
Beberapa hari kemudian.
Peter yang menyisir rumah pak Michael di Jakarta, dia menemukan bahwa rumah sudah di tinggalkan pemiliknya. Hanya ada penjaga rumah dan asisten rumah saja.
Ketika menuju rumah persembunyian pak Michael, Peter juga mendapati rumah besar itu dalam keadaan kosong dan hanya ada beberapa penjaga saja yang berada di rumah tersebut..
Akhirnya dari informannya di ketahui bahwa beberapa hari yang lalu pak Michael dan keluarganya sudah pindah ke kota Semarang.
Siang itu terlihat dua buah mobil toyota Alphard dengan plat mobil bernomor polisi B yang berarti dari Jakarta memasuki kota Semarang.
Mereka adalah pasukan ketiga yang dipimpin oleh Gali dan beranggotakan salah- satunya adalah seorang preman tanah abang yang ternyata bernama Bogel.
Pasukan ini dikirim oleh Peter sebagai kelompok perintis dan memastikan keberadaan Tirta dan kawan-kawannya.
Tampak nya masing-masing kelompok di berangkatkan dalam waktu yang berbeda-beda tapi mereka tetap dalam satu komando.
Sorenya dua mobil Toyota Alphard juga memasuki kota Semarang dan mereka memilih hotel yang berbeda pula di kota Semarang. Ini adalah kelompok keempat yang di pimpin oleh Daeng.
Malamnya pukul sembilan malam, dua lagi mobil toyota Alphard masuk kota Semarang dan mereka langsung menuju hotel lainnya lagi. Kelompok ketiga ini di pimpin oleh Mahardika.
Dan ketika tengah malam, kelompok yang di komandoi oleh Welang juga memasuki kota Semarang.
Menurut mata-mata yang telah di sebar oleh Peter sebelumnya sudah di ketahui kampus tempat Tirta kuliah juga sahabat-sahabat nya Tirta,, akan tetapi para mata-mata ini tidak bisa menemukan padepokan tempat Tirta dan kawan- kawannya.
***
Malam itu di rumah pak Michael.
Pak Michael , Nadine dan Joey sedang berada di teras rumah yang sejuk sambil berbincang-bincang dengan santai.
"Sungguh , suasana di sini sangat menyenangkan ya Mam," kata pak Michael.
"Iya Pa, seneng sekali hidup disini, tenang jauh dari kebisingan," jawab Mama Nadine.
"Iya nanti kalo anak- anak sudah besar dan sudah bisa ngurusi bisnis dan usaha Papa, Papa ingin istirahat di sini Mam, sambil berkebun," kata pak Michael lagi.
Nadine yang ada di samping Mamanya segera berkata;
"Iya, kayaknya Nadine juga cocok tinggal disini, tenang !"
Begitulah keluarga ini berbincang bincang santai di teras rumah mereka yang baru. Hingga tiba-tiba ada panggilan telepon di ponsel pak Michael.
Terlihat nama Herman disana.
__ADS_1
"Halo, gimana Herman?" jawab pak Michael.
"Ini Bos, ada info kalau malam ini ada orang-orang menyatroni rumah Bos ! tampaknya mereka adalah orang-orang yang berniat tidak baik pada Bos!" kata Herman melaporkan kejadian malam itu.
"Untunglah, Bos sudah tidak ada di rumah itu.. juga mereka menyatroni rumah persembunyian Bos yang terakhir," lanjut Herman lagi.
"Terimakasih atas infonya Herman, laporkan segera kalo ada perkembangan lainnya," kata pak Michael yang kemudian menutup pembicaraannya dengan Herman sang kepala pengawalnya.
Sementara di padepokan lereng Gunung Ungaran.
Semua penghuni padepokan tampak berkumpul di pendopo padepokan.
Ternyata Leo mendapatkan informasi yang serupa dari Jim, yang memang di minta oleh Leo untuk mengawasi keadaan di Jakarta.
"Tampaknya Mr Budiman sudah berhasil menyusun kekuatan baru dan mulai bergerak !" kata Leo setelah menceritakan informasi kepada seluruh anggota padepokan.
"Tujuan Mr Budiman masih Pak Michael dan tentunya pasti kita juga !" lanjut Leo.
Semuanya tampak berdiam dan berfikir mendengar pembicaraan dari Leo.
"Aku duga mereka juga pasti sudah tau kalau pak Michael dan keluarganya pasti kemari, ke kota Semarang ini," kata Adnan menanggapi.
"Sebaiknya kita meningkatkan kewaspadaan kita Ngger," kata mbah Hardjo.
"Beritahukan informasi ini pada mereka," kata mbah Hardjo lagi
"Aku pikir mereka juga tidak akan secepatnya sampai kesini mbah, kata Tirta.
"Tidak apa-apa Ngger, biarlah mereka merasa lebih tenang."
Beberapa saat ketika mereka masih berbincang tentang masalah ini,,,, ponsel Tirta , berdering dan ada nama Nadine disana.
"Halo ,, iya Nadine," jawab Tirta..
Nadine segera menceritakan info yang di dengar pak Michael dari Herman tentang pergerakan dari orang- orang tak di kenal yang di curigai adalah orang-orangnya Mr Budiman.
"Baiklah Nadine , aku akan segera kesana ," kata Tirta sembari menutup ponselnya.
"Pak Michael ternyata sudah menerima informasi dari anak buahnya mengenai kejadian ini," kata Tirta pada segenap orang yang ada di padepokan ini.
Demikianlah, pada malam itu juga Tirta menuju ke rumah pak Michael sendirian. Sedangkan penghuni padepokan yang lain meneruskan latihan kanuragan di puncak Ungaran..
Walaupun tampak malas-malasan dalam olah kanuragan ternyata memang Irmansyah mempunyai bakat yang lebih dalam olah roso dan olah batin.. untuk ini maka mbah Hardjo yang memang mempunyai ilmu batin yang mumpuni, segera ikut membimbing Irman.
__ADS_1
Dan memang dalam suatu kesempatan terpisah , mbah Hardjo mendapatkan wisik (bisikan) dari eyang Wasis Jayakusuma untuk membimbing Irman dalam olah roso dan olah batin.
***
Di Rumah pak Michael.
Tirta memasuki pekarangan Rumah pak Michael. tampak pak Michael berdiri dan menyambut Tirta, begitupun Nadine, Mama dan Joey.
"Malem pak Michael," sapa Tirta .
"Silahkan Mas, silahkan duduk," sambut pak Michael mempersilakan Tirta duduk di depannya.
Tirta segera duduk di kursi kayu besar yang terbuat dari kayu besar utuh.
"Ini mas, tadi bapak barusan mendapat info dari Herman! tampak nya ada gerakan orang orang tak di kenal yang menyatroni rumah kami di Jakarta ! dan kemungkinan orang-orang ini adalah orang-orangnya Mr Budiman," kata pak Michael.
Tirta mendengarkan cerita dari pak Michael, dan kemudian berkata ;
"Tadi bang Leo juga dapat informasi demikian pak ! dari anak buahnya yang ikut mengawasi rumah pak Michael," kata Tirta.
"Dan tampaknya lambat atau cepat orang orang ini pasti akan sampai di kota Semarang ini," lanjut Tirta.
Akan tetapi tidaklah mungkin mereka akan sampai kesini malam ini," kata Tirta lagi.
"Pak Michael tidak usah terlalu khawatir , kami akan ikut menjaga pak Michael sekeluarga di sini," lanjut Tirta .
"Terimakasih mas Tirta, atas pertolongan mas dan kawan-kawan. Bapak jadi gak enak terlalu merepotkan Mas Tirta ," kata pak Michael..
"Ahh tidak apa-apa pak Michael, memang sudah jadi jalan kami dan niat kami, ketika kami mempelajari ilmu kanuragan warisan leluhur kami," jawab Tirta.
"Tapi Ta, kamu malam ini menginap di sini dulu aja ya," celetuk Nadine..
Sebenarnya pak Michael dan Mama Nadine punya pemikiran yang sama dengan putrinya tersebut, akan tetapi mereka malu mengungkapkannya karena sudah terlalu banyak berhutang budi pada Tirta jayakusuma.
Tirta dengan ragu akhirnya menyanggupinya
"Mas Tirta tadi kok nggak ngajak sekalian Tomy ? " tanya mamanya Nadine.
Tomy ikut latihan dulu di puncak Ungaran, Bu ," jawab Tirta.
"Mungkin besok pagi-pagi dia pasti pulang kemari," jawab Tirta lagi.
Ketika hari semakin malam, kedua orang tua Nadine segera masuk ke dalam rumah, begitupun Joey.
__ADS_1
Tinggal Tirta dan Nadine yang tampaknya belum ngantuk , masih terlihat betah ngobrol di teras rumah.