
"Eh, mbak ayu Mawar!??.. Ada apa mencegat kami,!?" seloroh Bayu.
"Ahh mas! aku hanya ingin bertemu dan mengobrol sama mas saja."
"Mana ya, yang namanya mas Tirta Jaya Kusuma?" jawab Mawar dengan suara merdu dan lembut membuat siapa pun yang mendengar nya seperti tersihir!
"Aku, Mbak Ayu! akulah yang bernama Tirta Jayakusuma mbak ayu Mawar! " jawab Bayu lagi .
"Ah, mas ...! tadi mas Tirta tinggi dan ramping, kenapa bisa sebesar anak Gadjah yaa!?" jawab Mawar lembut mendayu.
"He,,,he,he, Tirta yang ini adalah Tirta Bayu Kusuma! " jawab Bayu
sambil tertawa lebar ...
"Tirta kembaran Tirta jayakusuma lain emak dan lain bapak,,, hi, hi ,hi..?" goda Bayu yang tampaknya juga tergoda oleh Mawar.
"Sudahlah mas, aku ingin bicara sama mas Tirta,,!" kali ini Mawar berbicara agak serius ..
"Akulah Tirta Jayakusuma mbak Mawar !" kata Tirta Jayakusuma yang kemudian berjalan mendekati Bayu dan Mawar.
Kali ini Tirta cukup berhati hati dalam memandang wanita sexy di depannya ini! Apalagi dia juga sudah di wanti-wanti oleh Kyai Wonokerti jika dia berhadapan dengan wanita ini.
Dengan jaket hitam ketat dan celana ketat membuat lekuk lengkung tubuh Mawar yang aduhai tercetak dengan jelas dan nyata adanya!
Belahan dada rendah yang menonjolkan bola daging putih nan lembut menambah daya tarik yang luar biasa !
"Ada apa mencari ku mbak Mawar," kata Tirta Jayakusuma setelah berada di depan Mawar.
"Iya mas Tirta, mas pasti sudah tau kalau besok malam kita akan bertemu sebagai lawan di arena itu,?" kata Mawar dengan suara lembut dan menggoda.
"Iya mbak Mawar,, jawab Tirta langsung menundukkan kepala menghindari tatapan mata mawar yang terlihat sangat menggoda..
"Apakah mas Tirta tega menyakiti mbak!?
Tega memukul mbak mu ini mas?" lembut kata kata Mawar, seperti Wanita yang lemah saja! Padahal dia adalah seorang wanita yang sangat menakutkan bagi kebanyakan pria.
"Mbak hanya wanita yang lemah mas, lanjut Mawar seraya meraih jari jemari tangan Tirta Jayakusuma yang sekarang ini tepat berdiri di depan Mawar.
Tirta terkejut dengan hal ini, Dia ingin segera menarik kedua tangannya, tapi mendadak hatinya tidak tega..Hatinya mendadak menjadi lemah dan seperti merasa kasian dan ingin melindungi wanita di depannya ini.
Tangan halus dan lembut terasa meremas jari jemari tangannya..
Beberapa saat Tirta Jaya Kusuma seperti terhipnotis oleh keadaan ini.
Bayu yang berada di samping Tirta merasa ada yang tidak beres dengan keadaan Tirta yang tampak bengong setelah kedua tangannya terpegang oleh Mawar.
__ADS_1
Bayu segera teringat dengan pesan dari kyai Wonokerti akan bahayanya wanita ini..
Bayu segera menggaplok punggung Tirta dengan keras dengan telapak tangan kanannya?
"Bugggh!?" Telapak tangan selebar daun talas menghantam punggunh Tirta jayakusuma.
"Ughh!!" kaget Tirta mendapatkan gaplokan keras dari Bayu.
Akibatnya tubuh Tirta terdorong ke depan dan jatuh dalam pelukan Mawar ,,
Dan tanpa sengaja wajah Tirta Jayakusuma jatuh tepat di belahan dada putih yang menonjol....
Seketika Tirta tersadar dari keadaannya!
Akan tetapi bulatan lembut dan kenyal serta bau wangi tubuh Mawar segera menyusup di sela-sela hidung Tirta..
Tapi untunglah karena gaplokan Bayu yang keras itu membuat Tirta Jayakusuma benar-benar terbebas dari jerat pesona Mawar.
Segera Tirta mengerahkan tenaganya untuk melepaskan diri dari dekapan Mawar.
Tirta segera melangkah mundur satu langkah !
Indra penciuman segera ditutup, dan aliran darah yang menuju ke.... arah kelelakiannya ditutup nya juga.
Kali ini Tirta semakin menyadari akan bahayanya berhadapan dengan Wanita ini.
"Tirta,,,,!!! mas Tirta.. !" seru Mawar.
"Aku belum selesai bicara Mas!"
serunya memanggil sang pemuda.
Yaaa,,, mangsa yang sudah berada di depan mata harus lepas.
Mawar tampak menarik nafas dalam-dalam. Dia tampak sangat kecewa karena kegagalannya kali ini.
Beberapa saat setelah Tirta, Bayu dan Adnan pergi, tampak sesosok bayangan mendekati kearah Mawar..
"Bagaimana Mawar, keliatannya kamu gagal kali ini !" terdengar suara berat dan dalam dari pria itu yang ternyata adalah Jadug.
"Iya kang Jadug, tampak nya pemuda ini cukup tangguh juga!" jawab Mawar.
"Ya sudah Mawar, tugas mu lah untuk membereskan pemuda itu, karena dari kemampuan nya mengalahkan Sondong sudah cukup bagi kita untuk berhati-hati terhadapnya!" kata Jadug.
"Iya kang Jadug..!" kata Mawar.
__ADS_1
Keduanya kemudian berkelebat cepat meninggalkan tempat itu.
Sementara itu Tirta, Bayu dan Adnan berlari naik ke atas puncak gunung Ijen seperti di kejar kuntilanak saja!
Mereka baru berhenti ketika sampai di batu gunung tempat mereka selalu berjumpa dan bercengkerama dengan Kyai Wonokerti...
Dan ketika mereka sampai di situ, tampak Kyai Wonokerti sudah duduk bersila seperti menunggu kedatangan dari anak anak muda ini.
"Ada apa kalian berlari.seperti itu," sapa sang Kyai ketika di lihatnya Tirta Bayu dan Adnan sampai di tempat itu dengan terengah engah.
"Ini kyai, kami di kejar Kunti Mawar,,, ehh di kejar wanita cantik, kyaii,,,!" jawab Bayu.
"He,,he, he, he,,,, Kemarin Angger sekalian kan sudah eyang wanti-wanti,,,!" kata Kyai Wonokerti.
"Hati hati menghadapi wanita itu,,!" lanjut Kyai Wonokerti.
"Wanita memang makhluk.yang susah di hadapi oleh laki-laki tulen!" kata Kyai Wonokerti lagi
"Iya Kyai,,!" , jawab Adnan.
"Tadi juga eyang sebenarnya melihat kalian ! Dan tampaknya Angger Tirta Jayakusuma masih belum siap menghadapi wanita itu !" lanjut Kyai Wonokerti.
"Maaf Kyai, sepertinya saran dari Kyai mudah di laksanakan , tapi dalam prakteknya sangat sulit dilakukan Kyai," Kata Tirta Jayakusuma.
"Untunglah tadi Angger Bayu bertindak cepat dengan memukul punggung Angger Tirta Jayakusuma , sehinga kesadaran Angger Tirta bisa kembali !" lanjut Kyai Wonokerti.
Sebenarnya sejak melihat Tirta dan kawan-kawannya berlatih aji Suryo Dahono di puncak gunung Ijen, Kyai Wonokerti sudah sangat tertarik pada ketiga pemuda sederhana ini.
Dan setelah beberapa kali bertemu dan berbincang, kyai Wonokerto semakin sayang dan menganggap mereka seperti cucu ataupun muridnya sendiri, sehingga tanpa di sadari oleh Tirta, Bayu dan Adnan, Kyai Wonokerti selalu membayangi setiap pergerakan dari mereka bertiga.
Seperti halnya tadi, ketika Tirta hampir saja jatuh dalam pelukan Mawar!
Kyai Wonokerti sudah hampir bertindak. Tapi untung Bayu lebih dulu menyadarkan Tirta Jayakusuma.
Malam itu, kembali kyai Wonokerti memberikan masukan pada Tirta Jayakusuma dalam menghadapi Mawar besok malam.
***
Sore itu Kyai Syahroni, Kyai Fakih, Ki Suromenggolo dan para pimpinan perguruan perguruan silat berkumpul di tendanya kyai Syahroni.
Tirta Jayakusuma, Intan dan juga Mahardhika juga sudah hadir di sana.
Mereka banyak memberikan nasehat dan masukan tentang lawan-lawan yang akan mereka hadapi nanti malam.
"Sebenarnya yang patut kita waspadai adalah Jadug ," kata Ki Maruto !
__ADS_1
"Dia terlihat sangat mudah mengalahkan lawan-lawannya!" lanjutnya.
"Benar Ki Maruto, kata Ki Suromenggolo. Tampaknya Jadug belum sepenuhnya mengeluarkan secara penuh kemampuannya," lanjut Ki Suromenggolo.