
Di sebuah pulau kecil di kepulauan Riau.
Tampak sebuah bangunan cukup besar di tengah-tengah pulau kecil di daerah kepulauan Riau.
Juga tampak berderet rumah-rumah kecil di sekeliling pulau kecil tersebut.
Rumah di tengah pulau itu terlihat sangat mencolok di lihat dari udara, seperti bangunan Castil gaya eropa bercat putih bersih.
Di halaman yang luas tampak helikopter terparkir di sana, juga terlihat sebuah arena pertarungan di halaman tersebut yang di batasi oleh tali tambang dengan ukuran sepuluh meter kali sepuluh meter, tampak cukup luas untuk sebuah arena pertandingan bela diri. Bentuk nya persegi empat seperti ring tinju tapi jauh lebih besar.
Sedangkan di sebelah selatan pulau, tampak beberapa speed boat tertambat di dermaga, juga ada sebuah kapal pesiar kecil yang sangat mewah ada diantara speed boat tersebut.
Pagi itu tampak puluhan orang sudah berada di halaman rumah utama.
Mereka adalah empat puluh orang yang lolos seleksi dan tadi malam mereka telah di terbangkan ke markas Mr Budiman di pulau terpencil ini.
Beberapa saat kemudian Peter bersama beberapa anak buahnya dengan menenteng Ak 47 keluar dari bangunan utama dan menuju kerumunan orang-orang tersebut.
Dengan pengeras suara Peter segera berkata;
"Pertandingan akan segera dimulai, bersiap siaplah kalian !" seru Peter.
"Dan peraturannya adalah !" Peter segera berseru ;
"pertama tidak boleh ada pembunuhan usahakan jangan ada yang terbunuh, jika dilanggar maka si pembunuh akan dipotong setengah hadiah nya.!" seru Peter.
"Kedua adalah orang yang tidak sanggup berdiri lagi setelah jatuh dianggap kalah dan ketiga dinyatakan kalah setelah menyerah dengan mengangkat tangan." seru Peter lagi.
"Selanjutnya hadiah uang tunai akan segera ditransfer kepada pemenang pertama sebesar sepuluh Milyar, pemenang kedua ketiga dan keempat dan kelima masing-masing dua milyar.'
"Untuk yang tidak menang akan di berikan kesempatan mendapatkan satu milyar rupiah jika sukses dalam misi yang akan di berikan kemudian." Peter berhenti sejenak dan kemudian melanjutkan lagi.
"Dan bagi pemenang akan mendapatkan lagi sepuluh milyar uang tunai jika sanggup menjalankan dengan sukses misi yang akan di berikan setelah kompetisi ini usai, demikianpun para pemenang kedua ketiga keempat dan kelima.
Nilainya akan disesuaikan dengan peran masing-masing, dan saya jamin tidak akan lebih kecil dari satu milyar."
__ADS_1
Demikianlah pengumuman dari Peter.
Tampak para peserta kasak- kusuk diantara mereka, tampak sebagian besar dari mereka sangat puas dengan hadiah yang di sediakan , karena sebagian besar dari mereka mengikuti pertandingan ilmu beladiri ini untuk mengejar hadiahnya yang sangat besar. Walaupun ada pula yang mengikuti pertandingan ini sebagai kesenangan dan hobi semata.
Dan setelah pemberitahuan oleh Peter, selanjutnya pertandingan ilmu beladiri segera dimulai.
Dari empat puluh orang ini akan ada sepuluh pertandingan awal.
Dimana akan ada empat orang sekaligus yang akan turun gelanggang.
Dan orang terakhir yang masih berdirilah yang merupakan pemenang nya.
Peter segera memilih secara acak empat orang yang akan turun ke gelanggang pertama kali.
Karena aturan yang diterapkan tidak boleh ada pembunuhan, maka senjata yang di gunakan sudah si persiapkan sebelumya oleh orang-orangnya Mr Budiman.
Tongkat rotan, pedang kayu juga , Doble stick, karena jika menggunakan senjata tajam pasti ada yang menjadi korban dan itu akan merugikan Mr Budiman yang sudah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk mengadakan pertandingan ini.
Walaupun bukan senjata tajam, akan tetapi bagi ahli bela diri, senjata senjata ini bisa berubah menjadi senjata yang mematikan.
Empat orang yang dipilih oleh Peter segera melompat ke arena yang sudah dipersiapkan.
Mereka harus waspada dari serangan yang tidak disengaja.
Serangan bisa datang dari depan, dari belakang, juga dari kanan dan kiri.
Sangat seru , ya pertarungan yang tidak lazim ini benar-benar sangat seru.
Dua orang menggunakan pedang kayu dan dua orang menggunakan tongkat rotan yang ulet.
Satu diantara empat orang ini adalah seorang Thailand dengan gaya bertarung thai boxing sehingga dia agak kebingungan menggunakan tongkat rotan. Tapi kalau tidak menggunakan senjata dirinya pasti akan babak belur menerima hajaran lawan- lawannya.
Tidak ada kawan tidak ada lawan, itulah prinsip pertarungan model begini. Apalagi lawan dipilih langsung oleh Peter secara acak sehingga meminimalisir kerjasama antar petarung.
Setelah memakan waktu kurang lebih hampir dua pertarungan berakhir.
__ADS_1
Petarung yang masih berdiri kokoh adalah seorang setengah baya dari Banten. Dia adalah orang seorang yang pernah memuntut ilmu di pedalaman Banten. Tampaknya orang ini adalah seorang yang sangat hebat dan menguasai ilmu kebal.
****
Sementara pagi itu di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Tirta Bayu dan Adnan sudah menunggu beberapa saat lamanya, ketika pak Michael dan keluarganya tampak keluar dari pintu kedatangan dan menuju kearah Tirta , Bayu dan Adnan.
Tampak Nadine sudah berlari menghambur kearah Tirta dan langsung memeluk sang pemuda dengan erat dan mendaratkan ciumannya yang hangat ke pipi Tirta.
Tirta sangat Jengah menerima perlakuan demikian, karena orang orang di sekitarnya memandang mereka dengan aneh,,, mungkin mereka pengen atau iri, karena ada pemuda dengan penampilan "ndeso" diperlakukan demikian oleh gadis secantik Nadine ini.
Tirta segera mengajak keluarga ini keluar dari Bandara Ahmad Yani, dengan Adnan yang jadi driver kali ini.
Didalam mobil tampak Nadine yang paling banyak bicara, sementara yang lainnya hanya sekali- kali saja menimpali.
Bayu yang biasa gacorpun tampak lebih banyak diam.
Dalam kesempatan itu pak Michael mengucapkan banyak terimakasih pada Tirta dan kawan kawannya yang terus saja memperhatikan keluarganya.
Dan kali inipun pak Michael sangat berterima karena menginformasikan pergerakan dari Mr Budiman, sehingga pak Michael bisa lebih berhati-hati lagi.
Pak Michael merasa kalau tempat teraman bagi keluarga nya adalah di Semarang , di mana ada Tirta dan kawan- kawannya.
Tirta segera mengantar keluarga ini ke hotel di tengah kota Semarang terlebih dulu .
Setelah mengantarkan keluarga ini ke hotel untuk checkin dan menaruh barang- barang bawaan, Tirta kemudian mengajak pak Michael, Tomy dan juga Nadine untuk melihat-lihat beberapa rumah di kota Semarang, sedangkan mama Nadine dan Joey berjalan- jalan di Mall yang memang terletak di sebelah Hotel yang mereka tempati.
Setelah melihat beberapa rumah yang di tunjukkan oleh Tirta pak Michael Segera berkata pada Tirta ;
"Semua yang mas Tirta tunjukkan pada bapak tampak bagus semua , tapi adakah yang lebih dekat dengan padepokan kalian Mas ? tanya pak Michael.
"Agak Kecil juga tidak mengapa, atau rumah yang sederhana juga tidak mengapa, sambil jalan bisa kita perbaiki," kata pak Michael.
Tirta tampak berfikir, kemarin sewaktu melintas di jalanan desa Plalangan sekilas dia melihat rumah pedesaan yang ditulis dijual, rumahnya lumayan besar tapi terlihat agak tua dan kurang terawat dan mempunyai halaman dan kebun yang cukup luas.
__ADS_1
"Kelihatannya ada pak Michael, tapi rumahnya terlihat agak tua dan kurang terawat baik," kata Tirta.
"Tidak apa-apa Mas Tirta , ayo kita tengok kesana ," kata pak Michael.