Tirta Jayakusuma

Tirta Jayakusuma
bujukan dari tetua dukuh Srengseng


__ADS_3

Setelah satu Minggu di Jakarta akhirnya Tirta, Iza Bayu dan Adnan kembali ke kota Semarang Lewat jalur darat via Tol..


Nadine melepas kepergian mereka dengan hati berat..


Hubungannya yang makin erat dengan Iza, memberinya kesempatan untuk selalu dekat dengan Tirta Jaya Kusuma.


"Kapan- kapan mainlah ke kota Semarang Nadine..


Kamu bisa menginap di rumah kami kapanpun dan selama kapanpun!" kata Iza..


Nadine sangat senang mendengar tawaran dari Iza ini.


Sementara itu Tirta tampak berkuatir melihat kedekatan mereka berdua..


Selama perjalanan ini, Adnan teringat akan tugas nya bersama Tirta dan Bayu sebagai panitia KkL di kampus .


"Tampaknya kegiatan kita di bulan bulan ini dan juga bulan besok terlalu banyak !" kata Adnan..


"Kita harus membicarakan ulang hal ini kepada teman-teman !" lanjut Andan.


"Minggu depan kita juga harus ke Surabaya menghadiri pernikahan Mahardhika dan Intan..." lanjut Adnan.


"Belum lagi kalian juga harus menghadiri pertunangan aku dengan Nani..."


lirih suara Adnan..


"Apaaaa!" serentak Bayu dan Tirta berteriak sekencangnya..


"Ha,, haa, haaaa,, akhirnya kamu berani juga Ad," seru Bayu sambil memukul bahu kiri Adnan yang sedang menyetir.


"Beneran ini Ad! " seru Tirta... hampir hampir tak percaya dengan pendengarannya.


"Yup, benar... ," seru Adnan..


sambil membusungkan dada..


"Huh, kalau nggak aku paksa , kamu pasti gak berani ! iya kan!"seru Bayu..


"Ye,.... Kamu benar Bay,, kamu memang sahabat yang pandai memprovokasi!" jawab Adnan.


Bayu dan Tirta tampak bahagia dengan keputusan Adnan Ini...


"Ad nanti kalau sudah sampai di Pekalongan tolong keluar tol ya, aku kangen sama mbak Latifah ku.." kata Bayu pada Adnan..


Ya, walaupun sudah menikah , Bayu lebih senang memanggil istrinya dengan Mbak atau bahkan memanggil dengan sebutan Juragan Cantik .


"Siap Bay!" jawab Adnan.


Beberapa jam kemudian Adnan sudah membelokan mobil yang di dikendarainya keluar dari Tol.


Posisi pintu keluar Tol sendiri berada di perbatasan antar kota Batang dan Kota Pekalongan karena kedua kota ini bersebelahan .


Dari pintu Tol ini, Adnan mengambil arah ke barat menyusuri jalur Pantura menuju Wiradesa .


Siang sekitar pukul satu siang mereka sudah sampai di rumah juragan Latifah yang sudah tidak lagi janda!


Sebelum nya Bayu sudah menghubungi sang Istri untuk menjamu para sahabatnya ini..

__ADS_1


Dan benar saja! begitu sampai , mereka sudah di sediakan berbagai masakan ..


Soto Tauto, Nasi megono, garang asem juga berbagai macam Ikan bakar seperti Ikan Kue bakar dan bawal bakar.


Karena memang sudah waktunya makan siang .. Bayu segera mengajak para tamunya ini untuk makan siang ..


"Ayo, ayo kita makan dulu !" ajak Bayu.


"Monggo mas Tirta , mas Adnan dan mbak Iza.. " mbak Latifah dengan ramah mempersilahkan mereka untuk makan Siang.


Mereka bersama makan siang sambil berbincang akrab.


"Bayu kemarin bercerita kalau Mbak Latifah sedang hamil , benarkah mbak?" tanya Tirta..


"Iya, Mas Tirta,, ini sudah masuk bulan ketiga dan nanti sebentar lagi syukuran! " kata mbak Latifah.


"Syukurlah kalian sebentar lagi akan mendapatkan momongan, doakan smoga kami segera juga mendapatkan momongan seperti kalian," kata Iza .


"Dan semoga juga menyusul Adnan," tambah Bayu .


Begitulah tanpa terasa mereka mengobrol sampai sore hari.


***


Hari itu di kampus, Adnan, Bayu dan Adnan menyampaikan pada semua mahasiswa satu angkatan dan satu jurusan tentang rencana memundurkan waktu pelaksanaan Kkl yang rencana semula akan dilakukan dua bulan sejak rapat sebulan lalu, yang rencananya akan ke Bali dan Lombok Karena adanya kesibukan di bulan kemarin dan di bulan bulan besok..


Dan lewat sebuah voting disepakati bahwa KKL akan diundur sampai tahun depan karena biaya yang dikeluarkan oleh mahasiswa juga lumayan gede..dan itu cukup memberatkan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga yang pas Pasan.


***


Hari itu Tirta, Bayu, Adnan dan semua penghuni padepokan lereng Gunung Ungaran sedang bersiap berangkat ke Jawa Timur untuk menghadiri undangan Mahardhika .


Mereka berangkat pagi pagi sekali melewati jalur Solo, Ngawi..


Kurang lebih jam sebelas siang mereka sudah sampai di rumah Kyai Syahroni, orang tua Intan ..


Rumah kyai Syahroni cukup besar . terdiri dari beberapa rumah.


Dan siang itu terlihat sangat ramai, karena di kampungnya kyai Syahroni ini seorang yang sangat di segani.


Sesampai di sana ternyata acara ijab kabul sudah selesai di laksanakan..


Dan Tampak bang Leo serta Mawar sudah berada di sana sedang mengobrol bersama beberapa orang yang di kenalnya..


Ada juga pak Michael , Tomy serta Nadine.


Dan ....


Nastiti, Ki Wigati, Ki Sadewa, Ki Amongraga , Jalu, Jaladri dan orang orang dukuh Srengseng dan dukuh Wuni..


Dan tak kalah mengejutkan adalah keberadaan Mr, Budiman yang merupakan ayah kandung Nastiti yang tampak hadir di antara orang orang dukuh Srengseng dan Dukuh Wuni.


Melihat kedatangan Tirta Jaya Kusuma dan rombongannya , segenap rombongan dari dukuh Srengseng dan dukuh Wuni spontan berdiri menyambut kedatangan Tirta Jaya Kusuma demikian pula tamu tamu lain seperti kyai Fakih, Ki Suromenggolo, Ki Seno Aji dan yang lain lainnya.


Suasana tampak menjadi sangat ramai karena mereka seperti temu kangen setelah berjuang bersama- sama sekarang mereka bisa bertemu kembali.


Mereka saling bercerita keadaan mereka dan menanyakan keadaan yang lainnya.

__ADS_1


Dan tentu saja pusat perhatian adalah Tirta Jaya Kusuma yang mempunyai jasa sangat besar bagi orang -orang ini.


Dimana pun Tirta jaya Kusuma berada merupakan magnet bagi orang orang.


Nadine sendiri sedari tadi mencari cari kesempatan untuk mendekati sang pemuda selalu saja gagal...


Di sekitar Tirta selalu dan selalu saja ada orang yang mengerumuninya.


Demikian pula dengan Nastiti yang bingung memikirkan caranya bisa berada di dekat Tirta Jaya Kusuma.


Baru lah ketika semuanya sudah merasa puas berbincang dengan sang pemuda, satu persatu orang orang di sekitar Tirta Jaya Kusuma mulai menepi.


Nastiti segera menyeret ayahnya, Mr Budiman untuk mndekat pada Tirta..


"Nastiti!,,, mr.budiman?" seru Tirta Jaya Kusuma sangat kaget .


"Iya , mas Syukurlah kami ayah dan anak bisa berkumpul kembali!" kata Mr Budiman...


"Ini, mas Tirta , Nastiti selalu ngajak untuk mengunjungi mas Tirta di Semarang ..


Ini tadi dia juga sudah nggriseni buat segera kemari... katanya mas Tirta pasti datang kemari! lanjut Mr. Budiman.


Dan ketika sedang berbincang , muncullah Ki Amongrogo dan Ki Sentanu, dua orang sesepuh padukuhan Srengseng...


Meraka kemudian terlibat percakapan santai dengan Tirta Jaya Kusuma.


Walaupun cukup santai, akan tetapi Tirta juga cukup was was dan khawatir pembicaraan akan mengarah kepada pembicaraan tentang hubungannya dengan Nastiti...


Dan benar saja,,,ketika Ki Amongraga yang menyingung tentang keinginan ki Ranu sebelum meninggal...


"Bagaimana mas, tidak adakah setitik pun keinginan untuk memenuhi keinginan Ki Ranu?" tanya Ki Amongraga..


"Apakah Nastiti kurang cantik , atau ada yang kurang dalam diri Nastiti Bagi mas Tirta?" lanjut ki Sentanu meneruskan kata-kata Ki Amongrogo yang ada di sebelahnya..


"Sebenarnya lah Ki Sentanu, Ki Amongraga dan juga pak Budiman....


"Nastiti adalah gadis yang sangat cantik dan sangat baik! tak ada kekurangan apapun dalam dirinya .." kata Tirta..


"Akan tetapi....kali ini Tirta terdiam beberapa saat .


"Beberapa saat yang lalu saya barusan menikah Ki Amongraga, Ki Sentanu, pak Budiman ..." kata Tirta lirih..


"Ahh, itu bukanlah masalah besar mas Tirta...!


Kami di dukuh Srengseng tidak keberatan Nastiti di jadikan istri kedua, ketiga atau keberapapun mas!" kata Ki Amongraga...


Kali ini Tirta benar-benar di buat pusing oleh Ki Amongraga dan ki Sentanu ini..


"Mau alasan apa lagi nih," batin Tirta Jaya Kusuma..


"Maaf Ki aku tidak bisa menyakiti hati Istriku Ki... maaf .." kata Tirta terus terang..


"Mas Tirta, kami Srengseng bisa merahasiakan ini semua ...


Tidakkah mas Tirta kasihan pada kami? pada Nastiti pada Ki Ranu almarhum?" kata ki Sentanu .


"Beliau pasti tidak tenang di Alam sana karena cucu kesayangannya terlantar . dan tidak bahagia ..," lanjut ki Sentanu.

__ADS_1


Dengan segala bujuk rayunya Ki Amongrogo berusaha meyakinkan Tirta Jaya Kusuma...


Sementara tanpa disadari oleh mereka Nadine telah berada tidak jauh dari mereka dan mendengarkan percakapan mereka dengan seksama .


__ADS_2