Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
penculikan


__ADS_3

Hari itu Tirta, Bayu dan Adnan tetap masuk kuliah seperti biasa. Akan tetapi mereka tetap bersiap terhadap segala kemungkinan yang mungkin akan dilakukan oleh orang orang nya Mr Budiman.


Akan tetapi kali ini Tirta dan segenap penghuni padepokan di lereng Gunung Ungaran, salah perhitungan!


Pergerakan Mr Budiman kali sudah di rencanakan dengan benar-benar matang!


Siasat licik sudah di persiapkan oleh Mr Budiman dan orang-orang nya.


Mr Budiman dan Peter bukanlah orang yang baik bukan orang orang yang berjiwa ksatria !


mereka adalah penjahat kelas kakap yang menguasai peredaran Narkoba di Nusantara dan negara-negara asia tenggara.


Mereka tak segan-segan menggunakan berbagai cara untuk mencapai tujuannya ! Bahkan cara-cara yang sangat kejam dan kotor sekalipun.


Ternyata dengan menurunkan empat kelompok ini Mr Budiman menargetkan para sahabat-sahabat dan orang-orang terdekat dari Tirta Jayakusuma.


Dan ini di maksudkan agar bisa menaklukkan Tirta dan kawan-kawannya dengan mudah, atau bahkan mungkin bisa membawa Tirta masuk kedalam kelompok Mr Budiman.


Hari itu Tidak terjadi apapun di kampus, hingga Tirta, Bayu dan Adnan bertiga kembali pulang ke Padepokan.


Semetara Dinda hari ini mengendarai mobilnya pulang ke Bukit Sari, tanpa disadarinya ada sebuah mobil Alphard warna hitam yang menguntitnya sejak dia keluar dari lingkungan kampus.


Hingga pada malam hari setelah waktu sholat Maghrib, Dinda tampak akan pergi keluar rumah sendirian.


"Ma, Dinda akan keluar dulu ke Mal , ada sesuatu yang ingin Dinda beli," kata Dinda minta ijin pada mamanya.


"Iya, hati hati ! jangan pulang terlalu malam ya," jawab sang mama.


"Iya ma," balas Dinda.


Demikianlah malam itu Dinda keluar mengendarai mobil sendirian, dan tanpa disadarinya sebuah mobil Alphard hitam yang mengawasi rumahnya sejak siang tadi kembali membuntuti dari belakang.


Ketika mobil Dinda melawati jalanan menurun melalui Jl Gombel lama, tampak mobil yang menguntit tadi memacu lebih kencang dan sengaja menjajarkan mobilnya dengan mobil Dinda dan,,,


"Brak,,!" mobil sengaja menyerempet spion mobil Dinda sebelah kanan hingga spion patah.


Dinda tampak terkejut dan marah, akan tetapi mendadak mobil tersebut memotong jalan mobil Dinda,.


Karena jaraknya yang sangat dekat, benturan tak dapat dihindarkan..


"Brakk,,!!!" dua mobil berbenturan.


Dengan perhitungan yang tepat tampak nya penguntit sudah memperkirakan efek benturan nya.


Belum sempat menyadari apa yang terjadi, tampak beberapa pria keluar dengan cepat dari mobil penguntit dan langsung menuju mobil Dinda..


Dua pria segera mengetok kaca mobil Dinda..


"Keluar mbak, !?" perintah seorang berjaket hitam dan bertopi hitam.

__ADS_1


Dinda yang masih belum sadar dengan apa yang telah terjadi, tampak segera membuka kaca jendela!


Dia tampak ketakutan ketika beberapa pria berjaket hitam tampak berdiri mengelilingi mobilnya.


Salah seorang pria berjaket hitam segera mendekati mobil Dinda dan memaksa Dinda untuk keluar..


"Keluar !!! atau aku bakar mobil ini !" gertak seorang pria berjaket hitam.


Dinda yang ketakutan segera keluar dari mobilnya.


Sigap seorang pria yang lainnya menangkap Dinda dan langsung menyeret paksa masuk ke dalam mobil Alphard hitam mereka.


Tampak Dinda berontak dengan berusaha melepaskan dirinya dari pegangan pria- pria berjaket hitam ini. Dia berusaha berteriak tapi pria berjaket hitam ini sigap menutup mulut Dinda.


Kondisi jalanan yang tidak terlalu ramai, menyebabkan aksi dari orang-orang ini berjalan sangat cepat dan lancar.


Dalam waktu singkat Dinda sudah berhasil di pindahkan ke mobil Alphard hitam mereka . Sedangkan mobil Dinda segera di bawa oleh salah seorang dari orang-orang berjaket hitam ini.


"Beres Bos !" seru salah seorang pria- pria ini.


"Ayo berangkat seru seorang pria tinggi besar dan penuh tato yang tampaknya adalah pemimpin kelompok ini.


"Hai, siapa kalian, ?"teriak Dinda. yang masih dalam pegangan dua orang pria.


"Lepaskan, lepaskan!!" teriak Dinda..


"Tutup mulut ya ! dan lakban !" seru si pemimpin yang penuh tato tersebut.


Segera seorang pria mengambil lakban dan menutup mulut Dinda dengan Lakban.


"Bos, gadis ini cantik sekali," seru salah seorang pria berjaket ini sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Dinda dan mengendusnya.


"Wangi sekali Bos!" katanya pria ini lagi.


"Hmm , jangan sentuh dia," bentak si pria penuh tato ini.


Sambil berkata demikian pimpinan ini yang ternyata adalah Gali ! tampak memperhatikan Dinda dengan seksama..


"Hmm, benar-benar gadis yang cantik," batinnya..


"Jangan sentuh dia ! kecuali aku sudah mencicipinya dulu,, !" seru Gali yang tampaknya mulai bernafsu melihat kemolekan dan kecantikan Dinda.


Mereka kali ini mengarahkan mobil ke arah kota Ungaran , dan terus kearah Selatan dan berbelok ke arah daerah Bandungan ( daerah lereng bagian selatan gunung Ungaran) yang merupakan tempat wisata pegunungan dengan udara sejuk sebagaimana daerah puncak Bogor.


***


Pada waktu yang sama.


Iza juga si buntuti oleh orang-orangnya Mr Budiman tanpa dia ketahui.

__ADS_1


Dan ketika malam tiba, orang-orang ini tanpa kesulitan sedikitpun sudah melumpuhkan sekuriti perumahan dan mereka bergerak menuju rumah Faiza,.


Mereka segera melumpuhkan pak Dul, seorang penjaga di rumah pak Fajrul, papanya Faiza.


Kebetulan malam ini pak Fajrul sedang ada bisnis di luar kota dan kebetulan juga mamanya Faiza ikut ke luar kota bersama suaminya.


Iza sendirian di rumah bersama asisten rumah tangganya yang bernama Marni, sedangkan asisten lainnya yang berjumlah lima orang bekerja pada pagi sampai sore hari saja.


Pada saat itu Iza yang sedang bersantai bersama Marni di ruang tamu , sangat sangat terkejut ketika tiba-tiba saja muncul orang-orang asing berjaket hitam di dalam rumahnya.


"Hai , siapa kalian!?" serunya,,


"Pak Dul, pak, pak Dul ! " teriak Marni ketakutan, ketika ada gelagat tidak baik dari kedatangan orang orang tak di kenal ini..


Tentu saja pak Dul tak bisa menjawab ! karena sudah pingsan di dalam posnya, dihajar para penjahat ini.


"Huh cerewet sekali !" seru salah seorang pria tak di kenal ini yang tanpa basa basi langsung melompat dan melayangkan pukulan kearah Marni, dan


"Plakk,,,!" sebuah tamparan keras menghajar marni, hingga membuat Marni langsung jatuh tersungkur dan pingsan seketika.


"Hai apa yang kalian lakukan?!" teriak Iza terkejut dan sangat ketakutan..


"Ayo , ikut Kami," teriak salah seorang pria berjaket hitam, seraya mendekati ke arah Faiza.


Tampak Faiza sangat ketakutan dan melangkah mundur.


"Apa keinginan kalian !?" seru Faiza ketakutan setengah mati.


"Ambillah semua yang kalian inginkan," seru Faiza.


"Kami tidak menginginkan apapun, kami hanya ingin membawamu saja !" jawab seorang pemuda bermasker hitam !


"Kalau kamu menurut , kami tidak akan menyakitimu," kata orang yang menggunakan masker hitam untuk menutupi wajahnya tersebut.


Ya dia adalah Welang, pemuda yang sekarang ini memimpin kelompok pertama yang mamang bertugas untuk menculik Faiza !


Tampak Faiza semakin ketakutan dengan jawaban pemuda bermasker hitam ini.


Sebagai seorang gadis yang banyak di gilai kaum adam, dia menyadari bahaya apa jika sampai dirinya berada di tangan-tangan pria seperti ini.


Ketika pikirannya melayang tidak karuan, tiba- tiba dirasakannya kedua tangannya sudah di pegang sebuah tangan yang kasar dan kuat dari belakang.


Kemudian Faiza merasakan tubuhnya diangkat dan dipanggul seseorang..


Tubuh Faiza yang ramping dengan mudah nya di panggul. Walaupun Faiza berontak dan berteriak teriak sambil memukul-mukul punggung orang yang memanggulnya, tapi tampaknya pria ini tidak merasakan apapun.


Tubuh Faiza segera di masukkan kedalam mobil Alphard warna hitam yang sudah di siapkan di halaman.


"Ikat kedua tangan nya dan tutup mulutnya,":seru Welang memerintahkan anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2