
Matahari mulai tenggelam perlahan, cahaya kemerahan menghiasi langit di ufuk barat, pemandangan yang indah seperti senja di Kuta Bali, Bahkan mungkin lebih indah dilihat dari puncak Bogor!
Nadine, memang hafal dengan area seputar Villa milik papanya.
"Ayo aku tunjukkan tempat yang bagus!"
Nadine berlari- lari kecil di tengah kebun strawberry,
Mereka segera mendapati sebuah batu gunung setinggi sekitar satu meter dengan permukaan yang datar dan cukup untuk mereka berlima berada di sana..
Senja berwarna Jingga terpampang di depan mereka.
"Luar biasa indahnya,!"seru Tirta kagum,
"Sungguh ciptaan Tuhan yang manusia ini tak mampu mendustakannya..!" lanjutnya.
"Aku tiap ke sini pasti kesini menikmati senja,!"kata Nadine.
Mereka berkumpul di atas batu sambil menikmati langit Jingga yang membawa sang surya perlahan tapi pasti tenggelam di ufuk barat.
Mereka berselfi ria diatas batu dengan berbagai gaya!
Kali ini Nadine minta foto dengan Tirta dengan gaya bak film Titanic yang fenomenal.
Nadine di berdiri di depan Tirta sambil merentangkan kedua tangannya, Tirta memeluk dari belakang dengan wajah bodohnya karena kepalanya pusing dengan wanginya tubuh Nadine..
Apalagi waktu itu Nadine hanya mengenakan tank top dan celana pendek saja, mau pegang perut yang indah dan rata, malu berat, memeluk agak keatas lagi kena benda menonjol, mau pegang pinggul, ya lucu jadinya..
Nadine dengan cuek memegang tangan Tirta dan dilingkarkan di pinggang nya yang tidak tertutup pakaian, karena dia memakai tank top dan celana pendek saja!
Nadine sih sudah terbiasa berpose kayak gini! Lha Tirta!?
Tangannya seperti tersetrum listrik saja,,
"Ta, jangan gemetar gini ahh, geli tau!" kata Nadine
Juru fotonya kali ini adalah Bayu.
"Ta, jangan malu- maluin padepokan kita ah, peluk yang erat Nadine atuh?"
(Tidak ada hubungan hal demikian dengan pedepokan!)
"Ayo cepetan dong Ta, jangan malu maluin ahh!" Bayu terus saja ngasih komentar padahal Tirta sedang mati- matian menahan gejolak hati dan perasaannya.
Ketika matahari sudah sepenuhnya tenggelam di ufuk barat, mereka kembali ke Villa.
Meraka berjalan nenyusuri jalan kecil melewati kebun-kebun sayur dan strawberry yang terhampar luas.
Tiba di Vila mereka di kejutkan dengan keberadaan Lola yang Ternyata sudah duduk manis dengan mulut tersenyum.
"Katanya kamu tidak mau ikut karena ada acara Lola?"tanya Nadine
"Iya acaranya sudah selesai jadi ya...ingin gabung saja sama kalian, bisa ikut seru-seruan!" jawab Lola.
"Iya tadi Lola menelpon aku kalau dia ingin gabung bersama kita disini!" Nadia menambahkan keterangan.
Nadine segera memberikan sebuah kamar sendiri pada Lola, karena Lola menghendaki kamar sendiri, dia tidak terbiasa tidur dengan orang lain katanya!
Tapi entahlah, kalau nanti udah nikah pasti kan juga tidur sama pasangannya!
Malam itu mereka duduk-duduk bersama di ruang santai.
__ADS_1
mereka bersenda gurau dengan bebas .
Bayu, Tirta Adnan Nadine dan Nadia mendadak berubah menjadi sahabat -sahabat, sedang Lola agak menyendiri tidak mau bergabung dalam keseruan.
Mendadak Nadine merasa agak lemas, tubuh nya sedikit hangat dan hidung nya terasa agak tersumbat, ..
"Aku ke kamar dulu ya tubuhku rasanya agak tidak enak nih!" kata Nadine.
Nadine segera masuk kamar duluan.
Tirta Bayu dan Adnan juga merasakan kantuk yang luar biasa.
"Ta aku juga mulai ngantuk nih!" kata Bayu!
"Aku juga nih!" kata Adnan.
Mereka beberapa kali sudah menguap
Nadia juga akhirnya mengikuti Nadine ke kamarnya.
Sedangkan Tirta sesaat masih duduk di ruang santai bersama Lola,
Tirta merasa kalau rasa kantuk yang menyerangnya sepertinya lebih kuat dari kantuk bias, dia segera ke kamar, dilihatnya Adnan dan Bayu sudah tertidur dengan lelap.
Bayu telentang dengan suara dengkurannya yang keras, dan Adnan memeluk perut Bayu dengan tangan kanannya.
Tirta duduk di lantai, dikerahkannya tenaga batinnya, di telusuri semua jalan Darahnya,
Segera dia menemukan ada yang tidak beres dalam tubuhnya.
Dengan tenaga batinnya yang sudah mencapai tataran sangat tinggi dalam olah kanuragan , mudah baginya untuk menetralkan kembali darahnya, sehingga efeknya tidak kemana-mana.
Suasana sangat sepi di Villa mendadak dipecahkan oleh suara pintu terbuka dan pembicaraan laki dan perempuan,
"Bagus Lola tugasmu sangat bagus!" Terdengar suara seorang pria. Ternyata pria itu adalah Denise,,
Lola sangat takut kehilangan Denis sehingga apa yang diperintahkan padanya pasti dikerjakannya tanpa bertanya atau berpikir lagi.
Hubungan mereka sudah terlalu jauh! Pernah Lola positif hamil, dia menceritakan pada Denis dan apa tanggapan Denis?
"Gugurkan saja Lola, aku tidak mau menikah muda, kita akan banyak kehilangan masa masa muda kita Lola!" demikian alasan Denis, dan Lola akhirnya menyetujui dengan meminum obat penggugur kandungan.
Dan hari ini dia kembali di minta memberikan obat ke minuman Tirta, Bayu dan Adnan dengan bubuk putih dan di masukkan pada minuman mereka sedangkan Nadine dan Nadia diberikan bubuk biru pula!
Dan ternyata efeknya Bayu dan Adnan sudah tertidur pulas. Sedangkan Tirta hampir saja tidak dapat menahan efek obat bius yang sangat kuat!
Ternyata Denise tidak sendirian, dia bersama sohib nya Rian!
Denise terobsesi pada Nadine sedangkan Rian sedang Pdkt pada Nadia. Sifat kedua sahabat ini hampir sama, suka mempermainkan wanita,, jika sang gadis buruan Sudah berhasil di dapatkan, segera mereka tinggalkan begitu saja!
"Mana kamar Nadine dan Nadia?" tanya Denis tidak sabar pada Lola.
Lola menunjukkan kamar Nadine dan Nadia,
Denise masuk ke kamar yang ditunjukkan oleh Lola. Ternyata pintu juga v tidak terkunci dari dalam.
Rian nengikuti dari belakang Denis
Terlihat Nadine seperti orang kebingungan, dan setengah sadar juga demikian dengan Nadia,
Rian kamu bawa Nadia aku bawa Nadine, seru Denis.
__ADS_1
Hmm tampak nya usaha kita sukses besar Rian! kata Denis gembira.
"Benar Denis!" kata Rian.
"Mau kita bawa kemana mereka?" kata Rian ...
"Gampang, ke Villa ku saja!" jawab Denis.
"Trus bocah- bocah edan itu gimana Denis? tanya Rian.
"Nanti biar anak buahku yang akan aku suruh menghabisi mereka," kata Denis.
Ketika Denis dan Rian sudah sampai di sebuah mobil di halaman vila dan bersiap menaiki mobil!
"Mau kalian bawa kemana Nadine dan Nadia!" bentak Tirta!
Denis dan Rian tampak terkejut, mereka tidak menyangka Tirta tidak terpengaruh oleh obat bius diberikan.
"Lola!" seru Denis, kelihatan sangat marah!
Lola ketakutan melihat Denis tampak marah pada dirinya.
"Aku tidak tau Denis, obat yang kamu berikan sudah aku campur semuanya dalam minuman mereka,!" Lola sangat ketakutan melihat kemarahan Denis.
"Tak perlu marah pada Lola! Kalian memang pemuda-pemuda biadab! Lepaskan Nadia dan Nadine!" bentak Tirta.
Mana mau Denis dan Rian melepaskan Nadine dan Nadia, Ikan yang sudah ada dimulutnya mana mungkin di lepas? Sebentar lagi mereka bisa menaklukkan keduanya!
"Hmm bocah gila kamu!"
Denise segera melepaskan papahannya pada Nadine, Dia langsung menyerang Tirta dengan tinju nya.
Tirta tidak mengelak pukulan ini dan langsung menangkap kepalan yang mengarah wajahnya.
Denis tak menyangka pemuda ceking didepannya dengan mudah menangkap kepalan tangannya.
Detik berikutnya Denise mololong lolong kesakitan karena Tirta memutar kepelanya sehingga terdengar suara lengan yang patah .
Auuhh tolong sakitt ,, lepaskan tanganku teriaknya kesakitan
Rian yang melihat kawanya berada dalam genggaman Tirta segera melepaskan Nadia dan langsung menerjang Tirta, dengan tangan kanan masih memuntir tangan kanan Denis, tangan kiri Tirta juga dengan mudah menangkap tangan kanan Rian dan memuntirnya pula!
Terdengar suara lengan patah untuk kedua kalinya,
kali ini Tangan rian yang menjadi korbannya
Wadoohh , sakit! hentiikan bocah gilaa,,!? seru Rian.
Dua orang sahabat itu dipegangi Tirta di kanan dan kiri tanganmya.
"Kamu pasti akan menyesal bocah tengiikk!" teriak Denis.
Tirta hanya diam menyaksikan Denis dan Rian berteriak teriak kesakitan.
Mendadak Tirta melepaskan pegangannya pada tangan Denis dan Rian.
Tapi belum sempat Denis dan Rian bernapas lega, sebuah tamparan yang sangat kuat menerjang pipi keduanya!!
"Huek, Denis muntah darah dengan dua buah gigi yang copot dari tempatnya, begitupun Rian! Tiga giginya lepas..!
Sekarang mereka menjadi pemuda-pemuda ganteng tapi ompong!
__ADS_1