
Pagi itu padukuhan Wuni gempar karena terbunuh nya beberapa orang dan puluhan lainnya terluka karena saling baku hantam!
Dan di pendopo rumah , Aryo Seto sedang duduk dan membicarakan tentang hal ini..
Ki pradigdo, Ki Singo Lodra, Jadug, Kedua paman Aryo Seto, Wulungan, serta beberapa orang lainnya.
Mereka hanya mendapatkan informasi bahwa perkelahian itu di sebabkan oleh karena perebutan wanita saja!
"Aneh juga ! berebut wanita hingga terjadi perkelahian massal," kata Aryo Seto membuka percakapan di pagi itu.
Aryo Seto lupa bahwa keinginannya mendapatkan Nastiti juga menyebabkan orang banyak yang terlibat dalam masalahnya!
"Sampai sampai sesama teman saling baku hantam! Anak buah berani sama atasan! adik membunuh kakak! ini benar benar di luar nalar dan konyol !" lanjut Aryo Seto!
"Apakah wanita ini secantik bidadari atau putri dalam dongeng sehingga membuat orang- orang jadi gila dan lupa diri?" kata Aryo Seto lagi.
"Sebenarnya memang ada wanita seperti ini Aryo!" Jadug memberikan tanggapannya !
"Aku sebenarnya bercuriga pada seorang wanita ! " lanjut Jadug.
"Wanita ini beberapa waktu yang lalu masih bersama kelompokku! Tapi entah kenapa beberapa hari yang lalu dia pergi meninggalkan kompokku! " kata Jadug.
"Dia adalah seorang wanita yang sangat cantik , berbodi aduhai dan tangguh ! Dia mampu membuat seorang pria bertekuk lutut di depannya tanpa dia memaksanya!" lanjut Jadug!
"Namanya adalah Mawar!"
"Seharusnya dia ada di pihak kita! dan kemungkinan ada kesalahpahaman dalam kejadian ini!" terang Jadug lebih lanjut.
Sementara Wulungan juga punya dugaan ke arah Marni! akan tetapi dia tidak mau mengatakan tentang Marni di depan orang- orang ini!
Karena dirinya mempunyai rasa tertarik pada Marni dan berharap Marni bisa menjadi miliknya seorang! Sedangkan yang di sebut oleh Jadug adalah seorang wanita yang bernama Mawar.
Lagian tampaknya wulungan tidak ingin membawa kesulitan pada diri Marni dan kakeknya di dukuh Wuni ini.
***
Siang itu di padukuhan Srengseng.
Ki Amongrogo , Ki Ranu,.Ki Sadewa , Tirta, Mahardhika dan semua tokoh penting yang di ajak Mahardhika tampak berkumpul di pendopo rumah Ki Ranu!
__ADS_1
Hidangan masih hangat sudah tergelar di depan mereka, tak lupa udud klobot menemani pembicaraan di pagi itu.
Mereka tampak sedang mendengarkan keterangan dari Jaladri sebagai penghubung antara Dukuh Srengseng dengan Ki Wonokerti dan Mawar.
Jaladri tapi pagi pagi sekali telah bertemu Ki Wonokerti dan Mawar di luar dukuh Wuni.
Jaladri segera menyampaikan pesan Ki Wonokerti dan melapor kan kesiapan dari pengikut-pengikut Ki Wigati ! Juga tentang keberhasilan Mawar membuat kerusuhan yang menimbulkan banyak sekali korban di antara para pengikut Aryo Seto!
"Mawar dan Ki Wonokerti sudah mulai bergerak! Sebaiknya jika kita juga mulai mempersiapkan diri kita," kata Adnan dengan pemikirannya.
"Benar apa yang di katakan anak mas Adnan," kata Ki Amongrogo!
"Kita harus segera memastikan pergerakan kita! sebelum mereka menyadari kalau kita akan menyerang mereka terlebih dahulu!"
Kemudian mereka membicarakan rencana penyerbuan yang akan mereka lakukan.
Mahardhika akan memimpin sepuluh orang yang di bawanya. Kemudian kelompok kedua di bawah pimpinan Ludiro, Kelompok ketiga oleh Cemani dan kelompok ke empat di pimpin oleh Fatih.
Dengan masing-masing kelompok di dampingi oleh para tetua seperti Ki Suromenggolo, Kyai Fakih, Ki Seno Aji dan lain- lainnya.
Demikianpun dengan pasukan pengawal padukuhan yang terdiri dari pemuda pemuda- pemuda dukuh Srengseng masing masing di dampingi oleh orang-orang yang berpengalaman.
Mereka bersenjatakan bermacam macam senjata! sesuai dengan keahlian mereka masing-masing!
Ada yang berantakan tongkat besi, golok, pedang, dan lain lainnya.
Para tetua juga memberikan pesan-pesan penyemangat untuk mereka dan juga memberikan pesan pesan kemanusiaan untuk jangan mudah menumpahkan darah !
Penyerbuan kali ini akan di pimpin oleh Ki Sadewa sebagai Jagabaya dukuh Srengseng dengan di dampingi oleh Adnan yang memang mempunyai kemampuan dalam menilai keadaan dan memberikan masukan yang baik.
Mereka berencana menyerang padukuhan itu pada tengah malam nanti, ketika orang-orangnya Aryo Seto tidak siap dan dalam keadaan lelah karena seringnya mereka bergadang dan juga mabuk atau berada dalam pengaruh narkoba.
Sebelum menyerang dukuh induk mereka akan lebih dulu mengirimkan Kelompok perintis yang terdiri dari Tirta Jayakusuma , Bayu, Sawung, Jokosuro ( saudara seperguruan Ludiro) juga beberapa pemuda pilihan. yang berjumlah sembilan orang.
Setelah kelompok perintis berasil masuk, akan diikuti kemudian oleh kelompok-kelompok kecil yang lain.
***
Hari dengan cepat berlalu, malam ini keadaan dukuh induk Wuni tetap ramai walupun kemarin malam telah terjadi kerusuhan besar di salah satu rumah judi!
__ADS_1
Kabut pekat tampak mulai turun dan menyelimuti padukuhan Wuni di sertai rintik hujan.
Di salah satu rumah judi yang paling besar tampak penjagaan sangat ketat dari pria-pria tegap dengan besenjatakan pistol jenis Revolver! Tampaknya mereka adalah pasukan pengawal yang sudah sangat terlatih.
Mereka adalah pengawal pribadi dari salah satu big Boss yang ikut judi poker di dukuh Wuni.
Selain itu juga ada beberapa pengawal pribadi yang tidak bersenjata dari beberapa big Bos yang lain!
Dan yang paling menonjol adalah dua orang yang tampaknya bukan dari Indonesia, tampaknya keduanya warga negara Tiongkok dengan membawa pedang di punggung nya, tampak nya mereka berdua adalah sepasang ahli pedang dari negeri Tiongkok!
Wajahnya dingin tanpa ekspresi dengan aura yang menakutkan !
Di negeri nya sendiri dua orang ini dikenal sebagai sepasang pedang Iblis (siang mo kiam).
Sebenarnya mereka adalah kakak beradik, dan wajahnya agak-agak mirip! yang membedakan dari keduanya adalah tinggi badannya saja! Sang kakak tampak lebih jangkung dan sang adik lebih pendek sedikit.
Semetara di arena permainan poker, Pria pendek gendut dan botak lah yang tampak nya memenangkan permainan tadi malam,, dan juga memenangkan wanita-wanita cantik dan sexy yang mendampingi para big Bos yang menjadi lawan main pokernya!
"Puas, puas!" serunya dengan senyum lebar begitu si pria ini meletakkan pantatnya di kursi di seputar meja tempat di langsungkan nya permainan poker ini.
"Huh, kamu yang puas Budiman! sedangkan kami harus kedinginan memeluk guling mati!" seru seorang big bos gendut yang lain.
"He, he ,he,,, untunglah aku membawa Viagra!! tak sia sia aku tiap saat membawa obat ini.. he,he, he..!!!" . Senyum Mr Budiman makin lebar saja hingga matanya menyipit tinggal seperti garis lengkung saja.
Ya, ternyata dia adalah Mr Budiman yang beberapa kali bentrok dengan Tirta Jayakusuma!
Sebenarnya Mr Budiman sudah trauma berhadapan dengan Tirta jayakusuma dan kawan-kawannya!
Sekarang ini jika mendengar nama yang berbau Tirta, dia selalu ketakutan dan menggigil !
Bahkan jika ada air dalam kemasan tertera nama Tirta, dia langsung memalingkan muka dengan keringat dingin membasahi tubuhnya yang gendut itu.
Dan di kiranya tempat Aryo Seto ini adalah tempat teraman di dunia!
Memang tempat ini adalah tempat teraman di dunia dari kejaran petugas negara, akan tetapi justru tempat ini adalah sasaran dari Tirta Jayakusuma dan tempat yang segera menjadi medan lagi dari dua padukuhan yang siap berlaga!
Aryo Seto tidak memberitahukan Mr Budiman kalau dia sedang berseteru melawan dukuh Srengseng yang di pandegani oleh Tirta Jayakusuma.
Sehingga Mr Budiman mau datang ketempat terpencil ini!
__ADS_1