
Bruno Gracie spontan melepaskan cekalannya pada tangan Mahardhika!
Demikian pula Mahardhika yang dengan susah payah berdiri dengan menahan rasa sakit di tangan kanannya!
Setelah berhasil berdiri, ternyata Dika tak mampu lagi menggerakkan lengan kanannya!
Tangan kanannya tampak menggantung lemas!
Dika meringis menahan sakit akibat dis lokasi pada sendi lengan kanannya!
Sendinya telah begeser dari tempatnya semula.
Sementara telapak tangan Bruno gracie pun bengkak kemerahan seperti terkena sengatan api !
Keduanya sama-sama mengalami kerugian dalam bentrok kali ini.
Dengan menahan rasa sakit yang menjalar sampai ubun ubun, Dika segera mengerahkan aji tapak Geni pada tangan kirinya,!
Kekuatan nya sekarang
benar-benar di kerahkan semuanya.
Tangan kirinya berubah menjadi merah membara!
Sedangkan Bruno Gracie tampak bersiap menyerang lagi dengan tendangan saltonya , karena kedua telapak tangannya masih terasa panas dan bengkak! seperti luka bakar.
kali ini Mahardhika lebih berhati hati dalam menghadapi lawannya yang sangat lihai dalam bertarung ground fighting maupun dengan tendangan tendangan saltonya.
Dika tidak ingin lagi mengulangi kesalahannya.
Walaupun sekarang ini tangan kanannya sudah tidak bisa di gunakan untuk bertarung, akan tetapi tangan kirinya masih bisa untuk menyerang dengan aji Tapak Geni!
Dika tampak diam diri ketika tendangan salto dari Bruno Gracie datang!
Dan seperti sebelumnya , aji lembu sekilan masih dapat di andalkan! apalagi tampaknya Bruno Gracie pun sudah tidak bisa menggunakan telapak tangannya secara bebas untuk bisa menangkap dan melakukan "take down" terhadap Mahardhika.
Dan ketika dalam tendangan salto dari Bruno Gracie gagal mendapatkan sasarannya..
Tangan kiri Dika yang sudah siap dengan aji Tapak Geni, seketika terlontar dengan menimbulkan suara menderu...
Dan ....
Blarrrrr.......!" tubuh besar , gagah perkasa khas orang Amerika Latin ini harus terpental dan jatuh berdebum di atas tanah di halaman markas Cakar Iblis!
Bruno Gracie kali ini harus merasakan pukulan asli ilmu Kanuragan orang jawa yang walaupun kecil kecil mempunyai daya sengat yang mematikan!
Bruno Gracie tampak menggeliat kesakitan akibat hantaman aji Tapak Geni dari Mahardhika yang menghantam rusuk sebelah kanan nya.
Sesaat kemudian Bruno Gracie tampak pingsan .
"Kuat sekali orang bule ini!" batin Dika seraya mendekati tubuh tinggi besar dari Bruno Gracie yang tergeletak pingsan di hadapannya.
Sementara itu, Tan Siang Wi yang tidak mendapatkan lawan-lawan yang sepadan telah membantai orang- orang cakar iblis ini.
Tiap sabetan nya selalu menimbulkan korban di antara anak buah cakar Iblis.
Sesaat kemudian ,setelah melihat kekalahan sang pemimpin Bruno Gracie! Seluruh anggota cabang Cakar Iblis di sini segera menyerah dan menyatakan takluk !
__ADS_1
***
Sementar itu di markas Cakar Iblis di Jakarta barat !
Dalam waktu yang bersaman Adnan dan regunya sudah langsung menyerbu kedalam markas cakar Iblis yang yang terletak di daerah Kebon Jeruk .
Cabang Cakar Iblis di kebon jeruk ini di pimpin oleh seorang pria yang di juluki Badak Karena tubuhnya yang pendek dan kekar !
Dari bentuk tubuhnya saja, orang sudah pasti tahu bahwa pria ini sangatlah kuat!
Dan kali ini, Adnan sudah berhadap hadapan dengan Badak! si pemimpin Cakar Iblis di kebon jeruk ini.
Sedangkan tetua Sangga langit yang sejak mula sudah di perintahkan sang Bos Besar Cakar Iblis untuk memperkuat markas di Jakarta Barat ini.
Tetua Sangga Langit tampak saling berhadapan dengan Tan Siang Ki si pedang Iblis dari tanah Tiongkok!
Semetara Mawar dengan aji gendam kantilnya telah berhadapan dengan lima orang sekligus Anggota Cakar Iblis!
Dengan pelan Mawar menggeser titik pertarungannya menjauhi lingkaran pertempuran yang lain.
Dengan cepat lawan-lawan yang terpengaruh aji Gendam Kantil dari Mawar sudah berada dalam keadaan tidak sadar! Mulut menganga memandang Mawar dengan penuh hasrat lelaki, dan dengan mudah mawar menjatuhkan mereka satu persatu.
Kali ini pertarungan telah pecah antara regu Adnan melawan kelompok cakar iblis pimpinan Badak!
Pertarungan seru segera terjadi antara tetua
Sangga Langit melawan Tan Siang Ki sang pedang Iblis.
Duel yang terjadi adalah duel tingkat tinggi, dimana anggota dengan penguasaan ilmu Kanuragan yang lemah tidak akan mampu mendekati lingkaran pertarungan antara tetua Sangga langit melawan pedang Iblis, Tan Siang Ki!.
Tetua sangga Langit tampak bersiap dengan konsentrasi tinggi dan mendadak tubuhnya membelah diri menjadi tujuh orang yang sudah tua!
Melihat lawan berubah menjadi tujuh Tan siang Ki tampak tidak terpengaruh sama sekali! Dirinya sangat yakin bisa membereskan lawan nya kali ini.
Dia sudah melihat aji Reco Pitu ini dan dia sudah mempunyai pemikiran sendiri untuk menghadapi ajian seperti ini.
Dengan menggunakan Kiam Ki , Tan Siang Ki memulai menyerang terlebih dahuku.. Sebetannya menimbulkan kilatan berbentuk busur yang mengarah ke salah satu dari dua bayangan tubuh tetua sangga langit!
Akan tetapi ternyata kiam Ki hanya lewat begitu saja, karena yang tersambar bukanlah tubuh asli dari tetua sangga bumi!
Dan serentak tujuh bayang-bayang tetua sangga Langit menerjang ke arah Tan Siang Ki secara bersamaan...
Kecepatan sambaran pedang dari Tan Siang Ki ini bagaikan kilatan petir saja!
Sehingga beberapa kali tubuh asli dari tetua Sangga Langit kadang tidak ikut menyerang dan kadang mengambil posisi agak jauh untuk mengindari sabetan pedang Iblis.
Pertarungan antara dua orang yang mempunyai dasar ilmu beladiri yang berbeda menjadikan ke duanya sangat berhati hati dalam bertindak!
Setiap kesalahan sekecil apapun berarti maut!
Kerubutan dari tujuh bayangan dari aji Reco Pitu selalu mengurung Salah satu dari Siang Mo Kiam ini!
Walau terlihat aji Reco Pitu selalu mengurung Tan Siang Ki, akan tetapi sebenarnya pertarungan masih berjalan seimbang !
Pertahanan dari Tang Siang Wi si pedang Iblis ini benar benar rapat !
Tubuhnya bagaikan di bungkus oleh kiam ki yang setiap saat bisa menyerang kapanpun Tetua Sangga Langit lengah!
__ADS_1
Pertarungan sengit antara tetua Sangga Langit dan si pedang Iblis berlangsung semakin seru dan menggetarkan jantung!
Pohon dan tahanan porak poranda akibat terjangan maupun sabetan pedang Iblis!
Sementara itu Adnan yang bertarung melawan Badak juga berlangsung dengan sengit.
Sesuai julukannya, si Badak. Ternyta selain mukanya yang tebal kayak muka badak , ternyata kulit tubuhnya juga sangat tebal dan kuat!
Beberapa pukulan tangan kosong dengan lambaran tenaga batin dan wadag saja tidak mampu memberikan rasa sakit pada si Badak..
Cara bertarung nya hanya mengandalkan kekuatan alami tubuhnya dan ketebalan kulitnya dan sedikit keahlian bela diri.
Kepala badak ini juga cukup keras laksana batu saja, sehingga dia bertarung selain mengandalkan kedua tangannya juga mengandalkan kekerasan kepalanya!
Mendapati tubuh Badak yang benar benar keras ini, Adnan segera melambari lengannya dengan aji Suryo Dahono!
Kali ini tangannya sudah dilapisi cahaya warna biru tipis, pertanda aji Suryo Dahono sudah mulai di kerahkan oleh Adnan.
Tak perlu bergerak super cepat bagi Adnan, karena Badak ini seorang yang Dogol dan bertarung mengandalkan kekuatan tubuhnya belaka.
Badak masih tidak menyadari bahwa Adnan sudah mempersiapkan aji Suryo Dahono yang mampu menghancurkan gunung karang sekalipun !
Ketika Badak kembali menyerang, dengan mudah Adnan mengindari dua pukulan beruntun dari Badak dan dengan cepat tangan kanan yang berisi aji Suryo Dahono sudah mengarah pada perut Badak!
Dan......!
"Blaang!.........!"
"Aughhh......!"
Badak berteriak keras seketika, ketika pukulan tangan kanan Adnan yang telah di lambari dengan aji Suryo Dahono dengan telak menghajar tubuh keras si Badak!
Seketika tubuh pendek kekar dan berotot itu terjungkal dan berguling guling di tanah beberapa kali dan berhenti berguling karena tertahan oleh sebuah pohon rambutan.
Sesaat tubuh itu diam tak bergerak!
Adnan tampak berdiam memandang tubuh si Badak!
Tapi alangkah terkejutnya dia ketika tubuh itu tiba tiba bergerak dan kemudian bangkit duduk dengan nafas tersengal!
"Gila... bener-bener sangat kuat pria Dogol ini!" batin Adnan...
Sebenarnya lah aji Suryo Dahono yang di kerahkannya tadi masih setengah dari kekuatan nya! Karena Adnan masih merasa kasihan dengan pria Dogol ini!
Tapi siapa sangka si Badak ini benar benar mempunyai kulit tubuh bagaikan badak!
"Bukan kaleng-kaleng!" batin Adnan .
Dan wajah si Badak ini beneran tebel seperti kulit badak asli, bukan kulit badak yang tidak tahu malu!
Sesaat kemudian si Badak sudah berdiri sambil bersender di batang pohon rambutan.
"Eh anak muda! siapa namamu ,,,,?" tanya si Badak.
"Baru kali ini aku merasakan pukulan yang sangat kuat seperti pukulanmu ini!" lanjut Badak..
"Aku di sebut orang- orang Cakar Iblis sebagi si Badak! ketua Cakar Iblis di sini!" lanjut si Badak!
__ADS_1
Ya, orang Dogol biasanya cenderung jujur dan apa adanya.
"Aku Adnan!" jawab Adnan singkat.