Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
berita dari Telik sandi


__ADS_3

Ki Wigati tampak terdiam mendapat pertanyaan seperti ini dari Kyai Wonokerti!


"Apakah dayaku Kyai? Aku sudah tua, tak ada kekuatan lagi,, para tetua padukuhan ini sudah tidak ingin mencampuri urusan ini,, meraka juga sudah tidak mampu ber berbuat apapun ." jawab Ki Wigati.


"Aryo Seto dengan dukungan ki Pradigdo sangat lah kuat untuk di lawan! apalagi akhir-akhir ini sudah datang orang-orang yang berilmu tinggi ke padukuhan Wuni ini!" lanjut Ki Wigati.


"Berarti Ki Wigati masih memperhatikan perkembangan dukuh ini! Ki Wigati masih sayang dengan padukuhan ini." lanjut Kyai Wonokerti.


Ki Wigati tampak mengangguk lemah..


"Jika Ki Wigati masih punya sedikit saja rasa eman pada padukuhan Wuni ini maka tidak sia-sia kami menemui Ki Wigati kali ini!" kata Kyai Wonokerti bersemangat!


"Kami dari padukuhan Srengseng juga mempunyai orang-orang yang kuat dan tangguh!" kata Kyai Wonokerti sengaja mengatakan hal hal yang seperti ini supaya Ki Wigati tertarik dan terketuk hatinya.


"Di padukuhan Srengseng ada Ki Ranu! yang Ki Wigati tahu sendiri kekutannya!" lanjut Kyai Wonokerti.


"Juga ada Tirta JayaKusuma murid baru Ki Ranu yang sanggup mengalahkan Aryo Seto !"


"Bahkan beberapa waktu yang lalu mereka sudah perah bertemu dalam sebuah pertandingan dan Aryo Seto tidak mampu mengalahkan Tirta Jayakusuma dan bahkan dia telah terluka cukup parah ." lanjut Kyai Wonokerti.


Tampak Ki Wigati mengangguk anggukkan kepala..


Ya pada waktu itu Ki Wigati tahu kalau Aryo Seto telah kalah berperang tanding melawan seorang anak muda di padukuhan Srengseng! dan ternyata sekarang diketahuinya bahwa anak muda yang berhasil mengalahkan Aryo Seto ternyata seorang pemuda bernama Tirta Jayakusuma!


Pada waktu itu dirinya masih menjadi pimpinan dukuh Wuni dan waktu itu dia sudah menentang tindakan Aryo Seto yang membawa nama dukuh Wuni untuk bentrok dengan padukuhan Srengseng!


"Juga ada teman-teman dari Tirta Jayakusuma yang bernama Adnan dan Bayu yang tak kalah tangguhnya!" terang Ki Wonkerti lagi.


"Dan nanti beberapa hari ke depan juga ada beberapa orang orang tangguh yang akan ikut membantu padukuhan Srengseng dalam menghadapi Aryo Seto dan kawan-kawannya!" kyai Wonokerti berhenti sejenak untuk melihat tanggapan dari Ki Wigati!


"Baiklah Kyai, dengan sedikit tenagaku ini, akun akan turut membantu kalian, tidak demi siapa siapa tapi demi tanah ini!!" kata Ki Wigati yang tampak mulai bersemangat..


Kyai Wonokerti tampak senang mendengar kata-kata Ki Wigati yang mulai bersemangat kembali.


"Aku akan menghubungi para tetua dan pemuda- pemuda yang masih setia kepadaku," lanjut ki Wigati..


"Tidak banyak memang kyai, akan tetapi hal ini bisa getok tular (menjalar dari mulut ke mulut) pada warga yang lain yang tidak setuju dengan arah perkembangan dari dukuh Wuni ini." kata Ki Wigati.


Demikianlah pembicaraan itu berlangsung Semakin akrab dan erat!

__ADS_1


Dan Ki Wigati selanjutnya mengundang beberapa kerabat nya yang tinggal di sebelah menyelah rumahnya yang berjumlah tiga rumah dan mempunyai beberapa putra !


Mereka semua berjumlah tujuh orang dan delapan orang termasuk Ki Wigati.


Dan ternyata mereka pun mempunyai bekal Kanuragan yang cukup, walau tidaklah sehebat Aryo Seto!


"Besok malam, kami akan kembali ke sini Ki Wigati,, mulailah bergerak menghubungi orang-orang yang masih setia dan berpihak pada Ki Wigati," pesan KyaiKyai Wonokerti.


"Saat-saat ini adalah saat yang tepat karena perhatian Aryo Seto masih ke padukuhan Srengseng dan juga ada acara judi besar di padukuhan Wuni beberapa hari lagi!" lanjut Kyai Wonokerti.


Hari mendekati tengah malam ketika Kyai Wonokerti keluar dari rumah Ki Wigati.


Setelah kepergian Kyai Wonokerti dan Mawar, Ki Wigati segera berkumpul dengan sanak kadang nya yang memang sudah dipercaya nya! mereka semua pindah dari dukuh induk kemari juga karena mengikuti langkah Ki Wigati.


"kalian sudah tahu sedikit tentang kedatangan kyai Wonokerti dan cucunya tadi."


Kemudian Ki Wigati memperjelas tentang kedatangan Ki Wonokerti tadi.


Tampak semuanya setuju dengan keputusan Ki Wigati.


"Sekarang kita harus bergerak mengumoulkan warga padukuhan Wuni yang sejalan dengan kita," kata Ki Wigati..


Ternyata gerakan Ki Wigati sangatlah cepat.


Malam itu juga mereka bergerak tanpa menimbulkan kecurigaan dari Aryo Seto dan orang-orangnya.


Apalagi konsentrasi Aryo Seto sedang terpecah!


***


Pagi itu di tempat menginap Kyai Wonokerti dan Mawar.


Wulungan terlihat sudah berada di depan rumah.


Beberapa saat kemudian Mawar menemui Wulungan di depan rumah!


Dengan pengalaman nya tidaklah sulit bagi mawar menggali informasi informasi penting dan juga rencana-rencana dari Aryo Seto.


Wulungan yang lugu benar- benar telah jatuh bertekuk lutut oleh Mawar..

__ADS_1


Dan dalam satu kesempatan Wulungan bercerita pada Mawar akan asal-usulnya yang dari padukuhan Srengseng menurut jalan pikirannya, sehingga seakan akan dialah yang benar.


Juga di ketahui Mawar tentang orang-orang berikutnya yang akan datang ke dukuh Wuni ini, yang salah satu yang membuat kaget Mawar adalah nama Jadug dan gurunya Singo Lodra!


Setelah Wulungan pergi , Mawar segera menceritakan semua keterangan yang di korek dari Wulungan.


kyai Wonokertipun tampak terkejut mendengar keterangan yang berhasil di dapatkan Mawar dari Wulungan.


Kyai Wonokerti kemudian menemui seorang penghubung yang yang telah di sepakati , karena di padukuhan Wuni dan di padukuhan Srengseng sinyal ponsel tidak terdeteksi! entah pengaruh pagar energi Ghaib atau juga ketiadaan tower BTS di sekitar padukuhan ini.


Kyai Wonikerti kemudian menyampaikan apa yang di ketahui nya pada Jaladri yang ternyata bertindak sebagai penghubung.


***


Di padukuhan Srengseng, tampak sore itu telah berkumpul Ki Ranu, Ki Sadewa, Ki Amongrogo , Ki Sentanu dan Jaladri. Tak ketinggalan juga Tirta, Bayu dan Adnan.


Sementara di halaman pemuda yang tergabung dalam pengawal padukuhan dengan di pimpin ketua klompoknya masing-masing berangkat mengadakan latihan Kanuragan.


Jaladri kemudian menceritakan tentang berita yang di dapat oleh Kyai Wonokerti dan Mawar.


Ketika mendengar berita mengenai Wulungan, tampak wajah - wajah mereka berubah!


Rasa marah dan kecewa tampak menghiasi wajah mereka terutama Ki Ranu dan Ki Amongraga..


Wulungan adalah anak didik Ki Tanu dan juga Ki Amongrogo.


Dan ternyata sekarang Wulungan sudah berkhianat pada padukuhan Srengseng ini dan juga pada Ki Rani dan Ki Amongrogo! alangkah sakitnya hati kedua orang tua ini!


Sesaat kemudian Ki Amongraga berkata..


"Biarlah dia mencari jalannya sendiri! itulah keinginannya!"


"Tampak nya untuk beberapa hari kedepan Aryo Seto akan sibuk dengan urusannya dan untuk sementara dia pasti akan melupakan urusannya dengan kita?" kata Ki Sadewa.


"Benar, tampaknya demikian ,!" kata Ki Sentanu menguatkan pendapat Ki Sadewa.


"Dan daripada kita menunggu dan selalu berwaspada pada pergerakan dari Aryo Seto, alangkah lebih baiknya kitalah yang akan melurug ke padukuhan Wuni! mumpung mereka di sibukkan dengan urusan kemaksiatan!" kata Ki Sadewa.


"Dan kemungkinan mereka tidak akan berwaspada pada kita! karena mereka pasti menganggap kita tidak akan berani menyerbu mereka di sarangnya!" terang Ki Sadewa lebih lanjut.

__ADS_1


"Bagaimana menurut Ki Ranu, Ki Amongrogo, Ki Sentanu? dan juga mas Tirta, Mas Bayu dan Mas Adnan?" Ki Sadewa meminta masukan dari segenap yang hadir di pendopo itu.


__ADS_2