipaksakan roda belakang akhirmya terperosok ke selokan disamping jalan kecil teesebut.
"Ayo para cowok keluar semua,!" seru Guntur yang sudah keluar dari mobil yang di kendarainya..
Tirta, Bayu , Adnan, Windu dan lain-lain segera keluar dari mobil masing- masing untuk melihat keadaan mobil Guntur..
"Sebaiknya kita tarik pake pajero saja," usul Alex..
"Benar kata Windu , tampaknya Pajero saja di antara mobil kita yang tenaganya cukup besar.." kata Guntur
"Baik, !" kata Tirta yang segera mengendarai Pajero ke depan dari mobil Guntur yang terperosok di parit kecil sebelah jalan..
Tali tambang segera di siapkan , beberapa saat memudian mobil Guntur sudah berada pada posisinya semula..
Proses evakuasi mobil ini memakan waktu hampir satu jam.
Mereka kemudian beriringan menyusuri jalan berbatu tersebut.. belum lama mereka berjalan, kali ini ada info kalau mobil yang di kendarai oleh Windu mengalami kebocoran sehingga mereka pun berhenti di tengah tengah hutan pinus.
Malam.itu jalan tampaknya sudah mulai sepi, jarang ada mobil lain yang melintas hanya kadang kadang saja ada motor dari warga yang berpapasan.
__ADS_1
Windu segera keluar dengan senter ditangannya dan segera melihat kondisi Ban mobilnya,,
"Tampak nya ban nya sobek", kata Windu o5ada Guntur,
"Iya Win, coba ban cadanganmu dilihat,," Kata Guntur.
Windu segera
melihat ban cadanganya..
"Waduh,, aku lupa,, !" seru Windu sambil menepuk jidatnya..
"Kenapa Win?" tanya Alex..
"Banku !! kemarin kena paku ! lupa aku tambalin!" serunya..
Mereka akhirnya geleng geleng kepala.
Ternyata Guntur , Alex dan senior yang lain sudah hapal dengan kelakuan Windu yang memang sering lupa..
"Coba cari ban cadangan yang cocok," kata Guntur.
Setelah memeriksa satu persatu roda-roda cadangan mobil lainnya ternyata roda cadangan mobilnya Guntur lah yang paling cocok.
Walaupun ukurannya agak kecil..
"Ya sudah pake cadanganku saja!" seru Guntur..
Dengan cepat mereka segerae mengganti ban mobil Windu dengan ban cadangan mobilnya Guntur.
Kembali rombongan kecil itu melaju di jalanam berbatu dan licin.
Suatu saat mereka sampai di simpang tiga, jalan lurus kelihatan berbatu sedangkan jalan yang agak kekiri terlihat mulus dan bagus, Alex kali ini berposisi paling depan memilih jalan yang terlihat mulus dan bagus, diikuti Windu dan Guntur.. terakhir adalah mobil yang di kendarai oleh Tirta..
Ketika roda-roda mobil mulai menapaki jalan tersebut batin Tirta seakan-akan di gedor gedor oleh sesuatu yang dia belum memahaminya. Tirta memdadak menginjak rem kuat-kuat,,
"Bayu, hubungi segera mobil di depan, cepat,,!" Tirta tampak panik dan berteriak keras,,
"Ada apa Ta
" seru Iza,, ikut- ikutan panik.
"Cepat Bay,!" seru Tirta.. suruh mereka berhenti, teriak Tirta keras karena paniknya..
"Adnan ikut aku,,!" seru Tirta..
Tirta segera turun dari mobil dan berlari sekuat tenaganya menuju arah jalan bagus itu mengejar tiga mobil didepan.
__ADS_1
Dengan kekuatan dan tenaga batin yang benar-benar luar biasa Tirta berlari laksana kilat mengejar ketiga mobil di depan nya.